
Nia pun pulang bareng dengan Vano, begitu juga dengan Dion, hanya saja Vano barengan dengan Nia sedangkan Dion dengan bayangannya wkwkwkwkwk, maksudnya sendiri.
"Yok kita pulang bareng" Ucap Nia menatap kearah Dion dan Vano.
"Yuk" Ucap Vano tersenyum menatap Nia, begitu juga Dion, walau sebenarnya Dion ingin menolaknya.
Mereka bertiga para remaja itu pun berangkat, ternyata ucapan Karina dan sahabatnya, Cika dan Lita itu bohong. Mereka tidak nampak sama sekali, apa jangan jangan mereka semua ngancam Nia?, mungkin kali yee.
"Nia mereka gak nampak?, mana sih?" Vano yang sedari tadi melihat sekeliling nya aman aman aja pun langsung berkomentar.
"Aku gak tau nih bang Van, apa jangan jangan mereka cuman ngerjain aku?" Nia pun memikirkan hal itu.
"Mending kamu jujur ke Lita dan Karina deh, soalnya semenjak lo sama gue, lo selalu kena masalah sama para penggemar gue" Ucap Vano.
"Jadi abang ribet yah ?" Bukannya menjawab malah ikut berkomentar. Nia Nia.
__ADS_1
"Kenapa lo bilangnya gitu" Tanya Vano yang heran dengan kata kata Nia.
"Iya, soalnya cuman nyari pacar aja, harus fans yang ikut campur" Komentar Nia.
"Entahlah, mungkin itu hanya gara gara para fansku masih anak SMP, jadi mikirnya masih dibawahan, semakin tua semakin paham kok setiap orang" Vano mengeluarkan komentar dari dirinya sendiri.
"Aku senang deh bang bisa jumpa dengan abang, orangnya pintar, baik, dewasa lagi" Ucap Nia memuji Vano.
"Makasih hiburan nya eneng" Ucap Vano tertawa bahak bahak.
"Aku nggak menghibur atu akang" Ucap Nia dengan tertawa terbahak bahak.
"Apaan sih mereka tertawa tawa, macam drama aja, gue dah pegal goet sepedanya, mereka enak tinggal gas menggas" Ucap Dion menatap Nia dan Vano dengan kesal.
"Eh Dion, lo capek yah" Ucap Vano yang menatap Dion dari kaca spionnya.
__ADS_1
"Banget banget banget" Ucap Dion dengan wajah ditekuk, "Gua capek ngejar ngejar kalian, kencang banget sih bawa motornya" Dion yang makin kesal melihat mereka berdua yaitu Vano dan Nia.
"Eh Dion, kamu capek yah?, kita gantian aja, kau naik motor sama bang Vano, biar aku yang naik sepeda" Ucap Nia khawatir menatap Dion.
"Gue dah biasa Nia, tapi jangan kencang kencang, soalnya kaki gue capek gohet nya kalian cepat banget dah " Ucap Dion yang tidak mau merepoti Nia.
"Maaf yah Ion, kami lupa" Ucap Nia yang merasa bersalah.
"Ia gak papa kok" Ucap Dion yang pura pura nggak kesal.
"Bentar lagi nyampe juga kok" Ucap Vano.
"Loh tapi katanya Lita sama Cika Mau ngerjain Nia, kok nggak ada nampak" Ucap Dion heran yang sedari tadi melihat bahwa tidak ada yang terjadi.
"Mereka ngerjain kita kali" Ucap Vano sedikit berteriak.
__ADS_1
Dion malah tambah heran, "Mana mungkin Lita sama lain lainnya, ngerjain Nia cuman kayak gini, apa lagi kalau mereka lihat Nia sama Vano dan gue pulang bareng mereka kan gak suka kalau Nia dekat dekat sama gue dan Vano, aneh yah" Heran Dion dalam hatinya, menatap kejadian ini.
Akhirnya mereka pun sampai dirumah Nia dengan selamat sentosa. Dengan wajah mengembang Nia mengucapkan terimakasih kepada kedua pria tampan yang sudah mau mengantarkannya, tapi hati Nia malah merasa tidak nyaman ketika mendengar suara teriakan.....