Nion

Nion
KEDUA BELAS #NION#


__ADS_3

Dan akhirnya mereka telah sampai di sekolah Nia dan Dion pun segera masuk ke kelas mereka barengan. Sesampai dikelas Nia melihat Risa dan Putri sedang gelisah Nia sebagai sahabat yang baik pun bertanya.


"Kalian kenapa kok gelisah gitu?" Tanya gadis bernama Nia itu.


Yang ditanya pun menoleh, dan menjawab.


"Ini loh Nia pr MM kan ada, jadi kami itu belum menyelesaikannya, kalau lo mah gampang ibu itu kan belum kenal lo" jelas Risa kearah Nia dengan jelas.


Nia yang mendengarnya tersenyum


"Aduh sahabat sahabat ku kacian banget cih" Gemes Nia kearah mereka dan diakhir kalimatnya Nia membuat suaranya agak manja juga membuat dengan nada meledek, Risa yang kesal melihat sahabat baru nya itu pun malah menjitak kepala Nia sahabat baru nya Risa dan Putri.


"Bukannya bantuin malah ngeledek, ngeselin banget" kesal nya Risa, sedangkan Putri hanya melihat pertikaian mereka.


Nia tersenyum kearah mereka.


"Aku sih dah siap tapi aku nggak mau kasih" Nia sengaja mengucapkan nya agar mereka kesel melihat Nia.


Mereka berdua menatap Nia dengan kesal. Risa dan Putri berkata dengan kompak ke Nia.


"Jadi sahabat pelit banget dah" Tatapan yang sinis mereka tujukan ke Nia.


Nia yang memperhatikan raut wajah mereka, malah tertawa, mungkin mereka lebih lucu dari pada badut di tatap Nia.


"Hahaha iya, aku nggak mau kasih tapi aku maunya ngajarin biar para sahabatku mengerti jalan nya" Ucap Nia mengakhiri canda nya.


Kedua sahabatnya Nia tersenyum dan kompak mengatakan.


"Makacih Nia" Mereka berdua mengucapkan nya dengan nada agak mentel.


Nia pun mengajari mereka siapa tau nanti di suruh ke depan biar kedua sahabatnya itu tau, Tanpa disadari ternyata ada seseorang yang sedang melihati Nia dari tadi. Yaitu Dion.


"Apa lihat lihat" Nia yang tersadar dilihati pun berbicara ketus kepada sang pelihat.


Risa menatap mereka dan berkata

__ADS_1


"Kalian cocok".


Putri yang mendengar pembicaraan mereka pun langsung ngeledek Risa dan berkata


"Nggak mungkin lah Nia mau sama Dion, Dion kan milik mu"


Nia pun mengangguk angguk, yang mengartikan menyetujui perkataan Putri


"Hm betul tuh" Ucap Nia.


Risa yang merasa diledek pun berbicara "Apaan sih nggak lagi ya"


Dion pun memberi tahu apa apa alasannya menatap Nia. "Gue ngelihat Nia gara gara gue merasa kalau dia itu pintar, nanti jadi saingan lagi"


Mendengar maksud nya Dion, Risa dan Putri pun kompak mengatakan. "Oooohhhhh"


Nia yang masih bingung bertanya lagi kepada Dion sicupu.


"Emangnya kau itu juara ya?, makanya takut dikalah kan?" Ucap Nia sambil ngeledek.


Bukan Risa yang ditanya, mala Risa yang menjawab pertanyaan Nia.


Nia pun mengangguk angguk mengerti .


Bel pun berbunyi menandakan les MM dan buk MM alias buk Anita pun masuk dan seperti biasa mereka menyapa nya dan setelah itu buk Anita pun langsung menyuruh mengumpul PR.


Dan yang disuruh mengerjakan PR kedepan adalah Dion, Risa juga Putri. Mereka disuruh kedepan untuk menulis di papan tulis tentunya Risa dan Putri akan tau cara mengerjakannya karena Nia telah mengajarin nya, sedangkan Nia nggak di suruh karena dua adalah anak baru, dan memang soalnya hanya 10, sedangkan didalam kelas mereka ada 37 orang. Tentunya para siswa nggak mendapatkan rata soalnya.


Putri, Risa dan Dion mengerjakannya didepan, sedangkan ibu paruh baya yang menjadi guru itu memeriksa PR para muridnya, pada saat memeriksa punya murid baru yang bernama Nia, ibu paruh baya itu memanggil seseorang yang bernama Nia.


"Nia kamu lumayan pintar ya, MM kamu nilai 100"


Nia mendengarnya langsung mengembangkan senyum nya.


"Makasih buk" ucap Nia yang merasa telah di puji.

__ADS_1


Semuanya telah selesai dan akhirnya bel menunjukkan kesurgaan alias istirahat pun tiba. Semua bersorak senang karena mendengar bel yang dinanti nanti telah datang.


"Hore" Ucap murid 8'2 senang riang.


Risa dan Putri tiba tiba memeluk Ni adari belakang. "Makasih ya Nia dah beri yang terbaik tadinya"


Nia pun membalas pelukan mereka juga.


"Sahabat terbaik yaitu sahabat yang memberikan kebaikan" Ucap Nia kepada para sahabat nya.


Mereka pun saling berpelukan


"Hmmmm" Gumam mereka barengan.


Mereka pun menyadari bahwa mereka bertiga sedari tadi di perhatiin oleh Dion, Nia pun berbicara dengan ketus seperti tadi.


"Apaan sih lihat lihat?" Ketus gadis tomboy itu.


Dion malah tertawa


"Boleh ikutan meluk gak?"


Risa mendengar ucapannya pun bergidik ngeri. "Ihh apaan sih" Ucap Risa dengan ketus.


Nia yang mendengarnya hanya merasa geli.


Dion yang melihat ekspresi mereka pun tertawa. "Hahahahahah, kalian sih sok romantis" Ledek Pria cupu itu.


Putri yang merasa diledek pun melawan pembicaraan Dion.


"Suka suka kami dong emang nya urusan lo apa? hidup hidup kami kok" Ketus Putri.


Dion mengangkat tangannya.


"Nyerah gua, terserah lo pada deh, malas debet sama cewek, kalau debat sama cewek, mending gue nguras air laut aja deh,capek nya juga sama" Ucap Dion yang ngeldek juga.

__ADS_1


Nia hanya menggeleng geleng heran dan merasa bahagia akhirnya Nia punya sahabat di sini walaupun awalnya itu Nia harus di marahin orang seperti Jason hanya karena untuk mencari kelas tapi Nia juga ber syukur karena mempunyai mereka yang susah di cari didalam hidup.


#jangan lupa like dan coment maaf kolo nggak nyambung"


__ADS_2