Nion

Nion
#KEENAM BELAS# #NION#


__ADS_3

"Kenapa nggak ada kamu bawa teman mu untuk bermain dengan mu disini" Tanya Nia pada Dion dengan heran.


"Lo tau sendirikan kalau gue agak pemalu, ngomong dengan lo aja pertamanya gemetaran"


Mengingat ucapan Dion, Nia pun tertawa geli.


"Kau sih terlalu pendiam, tapi kau ngomong ke Risa seperti itu juga? gemetaran nggak?" Mengingat curhatan Risa dan Dion, Nia mengantarkannya langsung.


"Disitu gue geram kali melihatnya yang selalu aja ngikuti, menyapa, makanya gue nekat dan lo tau kan di buku itu Nia hanya menulis tentang bahagia dan sedih juga kesal yang lain mana ada, dan awalnya itu gue gak gemetaran tapi sudah dia pergi baru gemetaran dan gue itu selalu kayak gitu berbicara seperti waktu itu denganmu aku langsung gemetaran di depan mu" Dion pun menjelaskannya secara rinci.


Nia yang mendengarnya tertawa mengingat a


semuanya. "Haaahaha, suer waktu nengok ekspresi mu itu aku langsung ketawa dan dengar kamu bicara (aku emang gitu kalau baru kenal) ketawa ku pun langsung terpecah" Nia tertawa sepuasnya.


Dion malu malu mendengar tentang dirinya.


Sumpah ini taman cantik banget ada danau, ayunan, gubuk, bunga tertata rapi yang berwarna warni.

__ADS_1


Nia melihat Dion kasihan juga, karena semewah apa pun itu dan sekaya apa pun itu jika orang tua dan sahabat tidak ada menemani itu sama saja sepi dan kasih sayang orang tua lah dari segalanya, walau orang tua Dion gak semoat menemaninya, di satu sisi lagi orang tua Dion pun bekerja untuk membuat mereka senang dan dapat hidup dengan tidak ada kata kata kurang.


"Ion jadi selama ini kamu bermain hanya sendiri?" Tanya Nia pada Dion, tentang hidupnya.


Dion menggeleng "Ngak sih dulu waktu sd aku bermain dengan bang Ari dan sepupu ku cewek bernama Lita namun Lita ke London bersama bang Ari dan umur bang Vano SMA kelas1 dan Lisa sebaya kita" Jawab Dion pada Nia.


Kasihan banget ya Dionnya ditinggalkan sendiri hm untung Nia nggak sendiri walaupun gadis itu anak satu satu nya tapi diluar setidaknya Nia punya teman, apa lagi didesa selalu saja Nia pindah pindah rumah bergantian untuk bermain main.


Setelah lama ngobrol Nia tersadar dah mulai gelap, Nia melihat jam tangannya yang menunjukan jam 6, melihatnya Nia pun langsung pamitan.


"Aduh Ion kayak nya aku harus cepat cepat pulang udah jam 6 nanti papa ku nyariin aku, nanti papa ku mikirnya aku yang nggak nggak, aku pulang dulu yah dada" Pamit Nia melambaikan tangan nya ke Dion begitu juga dengan Dion, membalas lambaiannya.


Nia langsung berjalan menuju pulang. Akhirnya gadia itu telah sampai dirumahnya. papa Nia bertanya.


"Dari mana nak? jam segini kok baru pulang?" Tanya papanya.


Nia pun menjawab dengan sedikit takut.

__ADS_1


"Maaf pah aku habis main main" Nia agak gemetaran.


Papa Nia malah tersenyum.


"Yah papa sekarang bolehin kamu main main bebas karena papa dah lihat kamu itu jagoan papa, laki laki aja bisa kalah kamu buat, tapi ingat juga jangan kayak tadi habis keringetan, olahraga malah langsung main main, bau jadinya kan bau asem" Apakah ini serius?, papa Nia memberi kebebasan pada nya cuman gara gara bola voli. Ini sangat menyenangkan bagi Nia.


"Anak papa kan jagoan" Nia pun tersenyum mengucapkannya.


Mama Nia yang baru keluar dari kamar ikut berkumpul.


"Eh nak Nia dah pulang, papa tadi kecarian kamu loh" Ucap mama Nia.


Nia menggaruk garuk kepala nya yang nggak gatal sambil cengir cengir kuda. "Maaf yah pah, ma dah buat orang mama dan papa jadi cemas" Nia yang merasa bersalah meminta maaf pada orang tuanya.


Papa Nia tersenyum kembali.


"Wajar orang tua cemas ke pada anak nya, itu sudah wajar" Ucap papanya Nia pada anak nya itu.

__ADS_1


Lalu Nia pun memeluk papanya.


#SAMPAI SINI DULU YAH MAAF KALAU ADA YANG NGGAK NYAMBUNG JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT#


__ADS_2