Nion

Nion
#60# Entahlah


__ADS_3

Nia mendengar sahabatnya yang satu itu malah jadi kasihan dan merasa bersalah.


"Maafin gue yah we" Ucap Nia pada para sahabatnya karena merasa bersalah.


"Yaudah kamu kekamar yah, kamu tidur disana" Ucap Vano membujuk Nia.


"Yaudah aku tidurnya disana" Ucap Nia mematuhi Vano.


"Eh Vano ucapnya kamu nih wee" Ucap Putri yang memperhatikan dan menyadari ucapan Vano barusan.


"Hkm hkm" Deham Risa yang dibuat buat.


"Wajar kali. Mereka kan pacaran" Ucap Lita yang pura pura gak cemburu. Padahal dia masih ada rasa dan berharap.


"Mereka bukan p-" Risa yang hampir keceplosan langsung saja mulutnya di sekap.


"Sttt, Risa lo kayak nya ada lupa seaiatu" Ucap Putri yang menutup mulutnya. Putri langsung melototokan matanya pada Risa dan Risa yang mengetahui maksudnya langsung mengerti.


"Kenapa sih" Ucap Lita yang bingung begitu juga Jeri. Sedangkan Nia dan Vano langsung keringat dingin. Dasar Risa buat orang oajik aja.


"Gue mau pergi luan yah, gue masih ada urusan sama guru, kalian langusng masuk kamar aja, ini sudah jam 10 malam, kalian langsung tidur aja" Ucap Vano pada ketiga perempuan.


"Yaudah gie pergi" Ucap Vano sebelum melangkahkan kakinya.


"Gue ikut juga bambang kekamar" Ucap Jeri pada Vano.


"Lo temani mereka aja, gue luan bay" Ucap Vano dan pergi dengan tergesa gesa.


"Aneh banget dah" Heran Risa melihat tingkah Vano yang gak kayak biasanya.


"Dia kan memang repot, kan dia ketua UKS yah berarti dia harus bisa repot" Ucap Nia yang pengertian tentang posisi Dion saat ini.


"Yaudah kita kekamar aja dulu, nanti lagi ngobrolnya dah malam juga" Ucap Jeri untuk mengakhiri pembicaraan tentang Vano yang besikap aneh.


Mereka pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke kamar mereka.


"Hadeh gara gara lo ni Nia" Ucap Risa sambil tersenyum.


Mereka pun tiba dikamar mereka dan langsung tidur dengan nyenyak. Mungkin mereka pun sudah ngantuk banget, apalagi Nia.


Setelah pagi. Pukul 07.05 ketiga sahabat itu pun belum bangun juga


"Ris, Risa bangun kita mau berangkat" Ucap Lita membangun kan Risa.


"Yah bentar lagi 5 menit lagi ples" Ucap Risa yang masih menutup mata.


"Nia, Nia, Nia bangun, kita mau berangkat" Ucap Lita membangunkan Nia.


Nia tetap tidur dengan mendengkur tanpa ada balasan. Dasar Nia emang benar benar kayak kebo.


"Put, put, putri bangun" Panggil Lita membangunkan Putri yang ada diatas.


"Hah, ada apa sih Lit" Ucap Putri setengah sadar.


"Lo mandi gih, 35 menit lagi kak Raka akan datang untuk ngumpulin kita" Ucap Lita menerangkan.


"Hah?, kak Raka?, 35 menit lagi?, hadeh gue mandi dulu deh" Ucap Putri dan menuruni tangga tempat tidurnya itu begitu juga Lita yang mengikutinya.


"Ya ampun Risa juga belum bangun, gitu juga Nia, hadeh" Ucap Putri melihat kedua sahabatnya itu.


"We Risa bangun kampret, nanti ma'am Bulan datang baru sadar lo" Ucap Putri yang mengetahui kelemahan Risa. Risa paling malas kalau dengar ma'am itu marah.


"Hah, iya iya gue bangun aja dah" Ucap Risa yang langsung spontan bangun.


Sedangkan Lita dan Putri hanya ketawa melihat tingkah Risa.


"Ihh kalian rese banget da" Ucap Risa yang kesal melihat tawa kedua orang itu.


"Maaf, aku gak tau kalau banguni lo cara nya gimana selain itu" Ucap Putri pada Risa.


"Yaudah bergegas gih, kita bakalan pergi katanya" Ucap Putri menerangkan ke Risa.


"Nia nya gimana dong?" Tanya Lita yang melihat Nia masih tidur mendengkur.


"Nia mendengkur?, yah ampun" Ucap Risa tertawa.


"Hkhkhk" Suara dengkuran Nia yang tiba tiba hidungnya ditutup oleh Risa. Seketika jiwa jahil Risa mulai menggeliat.


"Hokhokhok" Suara dengkuran Nia


Nia yang mulai gak nyaman langsung bangun.


"Ah hidungku" Ucap Nia yang sesak karena ulah Risa. Risa sengaja menutup hidung Nia karena kejahilannya.


Lita, Risa dan Putri pun tertawa melihat Nia.


Sedangkan Nia hanya berdecak kesal.


"Ah, apaan sih kalian ganggu orang tidur aja deh, dah tau aku ngantuk banget" Kesal Nia pada tiga orang itu yang masih tertawa.


"Nanti kita mau berangkat 30 menit lagi bambang. Lo mau tinggal disini?" Ucap Risa pada Nia.


"Kita mau kemana lagi sih?, kan tugas dah siap?, mau pulang?, cepat amat?" Ucap Nia yang masih ngantuk.


"Kita mau jalan jalan di kampung ini. Habis itu kita pergi piknik katanya" Lita yang sudah tau pengumuman pun menjelaskan pengumuman itu pada ketiga orang yang macam kebo tidurnya kecuali Putri.


"Yaudah aku mandi dulu" Ucap Nia pada mereka. Tapi wajah Nia masih ngantuk.


"Nia kamar mandinya lewat sana" Ucap Putri berteriak.


Risa yang kesal melihat Nia, langsung menjipratkan air minum kemuka Nia.


"Bangun lo kebo" Kesal Risa pada Nia yang dari tadi susah bangun.


"Aduh kalian jahat banget sih sama aku" Ucap Nia yang mulai menyadarkan dirinya dari tidurnya.


"Makanya ayo mandi" Ucap Risa pada Nia dengan kesal.


"Emangnya kita mau kemana lagi?, kan kita dah selesai penelitian semalam" Ucap Nia yang mulai sadar.


"We kampret, dari tadi gue itu dah jelasin dan lo macam dengarkan radio rusak rusak gitu?" Ucap Risa yang makin gemes lihat sahabatnya itu.


"Maaf aku. Tadi aku belum sadar" Ucap Nia.


"Yaudah ayo kita mandi dulu, nanti aja kita berbicara setelah selesai.


Akhirnya mereka pun selesai mandi dan memakai baju, merekapun langsung sisiran, pakai bedak dan semacam halnya.


"Topi gue mana?" Tanya Risa pada orang yang ada.


"Ini nah, lo suka banget dah membuang bareng" Ucap Putri memarahi Risa.


"Makasih cantik" Ucap Risa dan mencubit pipi Putri dengan gemas.


"Eh hand body gue mana ya?" Tanya Risa lagi lagi.


"Lo bawel banget yah, macam anak bayi lo" Ucap Putri yang makin gemes lihat sahabat sekaligus sepupunya itu.


"Dah dapat" Ucap Risa tertawa senang.


"Eh jaket gue mana?" Kini bukan Risa lagi yang nanyak, melainkan Putri.


"Mungkin di tas lo kali" Ucap Risa pada Putri.


"Gak ada nih" Ucap Putri yang makin merogoh rogoh tas nya.


Nia pun melihat keatas tempat tidur.


"Dah diikat dipinggang mu *****" Ucap Nia menyadarkan Putri. Putri yang tersadar malah tertawa malu.

__ADS_1


"Putri Putri, ***** lo alami banget da" Ledek Risa pada Putri.


Mereka pun bergegas mengambil barisan. Hanya Nia lah sedaritadi tidak bingung kecarian barang barang nya. Dia tidak seperti kedua sahabat nya yang aneh itu.


"Semua baris dengan rapi, semua barisan sesuai urutan bus, kita berarti harus ada empat baris, cewek baris cewe. Sebelah kiri cewek dan sebelah kanan cowok, lalu di baris ulang lagi seperti itu yah" Kini Vano pun menerangkan pada murid murid yang ada.


Nia, Risa dan Putri pun harus pisah kembali.


"Kasihan ya bang Vano, pasti dia capek banget karena urusan tadi malam" Ucap Nia dalam hatinya.


Setelah menerangkan posisi baris pada anggotanya, Vano pun langsung mengambil barisan yang tepat nya disamping Nia.


Vano pun memancarkan senyuman nya pada Nia.


"Kita mau kemana kak?" Tanya Nia pada Vano.


"Kita keliling keliling di sumatera utara palingan" Ucap Vano pada Nia.


"Terus kita pulang kesin?" Tanya Nia lagi lagi.


"Kayaknya untuk hari ini kita camping di bukit holbung, nah kita disitu akan nginap, kita akan masang tenda masing masing" Ucap Vano lagi lagi menerangkan pada Nia.


"Besok kita langsung pulang?" Tanya Nia lagi lagi yang banyak pertanyaan.


"Kita kayaknya 2 hari lagi pulang, lo dah kangen banget yah sama keluarga lo" Ucap Vano yang mengerti pada perasaan Nia semalam.


"Asal bang Vano tau, aku rindu banget sama orang tua, tapi aku juga senang kalau dekat abang" Batin Nia dalam hatinya.


Yaudah kita maju laun yuk" Ajak Vano dan menggenggam tangan Nia berjalan bareng.


Mereka pun hanya berputar sekeliling kampung untuk lebih mengenal para penghuni disini dengan baik. Rasa nya senang bisa bergabung dengan mereka. Setelah pukul 11:00 mereka pun langsung pulang ke kamar dan bersiap siap untuk langsung bergegas pergi piknik.


Mereka pun kumpul lagi seperti tadi. dan masuk ke bus sesuai seperti yang lalu.


"Haduh capek juga yah bang" Ucap Nia pada Vano. Mereka pun duduk bersmpingan.


"Lumayan" Ucap Vano.


Nia yang mulai bosan langsung mengambil buku nya dan menghafal sebagian untuk ujian nanti yang tinggal 1 bulan 3 minggu.


Nia pun mulai membaca dan menghafal. Setelah itu Nia menutup bukunya dan mengkomat kamit mulutnya seperti lagi membaca mantra. Sedangkan Vano melihat Nia tersenyum dan berniat nggak untuk mengganggunya. Vano pun memilih untuk tidur.


"Karya ilmiah adalah-" Nia yang ingin mengucapkan malah terdiam saat melihat kepala Vano terjatuh di pundak Nia. Nia tidak ada niat untuk menggeser kepala Vano walau sebenarnya agak pegal. Nia malah mengusap kepala Vano pelan agar Vano tidak terganggu.


"Capek banget yah bang, sampe kayak gini" Ucap Nia berbisik pada kuping Vano.


"Iya, gue numpang pundak lo yah" Ucap Vano dengan mata tertutup.


"Iya, tidur yang nyenyak" Ucap Nia dan mulai menghafal kembali. Setelah menghafal Nia pun mulai ngantuk dan tertidur.


 


•••••


 


Hadeh, badan ku capek banget dah ah" Ucap Risa mengeluh.


"Lo pikir cuman lo" Ucap Putri mengeluh.


"Sori yah, gara gara gue lo jadi capek" Ucap Sisi pada Risa. Risa ikut sebagai teman pasangan Sisi. Mereka satu kompleks dan lumayan dekat.


"Iya Put, sori yah" Sambung Rita pada Putri. Rita teman satu kompleks mereka juga. Putri ikut karena Rita yang ngajak, sebenarnya Risa dan Putri ikut karena Rita yang ngajak makanya mereka menerima tawaran para satu kompleks.


"Gak papa kok, santai aja, gue senang kok" Ucap Risa dan Putri barengan. Mereka berdua tertawa karena kekompakan mereka. Begitu juga Sisi dan Rita.


"Kalian kompak banget dah" Ucap Rita berkomentar.


"Jelas kompak, orang dari SD bareng mulu" Tiba tiba Dion langsung bicara dan meledek.


"Apaan sih lo, teman gue banyak yah, lo aja dulunya aneh, blek" Kini Putri yang menyindir dan meledek Dion. Dan terakhir nya mengeluarkan lidah nya.


"Kalian ada aja deh" Ucap Lita yang melihat mereka.


"Sstt, kalian bisa diam gak sih" Buk Rosana pun menegur mereka.


3 detik. semuannya langsung terdiam. Semuanya takut berkutik karena teguran bu Rosana. Sungguh menakjubkan.


"Lo ada bawa minum gak?, haus ni" Ucap Risa berbisik ke Putri. Berbisik karena takut nanti bu Rosana dengar bisa marah. Bahaya.


"Nah jangan habiskan ye" Ucap Putri berbisik.


"Oke" Risa pun berbisik juga.


Risa dan Putri pun mulai tertidur.


Setelah hampir 3 jam, akhirnya mereka pun sampai ditujuan nya yaitu bukit holbung.


 


•••••••


 


"Vano dah sampai, bangun lo" Ucap Jeri pada Vano. Jeri kesal melihat posisi tidur Vano.


"Dasar modus, awalnya tidur dipundak. Lama lama nyosor" Decak Jeri kesal.


"Hkhkhkhk" Tiba tiba Jeri mendengar suara sesuatu.


"Eh buset, ngorok ni anak" Jeri pun tertawa. Untung satu bus nya dah pada turun, kalau gak Nia pasti malu.


"Lo kenapa ketawa sih" Vano yang terganggu dengan tawa Jeri malah terbangun dengan setengah sadar.


"Makanya sadar setan, dengar tuh Nia tidurnya mendengkur" Ucap Jeri sambil melihat Nia tidur ternganga.


"Hah?" Kini Vano pun bangun dan mulai memulihkan kesadaran nya.


Vano pun melihat dan hampir tertawa.


"Nia bangun Nia" Ucap Vano menahan tawanya.


"Ahh" Ucap Nia mendesah.


"Bangun, nanti kita dua bisa ditinggal dibus" Ucap Vano membangunkan Nia.


"Tiga kale" Ucap Jeri kesal. Dirinya macam gak dianggap sama sekali.


"Gue kira lo upil" Ucap Vano tertawa mengarah Jeri.


"Giliran Nia ngorok gak ketawa giliran gue gak ada lucu di katawain" Ucap Jeri kesal.


"Hahh?, kalian ketawain aku dari tadi?" Ucap Nia yang langsung sadar bahwa dirinya diketawain karena tidur ngorok. Nia yang merasa malu langsung mengamambil tasnya dan turun dari bus. Vano dan Jeri pun mengikuti nya.


"Jeri doang yang ketawa Nia" Ucap Vano pada Nia sambil berjalan.


"Kalian lama banget sih?" Tiba tiba bu Rosana merah. Muka garang nya mulai keluar. Haduh ****** dah.


"Maaf bu" Ucap Nia yang merasa bersalah, dia tau ini semua salah nya, karena dia lama di banguni.


"Yaudah ayuk baris dan mendaki dengan tenang, bagi pengurus tenda harus kuat, karena kita akan mendaki sangat tinggi, semoga kita kuat" Ucap bu Rosana.


Semuanya pun berjalan. Dan ternyata memang sangat tinggi. Banyak anak tangga yang harus dilewati mereka. Risa, Nia dan Putri mungkin satu malam ini akan kesal pada tangga tersebut.


"Ya ampun indah banget pemandangan nya gak sia sia gua kesini sampe sampe kaki gue mau patah" Ucap Risa berkomentar tentang indahnya pemandangan.


"Woow, pemandangan sangat menakjubkan, dibuat jadi tempat pw pasti cantik banget ni" Sambung Putri berkomentar.


"Eh otak lo nikah aja dah Put" Ucap Risa mendengar perkataan Putri.

__ADS_1


Mereka pun mulai memperbaiki tenda tendanya dengan senang melihat indahnya pemandangan.


"Nia kita ngobrol kesana bentar yuk" Ucap Vano mengajak Nia.


"Risa, Putri kalian dulu yah yang ngerjain" Ucap Nia lada Risa dan Putri.


"Yaudah gak papa sana aja" Ucap Risa yang terus melanjutkan pekerjaannya.


"Ada apa bang?" Tanya Nia to the poin pada Vano. Sedangkan Vano pun hanya diam dan melihat keatas. Sejenak hening.


"Lihat deh diatas sana banyak bintang dan bulan. Kalau gue jadi bintang lo mau jadi apa?" Tanya Vano pada Nia.


"Aku gak mau apa" Ucap Nia diam.


"Kenapa?"


"Karena didalam hidupku abang bukan Bintang melainkan angin" Ucap Nia menatap keatas


"Angin?, berarti gue cuman datang lalu pergi di hidup lo" Ucap Vano sedikit kecewa pada Nia.


"Bukan gitu banggg" Ucap Nia kesal dan sedikit nada mentel.


"Terus gimana dong?" Tanya Vano pada Nia.


"Abang itu hadir dihidupku tiba tiba banget, tapi buat ku nyaman dan kecarian, abang datang pada saat matahariku sedang terik teriknya, walau hanya sebentar" Ucap Nia pada Vano. Nia menatap Vano dengan dalam begitu juga Vano menatap Nia dengan dalam.


"Aku hadir sesaat tapi memberi ketenangan ya" Ucap Vano semangat mendengar ucapan Nia barusan, ternyata Vano berarti bagi Nia.


"Kalau bintang dan bulannya siapa dong?" Tanya Vano pada Nia.


"Bintang dan bulan nya kedua sahabatku. Mereka selalu ada saat aku sedang sedih sedihnya. Saat bumi ku sedang gelap mereka hadir menerangi gelap nya malam ku" Ucap Nia menerangkan pertanyaan Vano barusan.


"Kalau mataharinya?" Tanya Vano lagi lagi pada Nia.


"Entah lah kalau mataharinya aku belum tau" Ucap Nia menjawab.


"Oh iya Btw gue tadi mau bilang ke lo bahwa gue dah mendaftar SMA untuk beasiswa, gue daftarnya di Dalton school. Mudah mudahan masuk ya" Ucap Vano senang dan berharap dengan keinginan nya.


"Amin, mudah mudahan abang diterima bersekolah disitu" Ucap Nia berharap.


"Gue senang banget kalau masuk, berarti gue sudah mendapatkan keinginan terbesar gue bisa bersekolah disitu" Ucap Vano tersenyum senang se senang senang nya.


"Kak Vano, dipanggil sama guru" Tiba tiba adik kelas memanggil Vano. Vano melihatnya langsung merubah kan senyuman nya menjadi muka berkerut.


"Iya nanti gue kesana kok" Ucap Nia sedikit kesal dan marah. Adik kelas itu pun pergi meninggalkan Vano begitu saja tanpa ucapan.


Begitu juga Vano. Vano pergi tanla pamitan. Wajahnya yang tiba tiba saja berkerut dan wajah seperti orang kesal.


"Apa Vano banyak kerjaan yah makanya sampai segitu di tekuk wajahnya. Apa dia capek yah?, kasihan banget sih bang Vano" Ucap Nia bergumamelihat tingkah Vano. Wajah nya sulit di pahami, anak itu sangat berbeda belakangan ini, kasihan yah.


"Eh Nia lo kok sendiri?, Vano mana?" Tanya Risa pada Nia yang sedang duduk sendiri.


"Vano pergi, katanya dipanggil tadi, ada adik kelas yang memanggilnya, mungkin dia lagi banyak urusan yah makanya kayak sekarang ini. Agak berubah" Ucap Nia mengeluarkan pendapatnya.


"Mungkin Nia, lo sabar aja ya, namanya juga ketua pasti nya banyak pekerjaan yang harus dikerjakan" Ucap Putri pada Nia.


"Eh pemandangan indah banget yah" Risa pun langsung mengalihkan pembicaraan.


"Iya yah, ternyata danau toba itu sangat bagus, apalagi malam, banyak lampu jadi terlihat indah" Ucap Putri menyambung.


"Gue senang banget deh bisa kayak gini" Ucap Nia menghayati persahabatan mereka.


"Hmm" Ucap Risa dan Putri tersenyum. Mereka pun menatap keatas tepatnya kearah bintang dan langit.


"Eh ada bintang yang jatuh" Ucap Nia, Risa dan Putri berbarengan, mereka pun berdoa bareng entah apa yang didoakan. Setelah berdoa mereka pun membuka matanya dan mulai saling tatap tatapan.


"Kok, jadi saling tatap tatapan sih" Tanya Nia yang heran melihat keadaan nya.


"Entah lah" Ucap Risa dan Putri berbarengan dan sambil tersenyum tersenyum.


"Makin dingin aja nih udaranya" Ucap Nia yang mulai melipat tangan nya di depan dadanya.


"Iya yah, masuk aja yuk" Ucap Risa pada kedua para sahabatnya.


Mereka pun berjalan menuju arah tenda mereka.


"Ini tenda kita?" Tanya Nia yang heran dan bingung.


"Iya" Ucap Risa.


"Emangnya kenapa?" Tanya Putri pada Nia.


"Lima belas orang masuk kesini apa cukup?" Tanya Nia yang betul betul heran.


"Ya kali lima belas orang. Tenda ini cukup untuk lima 7 orang aja, tapi karena ini tenda milik gue sendiri maka cuman kita tiga aja yang akan tidur di tenda" Ucap Risa menjelaskan pada Nia.


"Hmm kayak nya bakalan tidur nyenyak ni" Ucap Nia dan masuk ke tenda itu pertama.


"Jangan ada yang mendengkur" Ucap Risa meledek.


"Hahahah, ayo Nia, hati hati kamu hahahahahahahha" Tawa Putri meledek Nia.


"Pelit amat neng" Ucap Nia mengganggu Risa.


"Iya deh iya, canda kale" Ucap Risa tertawa.


"Eh Putri, lo masih pake selimut Raka?" Tanya Risa pada Putri.


"Iya nih, emangnya kenapa?" Tanya Putri pada Risa.


"Gue bisa pinjam gak" Ucap Risa pada Putri. Agar Putri emosi dan marah.


"Gue gepeng juga pala lo mau?" Ucap Putri memukul kepala Risa.


"Ucapan lo masih bertanya tapi tangan lo dah main aja bambang" Ucap Risa kesal dan memukul kembali kepala Putri. Anggap aja sebagai balasan Putri yang memukul Risa.


"Udah kita bobok aja gak usah debat" Ucap Nia meleraikan kedua sahabatnya itu.


"Permisi, Putri, Nia, Risa" Tiba tiba panggil seseorang dari luar tenda.


"Siapa?" Tanya Risa dan keluar.


"Eh Lita, ada apa?" Tanya Risa dengan lembut dan halus. Kini hubungan Nia, Risa, Putri dengan Nia sudah mulai berdamai.


"Gue bisa tinggal disini gak?, soalnya disana gak ada lagi tempat, plis" Ucap Lita sedikit memohon pada Risa.


"Ada apa sih, Risa" Ucap Putri yang beru keluar dari tenda.


"Ini si Lita mau numpang kesini" Ucap Risa menjawab.


"Ntah lah" Ucap Putri setelah mendengarnya.


"Kenapa sih" Nia pun ikut keluar.


"Eh Lita?, kenapa?" Tanya Nia dengan ramah.


"Gue bisa numpang gak" Ucap Lita pada Nia.


"Ris boleh gak?, ini kan tenda mu" Ucap Nia meminta keputusan pada Risa.


"Gue si mau aja, lo pada keberatan gak?" Ucap Risa pada Nia dan Putri.


"Gue juga gak keberatan" Ucap Nia dan Putri berbarengan.


"Berarti gue bisa numpang dong" Ucap Lita bahagia.


"Yaudah masuk, kau pasti dah keberatan bawa barang barang lo" Ucap Nia yang pengertian pada Lita.


Mereka pun mulai merebahkan badannya masing masing berbarengan.

__ADS_1


"Kalian kompak banget ya" Lita pun memberi pendapat tentang kekompakan Nia, putri dan Risa.


"Jelas dong, kami kan best friend forever" Ucap Putri yang membanggakan tentang kebersamaan dan kekompakan mereka yang sangat susah dicari orang orang saat ini.


__ADS_2