
Abraham menatap dingin wanita yang saat ini tengah memberikan obat untuk luka di tangannya. Abraham awalnya hendak tak peduli dengan permintaan wanita tersebut.
Ia kira Dita akan senang melihat luka yang ia dapatkan. Tapi tidak tahu itu benar apa tidak yang jelas saat ini ia benar-benar sangat menikmati setiap olesan obat yang didapatkan di area lukanya.
"Kenapa kau bisa terluka seperti ini?" tanya Dita sungguh tak mengerti. Karena yang wanita itu tahu bahwa Abraham adalah pria yang selalu berkuasa. Hanya merasa aneh saja jika pria itu bisa terluka.
"Aku benar-benar tak menyangka kau akan terluka."
"Kau pikir aku bukan manusia?" tanya Abraham seraya mendengus kesal.
Ia juga seorang manusia yang bisa merasakan sakit dan juga terluka. Hanya saja yang membedakan dirinya dari kebanyakkan orang adalah ia yang selalu melukai orang lain.
"Kau seperti iblis."
Abraham menaikkan sudut bibirnya. Dita benar-benar orang yang mampu membuat ia selalu kesal namun ia tak bisa untuk melampiaskan kekesalannya.
"Kau tahu aku adalah orang seperti apa? Kenapa kau tidak takut saat mengatakan itu di depan ku?" tanya Abraham seraya membantu Dita menperban lukanya.
Dita begitu telatean saat memasangkan perban ke tubuh Abraham. Akibat terlalu susah, Dita pun harus melingkarkan tangannya ke tubuh Abraham.
Abraham hanya menggeram karena ia tiba-tiba menginginkan wanita itu. Tapi ia tahan, agar tak membuat Dita terlalu membencinya.
"Kau tahu dengan posisi mu?"
"Kau perban sendiri saja," ujar Dita yang paham dengan permasalahan Abraham. Kenapa pria itu terlalu mudah terangsang. Ia membenci sifat buruk tersebut.
"Aku akan pergi. Aku tak ingin mengurus luka mu. Itu lebih dari cukup.
Dita berdiri dan ingin pergi dari Abraham. Tetapi wanita itu ditahan oleh Abraham.
"Aku belum meminta mu pergi."
"Lepaskan aku. Tak ada lagi yang perlu kau khawatirkan dari luka mu itu, semuanya sudah aku obati. Kenapa kau sangat keras kepala?" tanya Dita sembari menarik napas panjang. Ia merasa jengah dengan pria itu yang terlalu memaksa dirinya.
__ADS_1
Jika ada ajang kontes siapa orang paling paksa mungkin yang akan keluar sebagai pemenang adalah Abraham.
Dita tipe orang yang tak ingin selalu dipaksa. Sementara itu dirinya dipaksa seperti saat ini sungguh membuat ia amat jengkel dan ingin memukul Abraham.
"Kau sudah tahu aku seperti apa, kenapa kau berbuat semena-mena kepada diri ku?" tanya Abraham dan mengusap wajah Dita.
Dita memalingkan wajahnya dan menjauhkan tangan Abraham yang berada di pipinya.
"Aku banyak urusan di luar. Bukan hanya mengurusi tentang diri mu saja. Jadi menyingkir lah," ujar Dita dan berusaha melakukan penyingkiran tubuh pria itu dari dirinya.
Abraham pun mengalah dan membiarkan Dita pergi. Ia menatap wanita itu yang kian menjauh dari tatapannya.
"Kau benar-benar mirip dengannya. Tapi kau juga memiliki karakter yang baru tak seperti dirinya."
Abraham pun menghela napas panjang dan pergi dari tempat ia berada sekarang. Ia ingat jika ada masalah penting yang harus ia selesaikan secepatnya.
___________
Dita menatap ke seluruh ruangan yang ada di tempat Abraham. Seperti biasa, ia akan berpatroli dan diam-diam mencari celah untuk kabur.
Dita mendapatkan ruang aneh. Ruangan itu tampak terbengkalai dan juga tak dikunci.
Tumben pria itu membiarkan ruangan tersebut begitu saja. Biasanya ia sangat apik dan tak pernah luput untuk tak mengunci pintu.
Ia pun masuk ke dalam sana dengan nyali yang sedikit menciut sebab keadaan di dalam sini benar-benar sangat misterius.
Ada hawa dingin yang mampu membangkitkan bulu kuduk Dita. Dita berniat ingin putar balik, tapi dirinya terus didorong oleh rasa penasaran.
"Jangan sampai rasa penasaran mu membawa diri mu ke dalam masalah besar."
Dita pun akhirnya final untuk memutuskan tetap masuk lebih dalam. Di sana ruangannya sangat gelap.
Dita mulai mencium ada aroma busuk di dalam sana. Wanita itu amat ketakutan dan berusaha untuk menyusuri dinding sebagai penuntun dirinya.
__ADS_1
Semakin ia masuk makin lagi Dita melihat ada cahaya lilin yang berjajar. Ruangan ini sungguh Klasik dan juga penuh dengan benda-benda lama.
Dita mengamati dengan teliti setiap yang ia lihat. Hingga sampailah dirinya pada suatu foto yang berukuran besar.
Foto tersebut menampilkan seorang wanita tanpa busana yang mana di foto tersebut penuh dengan peluru. Seolah sang pemiliknya sangat membenci foto tersebut.
Dan Dita juga melihat banyaknya bercak darah di foto itu. Ia mengusap lengannya merinding. Perempuan tersebut pun menatap ke arah lain dan ia baru sadar di sampingnya ada bangkai mayat. Ia hampir memekik, tapi untungnya Dita langsung menutup mulut.
Perempuan itu berjalan pelan dan melihat banyaknya lukisan yang serupa. Wanita itu mirip dengannya. Hal itu lah yang kian membuat Dita penasaran.
Selain itu ia menyadari jika ada sebuah peti besar yang dikelilingi oleh lilin. Dita sangat penasaran dan kemudian dirinya pun menghampiri peti itu.
"Buka apa tidak?" tanya Dita dalam hati sambil berperang dengan batinnya yang malah mengatakan hal lain. Dita pun menarik napas panjang dan berusaha untuk meyakinkan diri pada tujuannya.
Ia ingin mengulik rahasia besar yang ada di dalam rumah ini. Sepertinya menyimpan segudang misteri yang sangat banyak dan semua itu juga berhubungan dengannya.
Dita dengan tangan bergetar membuka peti tersebut. Suhu mendadak menjadi sangat menegangkan.
Dita secara perlahan membuka peti itu. Ia pun bernapas lega saat bisa menggeser peti jenazah tersebut.
Saat melihat ke dalam, Dita langsung kaget dan mundur. Apa yang ia lihat di depannya sangat jelas. Seorang wanita yang mirip dengannya bak pinang di belah dua yang Dita tebak itu adalah sebuah mayat puluhan tahun.
Dita sangat gugup. Ia pun langsung menutup peti itu dan ingin lari. Seperti dirinya melihat ia tengah mati saja.
Namun, Dita kian kalang kabut saat ia mendengar suara derap langkah kaki yang masuk ke dalam ruangan ini.
"Ada orang. Siapa dia?" Dita menerka-nerka seraya mencari tempat persembunyian.
Ia menutup mulutnya saat melihat orang itu ternyata adalah Abraham.
"Abraham." Dita makin tak percaya saat Abraham membuka peti yang berisi mayat yang mirip dengannya.
_________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.