
Dita menatap ke luar. Wanita itu mencari ketenangan dengan pemandangan serba hijau yang sangat indah.
Di tersenyum lebar dan pemandangan pagi ini menurutnya sangatlah cerah dan sedikit dapat membuat ia bersemangat.
Dita pun berbalik dan menatap ke arah bayinya yang saat ini tengah terlelap di atas tempat tidurnya. Wanita itu berjalan ke arah bayinya dan menatap bayi mungil tersebut dengan pandangan kagum.
"Kau benar-benar sangat cantik. Bahkan aku bisa meyakinkan jika kau akan menjadi rebutan di masa yang akan datang," ucap Dita sembari menoel pipi gembul milik anaknya.
Ia seolah terhipnotis kepada anaknya sendiri. Padahal dirinya juga tak kalah cantik. Tapi kecantikan Naomi benar-benar di luar nalar. Anak itu juga tidak mirip sama sepertinya. Apakah ia mirip dengan ayahnya?
Hal tersebut pun tiba-tiba melintas di pikiran Dita begitu saja. Selama ini dia belum mengetahui bagaimana rupa dari laki-laki itu. Dia selalu menggunakan topeng bahkan ketika berhubungan dengan Dita.
Dan hal itu pulalah yang sampai saat ini membuat Dita tetap sangat penasaran bagaimanakah rupa seorang Abraham.
Dita tiba-tiba merasa tidak mood. Mengingat laki-laki itu ia pun terpaksa harus membuka luka lama di mana ia mendapatkan anaknya dengan cara yang tidak disengaja. Mungkin jika anaknya tahu jika ia terlahir karena sebuah kesalahan pasti akan merasa sakit hati.
Bahkan sebelum besar pun Dita selalu kepikiran bagaimana dengan anaknya di masa depan nanti.
Selain itu karena kurang tahunya ia dengan wajah Abraham menjadi ketakutan sendiri bagi Dita. Wanita itu bisa saja berjumpa dengan Abraham tanpa ia bisa menghindar dari pria tersebut yang dikarenakan ia kurang tahu bagaimana rupa Abraham.
Tiba-tiba Dita merasa sangat khawatir dengan dirinya. Ia meneguk ludah dengan susah payah. Tubuhnya pun bergetar dengan hanya membayangkan hal tersebut.
Air mata Dita mengumpul dan ingin menetes. Tapi untungnya ia langsung tersenyum ketika melihat wajah anaknya.
Mungkin jika memang harus begitu itu artinya hal tersebut telah menjadi takdirnya. Ia hanya bisa menyerah kepada sang kausa sang pengatur takdir.
Dita menghela napas panjang dan sangat berharap jika ia tak bertemu dengan Abraham. Ia yakin dengan ayahnya yang bisa melindungi dirinya dari Abraham.
__ADS_1
"Sayang, kamu lagi ngapain? Kenapa bengong. Kasian Naomi sepertinya dia sedang haus."
Dita terkejut ketika mendengar suara sang ibu. Ia pun menoleh ke arah ibunya dan tersenyum lebar. Lantas wanita itu juga mengalihkan tatapannya kepada sang anak.
Benar saja tampak dari wajah anaknya itu ia sedang menginginkan susu. Karena merasa sangat kasihan Dita pun menggendong anaknya dan membuka kancing bajunya.
Ia pun memberikan asi kepada sang anak. Naomi dengan lahap menyedot susu Ibunya.
Melihat pemandangan itu Clarissa tersenyum lebar. Tak disangka anak kecil ini sudah menjadi seorang ibu yang sesungguhnya.
"Kau hebat sayang. Bunda sangat bangga kepada mu. Jangan lupa habis ini kamu ke bawah. Kita makan dulu." Tapi tiba-tiba Clarissa pun terdiam. Ia tampak tengah berpikir. "Tapi kau baru skaa melahirkan. Aku tak bisa menjamin kesehatan mu. Tapi sangat bahaya jika kau turun. Begini saja aku akan membawakan makanan mu seperti Biasanya."
"Hem terserah Bunda saja."
Clarissa pun mengangguk lalu keluar dari kamar Dita. Dita mengerutkan keningnya, ibunya datang ke sini hanya untuk menawarinya makan lalu sadar jika ia belum bisa bergerak banyak. Dita pun menggelengkan kepalanya dengan tingkah sang ibu.
____________
Satu hal yang orang tidak tahu, jaringan Abraham sangatlah luas. Hanya saja yang mengetahui jika ia seorang pisikopat adalah Petrus. Jika ada anak buahnya yang tahu maka ia akan menjadi target pembunuhan Petrus dan akan dijadikan santapannya.
"Kau sudah sampai di Yunani. Apakah kau ingin langsung mencari keberadaannya?" Abraham melirik sekilas ke arah Petrus yang berbicara.
"Aku pikir kita harus ke hotel dulu untuk menyusun rencana dan mencari jejak Simon. Aku rasa Simon tidak akan diam di sini saja. Ia pasti memiliki mata-mata karena dirinya sudah menjadi orang yang sangat ketat.
Tidak mungkin semudah itu untuk mendapatkan Dita. Apalagi jika Dita memang benar ada di sini. Tentunya penjagaan sangat kuat.
"Apakah kau tahu jika mereka ada di mana?" tanya Abraham kepada anak buahnya.
__ADS_1
Tapi mereka serempak menggelengkan kepala jika tidak tahu di mana keberadaan Dita. Karena memang sangat susah untuk ditebak.
"Aku tidak menyangka akan sesulit ini untuk menemukan mereka," ucap Abraham karena sebelumnya ia terlalu meremehkan Simon.
Simon pun mengehela napas panjang. Pria itu pun pergi ke hotel untuk menyusun rencana yang lebih matang lagi ketika ingin mendapatkan Dita kembali. Karena jika Dita tidak ada di sisinya ia merasa sangat lemah.
Abraham juga sangat kesal kepada dirinya sendiri yang begitu memikirkan Dita. Ia pikir mungkin dengan cara membunuh wanita itu ia bisa lebih tenang.
Ketika sampai di hotel, Abraham langsung menuju ke kamarnya. Ia ingin menyendiri terlebih dahulu dan merenungi diri sendiri.
"Aku pikir dengan menyiksanya akan membuatku puas dan aku tidak menyangka jika dia sangat bisa memanfaatkan kelemahan ku. Aku membenci keadaan ini," gumam Abraham sembari menghirup udara bebas.
Pengaruh yang dimiliki oleh perempuan itu benar-benar sangat besar hingga membuat Abraham sangat merasa kesepian. Ia tidak tahu apakah ini benar-benar murni datang dari hatinya?
Abraham memejamkan matanya. Ia pun menikmati kesendirian nya sambil memikirkan keberadaan Dita sekrang.
Jika dibayangkan ia bisa dikategorikan orang yang sangat bodoh karena mencari seorang wanita. Ia pikir dirinya tak akan lagi memikirkan wanita. Tapi pikirannya salah.
Abraham pun membuka matanya kembali dan memandang indahnya kota Yunani kota para Dewa.
Ia pun pergi dari kamarnya untuk menemui Petrus agar bisa membahas masalah yang lebih serius dengan pria itu. Ia pikir menjadi orang yang terlalu larut dalam masalah bukanlah hal yang baik.
"Tuan." Petrus sangat terkejut saat ia dihampiri oleh Abraham. Terlebih lagi pria itu kepergok sedang ingin membunuh orang lain.
"Aku pikir kau tak harus membuat masalah di sini."
__________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.