Obsesi Sang Pisikopat

Obsesi Sang Pisikopat
Part 12


__ADS_3

Jantung Dita berdebar sangat kencang saat ia melihat Abraham dengan amat serius memperhatikan wanita yang ada di dalam peti itu. Sebenarnya siapa wanita tersebut? Apakah itu adalah dirinya di masa lalu? Atau itu adalah kembarannya?


Ia memiliki kembaran? Dita sungguh tak mengira bahwa ia memiliki saudara lagi. Tapi jika itu benar sungguh sangat aneh karena sepertinya mayat tersebut cukup lama. Apakah hanya kebetulan mirip saja? Jika begitu dirinya benar-benar sangat sial karena mirip dengan wanita tersebut yang pada akhirnya mengantarkan dirinya ke jurang kematian.


"Kenapa aku harus menemukan tempat ini? Ini sungguh tak nyaman dan juga buruk. Seandainya hari itu aku tidak terlalu nekat untuk mendatangi Bunda dan Ayah. Mungkin aku sudah hidup bebas bersama pacar dan teman-teman ku, bukannya terkurung di tempat yang sangat menakutkan seperti ini," keluh Dita yang tak habis pikir dengan jalan cerita hidupnya yang benar-benar sangat dramatis.


Ia rasa sudah sama seperti yang ada di film-film. Apakah selanjutnya ia akan dinobatkan sebagai orang yang paling memiliki banyak drama?


Dita pun menghembuskan napas panjang. Perempuan itu mengalihkan atensi nya pada pria itu yang masih fokus dengan mayat wanita. Sumpah ia baru sadar jika di sini sangat mengerikan dan juga angker.


Dita menatap ke sana dan kemarin memperhatikan ruangan tersebut yang tampak sangat klasik dan juga banyak yang janggal di dalam sana.


"Bagaimana pun caranya aku harus keluar dari sini." Dita memutar otaknya agar ia bisa keluar dari tempat yang sangat menakutkan tersebut.


Wanita itu diam-diam berjalan ke luar dan memanfaatkan kelengahan Abraham yang saat ini tengah menatap ke dalam peti.


Satu hal yang ia syukuri dari tempat gelap ini adalah ia bisa keluar dengan mengendap-endap tanpa ketahuan Jiak ia sudah datang kemari.


Ketika telah mencapai keluar Dita pun akhirnya bisa bernapas dengan lega dan lekas kembali ke dalam kamarnya sebelum ia ketahuan.


Saat berjalan di lorong rumah tersebut, Dita tak sengaja mendengar jeritan orang-orang yang tengah menangis di dalam sana.


Merasa penasaran, Dita pun mengikuti arah sumber suara dan sampailah ia pada suatu ruangan yang kini benar-benar menyesakkan di dada karena di sana terdapat beberapa orang yang disekap.


Ia kira orang itu akan menjadi korban dari Abraham, tapi perkiraan dirinya salah karena orang itu ternyata adalah anak buah dari Abraham yang ternyata memiliki kelainan yang sama dengan Abraham yang suka membunuh.


Tapi ia pikir lebih sadis seorang anak buahnya dari pada Abraham sendiri. Dia menghabisi korbannya dengan cara tak biasa. Yaitu di kuliti hidup-hidup, dan suara yang ia dengar tadi adalah suara jeritan wanita yang tengah dikuliti.


Sementara itu kulit dari wanita tersebut pun dimasukkan ke dalam plastik. Dita merasa merinding.


Ia bahkan tak bisa berlama-lama menatap itu karena dirinya merasa takut dan juga sekaligus trauma.

__ADS_1


Ia lekas pergi dari tempat itu dan sangat terburu-buru. Dita hendak menangis setiap kali membayangkan betapa sakitnya menajdi wanita tersebut. Sedangkan ia digores dengan pisau saja sudah membuat dirinya kesakitan.


"Aku tebak kau sedang melihat sesuatu." Dita terkejut saat mendengar suara itu benar-benar berada di depannya.


Ia menatap ke depan dan memandang Abraham yang ternyata sudah berdiri di depannya.


"Abraham."


"Dita, kau sudah tahu bukan jika orang-orang di rumah ku adalah orang-orang pisikopat? Kami memang tak bisa berteman dengan baik dan bahkan terkadang melakukan perencanaan pembunuhan kepada sesama kami. Maka dari itu aku mengambil sedikit hati di dalam diri mereka hingga aku bisa menguasai mereka."


"Jadi anak buah mu semuanya adalah seorang pisikopat? Apakah kau gila?" tanya Dita tak menyangka dan refleks mundur.


"Tidak seperti yang kau pikirkan. Hanya aku dan tangan kanan ku yang memiliki hobi yang sama. Anak buah ku yang lain sama sekali tak mengetahui jika kami sering melakukan pembunuhan. Mereka bekerja di luar rumah ini dan juga tak tahu jika aku tinggal di sini."


Dita ketakutan dan ingin lari dari Abraham. Melihat mata Abraham membuat dirinya merasa sangat ketakutan dan langsung lari.


"Huh, rupanya kau sangat takut kepadaku sayang? Tak ku sangka orang seperti mu akan takut. Ku kira kau adalah wanita yang keras kepala dan selalu ingin menunjukkan jika diri mu adalah orang yang tidak mudah ditindas."


____________


Tubuhnya bergetar dan ia bahkan sampai sakit. Sonya sangat panik saat harus mengurus Dita.


"Dita. Makanlah."


"Bahkan untuk makan pun aku selalu terbayang-bayang bagaimana dia membunuh orang-orang itu tanpa ada perasaan sama sekali. Dia benar-benar tega membuat ku sangat membenci orang-orang di rumah ini."


Sonya terkejut mendengar pernyataan Dita. Ia pun menundukkan kepalanya.


"Jadi kau juga membenci diri ku?" tanya Sonya pelan.


Dita melirik Sonya. Ia pun menatap wanita tersebut dari atas hingga kaki lalu mengembuskan napas jengah.

__ADS_1


"Sepertinya. Kau terlalu berisik di saat aku sedang banyak pikiran. Letakkan saja makanannya di sana. Jika aku sudah tak terbayang lagi dengan peristiwa itu baru aku akan memakannya."


"Bagaimana mungkin kau bisa memakannya, karena aku tahu kau selalu terbayang."


"Jika ini perintah Abraham, suruh saja dia membunuh ku tanpa harus repot-repot mengurus diri ku. Atau tidak balikan saja aku ke rumah ku. Huh, aku sudah tak tahan berada di sini."


Rupanya pernyataan Dita didengar oleh Abraham yang baru saja masuk ke dalam kamar wanita tersebut. Ia menatap Dita dengan pandangan yang sangat dingin.


"Kau tidak ingin makan?"


Ia mengambil piring yang di bawa Sonya dan menyuruh agar wanita itu pergi lewat kode yang ia berikan.


Kemudian ia menghampiri Dita dan menarik tangan Dita untuk bisa bangun.


"Bangunlah. Jangan bermalas-malasan."


Abraham secara paksa ingin menyuapi Dita. Dita tentu saja sangat marah besar dan memberontak.


"Aku tidak ingin makan."


"Tapi kau harus makan. Tubuh mu sangat kurus."


Dia membuka paksa bibir Dita dan Dita berusaha menutup mulutnya. Ia menangis karena diperlakukan bak binatang.


Tapi ia pun tetap kalah dengan Abraham yang terlalu kencang mencengkram mulutnya.


Kemudian laki-laki tersebut memasukkan nasi ke dalam mulut Dita.


Dita hendak memuntahkannya tapi ditahan oleh Abraham. Merasa jengah ia pun memasukkan makanan tersebut ke dalam mulutnya dan kemudian mentransfer makanan tersebut ke mulut Dita melewati sebuah ciuman.


__________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2