
Dita terkejut saat tubuhnya ditarik ke dalam kolam renang yang membuat dirinya otomatis terjatuh ke dalam genangan air tersebut.
Dita sungguh marah dan menatap ke arah Abraham yang merupakan sang pelaku. Tapi marahnya langsung ia urungkan saat malah mendengar suara gelak tawa dari anak-anaknya. Mereka menganggap itu sebagai hiburan yang membuat Dita tak memiliki alasan kuat untuk marah.
Wanita itu pun menghela napas panjang dna memejamkan matanya. Bisa-bisanya dirinya begitu tak bisa marah kepada Abraham.
"Kenapa? Padahal aku tak sabar ingin mendengar umpatan manis mu. Pasti sangat menyenangkan," ucap Abraham yang Dita anggap pria itu sudah sangat setres dan tak tentu arah. Dita saja sampai bingung kenapa Abraham bisa bersikap demikian.
"Kau benar-benar menyebalkan. Aku bisa aja marah kepada mu tapi tidak untuk sekarang."
"Mama sini bermain bersama kami!" teriak Alvarez yang membuat hati Dita pun luluh dan mendekati pria itu.
Ia pun memeluk tubuh Alvarez yang memakai telampung. Ia sangat suka dengan air dan Dita merasa tak tega jika anak tersebut ia rebut kebahagiaan nya.
Dari wajahnya saja menunjukkan jika ia sangat bahagia dengan kegiatannya. Dita hanya bisa pasrah dengan keadaan yang sama sekali tak memihak kepadanya. Keadaan memang sangat kejam dan juga tak peduli kepada orang seperti Dita.
"Aku tak tahu jika akan sekejam ini."
Abraham pun meletakkan Naomi ke pelampung dan meminta anak itu untuk berenang menghampiri Alvarez. Pasalnya ia ingin berbincang kepada ibu dari anak ini.
Kemudian Abraham berenang mendekati Dita dan memeluk tubuh wanita tersebut. Otomatis saja Dita langsung marah dan memberontak agar bisa dilepaskan dari pria itu. Ia sungguh tak Sudi tubuhnya dipeluk oleh sang Pisikopat.
"Kau lepaskan aku!"
Abraham pun menghela napas panjang dan menatap ke arah Dita. Ia pun mengecup bibir wanita itu yang makin membangkitkan amarah Dita.
"Kau terlalu cerewet. Memang sangat manis bibir wanita cerewet seperti mu," ucap Abraham yang membuat Dita marah kembali.
"Kata-kata mu begitu membuat ku mual. Sungguh aku tak akan pernah mau bersama orang seperti mu. Kau benar-benar baji.ngan."
"Kau selalu mengatakan itu. Jika kau ingin pergi aku silakan, tapi bagaimana dengan anak-anak, apakah kau tega memisahkan dia dari ayah kandungnya sendiri?"
__ADS_1
Jika sudah begini Dita pun tak bisa berbuat banyak selain untuk pasrah. Wanita itu pun menghela napas panjang dan menatap ke arah depan.
"Entah kenapa aku ingin sekali memukul kepala kurang ajar mu itu"
Parahnya lagi, untuk membuktikan jika ia adalah pria yang sangat kurang ajar, Abraham menarik Dita dan lalu kemudian mencium wanita itu yang membuat Dita langsung diam tak berkutik.
Dita pun tanpa sadar terbuai dengan ciumannya bersama dengan Abraham dan sama sekali tak sadar jika anak-anaknya melihat apa yang tengah ia lakukan bersama Abraham.
Dita pun tiba-tiba langsung tersadar dan memukul tubuh Abraham beberapa kali untuk menghentikan pria itu yang terus mencium dirinya tanpa ampun.
Dita sama sekali tak ingin melakukan hal itu kembali karena ia bisa saja terhipnotis dan jatuh ke jurang yang sangat dalam lagi bersama Abraham.
"Kau, lepaskan aku baji.ngan! Apakah kau tak memiliki rasa malu sama sekali?" marah Dita kepada pria tersebut.
"Bibir mu ini saat nikmat." Bukannya marah, Dita malah dibuat salting.
_________
Sesungguhnya wanita itu benar-benar tengah malu kepada dirinya sendiri. Ia tak tahu harus bersikap seperti apa lagi untuk menyembunyikan rasa malu itu sementara Abraham seolah-olah terus mengejeknya. Ia benci dengan fakta tersebut.
"Kau sedang memikirkan apa? Kenapa wajah mu sangat memerah? Apakah kau masih memikirkan yang di kolam renang tadi? Kau ingin kita melanjutkan nya? Jjka keingin mu itu, baiklah aku akan mengabulkannya."
Abraham datang secara tak diundang dan langsung memeluk tubuh Dita. Dita memberontak dari pria itu. Lagipula siapa yang ingin dipeluk oleh orang mengerikan seperti Abraham.
"Apa yang kau katakan? Aku sama sekali tak merasa seperti itu. Aku malah jijik kepada mu. Aku tak ingin melanjutkannya, tapi aku ingin membunuh mu," ucap Dita dengan wajah jutek.
Tentu saja hal itu menjadi cemoohan dan Abraham. Ia pun mencubit pipi perempuan itu lalu kemudian mengecupnya.
"Kau begitu munafik sayang." Abraham pun menyusuri tubuh Dita dengan tangan kasarnya.
Dita menegang di tempat saat merasakan getaran tersebut yang begitu nyata di tubuhnya saat Abraham melakukan hal tersebut.
__ADS_1
Ia membenci reaksi tubuhnya yang sama sekali tak bisa bekerja sama dengan hatinya. Menyadari hal itu Abraham pun tersenyum tipis.
"Aku tahu kau sangat menginginkannya. Kau saja yang terlalu munafik dan tak ingin mengatakannya."
Dita pun menghela napas panjang karena saat disentuh seperti ini ia merasa benar-benar hilang dan tak bisa berbuat apapun. Entah kenapa bisa jadi seperti ini.
"Aku sama sekali tak menikmatinya!" marah Dita yang menolak keras. Padahal benar apa yang dikatakan oleh Abraham jika ia munafik.
Sebenarnya ia juga menginginkan hal tersebut dan sangat penasaran bagaimana dengan pri ini.
"Jika kau menginginkannya maka katakan saja langsung kepada ku tapi kau jangan sama sekali seolah-olah tak peduli dengan apa yang terjadi pada mu," ucap Abraham yang membuat Dita pun kalah telak.
"Baiklah. Aku ingin pergi, minggir kau!"
Abrhama pun menyingkir dan membiarkan Dita pergi dari dirinya. Wajahnya tersenyum melihat pinggang wanita itu.
"Kau benar-benar seksi. Aku yakin tak akan bisa melepaskan mu begitu saja. Kau membuat ku panas."
Abraham pun pergi ke kamar mandi karena ja benar-benar terbakar jika dekat dengan Dita yang benar-benar seksi menurutnya. Tapi ia sama sekali tak bisa untuk nenyentuh Dita lebih jauh lagi agar tak membuat Dita takut kepadanya.
Sementara itu Dita terus menggerutu di sepanjang jalan atas apa yang dilakukan oleh pria itu. Ia membenci respon tubuhnya yang sama sekali tak bisa berbuat apapun tatkala ia disentuh oleh pria itu.
Abraham begitu seksi dan karena alasan itu pulalah yang membuat Dita menjadi ikut panas. Tapi, ia masih bisa mengontrol dirinya agar tak berbuat hal yang tak senonoh.
Wanita itu pun pergi ke kamar anaknya untuk mengintip apa yang sedang dikerjakan mereka di dalam sana.
Dita dengan wajah sangat semangat masuk dan melihat sang kakak dan adik yang tampak akrab hari ini menikmati mainan yang dibelikan oleh Abraham.
_________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.