
Dita menatap ke atas langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang tersebut dengan perasaan haru. Kebahagiaan itu sudah mengiringi keluarganya beberapa bulan ini. Kenzie dan juga Kenzo sudah bisa berjalan. Anak mereka begitu sangat aktif.
Dita tak bisa memungkiri jika hatinya merasa sangat tegang jika keluarganya tak ada lagi masalah. Tapi tetap saja terkadang ada perasaan takut yang menghantui Dita. Sebab ia juga tahu bagaimana dengan masa lalu Abraham yang sangat suram dan bisa saja salah satu dari korbannya akan menuntut dan mencari ke pengadilan.
Tapi, ketika mereka tahu nanti jika Abraham pembunuhnya bisa saja Abraham akan menjadi tersangka kembali. Hal itulah yang terus dikhawatirkan oleh Dita. Tapi orang tuanya meyakinkan jika tak akan terjadi apapun.
Mereka akan melindungi Abraham agar bisa memberikan kebahagiaan pada Dita. Clarissa dan Simon juga melakukannya atas persahabatan mereka. Abraham yang dulunya tak terlalu dekat dengan mereka akhirnya kini semakin dekat dan kembali lagi persahabatan itu. Namun dalam keadaan yang sedikit berbeda.
Hari ini mereka berkumpul keluarga untuk merayakan Natal. Clarissa dan juga Dita membuat banyak makanan. Mereka dengan penuh semangat membawa makanan tersebut ke atas meja. Lalu kemudian menghidangkannya di depan para suami dan juga anak-anak.
Kenzo dan Kenzie yang sudah tumbuh besar dan sudah bisa berjalan itu berlari ke arah meja makan karena tak sabaran ingin ikut makan. Anak itu sangat pintar dan untungnya tak terlalu rewel. Itulah yang membuat Dita merasa tenang ketika mengurus mereka karena tak begitu menyulitkan dirinya.
Dita menghampiri Kenzo dan menggendong anak itu lalu mendudukkannya di atas kursi. Sementara itu Abraham menggendong Kenzie dan mendudukkan bokong anak tersebut di samping Kenzo.
Mereka tak sabar menunggu piring mereka yang kosong itu terisi. Sedangkan di sampingnya ada Alvarez dan juga Naomi yang menatap dengan pandangan iri. Mereka juga ingin diperlakukan seperti itu. Tapi apakah mungkin? Karena mereka telah besar dan sebentar lagi Alvarez juga akan masuk SD sama seperti Naomi.
Simon yang melihat kedua cucunya yang tengah memandang iri pun tersenyum lebar. Ia memasukkan beberapa makanan kesukaan kedua anak itu di piringnya. Naomi memandang ke arah sang kakek dengan tatapan senang.
"Makasih Opa."
"Sama-sama sayang."
Mendengar suara cempreng milik Naomi barulah Dita sadar jika kedua anaknya itu juga membutuhkan perhatian darinya. Dita mengusap kepala Naomi dan juga Alvarez lalu mengecupnya dengan sangat penuh kasih sayang.
"Jangan pernah merasa cemburu dengan ini ya, adik-adikmu masih kecil dan membutuhkan kasih sayang."
__ADS_1
"Iya Mama Alvarez mengerti hanya kakak Naomi yang tidak mengerti." Sudah menjadi kebiasaan Alvarez selalu saja menyindir kakaknya.
Sang kakak yang masih makan terkejut lalu menatap tajam ke arah Alvarez yang telah mengarang cerita mengenai dirinya. Anak itu pun tiba-tiba menjadi sangat tidak mood dan lalu kemudian mengejutkan bibirnya.
"Kau membuat nafsuku tidak baik," ucap Naomi dan berhenti makan. Clarissa yang melihat hal tersebut pun memperingati Alvarez lalu menyayangi Naomi.
Ia mengeluarkan beberapa kotak kado untuk diserahkan kepada ke-4 cucunya.
"Apakah kalian tidak ingin mendapatkan kado natal kalian?" Naomi dan Alvarez merekalah yang paling cepat untuk menatap ke arah sang nenek.
Mereka menunggu kado yang diberikan oleh Carissa. Clarissa memberikannya kepada keempat cucunya itu. Hingga pada akhirnya prosesi pertukaran kado pun berlangsung.
Dita memberikan kado kepada Clarissa dan juga ayahnya. Pun begitu pula Clarissa dan Simon yang memberikan kado kepada Dita. Tak mau ketinggalan Abraham pun melakukan yang sama.
_________
Suasana kota Dubai yang penuh dengan gaya ke araban membuat mereka memiliki suasana yang baru. Gita menatap ke arah Burj Khalifa yang sebentar lagi akan menunjukkan pergantian tahun.
"Sebentar lagi kita akan tahun baru, aku benar-benar tak menyangka jika hari ini akan cepat tiba. Aku rasa baru saja kemarin 1 Januari, dan sekarang juga sebentar lagi akan tanggal 1 Januari."
Itulah waktu yang tak pernah terasa cepat. Tapi begitu terus menghantui kehidupan seseorang dan memburunya membuat Dita sendiri merasakan bagaimana ia diburu oleh waktu.
Mungkin mereka tak akan pernah menyangka jika sebentar lagi mereka juga akan menemui ajal yang begitu cepat. Tapi, Dita tengah berharap kepada Tuhan agar hal tersebut dijauhkan dari keluarganya untuk saat ini.
Karena Dita ingin menikmati beberapa tahun lagi bersama orang yang sangat dicintainya. Dita tak mau melihat orang yang sangat disayangi olehnya itu kenapa-kenapa.
__ADS_1
"Mama sebentar lagi tahun akan berganti. Lihat tinggal beberapa detik lagi," teriak Alvarez menyuruh agar Dita melihat ke arah Burj Khalifa yang menampilkan detik-detik pergantian waktu.
Dita mengigit bibirnya karena sudah tak sabar untuk merasakan tahun baru. Ia pun berdoa kepada Tuhan agar di tahun yang baru tak lagi ada masalah namu hanyalah kebahagiaan.
Abraham pun melakukan hal yang sama sebelum pada akhirnya terdengar tinggal 3 detik lagi. Abraham langsung menarik tubuh Dita dan kemudian mencium wanita itu hingga sampai berganti tahun.
Dita menarik napas panjang dan memejamkan matanya ia menikmati ciuman yang diberikan oleh Abraham yang terasa sangat lembut di bibirnya. Dita bahkan tak bisa memungkiri jika ini adalah hari paling bahagia yang ia rasakan dalam hidupnya.
Wanita itu menarik napas panjang dan menatap ke arah depan dengan pandangan yang sendu. Ia memperhatikan wajah Abraham yang sangat dekat dengannya.
"Kita sudah melewati ciuman ini selama satu tahun," ucap Abraham yang membuat tawa di wajah Dita. Wanita tersebut menghela napas cukup panjang dan menatap ke arah depan dengan pandangan pelan. Ia tak menyangka jika saat ini mereka lengkap berkumpul.
"Aku benar-benar merasa sangat bahagia dengan hari ini."
"Aku juga merasakan hal yang sama dengan mu. Terima kasih sudah mau berdiri di samping ku dan tak memperdulikan mereka yang berbicara mengenai kita."
"Karena yang ada di hati ku hanya kamu dan tak peduli dengan orang lain."
Dita memeluk tubuh Abraham dengan sangat erat. Ia melirik ke arah Naomi dan juga Alvarez yang saling berpelukan hangat.
Sementara itu Kenzo dan Kenzie sedang diurus oleh baby sitter mereka. Anak tersebut dari tadi sudah tak bisa menahan kantuk sehingga harus tidur lebih awal.
_________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.