Obsesi Sang Pisikopat

Obsesi Sang Pisikopat
Part 35


__ADS_3

Abraham pun datang ke sekolah TK yang sudah diberikan informasi di mana alamatnya. Ia harap akan menemukan tempat di mana anaknya tersebut bersekolah. Tidak peduli bagaimana reaksi Dita nanti saat menemukan dirinya.


Wanita itu dengan penuh rasa percaya diri tak mengenakan topeng agar Dita tak bisa mengenali dirinya. Lagipula ia tak masalah untuk tak menggunakan topeng jika di depan Dita.


Ini hanyalah seorang Dita yang sangat ia cintai. Dan wanita itu memang berhak untuk melihat wajahnya jadi tak ada masalah jjka ia menampakkan wajahnya di depan wanita itu.


Lagipula menurut Abraham ia sangat tampan dan tak ada alasan yang membuat Dita tak menyukai dirinya. Ia yakin wanita itu akan tertarik dengan pesona yang ia miliki.


Tak ada satu pun orang yang berhasil lari dari pesona yang dimiliki oleh Abraham.


Sebut saja tingkat percata diri Abraham terlalu tinggi sehingga pria itu dengan pedenya mengatakan hal tersebut dalam hatinya.


Abraham masih menunggu dari kejauhan seseorang yang saat ini tengah dicarinya. Ia harap akan menemukan orang tersebut secepatnya.


Menunggu dengan cukup lama hingga akhirnya apa yang tengah ia tunggu dari tadi pun kini nampak batang hidungnya.


Ia melihat Alvarez yang tengah bermain di pinggir jalan bersama teman-temannya. Ia memperhatikan bocah laki-laki itu dengan seksama.


Tingkahnya begitu konyol dan tampak dia adalah anak yang sangat periang. Tak bisa ditampik jika Abraham merasa gemas dengan sifat yang ia miliki.


Ingin rasanya ia dengan cepat turun dari mobilnya dan menghampiri anak itu lalu menggendong dan mencubit pipinya yang gembul. Tapi, sangat disayangkan ia belum bisa melakukannya sekarang hingga Dita pun harus lebih banyak bersabar lagi.


"Dita kenapa anak mu begitu menggemaskan. Ingin rasanya aku memeluk tubuhnya. Ah, di mana anak perempuan itu yah? Yang mirip dengannya."


Abraham bergumam sambil mengedarkan matanya ke seluruh tempat untuk memastikan di mana keberadaan anaknya tersebut.


Hingga pada akhirnya oa menangkap sosok anak-anak yang tengah berlari ke arah Alvarez. Abraham pun menyipitkan matanya. Ia seperti kenal dengan anak itu dan benar saja jika anak tersebut adalah anak kecil perempuan yang tengah dicarinya.


Abraham tersenyum tipis dan menarik napasnya dan menahan diri untuk tak turun dari mobilnya.


Hingga kesabaran Abraham pun terbalaskan, pria itu melihat ada sesosok wanita dewasa yang menghampiri mereka seolah tengah mengajak mereka untuk pulang.


Ini yang paling ditunggu oleh Abraham. Kehadiran wanita itu. Benar, jika itu adalah Dita. Dita sudah ada di depan matanya dan ia bingung ingin melakukan hal apa.

__ADS_1


Tiba-tiba saja Abraham mati kutu ketika dihadapkan dengan Abraham. Perempuan tersebut benar-benar berhasil menyihirnya. Ia berbeda dengan wanita yang beberapa tahun lalu ia temui yang tampak masih seperti bocah.


Dan ternyata wanita itu adalah wanita yang sangat ia tunggu-tunggu kehadirannya. Abraham pun menyentuh dadanya yang berdesir keras.


Ia pun membuka pintu mobilnya saja menyakinkan diri untuk menghampiri mereka. Saat di belakang Dita, ia pun menatap wanita itu dengan padangan yang susah untuk dijelaskan.


"Mama itu siapa?" tanya Alvarez yang membuat Dita pun membalikkan tubuhnya.


Tapi apa yang ia lihat di depannya benar-benar ingin membuat Dita pingsan. Ka tak menyangka jika pria itu ada di depannya.


"Abraham."


"Apa cantik?"


___________


Dita langsung melarikan diri saat ia melihat Abraham di depannya. Ia tak ingin bertemu dengan pria itu dan Dita masih tak menyangka jika akan dihadapkan dengan Abraham dengan sangat cepat.


Hingga pada akhirnya ia menyerah dan kini membiarkan Abraham mencegat dirinya di depan. Pandangan Dita sangat sayu dan tampak hendak menangis.


Ia masih tak menyangka dengan hal tersebut. Tangannya bergetar dan wanita itu berusaha untuk menarik napas panjang dan berharap bisa tenang menghadapi masalah ini.


"Abraham, buat apa kau ada di sini? Apa yang kau lakukan?" Sialnya Abraham kali ini lupa membuka topengnya. Pria itu begitu ceroboh padahal sudah berniat ingin membuka topeng id wajahnya saat menemui Dita.


Tapi apalah daya semuanya telah terjadi dan Abraham bingung harus mengambil sikap seperti apa. Agar tak membuat Dita takut kepadanya, ia pun memutuskan menjadi orang yang sangat tidak dikenali oleh Dita.


"Maaf, aku bukan Abraham. Aku tadi mengejar mu hanya karena aku ingin menyerahkan ini." Dita terkejut dan menatap ke arah barang yang diberikan Abraham.


Itu benar adalah ponselnya. Ia tak tahu kapan ponselnya itu bisa terjatuh. Dengan tangan bergetar, Dita pun mengambil barang itu.


ia masih tak menyangka jika orang di depannya bukanlah Abraham. Padahal penampilannya sama walau ada juga beberapa yang berbeda.


Dita pun berusaha untuk mengusir pikiran buruknya tersebut dan yakin dengan apa yang pria itu katakan jika pria itu bukanlah Abraham dan hanya mirip.

__ADS_1


Sedangkan di dalam otak Abraham ia terus mengumpat dengan kebodohannya akibat lupa melepas topengnya. Terpaksa ia pun berganti pakaian dan harus menemui Dita kembali.


Ia pun kembali ke mobilnya dan pergi ke butik untuk mencari pakaian dan mengganti pakaian formalnya tersebut. Ia harap kali ini tak akan dikenali oleh siapapun.


Abraham pun sudah membuka topengnya dan kemudian kembali lagi ke sekolah itu. Ia yakin jika Dita belum pulang dari sekolah. Maka dari itu akan berpura-pura menjadi orang penting yang ada di sekolah itu.


Hingga Dita pun yang ingin pulang kembali bertemu dengan Abraham. Tapi, sayangnya ia tak mengenali Abraham.


Apalagi pria itu mengenakan jas dengan rapi sehingga membuat dirinya tak begitu mengenali Abraham. Bukan hanya itu, bahkan Dita peperangan dan juga melamun melihat betapa tampannya wajah pria yang tengah menghampirinya. Tapi yang masih belum iya paham adalah kenapa pria itu seakan ingin menemuinya.


"Apa ada yang perlu aku bantu, Tuan". tanya Dita dengan wajah yang sangat bingung.


Abraham pun tersadar ketika Dita telah berbicara. Ia pun menarik nafas panjang dan berusaha untuk tak begitu gugup saat berbicara dengan Dita.


"Kau bisakah masuk ke dalam mobilku sebentar?"


Dita pun terkejut dengan apa yang diminta oleh pria itu kepada dirinya. Iya tak mengerti kenapa pria tersebut meminta ia masuk ke dalam mobil.


"Memangnya kenapa?"


"Aku meminta bantuanku untuk masuk dulu ke dalam mobil karena ada yang ingin aku lakukan."


Dita dengan cerobohnya masuk sambil mengajak anak-anaknya tersebut. Diam-diam Abraham tersenyum maut.


Saat Dita telah masuk ke dalam mobil, ia langsung mengunci pintu mobil tersebut. Sontak saja Dita terkejut dan menggendor pintu mobil tersebut.


"Apa yang kau lakukan! Apakah kau ingin menculik kami?"


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.

__ADS_1


__ADS_2