Obsesi Sang Pisikopat

Obsesi Sang Pisikopat
Part 28


__ADS_3

6 Tahun Kemudian


Abraham masih memandang ke arah foto yang sama. Bertahun-tahun lamanya ia hanya menatap foto itu setiap paginya. Pria itu tak mengira jika racun seorang Dita sangat sekuat ini terhadap dirinya.


Jika dikatakan ia menyesal telah menahan Dita dan tak membunuhnya tentu saja jawabannya adalah iya. Kebodohannya adalah bersetubuh dengan wanita itu yang membuatnya merasa ada yang berbeda kepada wanita itu.


Ia sangat berharap waktu dapat diulang kembali dan ini adalah harapan kedua kalinya ia seperti ini. Abraham tak mengerti apa yang sudah membuat ia seperti ini. Yang diharapkan pria itu adalah bisa merasakan betapa indahnya dunia.


Tapi semua itu tampaknya hanyalah harapan. Ia sudah hampir berkepala empat tapi siapa sangka selama ini hidupnya penuh dengan dunia hitam yang sama sekali tidak membuatnya tenang.


Abraham menghela napas panjang dan beranjak dari tempatnya. Sudah cukup lama ia berada di Ecuador. Dan kini ia akan kembali ke New York. Lukisan Dita tetap ia bawa ke New York karena lukisan tersebut adalah miliknya yang ia gambar sendiri maka dari itu dia sangat berharganya di mata Dita.


Abraham menghela napas panjang dan memejamkan matanya. Tangannya mengepal dan berharap bisa kuat dengan semua cobaan yang ia dapatkan. Tidak ada yang tidak mungkin di hidupnya.


"Apakah kau yakin kembali ke New York? Aku tahu di sana sangat banyak kenangan tentangnya."


"Tidak hanya mengenai kenangan Dita tapi di sana juga ada tentang Alana. Wanita yang berbeda zaman tapi masih memiliki garis yang sama dan darah yang sama. Dan sama-sama berhasil membuat ku uring-uringan. Apakah Dita adalah reinkarnasi dia? Aku rasa seperti itu karena untuk kesekian kalinya aku kembali jatuh ke dalam kelamnya cinta karena dia," ucap Abraham sambil menjauh dari sana. "Aku ingin kau tidak lupa membawa lukisannya ke New York. Sudah saatnya kita kembali ke sana."


"Baik Tuan."


Abraham pun pergi dan kini Petrus hanya bisa menatap pria itu dengan pandangan yang sangat sedih. Entahlah ini semua salahnya yang telah membuat masalah dan menghantarkan tuannya ke dalamnya jurang masalah. Ia juga belum berhasil memenuhi janjinya kepada Abraham untuk menemukan Dita.


Rupanya menemukan wanita itu di dunia seperti menemukan jarum di tumpukan jerami.


"Aku tahu ini sangat berat untuk mu. Tapi aku harap kau bisa melalui semua ini dengan kuat. Tidak ada yang tidak mungkin. Aku yakin kemungkinan itu akan ada. Kau pantas untuk bahagia, walau kau adalah perebut kebahagiaan orang lain."


Yah semenjak ia menyadari jatuh cinta kepada Dita ambisi Abraham bukan lagi untuk membunuh akan tetapi pria itu sangat ingin sekali menemukan Dita. Ia tak peduli apakah Dita akan mencintai dirinya atau tidak yang penting ia akan membawa Dita ke sisinya.


Bisa dikatakan obsesi membunuhnya dialihkan ke obsesi yang ingin memiliki Dita..

__ADS_1


Petrus pun melaksanakan tugasnya untuk membuka lukisan tersebut dan lalu membawa lukisan itu kembali ke New York. Karena masalah di Yunani beberapa tahun lalu, Petrus juga mulai meyakinkan diri tak lagi untuk tergoda membunuh.


Ia berhasil tapi tidak sepenuhnya karena terkadang nafsunya tersebut bisa timbul kembali.


Petrus membawa lukisan itu ke mobil dan juga memerintahkan bawahan yang lainnya untuk juga memasukkan koper ke dalam mobil tanpa ada ketinggalan.


Abraham yang menyaksikan anak buahnya bekerja pun menghela napas panjang dan menatap ke sekitar dengan pandangan cukup dalam sebelum ia akan meninggalkan tempat ini yang sudah beberapa tahu ia tinggali di sini.


_____________


Pemandangan New York tidak ada yang berubah dan masih sama seperti lima tahun yang lalu yang pernah dilihat Dita.


Begitu banyak kenangan di sini dan ia sudah 1 bulan berada di New York. Ia memutuskan untuk tinggal di sini setelah ia meyakini jika New York sudah tak dihuni oleh manusia pisikopat itu. Ayahnya juga sudah memastikan jika ia tak ada di sini karena Abraham telah menjadi buronan.


Dita tersenyum lebar dan kemudian menatap ke depan ke arah gedung-gedung yang tinggi. Hampir sudah tidak pernah ia melakukan ini. Padahal Dita dahulu sangat suka melihat pemandangan New York dari jendela.


Dita memejamkan matanya menikmati udara New York di pagi hari. Saat tengah asyik dengan kesendiriannya, Dita dikejutkan dengan pelukan seseorang.


Dita pun menoleh ke belakang dan ia melihat bocah laki-laki dan juga kakaknya yang perempuan tengah memeluknya.


"Alvarez, Naomi. Apa yang kalian lakukan? lepaskan aku," pinta Dita kepada dua anaknya itu.


"Mama, kau dari tadi hanya melamun. Sebenernya ada apa dengan mu, Mama?" tanya Alvarez yang paling kecil.


"Aku tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Apakah kau tidak melihat ku jika aku baik-baik saja?"


Naomi yang paling tua pun mengusap belakang Alvarez yang hanya berbeda satu tahun dengannya.


"Kau terlalu mengkhawatirkan Mama. Sudah aku katakan jika dia akan baik-baik saja."

__ADS_1


"Baiklah," jawab Alvarez yang mulai lega.


Ya Alvarez adalah anak kedua Dita. Apakah Dita memiliki laki-laki lain? Dita rasa ia terlalu muda untuk memiliki dua anak. Tapi itulah faktanya ia telah memiliki dua buah hati yang selalu menghiburnya di usianya yang beberapa bulan lagi akan menjadi 23 tahun.


"Aku melamun hanya karena merasa sudah cukup lama tidak di sini. Kau tahu jika aku sangat bahagia di sini?" tanya Dita kepada dua anaknya itu.


"Lantas kenapa kau kemarin tinggal di Yunani. Padahal kau lahir di sini dan dulu juga tinggal di sini."


"Karena aku merasa di sana yang aman. Tapi setelah kembali ke sini aku mulai merasa aman."


Kedua anaknya itu mengangguk. Dita sangat suka dengan dua orang ini. Ia pun menghela napas panjang.


"Kalian sudah makan? Apakah Oma kalian ada di dapur."


"Kami sudah makan bersama Oma, hanya kau saja yang belum," ujar Naomi sambil memeluk tubuh adiknya.


Dita pun mengangguk paham.


"Baiklah. Aku akan makan, apakah kalian mau menemani ku makan?"


Dengan semangatnya mereka semua mengangguk.


"Tentu saja aku akan menemani mu makan. Apa yang tidak untuk mu," ucap Alvarez yang merasa sangat mengidolakan orang tuanya.


___________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.

__ADS_1


__ADS_2