Obsesi Sang Pisikopat

Obsesi Sang Pisikopat
Part 55


__ADS_3

Hari ini Abraham benar-benar datang kepada Simon dan juga Clarissa untuk mengutarakan isi hatinya kepada Ibu dari calon istrinya tersebut langsung di depan orang tua Dita. Clarissa dan Simon sejujurnya merasa sangat aneh dan juga canggung sebab situasi seperti ini tak pernah disangka mereka bersama-sama bahwa yang akan menjadi menantu mereka adalah teman dari kecil dan juga semasa sekolah mereka.


Skenario Tuhan begitu hebat dan siapa menyangka jika sahabat kecil mereka pada akhirnya akan menjadi menantunya. Itu adalah hal yang cukup mengejutkan. Sedangkan Abraham sedikit malu karena orang tua dari orang dicintainya adalah sahabatnya sendiri. Ia tahu jika saat ini Simon seperti tengah mengejek dirinya.


Baiklah dan ia akan mengenyampingkan rasa malu itu demi Dita. Apapun pasti ia lakukan untuk kebahagiaan wanita tersebut.


"Bagaimana dengan mu Apakah kau merestui hubunganku dengan anakmu? Aku sudah melamarnya dan hari ini aku meminta Dita kepada kalian secara langsung."


Simon menarik nafas cukup panjang. Ia pun melirik ke arah Clarissa. Tak menjawab pun, sudah pasti jawabannya adalah iya. Karena untuk kebutuhan formalitas saja maka Simon menganggukkan kepalanya agar lamaran itu benar-benar berjalan dengan semestinya.


Semua orang yang hadir pada acara lamaran itu bertepuk tangan bahagia. Pada akhirnya Dita akan menikah dengan pria pilihannya. Bahkan sekarang ia sudah resmi menjadi tunangan dari Abraham. Tidak ada lagi yang perlu Dita takutkan. Sekarang anaknya yang semula ia anggap begitu menyedihkan karena tak memiliki seorang ayah pada akhirnya mereka telah memiliki ayah dan itu merupakan ayah kandung.


Naomi dan juga Alvarez tak begitu mengerti dengan acara lamaran tersebut. Tapi mereka mengikuti acara lamaran itu hingga berakhir. Walaupun tak paham apa yang sedang dilakukan oleh orang tuanya tapi Naomi dan juga Alvarez menunjukkan wajah bahagia.


Mereka menghampiri Ayah dan Ibunya dan memeluknya dengan sangat erat. Semua orang telah tahu jika Dita telah memiliki anak bersama dengan Abraham.


"Wah selamat Dita. Akhirnya kamu akan menikah, aku turut bahagia denganmu," ucap salah satu teman Dita waktu ia sekolah.


Dita pun tersenyum bahagia lalu memeluk tubuh temannya itu dengan cukup erat. Bisa dikatakan hubungannya dengan perempuan tersebut sangatlah dekat sehingga Dita begitu merasa spesial saat ia datang.


"Terima kasih Wila, Aku sangat senang kau hadir ke acara ini. Aku harap hari ini akan terus selalu ingat di benakku. Selamat juga kau telah lulus dari universitas kebanggaan mu. Walaupun aku tidak bisa mengikuti keinginan hatiku yang ingin kuliah di salah satu universitas terbaik di sini tapi aku cukup bahagia sekarang."


Wila malah merasa sangat sedih dengan nasib yang dirasakan Dita. Ia tahu perjuangan Dita yang begitu keras untuk meraih cita-citanya tapi harus kandas oleh suatu masalah yang menimpa dirinya.

__ADS_1


Wila tentu saja merasa sedih dengan hal tersebut. Tapi, wanita tersebut tahu jika yang lebih sedih adalah Dita sehingga ia menguatkan Dita dengan menepuk punggung perempuan itu.


"Janganlah bersedih Dita, kau tak tahu jika dirimu itu sangatlah istimewa. Tuhan memberikan jalan ini karena ia ingin kau mendapat kebahagiaan yang lebih lagi. Mungkin bisa saja kau terkendala jika kau masuk ke universitas yang kau impikan." Setelah dipikir-pikir apa yang dikatakan oleh sang teman itu ada benarnya juga. Tidak ada yang tahu dan Dita yakin jika Tuhan telah menyiapkan jalan ini.


"Terima kasih telah membuka pikiranku Wila."


Wila yang mendengar ungkapan terima kasih yang diberikan oleh Dita pun hanya terkekeh. Wanita tersebut pun menghela nafas panjang lalu menepuk pundak Dita beberapa kali.


"Intinya aku berharap semoga kamu bahagia ke depannya. Maaf Dita aku tidak bisa lama di sini karena aku memiliki beberapa masalah juga di rumah."


Dita pun menganggukkan kepalanya dan memberikan semangat kepada Wila.


Acara pun terus berlalu hingga pada akhirnya acara pertunangan itu telah berakhir. Dan hanya menunggu acara paling utama yaitu acara pernikahan yang akan diadakan beberapa hari lagi.


___________


Dan tibalah acara yang paling ditunggu-tunggu oleh satu keluarga. Dan juga pastinya yang paling menunggu momen ini adalah Abraham dan juga Dita.


Naomi dan Alvarez sudah siap dengan pakaian seragam mereka. Naomi dan Alvarez akan menjadi Bridesmaid. Mereka akan mengikuti Dita dan juga Abraham di belakang sambil menaburkan bunga.


Abraham telah selesai berdandan danĀ  sedang menunggu Dita di altar. Sementara itu Dita masih melakukan beberapa rangkaian acara menggunakan make up. Di mana wanita sedikit ribet jadi harus menunggu dengan waktu yang cukup lama hingga mereka selesai berdandan.


Hingga pada akhirnya Dita selesai menggunakan make up. Perempuan tersebut langsung di arahkan keluar dan disambut oleh Simon. Di mana Simon lah yang akan mengantarkan dirinya ke atas altar. Dita sungguh terharu melihat ayahnya yang sudah menunggu dirinya.

__ADS_1


Dan pada akhirnya ia akan melewati momen ini dengan perasaan sangat bahagia. Ia berpikir tak akan pernah merasakan hal semacam ini karena dirinya sudah terlanjur ternodai. Siapa sangka orang yang memberikannya hari ini adalah orang yang sempat ia anggap menjadi malapetaka dalam hidupnya.


Dita dibawa masuk ke dalam gereja lalu ia melihat di atas altar sudah ada Abraham yang menunggu dirinya untuk mengatakan janji suci. Dita pun menarik nafas cukup panjang dan menyiapkan mentalnya agar tak terbata-bata saat mengucapkan janji suci nanti.


Ia harap Tuhan juga akan memberikannya restu nantinya dan memberikan kebahagiaan yang berlimpah.


Dita sudah sampai di atas altar. Abraham dengan cepat menyambut tangan Dita. Lalu ia membawa Dita ke depan sang pendeta. Saat melihat pendeta tersebut Dita sampai beberapa kali menarik nafas lalu melirik pelan ke arah Abraham.


"Aku sangat merasa gugup. Aku tidak berani mengatakannya."


"Tenanglah. Kau tak harus gugup, percayalah jika semuanya akan berjalan dengan lancar."


Abraham pun menganggukkan kepalanya yakin. Ia berharap semoga Tuhan memberikan kelancarannya saat mengucapkan janji suci.


Setelah merasakan gugup dan pada akhirnya Dita dengan sangat lancar mengucapkan janji suci tersebut.


Mereka pun sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Dita benar-benar masa bahagia, dan tibalah di mana saat Abraham akan mencium bibirnya.


Abraham melakukan dengan sangat lembut tanpa ada nafsu di dalam sana.


_______


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.


__ADS_2