
Nyatanya kehidupan itu tidak selalu datar dan juga tak selalu bangga. Dita pikir tak ada lagi maslaah yang akan mereka lewati, tapi rupanya itu hanyalah harapan semu dan tak sesuai dengan apa yang ia harapkan.
Semua terjadi begitu saja karena masa lalu Abraham yang sangat suram dan terlalu buruk sehingga berdampak di masa depan. Apalagi setelah dirinya sudah ditetapkan sebagai pembunuh salah satu orang penting di Yunani.
Petrus adalah orang yang pertama kali tertangkap. Tapi bukan Petrus yang memberitahukan bahwa Abraham merupakan salah satu orang yang ada di dalam rombongan pembunuhan tersebut.
Selain itu setelah diselidiki kasus Abraham lebih dala lagi, hampir saja Abrajam ketahuan jika ia adalah seorang pembunuh berantai dan jhga pisikopat.
Jika hal tersebut terjadi maka akan memberatkan pihak Abraham. Tapi, Simon melakukan yang terbaik untuk putrinya. Ia tak mau Dita merasakan hal yang pahit karena ditinggal oleh suaminya sendiri.
Abraham hanya dinyatakan dipenjara selama beberapa bulan, karena ia hanya terlibat sedikit saja tak seperti Petrus yang merupakan pelaku utama yang akan dijatuhkan hukuman mati.
Awalnya Abraham pun terkena sanksi yang sangat berat sehingga Simon mencoba untuk meringankan beban Abraham dan hingga hakim memutuskan jika Abraham akan dipenjara selama sembilan bulan.
Hati Dita sangat sedih karena Abraham tak bisa menyambut kedatangan bayi mereka di dunia. Ia sangat merutuki kejadian tersebut.
"Maafkan aku Dita. Aku tak bisa menjaga mu. Aku akan berusaha untuk menampilkan yang terbaik untuk mu," ucap Abraham meyakinkan Dita. "Jangan menangis lagi sayang."
Dengan penuh kasih sayang, Abraham mencoba untuk menghapus air mata Dita yang terus mengalir di wajahnya. Dita tak habis pikir kenapa ia selalu saja terkendala oleh masalah.
"Kapan masalah kita akan berhenti? Aku muak dengan semua ini dan selalu saja salah di mata orang-orang. Semua orang menghina ku dan menganggap aku adalah orang yang buruk sehingga tertimpa masalah yang seperti ini," ucap Dita dengan wajah yang sedikit memerah karena terus menangis.
Abraham tak tega mendengar keluh kesah yang keluar dari mulut Dita. Nyatanya itulah yang saat ini tengah Dita rasakan. Hatinya begitu sakit dan wanita itu tak tahu harus berbuat apa untuk menyembuhkan luka di hatinya yang sudah terlanjur sangat dalam.
"Aku harus seperti apa Dita agar kau tak lagi menangis? Aku akan melakukan yang terbaik untuk diri mu, dan berusaha untuk keluar dari sini agar kau tak lagi menangis. Jadi tunggu lah aku."
Dita menganggukkan kepalanya. Sudah pasti ia akan menunggu Abraham sampai kapan pun. Apalagi ia akan melahirkan dalam waktu yang sangat dekat. Mungkin hanya menghitung hari.
__ADS_1
Abraham menatap ke arah perut Dita yang benar-benar sangat bulat. Abraham merasa tak tega dengan bayinya itu yang akan bernasib sama dengan Naomi dan juga Alvarez.
"Maafkan Papa yang lagi-lagi tak bisa ada di saat kalian akan lahir ke dunia. Maka dari itu kalian jangan membenci mu."
Tidak mungkin Dita mengajarkan anaknya nanti akan membenci Ayahnya sendiri. Ia akan mengajarkan anaknya betapa hebatnya seorang ayah yang berjuang demi dirinya.
"Kau tak perlu khawatir Abraham, aku akan selalu ada di sampingmu. Aku akan sering ke sini dan juga mengenalkan anak-anak kita kepada mu. Lagi pula Naomi dan juga Alvarez pasti akan merindukanmu setiap hari."
Abraham sangat merasa terharu dengan apa yang dilontarkan oleh Dita. Ia pun menyentuh perut kita lalu mengusapnya dengan sangat lama. Ada kerinduan yang cukup dalam di dalam sana.
"Waktu berkunjung telah habis."
Dita pun terpaksa untuk pulang karena memang ia tak memiliki waktu lagi untuk bersama dengan Abraham cukup lama lagi.
"Maafkan aku karena aku harus pulang."
"Aku akan meminta bantuan Ayah agar bisa membebaskan saat aku akan melahirkan nanti."
Karena Dita sangat ingin suaminya ada di sampingnya saat dia melahirkan nanti. Semoga saja sih mendapat membantu dirinya agar bisa bersama dengan suaminya.
"Aku akan menunggu hari itu. Anak-anak papa, kalian harus menjaga Mama dengan baik."
Dita yang sudah tak memiliki banyak waktu lagi lantas pergi. Saat pergi dari ruangan Abraham ia tak bisa membendung air matanya yang terus mendobrak pertahanannya. Ia adalah wanita yang rapuh yang sama sekali tak bisa kuat dengan keadaan yang saat ini dihadapi.
_______
Dan tibalah hari itu. Di mana Dita akan melahirkan bayi kembarnya. Yang pertama kali yang ia nanti adalah kehadiran suaminya. Iya sangat was-was apakah Abraham diberikan waktu untuk menemani sang istri melahirkan.
__ADS_1
Hingga pada akhirnya jawabannya pun terkuak. Apa yang terus ia harapkan akhirnya terjawab juga jika dirinya akan bertemu dengan Abraham.
Abraham memenuhi janjinya untuk menemani Dita menemani Dita bersalin. Sementara itu Dita merasa sangat tak percaya jika keinginannya tersebut dipenuhi oleh Abraham.
Terlihat beberapa polisi yang juga mengawal Abraham agar Abraham tak melarikan diri.
Abraham berada di samping Dita saat sepanjang Dita berjuang melahirkan bayinya. Dita penuh perjuangan untuk mengeluarkan bayi kembar itu.
Ia terus mengganjen agar anaknya bisa keluar dari rahimnya. Dan pada akhirnya perjuangan Dita pun membuahkan hasil karena ia melihat sang suami yang dengan wajah cemasnya memberikan ia instruksi untuk bertahan.
"Selamat sayang kamu sudah berjuang. Lihat ini anak kita." Abraham menggendong salah satu dari mereka. Lalu ia memperlihatkan anaknya tersebut kepada Dita. "Dia sangat tampan."
"Apakah keduanya adalah bayi laki-laki?"
Abraham menganggukkan kepalanya. Yang di tak tahu jika bayinya adalah kembar tapi dia tak pernah ingin tahu apa jenis kelamin bayinya.
Dita pun menggendong yang satunya lagi dan memperhatikan anaknya itu dengan sangat seksama.
"Akhirnya Alvarez memiliki teman bermainnya juga. Pasti dia sangat lelah bermain bersama dengan Naomi terus-menerus."
Ia tahu jika Alvarez sangat tertekan dengan kondisi tersebut.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.
__ADS_1