
Dita tak tahu jika Abraham hari ini akan bebas. Ia sangat terkejut ketika melihat pria itu ada di depannya seolah memberikan kejutan yang sangat istimewa pada dirinya dan tepat hari ini ia berulang tahun.
Abraham langsung memberikannya suprise yang sangat tak terduga bagi wanita tersebut. Kebebasan Abraham adalah kado yang paling indah yang diterima oleh Dita. Ia melihat jika anak-anaknya juga senang jika Abraham telah bebas.
Ia tak menyangka jika hal tersebut akan terjadi membuat Dita tak bisa berkata-kata.
"Ini benar-benar kau? Aku sungguh tak percaya jika di depan ku ini adalah suami ku sendiri. Kau memberikan kado yang sangat istimewa kepada diri ku."
Abraham langsung memeluk tubuh Dita dengan sangat erat. Ia sungguh merindukanmu orang yang ada di depannya tersebut. Sudah sangat lama ia berharap bisa bertemu dengan Abraham dan memberikan kejutan yang sangat sepesial kepada laki-laki itu.
"Kau benar-benar mengejutkan ku dengan sesuatu yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Kau adalah orang yang paling aku nantikan di dalam hidup ini."
"Terima kasih karena kau mau mau menunggu diri ku," ucap Abraham kepada Dita. Dita pun menganggukkan kepalanya. Ia menarik napas panjang dan lalu kemudian memejamkan matanya.
Entah kenapa rasa rindu begitu menggebu-gebu pada dirinya. Ia sangat merindukan di mana saat kebersamaan ini terus terjalin.
"Bagaimana dengan kedua anak kita? Dia tidur dengan nyenyak kan hari ini?"
Dita menganggukkan kepalanya dan lalu kemudian membawa Abraham ke keranjang anaknya. Kedua bayi kembar bernama Kenzo dan Kenzie dari tadi tidur dengan sangat pulas.
"Kau tak perlu khawatir karena aku selalu menjaga mereka dengan baik. Mereka sangat tampan."
"Tapi walau dia adalah seorang laki-laki tapi nyatanya dia malah lebih mirip dengan diri mu." Dita menganggukkan kepalanya jika ia kuya berpikir hal yang sama dengan suaminya. Ia melihat jika bayinya ini sangat mirip dengan dirinya.
__ADS_1
Bahkan bukan hanya Abraham yang berpikir seperti itu, tapi banyak orang yang merasakan hal yang sama.
Abraham menatap ke arah Naomi dan juga Alvarez yang dari tadi meminta giliran untuk dipeluk. Abraham pun memeluk tubuh mereka dengan penuh kasih sayang dan sama sekali tak ingin melepaskannya.
"Kau tahu jika diri ku sangat menggemaskan Naomi. Kau sudah besar dan ku dengar kau akan masuk SD?" tanya Abraham sambil memberikan bertubi-tubi ciuman di pipi gadis kecilnya tersebut.
Alvarez tak mau kalah dengan sang Kaka dan meminta agar Abraham juga melakukan hal yang sama kepadanya. Abraham pun tertawa pelan dan lalu kemudian ia juga melakukan hal yang serupa dengan Naomi.
Alvarez terkikik merasa geli. Ia lantas menyerah dan kembali minta diturunkan karena sudah tak sanggup dengan tekanan yang diberikan oleh ayahnya. Wajahnya sampai memerah dan hal itu menjadi tertawaan Naomi.
"Wajah mu benar-benar lucu. Kau sama sekali tak berbakat untuk menjadi seperti diri ku. Kau adalah seorang pria jangan bertingkah seperti seorang perempuan."
Sebenarnya Dita juga sangat takut jika Alvarez bertingkah seperti seorang wanita. Di mana Alvarez sering bermain dengan Naomi sna bisa saja terbawa tingkah laku anak perempuannya.
Jika sudah begitu Dita takut dengan dampak di masa depannya nanti yang akan sangat parah.
"Tidak, aku tidak akan seperti seorang wanita."
_________
Hari ini satu keluarga sedang mengantarkan Naomi masuk ke sekolah barunya. Tentunya ia tak akan sama dengan Alvarez yang terlambat satu tahun. Anak itu akan masuk sekolah di tahun yang akan datang.
Sempat Alvarez merengek meminta masuk sekolah bersama dengan Naomi karena anak itu belum mengerti jika dirinya belum cukup umur untuk masuk sekolah.
__ADS_1
"Hari ini kakakmu akan bersekolah, Kau pasti akan kesepian di rumah." Alvarez tak ingin lagi masuk TK di New York. Karena ia masuk TK bersamaan dengan Naomi dan juga tamat secara bersama-sama.
Dita sempat menawarkan apakah anak itu mau kembali masuk TK, tapi nyatanya ia tak ingin lagi. Yang ia inginkan hanya bersekolah yang sama dengan Naomi. Tapi sangat disayangkan hal tersebut tak bisa terjadi.
Alvarez pun turun dari mobil dengan wajah yang cemberut. Berbeda dengan wajah Naomi yang begitu ceria. Anak itu sungguh tak sabar untuk masuk ke dalam sekolah barunya.
Tentunya ia akan bertemu dengan teman-temannya yang baru. Dan tak sama lagi dengan temannya yang di TK dahulu.
Naomi melirik ke arah Alvarez, iya tahu jika sang Adik sedang dalam tidak baik-baik saja. Dari tadi Naomi mencoba untuk menghibur Alvarez, tapi anak laki-laki tersebut tak mau berbicara kepada Naomi.
"Kenapa kau seperti itu kepada kakakmu? Karena kau belum cukup umur Alvarez, jadi kakak bisa masuk sekolah sama dengan kakakmu."
"Heum," ucap Alvarez dengan bibir yang dimanyunkan.
Dita sendiri merasa gemes dengan anak laki-lakinya itu. "Lagi pula apa salahnya kamu di rumah bersama dengan adikmu. Kau bisa menemani mereka."
Abraham juga mencoba untuk menenangkan Alvarez. Dan pada akhirnya Alvarez pun mengerti dengan keadaannya. Walaupun sempat dia hampir menangis.
Sementara itu mereka mengantar Naomi hanya berempat, sedangkan kedua anaknya ditinggal bersama baby sitter di rumah mereka.
Dita pun masuk ke dalam sekolahnya untuk menemui sang kepala sekolah. Hari ini secara resmi ia akan masuk ke sekolah barunya.
________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.