
5 Tahun kemudian
Tak terasa hari ini sudah lima tahun berlalu dan Kenzie bersama Kenzo sebentar lagi akan masuk SD. Sementara itu Naomi juga sudah berumur 11 tahun sedangkan Alvarez berumur 10 tahun.
Anak itu begitu menggemaskan di umur mereka yang seperti itu. Alvarez dan juga Naomi tumbuh sebagai anak yang tampan dan juga cantik. Naomi begitu mirip dengan ayahnya sedangkan Alvarez berbeda sendiri karena ia yang memiliki rambut blonde di rumah ini. Hal itu sempat membuat Alvarez merasa heran kenapa ia berbeda dengan yang lainnya.
Tapi Dita berusaha menjelaskannya tapi ia belum mengatakan yang sebenarnya bahwa Alvarez bukanlah anak kandungnya. Ia pikir Alvarez belum cukup umur untuk mengetahui hal tersebut. Alvarez juga begitu senang dengan hal yang ia lakukan.
Hari-harinya ia lewati bersama dengan keluarga Abraham membuatnya merasakan pengalaman yang begitu hebat. Anak itu tak lagi sering menjahili Naomi karena ia sudah berpikiran dewasa walaupun ia masih berumur 10 tahun. Naomi dan juga Alvarez sering terlibat belajar bersama dan juga saling membantu.
Walau terkadang masih saja Naomi yang berusaha menjahili Alvarez. Sedangkan Alvarez sendiri sudah tobat dengan kebiasaannya tersebut.
Kenzie dan Kenzo juga sangat ribut di dalam rumah karena kedua anak tersebut suka berebut mainan. Jika yang satu menangis maka yang lainnya akan ikut menangis. Dita sungguh kewalahan mengurus mereka semua.
Tapi untungnya ada Abraham yang membantu Dita untuk mengurus anak-anaknya. Abraham juga menjadi sosok Ayah yang begitu penyayang.
Dita memang tak salah menunjuk Abraham sebagai suaminya. Apalagi Abraham sangat menyukai anak-anak. Abraham sempat menawarkan kepada Dita agar hamil lagi, tapi mau bagaimanapun kita sudah tak sanggup lagi untuk melahirkan. Sehingga ia pun menggunakan KB.
Hari ini mereka sedang berkumpul di ruang keluarga. Terlihat Kenzie dan juga Kenzo yang saling melemparkan mainan mereka ke kepala. Dita yang melihat hal tersebut membulatkan matanya dan cepat merebut mainan mereka.
"Kenzie! Apa yang kau lakukan kepada kakakmu? Kau tahu itu sangat berbahaya?"
"Tau Mama. Tapi dia tadi berusaha untuk merebut mainanku. Aku tentu saja merasa tak senang," ucap Kenzie yang membela diri.
Dita pun mengalihkan pandangannya ke arah Kenzo. Anak itu menundukkan kepalanya dan juga melakukan pembelaan diri yang sama dilakukan oleh Kenzie. Dita pun merasa pusing dengan hal ini dan ia memanggil Naomi dan Alvarez untuk menenangkan kedua anaknya tersebut.
"Bisakah kalian berdua membantuku untuk mengurusnya?"
Naomi menatap ke arah Kenzie dan Kenzo secara tajam. "Kalian itu berdua sudah besar, jadi tidak perlu dijaga seperti anak kecil lagi. Kalian tidak lelah apa bertengkar terus?" tanya Naomi yang kesal karena pada akhirnya ialah yang disuruh sang ibunda untuk menjaga mereka.
__ADS_1
"Aku dengar kakak juga bersama Alvarez seperti itu umur kalian yang juga sama seperti kami," jawab Kenzo kepada Naomi sehingga membuat darah Naomi mendidih.
Kedua adiknya begitu pintar berbicara sehingga beberapa kali ia kalah ketika berhadapan dengan mereka.
"Kau selalu saja menjawab pertanyaan kakakmu. Seharusnya Kau mendengarkan apa yang ia nasehati," ucap Alvarez yang datang membela Naomi.
Naomi pun membenarkan ucapan Alvarez. Akhirnya ada juga yang menyelamatkan dirinya dari situasi ini. Dari tadi Naomi sudah tak tahan kepada kedua adiknya yang begitu nakal.
"Kalian jangan terlalu memarahi mereka," peringat Dita kepada Naomi dan juga Alvarez.
"Baiklah mama," ucap Dita sambil menarik napas panjang.
__________
Abraham baru saja pulang dari bekerja. Laki-laki tersebut masuk ke dalam rumahnya dan ia terkejut ketika anak-anaknya menyambutnya di depan pintu. Yang membuat Abraham semakin terharu adalah mereka merayakan ulang tahunnya yang bahkan Abraham sendiri lupa.
Abraham pun memeluk tubuh Alvarez dan juga Naomi. Ia pun melakukan hal yang sama kepada Kenzo dan juga Kenzie.
Naomi pun maju dan mengejut tangan Abraham. Ia tersenyum lebar ke arah sang ayah.
"Jangan pernah berpikir jika kami tak pernah merindukanmu. Setiap hari kami menunggumu pulang karena akhir-akhir ini kau selalu saja sibuk bekerja. Mama beberapa kali menunggumu."
Abraham pun melirik ke arah Dita yang menunduk malu. Ia menghampiri istri kecilnya itu lalu memeluk tubuhnya dengan sangat erat. Ia beberapa kali mengungkapkan rasa syukurnya kepada Dita. Namun bagi kita itu bukanlah apa-apa dengan apa yang telah diberikan oleh Abraham kepadanya.
"Apakah kau suka dengan kejutan ini?"
"Tentu saja aku akan menyukainya," ucap Abraham kepada Dita.
Alvarez pun membawakan kue ulang tahun untuk Abraham. Abraham diminta untuk meniup lilin tersebut dan juga memotong kue.
__ADS_1
"Happy birthday to you, happy birthday to you. Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you." Alvarez menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Abraham.
Abraham mengusap wajahnya yang dibasahi oleh air matanya. Lalu pun ia meniup lilin tersebut dengan perasaan gembira. Ia juga memotong kue itu lalu memotongnya menjadi beberapa bagian. Ia memakan kue ulang tahun tersebut lalu memberikannya kepada sang istri dan juga anak-anaknya secara bergantian. Mulai dari yang tua hingga sampai yang muda.
Abraham begitu senang melihat reaksi anaknya yang saat ini tengah menghibur dirinya. Ia pun melewati masa-masa itu dengan penuh kebahagiaan.
Dita membawa Abraham ke dalam kamar, kemudian wanita tersebut lantas membuka bajunya secara tiba-tiba. Abraham yang masih menangis pun tertawa. Ia tak menyangka jika Dita akan melakukan hal tersebut kepadanya.
Tanpa pikir panjang Abraham langsung memeluk tubuh Dita. Tapi Dita melarang pria itu untuk memeluk tubuhnya sehingga membuat Abraham kebingungan.
"Kau harus mandi terlebih dahulu. Tidak tahukah saat ini tubuhmu sangat kotor."
Abraham pun mendengus selalu masuk ke dalam kamar mandi. Iya dengan terburu-buru mandi lalu keluar dengan tak mengenakan apapun yang membuat Dita benar-benar merasa sangat malu terhadap suaminya tersebut.
Ia pun memejamkan matanya lalu masuk ke dalam selimut. Abraham yang melihat tindakan yang dilakukan oleh Dita merasa dirinya telah diprank. Abraham pun cemberut dan lalu menghampiri Dita dan duduk di sisi ranjang.
"Kau benar-benar tengah menjahili ku rupanya. Kau tak tahu jika diriku sudah menegang dari tadi?"
"Aku pikir aku tak tahu," ucap Dita bercanda lalu menyibak selimutnya.
Ia pun mengedipkan matanya untuk menggoda Abraham. Abraham tanpa pikir panjang lagi langsung menangkap tubuh Dita dan menciumnya.
Kita tertawa gelap ketika Abraham melakukan hal tersebut kepada tubuhnya. Beberapa kali wanita itu bergaris sehingga Abraham pun memutuskan untuk menutup mulut wanita tersebut.
"Jangan berteriak, anak-anak bisa mendengarnya."
__________
TAMAT
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.