
Setelah dibersihkan kejelasan oleh orang tuanya, Dita merasa benar-benar tak tenang. Ia selalu saja dihantui dengan pemikiran mengenai kemungkinan-kemungkinan akan Abraham.
Dita entah kenapa tak bisa sama sekali untuk berpikir jernih walau hanya sebentar. Wanita itu tak bisa tenang dan kegelisahannya tersebut tampak di wajah anak-anaknya.
"Mama, ada apa dengan Mama?" tanya Naomi yang kemudian menghampiri ibunya. Ia pun memeluk tubuh Dita dari belakang.
Dita merasa sangat terharu dengan pelukan tersebut. Ia pun berbalik dan menggendong tubuh Naomi. Naomi tak banyak lagi bertanya usai pertanyaannya tak dijawab oleh sang ibu.
Dita mengusap kepala Naomi dengan penuh kasih sayang, kapan lagi ia akan diberikan kebahagiaan yang sangat luas seperti saat ini.
"Naomi. Kamu tidak apa-apa jika selama ini hanya ada ibu dan adik ku yang ada di samping mu?"
Naomi pun tak mengerti kenapa sang ibu menanyakan hal tersebut. Wanita itu berpikir keras ingin menjawab pertanyaan tersebut.
"Naomi tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Mama. Apakah Mama sendirian? Kan ada Oma dan Opa?"
Dita pun mengehela napas panjang. Setidaknya Naomi tidak bertanya mengenai Abraham. Jika sampai anak itu bertanya yang ada yang gawat hatinya. Ia tak bisa membayangkan betapa sedihnya Naomi ketika sudah mengerti dengan semuanya.
"Kau benar-benar anak yang baik. Aku bangga kepada mu. Aku harap kau tak akan menyesal dengan jawaban mu ini," ucap Dita penuh dengan perasaan kasih sayang saat mengatakan hal tersebut kepada anaknya.
Ia harap sang anak tidak akan pernah malu dengan status yang ia sandang. Dita mengehela napas cukup panjang lalu kemudian menurunkan Naomi dari gendongannya.
Naomi mendongak menatap bingung ke arah ibunya tersebut. Tapi ia hanya tersenyum tipis dan kemudian seakan mengerti dengan kondisi yang tengah menimpa sang ibu.
"Kau sepertinya memiliki banyak pikiran. Aku ingin kau berisitirahat menenangkan semuanya. Jangan pernah banyak pikiran karena aku tak mau hal itu terjadi pada mu," ucap Naomi yang sangat tulus kepada ibunya.
Dita yang mendengar hal itu menjadi sangat terharu kepada anak tersebut. Ia memeluk tubuh Naomi. Sekarang ia telah diberikan kekutan oleh anaknya.
__ADS_1
"Terima kasih. Terima kasih kau selalu peduli kepada ku. Aku tak tahu harus berkata-kata seperti apa karena saking sayangnya aku kepada mu," ucap Dita kepada sang anak tersebut.
Naomi pun juga ikut senang ketika ia dipuji oleh ibunya. Karena hal itulah yang sangat ia inginkan.
"Mama, semua orang mengatakan kamu adalah ibu yang buruk, tapi aku baru mengerti sekarang betapa hebatnya kamu dalam membimbing anak-anak mu. Jangan pernah menyerah karena aku dan Alvarez ada di belakang mu untuk memberikan mu support," ucap Naomi dengan penuh ucapan kasih sayang.
"Kamu sudah seperti orang dewasa. Tapi tidak maslaah jika pemikiran mu yang dewasa, karena itu yang sangat aku inginkan dari anak-anak ku."
Naomi pun mengangguk. Ia memang masih kecil tapi dirinyalah yang paling mengerti dengan segalanya.
Dita sedikit lega dengan anaknya yang satu ini yang mudah pengertian sehingga Dita tak terlalu khawatir dengan kondisinya saat ini.
"Satu lagi pesan mama, jika ada orang yang tidak dikenal mencoba untuk menemui mu, jangan pernah kau biarkan dia datang. Bisa saja dia penjahat."
"Baik Mama."
___________
Hanya ia yang tahu dengan wajahnya sendiri tidak dengan Petrus yang sama sekali belum pernah melihat bagaimana rupa dari Abraham.
Maka dari itu Abraham sangat yakin jika anak perempuan itu adalah anaknya. Tapi, siapa anak laki-laki itu? Tak mirip dengannya tapi tak juga kembar. Apakah mereka kembar tak seiras?
Hati Abraham terus bertanya-tanya mengenai hal itu. Pria tersebut terus dilanda dengan perasaan gelisah dan juga sangat penasaran dengan apa yang sebenernya terjadi pada keluarganya.
Ia harap jika benar kedua anak itu adalah anaknya jadi ia memiliki harapan yang sangat besar untuk mendekati Dita atas nama anak.
Selangkah lagi, ya hanya tinggal selangkah lagi ia akan bisa mendapatkan Dita. Abraham tak ingin menyia-nyiakan kesempatan baik ini dan jika bisa ia akan memanfaatkannya dengan baik sehingga tak ada lagi kendala untuk ia mendapatkan Dita.
__ADS_1
Dita adalah satu-satunya cara yang menghantarkan dirinya ke lubang kebahagiaan karena hanya wanita itu yang tampaknya sangat tulus.
Ia sudah lelah berlari di lautan kejahatan yang entah sampai mana ujungnya.
Abraham pun menghela napas kasar dan memejamkan matanya. Ia sudah sangat terlalu lelah dengan semua hal yang saat ini tengah menimpa dirinya.
Laki-laki tersebut pyn mencoba untuk merenggangkan otot-otot tubuhnya agar kembali lebih rileks lagi dan bisa melakukan aktivitas yang lebih baik lagi.
Abraham pun memejamkan matanya dan lalu membukanya kembali. Kali ini ia benar-benar sangat merasa lelah.
Hingga pada akhirnya ia pun memutuskan untuk menatap ke arah lukisan Dita yang ia buat sendiri untuk mengobati rasa rindunya.
Wanita tersebut benar-benar sangat cantik di dalam lukisan itu. Abraham dengan sangat sempurna melukisnya untuk menunjukkan betapa bersungguh-sungguh nya pria itu terhadap perasaannya.
"Benar kata orang, cinta datang begitu saja. Aku bahkan tak mengerti kenapa aku bisa jatuh cinta kepadamu," ucap Abraham kepada angin lalu.
Saat ini pikirannya benar-benar sangat kosong. Walau kadang-kadang ada nama Dita yang akan terlintas di dalam benar pria itu.
Ia pun menguasai kegiatannya tersebut dan lebih memilih untuk fokus kepada hal yang akan ia hadapi kedepannya. Pria itu menjauh dari tempat tersebut dan beralih naik ke atas ranjang dan merebahkan tubuhnya di sana.
Lalu kemudian ia pun lebih banyak termenung alih-alih memejamkan mata untuk tidur. Pria itu tak bisa walau hanya sebentar untuk tak lepas dari bayang-bayang Dita.
Bius Dita terhadap dirinya begitu kuat. Abraham pun tak mengerti kenapa gak itu bisa terjadi kepada dirinya.
"Dita. Kau benar-benar manis. Setelah Alana kau datang seolah sangat mengerti dengan apa yang terjadi pada diri ku. Tunggu aku, setidaknya aku tak bisa membahagiakan Alana tapi aku bisa membahagiakan dirinya yang lain yaitu kau. Kau dan Alana sama."
________
__ADS_1
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.