
Abraham telah mendapatkan sinyal positif dari Petrus yang tahu jika Dita juga berada di New York. Sungguh tak disangka jika perempuan itu kembali di New York.
Mengetahui hal itu Abraham tak ingin menyia-nyiakan kesempatannya dan ingin bertemu dengan Dita secepatnya untuk meminta maaf dan meminta jika wanita itu juga ikut berada di sampingnya.
Karena Dita adalah kebutuhannya dan ia ingin bertemu dengan Dita bagaimana pun caranya. Abraham sangat yakin jika ia telah memantapkan hati dengan wanita itu.
"Mau yakin jika Dita ada di sini?" tanya Abraham kepada Petrus untuk memastikan apa yang dikatakan oleh pria itu benar.
Petrus menarik napas panjang dan menatap ke arah atasannya itu yang masih belum percaya juga dengan berita tersebut. Petrus dapat meyakinkan hati Abraham jika wanita tersebut memang benar Dita.
"Ya, maka dari itu aku mengajak kau ke taman bermain karena aku tak sengaja melihat Dita ke taman itu."
Mata Abraham membulat sempurna. Ia terkejut karena alasan itu Petrus membawa dirinya ke taman bermain tadi. Yang benar saja? Abraham pun menarik napas panjang dan mulai berpikir jernih.
"Kenapa kau tidak mengatakannya tadi? Kenapa ketika aku sudah berada di rumah kau baru mengatakannya. Kau seharunya mengatakannya dengan cepat agar aku bisa mencarinya di sana."
Petrus mendudukkan kepalanya kadena ia tadi merasa belum yakin jika wanita itu adalah Dita. Tapi ketika sampai di rumah mulutnya sangat gatal ingin mengatakan bahwasanya orang tersebut adalah Dita.
"Aku hanya merasa tidak yakin dengan apa yang aku lihat tadi. Tapi setelah aku pikir-pikir tidak mungkin itu orang lain. Bisa saja itu adalah Dita."
Abraham pun menarik napas panjang. Baiklah jika anak buahnya ini berpikir demikian, masih dapat direrima dengan akal dan ia akan mencari Dita kembali di New York ini.
"Jika begitu kau harus menyelidiki di mana wanita itu tinggal."
"Baik Tuan."
Abraham pun menghela napas panjang. Ia memejamkan matanya dan kemudian berkelana di dunia ilusi.
"Jangan membunuh orang lagi. Aku tidak ingin kau membuat maslah yang sama sehingga rencana kita gagal."
Sangat sulit rasanya jika tidak membunuh. Tapi, kali ini Petrus akan mencobanya hidup tanpa membunuh. Ia pun berharap bisa melakukan hal tersebut.
__ADS_1
"Tenang saja. Aku tak akan membuat masalah yang sama."
Abraham pun mengangguk dan membiarkan anak buahnya itu pergi untuk melaksanakan perintahnya.
Ia harap kali ini akan menemukan Dita. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Abraham. Bahkan ia sangat yakin dengan pendiriannya tersebut.
"Jika kau sudah ada di sini aku tidak akan pernah melepaskan mu begitu saja. Kau adalah jantung hati ku dan sampai kapan pun kau akan tetap menjadi bagian dari hidup ku. Memang sebelumnya aku mengatakan hal yang sama seperti tadi kepadanya. Tapi perasaan ini tak bisa ditampik jika aku sangat menyukai mu Dita, entah itu sebagai Alana maupun diri mu."
Abraham pun menghela napas panjang. Mungkin di dunia ini hanya dirinya yang ping konyol dan kisah percintaan yang tak ada ujungnya. Tapi mau bagaimana lagi itulah yang terjadi pada hidupnya dan Abraham sebenarnya sangat ingin menghentikan drama ini.
Abraham pun pergi dan kemudian masuk ke dalam ruangan yang sudah sangat lama tidak ia datangi yakni ruangan Alana. Ia akan merenung di sana dengan semua masa lalu dan juga masa sekarang.
____________
Dita menghela napas panjang. Wanita itu merasa sangat tidak nyaman dengan dirinya. Entah apa yang terjadi, tapi Dita merasa jika sesuatu tengah mengincar kehidupannya.
Hari ini Dita akan menjemput kedua anaknya yang masuk ke sekolah TK. Ia berdiri di parkiran menunggu kedua anaknya itu keluar. Tapi entah kenapa ia merasa ada firasat buruk yang menghantui dirinya.
Dita menyentuh punggung lehernya. karena sangat merinding.
Lalu kemudian wanita itu pun mengigit jari karena terlalu merasa sangat was-was.
"Aku harap ini bukanlah pertanda sesuatu yang buruk. Aku sangat yakin jika ini tak akan membawa masalah," ucap Dita dalam hati sembari menyakinkan hati kecilnya.
Hal itu sengaja ia lakukan karena tak ingin merasa gugup dan terus kepikiran dengan apa yang sebenernya terjadi.
Dita pun memejamkan matanya sebentar dan lalu membukanya kembali. Wanita itu terkejut tatkala ia merasakan gedoran pada pintu mobilnya.
Wanita itu pun menatap ke samping dan bernapas dengan lega saat ia mendapatkan jika orang yang melakukan hal tersebut adalah anaknya sendiri.
Dita pun membukakan pintu untuk keuda anak itu. Ia bernapas dengan lega kala melihat jika anaknya baik-baik saja.
__ADS_1
"Tidak terjadi apapun dengan kalian?"
Naomi dan juga Alvarez tampak heran dengan pertanyaan ibunya. Jelas-jelas mereka baik-baik saja dan tak terjadi apapun, tapi kenapa ibunya itu terlihat jika dia Sangat ketakutan.
"Tentu saja tak terjadi apapun dengan kami. Kau tak melihat jika aku dengan Alvarez baik-baik saja."
Dita pun tersenyum lebar dan mengusap kepala kedua anaknya. Ia merasa bangga dengan mereka yang begitu sangat peduli satu sama lain.
"Ya aku tahu. Aku harap jika kau akan selalu baik-baik saja dan akan selalu aman. Entah kenapa hari ini aku merasa seperti ada sesuatu yang buruk. Entah itu hanya pikiran ku saja atau memang benar-benar terjadi, ada orang yang mengawasi kita," ucap Dita yang tanpa sadar akan membuat anak-anaknya ikut-ikutan merasa ketakutan.
"Apa yang kau katakan Ma? Jangan menakut-nakuti aku," ucap Alvarez sambil bersembunyi di ketiak Dita.
Dita pun tertawa pelan dan menguap kepala anaknya itu penuh dengan perasaan sayang.
"Aku tak menakut-nakuti kamu. Hanya saja aku mengatakan apa yang sebenarnya tengah aku rasakan. Maka dari itu mulai hai ini kau harus berhati-hati."
"Siapa Mama!" jawab mereka dengan serempak yang membuat Dita tak bisa menghentikan senyum di wajahnya.
Ia pun mengecup kepala meteka berdua dan menjalankan mobil meninggalkan halaman sekolah.
"Bagaimana hari ini? Apakah kau baik-baik saja belajarnya? Kau tak lagi membuat ku malu dan membuat masalah yang sangat besar?" Alvarez menggelengkan kepalanya.
Hari ini ia akan menjadi anak yang baik. "tentu saja tidak."
Alvarez dan juga Naomi satu TK dan meskipun umur mereka beda satu tahun tapi Dita sengaja memasukkan Alvarez lebih cepat agar ia bisa menjaga Naomi di masa depan. Bagaimana pun seorang pria akan menjaga seorang wanita.
Sedangkan mobil yang baru saja dilewati oleh Dita tanpa sadar terus memperhatikan mobil Dita.
_________
TBC
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.