Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 09


__ADS_3

Bianka baru selesai menjalani pemeriksaan. Biaka keluar dari ruang pemeriksaan, membawa bungkusan obat dan dokumen laporan. Bahu Bianka di perban.


(Dalam hati Bianka)


Hah.. tidak disangka, aku punya luka cukup parah. Pantas saja bahuku sangat sakit. Oh Bianka, buruk sekali nasibmu. Pak tua Alex Josie sungguh jahat. Tetapi hanya dia satu satunya keluargaku.


Melihat Bianka yang keluar, Aska dengan cepat menghampiri.


Aska: nona, ingin kemana?


Bianka: apa hari ini kamu luang? Tidak temani Morgan?


Aska: tuan memerintah saya menjaga nona dan mengantar nona kemana pun.


Bianka: hmm.. begitu. Baiklah, ikut aku ke supermarket saja. Kita beli bahan makanan.


Aska: dengan senang hati.


Bianka dan Aska berjalan meninggalkan rumah sakit. Mereka menuju parkiran rumah sakit, masuk dalam mobil dan melesat pergi menuju supermarket.


 


Perusahaan JL


Morgan duduk santai di sofa ruangannya. Morgan menghubungi Aska.


\(Panggilan terhubung\)


Morgan: dimana?


Aska: supermarket tuan.


Morgan: dengan Bianka?


Aska: iya, nona sedang berbelanja bahan makanan.


Morgan: hmmm.. ya sudah. \(Memutus panggilan\)


Morgan meletakan ponselnya dan melihat laporan. Morgan duduk santai bersandar di sofa. Tiba tiba terjadi keributan di depan ruangannya. Morgan kesal, merasa terganggu. Morgan meletakan laporan di meja. Mengambil ponselnya dan berdiri. Morgan berjalan perlahan menuju pintu. Morgan membuka pintu ruangannya.


Lagi lagi Morgan melihat Anna. Anna melihat Morgan, dia memaksa bertemu Morgan. Morgan menatap Betty.


Betty: maaf tuan..


Morgan: \(menghela nafas\) ada apa lagi? \(Menatap Anna\)


Anna: bisa bicara sebentar? Aku ingin kita bicara sebentar saja. 5 menit, hanya 5 menit. \(Mata berkaca kaca\)


Morgan: bicaralah.


Anna: bisa bicara empat mata?


Morgan: tidak! Aku sibuk.


Anna: ini sangat penting, aku mohon.


Ponsel Morgan berdering, panggilan dari Bianka.


\(Panggilan terhubung\)


Bianka: Morgan, ingin makan apa untuk makan malam?


Morgan: iya sayang, tunggu aku. Aku segera datang, mari kita makan siang bersama.


Bianka: kamu bicara apa?


Morgan: i love you too.. \(panggilan terputus\)


Morgan memasukan ponselnya dalam saku. Morgan menatap Anna dengan tatapan tajam.


Morgan: waktumu habis! Aku harus segera pergi. Wanitaku sudah menanti kedatanganku. Dia sudah sangat merindukanku.


Anna: apa? Kamu mengacuhkanku lagi?


Morgan: Betty bereskan laporan di meja. Aku harus pergi sekarang. Dan suruh saja keamanan membawa wanita ini pergi. Jika masih ada di JL panggila saja polisi. Katakan aku yang menyuruh!


Betty: baik tuan, saya mengerti.


Morgan berjalan melewati Anna, Anna meraih tangan Morgan dan menahan Morgan pergi. Morgan berhenti tanpa memalingkan wajah. Dia menarik tangannya dan langsung pergi. Anna terlihat sangat kecewa. Dia merasa sangat kesal dan semakin membenci Bianka.


\(Dalam hati Anna\)


Bianka, kamu sendiri yang mencari masalah denganku. Aku akan memberimu pelajaran. Karenamu keluargaku hancur. Wanita sialan! Lihat saja nanti, aku akan membuat hidupmu menderita. Aku akan menyingkirkanmu dalam kehidupan Morgan! Hanya aku yang akan menjadi nyonya Lewi. Hanya aku!


 


Morgan datang ke supermarket menemui Bianka. Bianka terkejut, Morgan sungguh sungguh datang menemuinya.

__ADS_1


Morgan: Aska, kembalilah ke kantor.


Aska: baik tuan. (Pergi)


Morgan menatap Bianka, Bianka menatap Morgan. Pandangan mata mereka saling bertemu.


Bianka: mau makan apa untuk nanti malam? Aku akan masak untukmu.


Morgan mendekati Bianka. Bianka terkejut, Morgan semakin dekat. Mereka saling berhadapan dan jarak meraka sudah sangat dekat. Morgan meraih buah apel di belakang Bianka. Morgan tersenyum melihat wajah Bianka yang merona.


Morgan: hei, apa yang kamu pikirkan? Kamu pikir aku akan menciummu?


Bianka: jangan asal bicara (mendorong Morgan) jangan dekat dekat denganku lagi.


Morgan: (tersenyum tipis) hmm.. siapa kamu mengaturku harus menjauh atau mendekat? Kamu milikku. Apa pun yang aku lakukan padamu harusnya kamu tidak menolak kan?


Bianka: cepat pilih apelmu tuan muda. Kita harus cepat kembali. Aku harus makan siang dan minum obat. Bahuku terasa nyeri.


Morgan: (cemas) kamu baik baik saja? Berikan trolinya padaku.


Morgan mengambil alih mendorong troli. Morgan mengikuti Bianka memilih bahan makanan. Semua mata menatap Morgan, terutama para wanita. Seakan mereka tersihir oleh pesona Morgan. Bianka diam diam menatap Morgan. Bianka tersenyum cantik.


(Dalam hati Bianka)


Siapa yang tidak terpesona? Morgan begitu tampan. Jika seperti ini dia terlihat seperti pria idaman. Mereka tidak tahu sifat aslinya seperti es. Hah.. mereka tertipu penampilan Morgan dari luar.


Morgan melihat Bianka yang terus memandanginya, Bianka berjalan mundur tidak menyadari dibelakang ada seseorang. Morgan dengan segera menarik Bianka dan merangkulnya.


Morgan: nona Josie, bisakah melihat jalan? Apa kamu sudah terpesona olehku? Jika kamu terluka lagi, aku akan rugi. Sudah banyak uang yang aku keluarkan untuk pengobatanmu. Jagalah dirimu sendiri.


Bianka: oke tuan. Aku mengerti. Bisakah kamu melepas tanganmu dari pinggangku? Ini terasa aneh (mencoba menyingkirkan tangan Morgan)


Morgan: (mengeratkan rangkulan dan menatap Bianka) aneh bagaimana? (Mendekati wajah Bianka)


Bianka: (mendorong wajah Morgan) sialan, pria es tidak tahu malu! (Kesal, kembali berjalan)


Morgan tersenyum, dia kembali mendorong troli mengikuti Bianka. Bianka terus berguman, dia sangat kesal karena terus terusan dipermainkan oleh Morgan.


Bianka: dasar pria es, menyebalkan! Hiiih... (gemas) aku ingin menendangnya (kesal)


Bianka mengambil semua bahan yang dibutuhkan. Morgan hanya diam terus menatap Bianka. Bianka meletakan bahan ke dalam troli menatap Morgan.


Bianka: apa yang ingin kamu beli? Aku sudah selesai memilih.


Morgan: tidak ada. Ayo kita kekasir.


Usai berbelanja, Morgan mengajak Bianka pulang. Bianka melihat kedai ice cream, dan meminta Morgan membelikannya.


Bianka: Morgan, bisa belikan aku ice cream? Aku ingin sekali makan ice cream. (Tersernyum cantik)


Morgan: (menatap Bianka) iya lah.. ayo, kita beli ice cream.


Bianka begitu semangat. Bianka dan Morgan masuk dalam kedai. Morgan meletakan kantong belanjaannya dan menemani Bianka memilih ice cream. Ada banyak rasa, semua terlihat enak dan sangat menggiurkan.


"Silahkan nona, mau rasa apa?"


Bianka: 1 porsi ice cream rasa strawberry, berikan juga buah Strawberry nya.


"Baik nona"


Morgan: berikan aku 1 porsi rasa vanila tanpa toping.


"Baik tuan"


Bianka dan Morgan mendapatkan masing masing ice nya. Bianka sangat senang, sudah tidak sabar ingin melahap ice nya. Mereka duduk berdampingan. Tanpa ragu Bianka langsung meniknati ice nya, matanya berbinar.


Bianka: hmmm.. sudah lama aku tidak makan ice cream, ini sangat enak.


Morgan: benarkah?


Bianka: sungguh. Untuk apa aku bohong.


Bianka menyendok ice cream, Bianka membuka mulut ingin melahap ice cream disendok. Secepat kilat ice cream disendok Bianka dilahap oleh Morgan. Bianka menatap Morgan, Morgan hanya tersenyum.


Bianka: Morgan, ini ice ku. Makan ice mu sendiri. (Mengerutkan dahi)


Morgan: ice mu lumayan, aku ingin.


Bianka: pesan sendiri (kesal)


Morgan: tidak ingin, ingin punyamu.


Bianka: tidak boleh. (Menggeser mangkuk ice nya)


Morgan: berikan padaku


Morgan berusaha menggapai mangkuk Bianka, tanpa menyadari jika posisi mereka sangat dekat. Wajah Morgan sangat dekat dengan Bianka. Bianka memalingkan wajah, hal tidak terduga terjadi. Bibir Bianka menempel pada bibir Morgan tanpa sengaja. Morgan dan Bianka sama sama terkejut. Mereka menjauh satu sama lain.

__ADS_1


Morgan menggeser posisi duduknya. Bianka juga menjauh, kini mereka saling berhadapan. Bianka memakan ice nya perlahan, Bianka fokus menatap ice dihadapannya. Begitu juga dengan Morgan.


(Dalam hati Bianka)


Oh tidak, aku sangat bodoh! Kenapa harus memalingkan muka? Ciuman pertamaku, hii.. pria es sialan! Dia mendaptkan ciuman pertamaku.


(Dalam hati Morgan)


Sial! Bianka ini seungguh menjengkelkan. Dia membuat jantungku hampir lepas. Tunggu, hal tadi bukan termasuk ciuman kan? Itu hanya kecelkaan. Mana mungkin ciuman pertamaku dengan wanita aneh ini. Astaga..


Usai makan ice cream, Morgan dan Bainka pergi meninggalkan kedai ice cream. Mereka berjalan keluar supermarket menuju mobil. Bianka duduk di bangku belakang. Morgan menatap kesal.


Morgan: nona Josie, pindahlah kedepan. Aku bukan supirmu. Enak saja duduk dibelakang.


Bianka: iya tuan, ah.. merepotkan saja! (Kesal)


Bianka pindah tempat duduk, Bianka dan Morgan masuk dalam mobil. Mereka meluncur kembali ke mansion. Sepanjang perjalanan hanya saling diam.


Ponsel Bianka berdering, Bianka mengambil ponsel di tasnya. Dan melihat nama di layar ponselnya. Bianka tersenyum cantik, dan mengangkat panggilan.


(Panggilan terhubung)


Bianka: Hallo, Nico.. (tersenyum)


Nico: hai Bianka, kamu dimana? Aku sudah kembali ke Inggris, ayo kita bertemu.


Bianka: baiklah, dimana?


Nico: kita bertemu di cafe dekat sekokah SMA ya


Bianka: oke, kirim pesan padaku ya..


Nico: baiklah, bye..


Bianka: bye.. (memutus panggilan)


(Dalam hati Bianka)


Ah Nico, akhirnya bisa bertemu lagi. Aku sangat senang, pria impianku akhirnya datang.


Bianka senang, hatinya berbunga bunga. Nico adalah pria impian Bianka saat di SMA. Setelah lulus SMA Nico memilih kuliah di luar negri. Bianka belum sempat mengungkapkan isi hatinya.


(Dalam hati Morgan)


Bicara dengan siapa? Sehingga wanita aneh ini terlihat sangat bahagia. Membuatku kesal saja. Nico, siapa Nico? Jangan jangan kekasihnya.


Morgan menambah kecepatan mobilnya. Membuat Bianka panik dan ketakutan. Bianka menatap Morgan.


Bianka: Morgan, kamu ingin membunuhku?


Morgan: siapa Nico?


Bianka: siapa Nico bukan urusanmu tuan Lewi. Kamu tidak perlu tau.


Morgan: kamu lupa? Kamu adalah milikku?


Bianka: tidak, aku tidak lupa. Meski aku milikmu. Aku masih punya hak untuk bahagia dengn pria yang aku suka kan?


Morgan: ah, akhirnya mengaku juga. Kamu menyukai pria bernama Nico. Denganku masih bicara tentang hak?? Hak apa yang kamu miliki? Kamu milikku sepenuhnya. Mengerti?


Bianka: apa kamu gila? Berhenti Morgan!


Morgan tidak peduli. Morgan semakin cepat mengemudi. Bianka hanya bisa menahan kekesalan dan menutup matanya, berharap segera sampai di mansion.


Mobil berhenti. Mereka sampai di mansion. Bianka membuka mata, melihat sudah sampai di mansion, Bianka dengan cepat membuka pintu mobil dan berlari masuk dalam mansion. Morgan bergegas turun dan masuk dalam mansion. Morgan menyuruh pelayan mengambil barang di mobil. Morgan menaiki tangga mengejar Bianka. Saat Bianka ingin masuk dalam kamar tangan Morgan menarik Bianka. Morgan langsung mencium Bibir Bianka. Mata Bianka melebar. Morgan pun terkejut.


(Dalam hati Morgan)


Sial! Apa yang aku lakukan? Aku mencium wanita aneh ini?


(Dalam hati Bianka)


Lagi.. ciumanku lagi.. Morgan, dasar pria ini, sangat menyebalkan.


Bianka mendorong Morgan. Bianka menatap Morgan dengan tatapan tajam lalu masuk dalam kamar. Bianka membanting pintu, mengunci kamar. Morgan terdiam. Morgan berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Morgan langsung masuk ke dalam kamar mandi dan membasuh wajahnya. Morgan menatap cermin, Morgan sangat kesal.


Morgan: sial! Karena kesal aku membuat kesalahan. Ahhh.. kenapa harus mencium Bianka, kenapa? Wanita ini harus aku bereskan! Aku kirim saja dia pulang. Aku bisa gila jika terus bersamanya.


Hallo semua..


Terimakasih ya, sudah mau berkunjung.


Jangan lupa beri like,☆ dan isi kolom komentar.


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


[Dea Anggie]


__ADS_2