Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 19


__ADS_3

Selasai makan siang, semua berkumpul di teras belakang rumah. Si kembar Viona dan Vionie asik berbincang dengan Yohanes. Umeko sedang melihat lihat sekitar rumah dengan Bianka. Becca menyendiri di sudut teras, menatap ke arah Morgan. Morgan duduk santai dengan Derenwin, Felicia, Ricardo dan Cherish.


Derenwin: kapan kamu dan Bianka menikah?


Morgan: aku menunggu kakak kakakku mendapatkan pasangan. Aku bisa menunggu.


Ricardo: tidak masalah jika ingin menikah lebih dulu. Beritahu kami jika kamu butuh sesuatu.


Morgan: thanks, kalian selalu peduli padaku.


Cherish: kita saudara, sudah tugas kami membantumu.


Becca datang, duduk di samping Ricardo dan Cherish. Wajahnya terlihat kesal.


Felicia: Becca, ada apa sayang?


Becca: aku tidak setuju paman Ryco menikah dengan Bianka.


Ricardo: Becca, jaga ucapanmu. Meski kamu seusia dengan Jerryco kamu juga harus sopan. Dia pamanmu!


Becca: aku tidak peduli papi, aku tidak setuju. Titik! Paman Ryco tidak boleh menikah dengan Bianka.


Becca pergi masuk ke dalam rumah. Cherish dan Ricardo saling memandang. Ricardo berdiri dan masuk kedalam rumah menyusul Becca.


Cherish: maaf Ryco. Kamu tentu tau sifatnya. Ricardo terlalu memanjakan Becca.


Morgan: tidak apa kak, aku mengerti. Aku permisi, mau mencari kekasihku dulu (Morgan pergi)


Felicia: meski sikapnya sedingin es, Becca pantang menyerah pada Ryco. Sepertinya Becca sudah sangat menyukai Ryco dari kecil.


Cherish: ya, Becca sangat mengukai Ryco. Lihatlah kamarnya, penuh foto Ryco.


Derenwin: kamu harus memberi arahan pada Becca. Tidak baik seperti itu, walau bagaimana pun Jerryco adalah pamannya.


Cherish: iya kak, aku akan bicara dengannya nanti.


 


Morgan mencari Bianka, Morgan menemukan Bianka yang sedang asik berbincang dengan Umeko. Morgan mendekat, berdiri disamping Bianka.


Morgan: bicara apa? Asik sekali..


Umeko: hai, kebetulan kamu datang. Aku ada perlu, ingin hubungi temanku. Kamu ajaklah Bianka berkeliling. Becca, aku pergi dulu. Bye..


Bianka menatap Morgan, Morgan tersenyum tampan pada Bianka. Morgan menggandeng tangan Bianka, berjalan berkeliling.


Bianka: kenapa mencariku?


Morgan: aku rindu padamu.


Bianka: aku bicara serius, jangan bergurau.


Morgan menghentikan langkahnya, menatap Bianka.


Bianka: ada apa? Apa kata kataku salah?


Morgan merangkul pinggang Bianka mendekat padanya. Bianka terkejut! Mata Morgan menatap tajam ke arah Bianka.

__ADS_1


Morgan: apa aku terlihat sedang bergurau?


Bianka: lapaskan, nanti ada yang melihat.


Morgan: tidak, kamu sudah membuatku kesal. Aku akan menghukummu.


Bianka: ayolah.. lebih baik kita berkeliling. Aku tidak bermaksud membuatmu kesal.


Aku hanya.... \(kata kata terputus\)


Morgan langsung mencium bibir Bianka. Mata Bianka membulat, Bianka meremas baju Morgan. Dari jauh Becca melihat Morgan dan Bianka berciuman. Amarahnya semakin tak terkendali. Becca semakin membenci Bianka.


\(Dalam hati Becca\)


Samapah! Aku akan menghancurkanmu Bianka. Lihat saja, aku pasti akan mmenbuatmu mendetita. Aku membencimu Bianka. Sangat membencimu!!!


Bianka dan Morgan kembali berkeliling. Morgan mengajak Bianka masuk kedalam sebuah kamar. Bianka tertegun, begitu banyak buku yang terpajang di hadapannya. Disamping rak buku ada ranjang berukuran sedang.


Bianka: wow, apa sepupumu suka membaca?


Morgan: ini adalah koleksi bukuku. Karena aku dulu tidak punya teman, aku habiskan waktuku untuk membaca. Terkadang aku sampai tertidur.


Bianka: \(meraba raba Buku\) aku tidak menyanka, kamu seorang kutu buku.


Morgan: beberapa diantara buku buku ini adalah hadiah, dari keluargaku yang lain. Dari kakek, nenek, bibi, paman dan sepupuku. Saat mengetahui aku hobby membaca, setiap hati mereka mengirim buku padaku.


Bianka: ah begitu.


Morgan: kamu tau, ini adalah kamarku saat aku masih kecil. Aku tidak mau tidur bersama kakak kakakku. Aku memilih tidur ssndiri, dan kak ricardo menyuruhku menempati kamar ini.


Bianka: lalu, untuk apa mengajakku kesini?


Bianka: jangan bergurau Morgan. Jangan membuatku takut.


Morgan tersenyum, mendekati Bianka dan memeluk Bianka.


Morgan: aku tidak akan melakukan itu sayang. Aku hanya menggodamu.


Bianka: \(mengeratkan pelukan\) aku percaya padamu Morgan.


Morgan melepas pelukan, Morgan mendekat dan mencium bibir Bianka. Bianka merangkul leher Morgan dan membalas ciuman Morgan. Keduanya hanyut dalam manisnya cinta.


♡♡♡♡♡


Sepanjang hari berada di rumah Ricardo. Akhirnya Yohanes, Umeko, Morgan dan Bianka kembali pulang ke mansion. Sesampainya di kamarnya, Bianka langsung masuk kamar mandi dan mandi.


Morgan berdiri di depan kamar Bianka, mengetuk kamar Bianka. Namun tidak ada jawaban. Morgan membuka pintu kamar dan ternyata tidak terkunci. Morgan masuk kedalam kamar dan kembali menutup pintu. Morgan melihat sekeliling tidak menemukan Bianka.


Pintu kamar mandi terbuka. Bianka keluar dari dalam kamar mandi. Morgan berbalik dan terkejut, melihat Bianka hanya mengenakan Handuk berukuran mini. Bianka juga terkejut melihat Morgan.


Bianka: aaaaa.... \(berteriak\) berbalik, cepat berbalik.


Morgan: sorry \(berbalik\)


Bianka: tutup matamu, aku akan ganti baju.


Morgan: \(menutup mata\) Iya aku sudah menutup mataku. Aku tidak mengintip.

__ADS_1


Karena terburu buru, Bianka terpeleset dan jatuh. Bianka mengerang kesakitan, kakinya terkilir. Morgan langsung membuka mata dan berbalik. Morgan berlari menolong Bianka. Bianka mendekap dadanya dengan kedua tangannya.


Morgan: maaf Bianka, tapi aku harus menolongmu. Aku akan pura pura tidak melihat apapun.


Bianka terdiam, Morgan menggedong Bianka dan medudukan di ranjang. Morgan menutup tubuh Bianka dengan selimut dan mengeluarka kaki Bianka yang cidera dari dalam selimut. Kaki Bianka terlihat merah. Morgan mengambil kotak obat, duduk di tepi ranjang dan mengoles obat. Morgan memijat lembut kaki Bianka.


Morgan: jika sakit bilang. Jangan ditahan \(memijat lembut\)


Bianka: ouch.. \(suara pelan\) sakit sekali.


Morgan: aku sudah olehkan obat, ganti bajumu. Aku akan membawamu ke rumah sakit. Aku menunggu di luar, jika sudah selesai panggil aku.


Bianka: boleh minta tolong?


Morgan: ya.. katakan. Perlu apa?


Bianka: kakiku sangat sakit, tolong bantu aku mengambil pakaian gantiku.


Morgan mengangguk, membuka lemari. Morgan menatap Bianka.


Bianka: dress warna ungu, dan pakaian dalamku. \(Biacara canggung\)


Morgan: oke..


Morgan mengambil sesuai permintaan Bianka \(dress warna ungu dan pakaian dalam\). Meletakan di samping Bianka.


Morgan: aku tunggu di depan pintu.


Bianka: ya.. terimakasih.


Morgan: sama sama.


Morgan berbalik dan pergi menuju pintu. Morgan membuka pintu dan keluar. Morgan kembali menutup pintu. Morgan bersandar di dinding. Morgan menyentuh dadanya sendiri, tanganya gemetar. Jantungnya berdetak kencang.


\(Dalam hati Morgan\)


Astaga, aku bisa gila.... jantungku....


\(Mengatur nafas\)


Tenangkan dirimu Morgan. Ini pertama kalinya aku melihat tubuh wanita yang ku suka. Sungguh godaan yang besar. Aku harus tahan dan menguatkan imanku. Aku tidak boleh lepas kendali.


Pintu terbuka, Bianka keluar dengan menyeret kakinya. Morgan melihat ke arah Bianka. Morgan terdiam, Bianka terlihat sangat cantik. Tubuhnya membatu seperti patung, mulutnya terkunci. Matanya tak berkedip. Morgan terpesona oleh kecantikan Bianka.


Hallo semua..


Terimkasih sudah mau singgah dan membaca novel saya.


Dukung saya dengan memberikan like, ☆ , dan isi kolom komentar ya..


Beri Tip juga boleh😉😘


Bye.. bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


 


__ADS_2