Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 27


__ADS_3

3 hari berlalu, Yohanes setia menunggu wanita yang ditolongnya. Yohanes sampai rela tidur di sofa demi menunggu wanita itu sadar. Yohanes duduk di kursi dan terus menatap wanita di hadapannya.


(Dalam hati Yohane)


Bangunlah, jika tidak bangun bagaimana aku bisa mencari keluargamu? Mau sampai kapan kamu menjadi putri tidur?


Tiba tiba mata wanita itu terbuka perlahan, tangannya memegang perutnya. Yohanes bangun dan mendekat.


Yohanes: kamu sudah sadar? Aku akan panggil dokter.


Yohanes berlari keluar kamar memanggil dokter. Tidak lama Yohanes kembali dengan dokter dan perawat. Dokter memeriksa keadaan pasien. Selesai memeriksa Dokter berbincang dengan Yohanes.


Yohanes: bagaimana dok?


"Tidak perlu cemas, semua baik baik saja"


Yohanes: syukurlah.. terimakasih dokter.


Dokter dan perawat pergi, Yohanes menatap si wanita dan mendekat. Si wanita menatap Yohanes tanpa ragu.


Yohanes: siapa namu?


"Caroline"


Yohanes: (terkejut) Caroline..?


Caroline: (mengangguk) ya.. kamu? Kamu yang menolongku? Terimaksih banyak tuan.


Yohanes: aku Yohanes, kamu bisa panggil aku Hans. Sama sama.. kebetulan saja aku lewat dan melihatmu.


Caroline: boleh aku pinjam ponselmu? Maaf.. aku ingin menghubungi papaku.


Yohanes: ah iya.. (mengeluarkan ponsel dari sakunya dan memberikan pada Caroline) tidak masalah.. hubungi saja.


Caroline menekan nomor dan mencoba mengbubungi papanya. Panggilan tersambung, Caroline menunggh papanya mengangkat.


(Panggilan terhubung)


"Hallo"


Caroline: papa..


"sayang.. Caroline? Kamu dimana sayang? Papa tidak bisa menemukanmu. Papa sangat rindu" (suara gemetar)


Caroline: aku juga merindukan papa, aku di.. (menatap Yohanes)


Yohanes mendekat dan berbisik lembut di telinga Caroline.


Yohanes: Di rumah sakit X, Kota A.


Caroline:rumah sakit X kota A papa. Aku di rampok, aku terluka.


"Baik sayang.. papa akan segera datang"


Caroline: papa hati hati di jalan. I love you.. (memutus panggilan)


Caroline mengembalikan ponsel Yohanes. Yohanes menerima dan memasukan ponselnya dalam saku celana.


Yohanes: kamu dari mana?


Caroline: aku dari Amerika, aku ke Inggris kerumah pamanku. Dan saat itu aku sedang jalan jalan, beberapa preman merampas tasku. Saat aku melawan mereka menusukku.


Yohanes: jangan pergi sendirian, bawalah seorang pengawal.


Caroline: hmm.. mana aku tau di Inggris banyak orang jahat.


Yohanes: berapa usiamu? Dan apa pekerjaanmu?


Caroline: usiaku? 28 tahun, aku seorang jaksa.


Yohanes: hmm..


Caroline: kamu, berapa usiamu? Dan apa pekerjaanmu?


Yohanes: 30 tahun. Pekerjaanku hanya pegawai kantoran biasa.


Caroline: benarkah? (Menatap penampilan Yohanes)


(Dalam hati Caroline)

__ADS_1


Pria ini, jelas jelas semua yang di kenakan berharga ribuan dollar. Masih mengelak dan hanya pegawai kantor? Apa dia merendah? Masih ada pria seperti dia, jaman sekarang yang ada semua pamer kekayaan dan harta agar bisa menarik perhatian. Pria ini menarik.. dan juga tampan.


Caroline: hmm.. bagaimana dengan administrasi rumah sakit? Ini kamar VIP bukan?


Yohanes: aku pinjam uang pada temanku. Tenang saja, aku tidak memintamu mengganti rugi. Melihatmu baik baik saja sudah cukup, setelah papamu datang aku akan meninggalkanmu dengan papamu. Sudah tiga hari aku bolos bekerja. Bisa bisa aku dipecat boss ku.


Caroline: maaf merepotkanmu Hans.. (tersenyum) jika bukan karenamu aku pasti sudah tiada.


Yohanes: sama sama.. istirahatlah.. aku akan berjaga.


Yohanes menarik kursi mundur dan duduk, Yohanes sedikit menjauhi Caroline. Caroline bersandar dan membaca majalah. Yohanes sibuk membaca email diponselnya. Caroline dan Yohanes tak saling bicara.


1 jam kemudian..


Pintu ruangan terbuka, seoran pria tua dengan dua orang pengawal masuk. Pria tua tersebut langsung menghampiri Caroline..


"Putriku Caroline.."


Caroline: papa..


"Kamu baik baik saja? Dimana yang terkuka?"


Caroline: aku baik baik saja papa. Seorang pemuda membawaku segera kerumah sakit.


"dimana dia? (Melihat kiri kanan) pemuda yang menolongmu"


Caroline: dia sedang menerima panggilan penting.


Pintu ruangan terbuka, Yohanes fokus pada ponselnya berjalan mendekati Caroline.


Yohane: (mambalas pesan, tanpa melihat keadaan di sekeliling) Caroline.. aku ada urusan, maaf tidak bisa menunggu sampai papamu datang.


Caroline: hey.. papaku disini.


Yohanes mengangkat kepala menatap Caroline lalu menatap seseorang di sebelahnya, Yohanes terkejut. Papa Caroline adalah rekan bisnisnya.


"Direktur Lewi?"


Yohanes: tuan Carlos Jayden. Anda disini?


Caroline: papa mengenalnya?


Yohanes: Ceroline putri anda?


Carlos: ya.. Caroline adalah putri tunggalku.


Yohanes: ah.. baiklah, saya permisi tuan Jayden. Ada janji temu dengan teman lama.


Carlos: tidak masalah tuan Lewi, saya berterimakasih tuan muda mau menolong anak saya.


Yohanes: sama sama.. (tersenyum tampan) permisi.. (menatap Carlos, dan Caroline lalu berbalik pergi)


Yohanes berjalan keluar ruangan. Caroline dan Carlos berbincang, Caroline senang papanya ternyata mengenal Yohanes. Caroline banyak bertanya mengenai Yohanes pada papanya.


Caroline: siapa dia pa?


Carlos: dia adalah pengusaha muda yang sukses dan terpandang. Dia sangat misterius, hanya beberapa orang saja yang mengenalnya secara langsung.


Caroline: dia pria baik?


Carlos: dia sangat baik, pria baik hati dan tidak sombong. Apa dia melakukan sesuatu padamu?


Caroline: tidak pa, dia hanya membantuku beberapa hal, dia perhatian padaku. Saat aku tanya dia mengaku hanya pegawai kantoran biasa, aku tidak percaya begitu saja melihat pakaian dan jam tangannya yang bernilai fantastis.


Carlos: haha.. (tertawa) dia sungguh sangat merendah. Pertama bertemu papa dia juga mengaku jika dia hanya seorang asisten.


Caroline: benarkah? Dia sungguh luar biasa.


Carlos: kenapa? Kamu menyukainya?


Caroline: papa.. aku baru mengenalnya, aku hanya kagum dia mau merendah di depan orang lain. Itu sangat keren..


 


Sore harinya Yohanes kembali bertemu dengan Carlos di rumah sakit. Mereka berbincang santai, diam diam Caroline manatap Yohanes. Caroline terpesona oleh senyum tanpan Yohanes. Jantung Caroline berdebar..


Deg..


Deg..

__ADS_1


Deg..


(Dalam hati Caroline)


Astaga, ternyata di dunia ini masih tersimpan pria manis dan penuh pesona seperti Yohanes. Dia sangat tampan dan baik, Hans.. sepertinya aku menyukaimu.


Ponsel Carlos berdering, Carlos menganggat panggilan dan berbincang. Carlos terlihat serius, Carlos menutup panggilan dan berdiri.


Yohanes: ada apa tuan?


Carlos: pelaku perampokan sudah tertangkap, aku akan melihat ke kantor polisi. Tuan Lewi, jika anda tidak keberatan bisakah saya menitipkan Caroline pada anda? Apakah anda sibuk?


Yohanes: tidak sibuk.. baiklah, saya akan bantu menjaga Caroline.


Carlos: terimkasih banyak.. anda punya hati yang baik tuan Lewi. (Tersenyum)


Yohanes: terimakasih.. anda terlalu berlebihan tuan.


Carlos menghampiri Caroline, berpamitan dsn pergi meningglkan Caroline. Yohanes dan Caroline saling menatap tak lama saling membuang pandangan.


Caroline: jika ingin pergi silahkan, aku baik baik saja seorang diri.


Yohanes: tidak masalah, aku sudah janji pada papamu. Seorang Yohanes tidak akan ingkar janji.


Caroline mengupas buah apel karena tidak hati hati jarinya terluka.


Caroline: ouch.... (meletakan pisau dan melihat jarinya)


Yohanes segera berlari menghampiri Caroline, Yohanes menarik tangan Caroline dan menghisap jari Caroline yang terluka.


Yohanes: luka satu belum pulih, ingin menambah luka lagi?


Caroline: ayolah ini hanya luka kecil.


Yohanes mengmbil obat dan plester. Yohanes mengoles obat, dan menempel plster di jari Caroline.


Yohanes: berikan padaku, aku akan kupaskan. (Mengambil piring berisi apel dan pisau)


Yohanes perlahan mengupas apel, Caroline menatap Yohanes dengan senyuman. Yohanes menatap Caroline..


Yohanes: ada apa? Kenapa tersenyum?


Caroline: kamu tampan dan baik.. aku suka..


Yohanes: semua orang bilang seperti itu. Pujian yang umum, tampan dan baik hati.


Caroline: kamu sudah menikah?


Yohanes terdiam, mengingat kemabali keinginan papi maminya. Memintanya untuk menikah dan hidup bahagia. Yohanes kembali mengingat nama wanita yang dikatakan oleh maminya. Namanya sama sama Caroline, namun Yohanes meragukan karena itu hanya sebuah nama.


Yohanes: belum..


Caroline: kenapa tidak menikah? Bukankah sudah cukup umur? Kamu ingin melajang seumur hidupmu? Atau ada sesuatu?


Yohanes memotong apel dan memasukan potongan apel kedalam mulut Caroline. Caroline terdiam mengunyah Apel. Yohanes menghela nafas panjang.


Yohanes: kamu banyak bicara ternyata. Jangan bicara lagi dan makan apelmu.


Caroline mengangguk dan mekan apel dengan perlahan. Caroline mengambil apel dan menyodorkan ke mulut Yohanes, Yohanes menatap Caroline lalu memakan apel ditangan Caroline. Yohanes dan Caroline makan apel bersama mereka sesekali saling memandang satu sama lain



ilustrasi: Caroline Jayden


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan lupa beri like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Bye.. bye..


Sampai jumpa di episode selanjutnya..


Salam hangat,


"Dea Anggie"


 

__ADS_1


__ADS_2