
(Saat Dokter memeriksa keadaan Morgan)
Dokter memeriksa keadaan Morgan, memegang tangan Morgan yang terluka. Tanpa di duga Morgan tersadar dan membuka mata perlahan. Dokter segera mendekat dan melihat apakah Morgan baik baik saja atau tidak.
"Tuan, ada bisa mendengar saya?"
Morgan: (menatap dokter dan mengangguk) ya, saya dimana?
"Anda di rumah sakit, anda mengalami kecelakaan. Bagaimana keadaan anda, bagian mana yang terasa sakit?"
Morgan: hmm.. semua terasa sakit. Kepala, dada, kaki (suara lemah)
"Apa anda ingat siapa anda?"
Morgan: siapa aku? Aku adalah Morgan.
"Tuan, apa saya bermimpi? Anda tidak lupa apapun?"
Morgan: melupakan apa? Aku ingat semua kejadia saat kecelakaan itu. Sepertinya ada yang dengan sengaja mencelakaiku dan ingin aku mati. Ahh.. (meraba dadanya)
"Bertahanlah tuan, efek biusnya perlahan hilang dan rasa sakitnya akan semakin terasa. Saya akan berikan obat penghilang rasa nyeri"
Morgan: terimakasih dokter. Anda menyelamatkan saya.
"Tuan maaf, bolehkah saya bertanya? anda mengenal Anna James?
Morgan: Anna James? Ada apa dengan Anna James?
"Maafkan saya lancang berbicara. Anna James lah yang membawa anda ke rumah sakit ini dan mengaku sebagai istri anda. Saya merasa ciriga, jika Anna adalah istri anda kenapa wajahnya terlihat baik baik saja saat saya mengatakan kemungkinan anda hilang ingatan. Dari situ sebenarnya saya merasa ragu. Namun saya belum bisa memastikan apa apa karena pihak keluarga anda belum datang"
Morgan: ada yang tidak beres. Aku mencurigai seauatu dokter. Apakah dokter bisa membantuku?
"Anda perlu bantuan apa tuan?"
__ADS_1
Morgan:jelaskan bagaimana kondisi kesehatanku saat ini.
Dokter menjelaskan dan dengan tenang Morgan mendengarkan. Semua di jelaskan detail tanpa ada yang terlewatkan. Morgan mengangguk, mengiyakan penjelasan dokter.
Morgan: wanita bernama Anna James itu bukanlah istriku. Istriku tinggal di dipusat kota, aku curiga Anna James ada kaitannya dengan kecelakaan yang aku alami.
"Hmm.. kejam sekali wanita itu. Lalu apa yang harus saya lakukan?"
Morgan: buatlah laporan kesehatanku seburuk mungkin dan biarakan Anna James melihatnya. Dia mengaku sebagi istriku bukan? Biarakan dia bersandiwara. Aku juga akan bersandiwara menjalankan peranku sendiri. Tugas dokter adalah menyakinkan Anna James jika aku akan mengalami hilang ingatan yang akan sulit dipulihkan.
"Jika begitu ijinkan saya mengubah laporan medis anda. Dan menyimpan laporan yang asli"
Morgan: lakukan.. aku memberimu ijin dokter.
Dokter tersenyum, mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada seseorang. Tidak lama ponselnya bergetar dan dokter menerima balasan. Dokter menatap Morgan dan mengangguk.
"Anna James sedang ada diruang tunggu menunggu hasil laporan. Asisten saya akan berikan laporan yang palsu. Dan menyimpan laporan aslinya"
"Apakah anda ingin menjebak musuh keluar dari sarangnya? Lalu bagaimana dengan keluarga anda nanti?"
Morgan:jangan ceritakan rencanaku kepada siapapun. Ini rahasia kita dokter. Aku tidak ingin rencanaku rusak hanya karena perasaan dan emosi sesaat. Tolong bantu aku dokter, cukup yakinkan Anna James dengan kondisiku yang buruk.
"Baik tuan saya mengerti"
Klek...
(Pintu terbuka)
Dokter menatap Morgan, Morgan sudah langsung menutup kembali matanya seakan tertidur. Anna James mendekati dokter dan menanyakan keadaan Morgan. Dokter menjawab dengan tenang, dan mulai menjalankan perannya membantu Morgan.
(Dalam hati Dokter)
Wanita jahat, berani sekali mengaku istri dari suami wanita lain. Sungguh tidak tahu malu. Aku akan mmebantu tuan Lewi dengan maksimal. Aku akan membuatmu yakin dengan kondisinya yang buruk. Hmmm.. maafkan aku tuan Lewi, aku harus bicara buruk tentang kondisimu.
__ADS_1
Anna: bagimama keadaannya dokter?
Dokter menyapa dan meminta laporan medis milik Morgan, batinnya tersenyum. Laporan palsu ini akan membuat Anna James yakin akan kondisi Morgan. Dokter menutup dokumen dan memberikan kembali kepada Anna James. Dokter menjelaskan dengan bahasa yang mudah mengerti oleh Anna James. Anna James tidak terpukul mendengar kondisi Morgan, hanya merasa sedih sesaat. Namun terlihat jelas jika Anna James senang. Itulah yang membuat dokter semakin mencuriga Anna James.
Dokter memberi isyarat dengan menyentuh tangan Morgan. Memberi isyarat jika tugasnya sudah selesai dijalankan. Dokter berpamitan untuk keluar dari ruangan. Dokter akhirnya keluar dari ruangan, meninggalkan Morgan dengan Anna James.
Anna James menatap Morgan dan membelai lembut rambut dan wajah Morgan. Dalam hati Morgan sangat kesal dan merasa risih. Morgan muak dengan sikap Anna James.
(Dalam hati Morgan)
Sial! Kenapa harus menyentuhku. Wanita ini sangat menyebalkan. Lihat saja, aku akan mengikuti permainanmu. Aku akan menangkap pelaku yang membuatku celakan dan akan mengurusmu setelahnya.
Kleeekkk..
(Pintu ruangan terbuka)
Morgan mendengar suara pintu dan juga langkah kaki. Morgan merasa penasaran siapa yang datang dan terus berusaha tenang. Morgan memasang telinganya sebaik mungkin, dan terkejut saat mendengar suara Nicolas Gween. Morgan mendengar percakapan Anna James dan Nicolas Gween.
Morgan kesal, marah dan kecewa. Terlebih Nicolas Gween berulang ulang menyebut nama Bianka dan bahkan ingin mencelakai Bianka. Morgan sangat ingin membuka mata dan langsung membunuh Anna James juga Nicolas Gween. Namun demi rencana yang sempurna Morgan menahan keinginannya. Dan terus berpura pura menjadi seseorang yang tidak sadarkan diri. Untuk saat ini, Morgan hanya bisa mendengarkan percakapan Anna James dan Nicolas Gween. Mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dan merencanakan rencana selanjutnya.
@@@@@****@@@@@
Sampai jumpa di episode selanjutnya ya..
Jangan lupa like,, komen,, dan juga votenya teman teman..
Thankyou..
Bye bye..
(Salam kasih)
-Dea Anggie-
__ADS_1