
3 Bulan Kemudian..
Perusahaan JL
Ruang rapat..
Morgan sedang memimpin rapat. Morgan berdiri di depan para anggota rapat, tangan kiri memegang dokumen dan dibacanya keras keras didepan para anggota. Sedang tangan kanannya masuk dalam saku clana. Setelah membaca Morgan menatap semua anggota. Morgan menutup dokumen dengan satu tangan dan membanting di meja.
Morgan: kalian masih ingin bertahan di JL atau tidak?? (Suara pelan namun terdengar mengerikan)
"Maa.. masih tuan, kami mohon maaf"
"Kami akan mulai perencanaan ulang"
"Mohon maafkan kami tuan, proyek ini sebelumnya di pegang oleh kantor cabang. Dan dilimpahkan pada kami"
Morgan: siapa yang betanggung jawab? Siapa klien kita yang membatalkan kontrak sepihak?
"Perusahaan Josie"
Morgan: Aska, berikan laporan profil perusahaan Josie.
Aska: baik tuan, saya akan siapkan dalam 5 menit. (Pergi meninggalkan ruang rapat)
Morgan: panggilah perwakilan cabang, ajak berdiakusi. Kita tidak boleh kehilangan proyek ini. Apa kalian mengerti?
"mengerti tuan"
"Ya tuan, kami mengerti"
Aska kembali, membawa dokumen ditangannya dan memberikan pada morgan. Morgan menerima dan membaca laporan profil perusahaan Josie. Morgan msngerutkan dahi, matanya masih menatap pada dokumen.
Morgan: berapa ganti rugi yang harus dibayar perusahaan Josie pada JL?
"Sekitar 100 juta dollar Amerika"
"Itu biaya seluruh yang dibebankan sebagai ganti rugi pembatalan kontrak sepihak"
Morgan: direkturnya bodoh atau apa, (meletakan dokumen di meja) perusahaanya saja dijual 50-75 juta, belum tentu ada beli. Hutang 100 juta bisa dibayar?
"Saya sudah peringatkan, namun Alex Josie tetap kekeh ingin pembatalan kontrak karena ingin bekerjasama dengan perusahaan James"
Morgan: Aska, proses ini. Aku ingin mengakuisisi perusahaan Josie beserta semua sahamnya.
Aska: baik tuan, tapi tidakkah JL masih mengalami kerugian?
Morgan: jika kita bisa ambil alih semua saham dan mengakuisisi perusahaan kita bisa mengembangkannya.
Aska: baik tuan, akan segera saya proses.
__ADS_1
Morgan: kirim pengacara kita ke perusahaan Josie. Biar pengacara yang bicara. Jika tidak bisa bicara baik baik, aku sendiri yang akan bertindak. Rapat selesai!
Morgan pergi meninggalkan ruang rapat. Semua anggota berdiri dan memberi salam. Aura dingin menyelimuti ruang rapat, tatapan Morgan sungguh mengerikan.
Morgan kembali keruangannya. Dia duduk bersadar di kursi kerjanya. Ponsel Morgan berdering. Panggilan dari Zi Li.
(Panggilan terhubung)
Morgan: hallo?
Zi Li: apa kamu sibuk? Ayo kita bersenang senang ke club.
Morgan: aku sibuk.
Zi Li: ayolah tuan muda, jangan terlalu keras bekerja. Kita masih muda, banyak banyaklah bersenang senang.
Morgan: dasar playboy!
Zi Li: nikamati hasil kerja kerasmu teman. Jangan sia siakan waktu mudamu. Jangan sampai kamu menyesal saat tua nanti.
Morgan: oke oke aku akan datang. Jangan menceramahiku. Aku sedang sibuk sekarang. Bye.. (memutus panggilan)
Morgan meletakan ponselnya di meja, memandang sebuah bingkai foto. Foto papi dan maminya. Morgan menatap dalam foto Jonathan dan Yenako.
(Dalam hati Morgan)
Morgan menyilangkan kakinya di atas meja, meyilangkan kedua tangan di dada dan memejamkan mata. Aska masuk dalam ruangan dan menyapa Moergan.
Aska: tuan.. (ragu,saat melihat Morgan)
Morgan: hmmmm..
Aska: prosedur akuisisi yang anda minta sudah saya kirimkan bersama pengacara. Namun saya dapat kabar, jika pengacara dipukuli oleh bawahan Alex Josie.
Seketika Morgan langsung membuka mata. Mengerutkan dahinya, dan menatap Aska. Aska panik, Aska merasa aura Morgan yang semakin dingin. Morgan menurunkan kaki dan berdiri.
Aska: perlu kita memanggil bantuan?
Morga: besiaplah, kita akan datang kesana sendiri. Aku ingin tahu, orang seperti apa Alex Josie itu.
Aska terkejut, menatap Morgan. Morgan berjalan meninggalkan ruangannya diikuti oleh Aska. Mereka berjalan menuju lobby, sesampainya di lobby, mereka langsung naik kedalam mobil dan melesat pergi menuju perusahaan Josie.
○○○○○
•Morgan
Mobil berhenti, Aska turun dan membuka pintu mobil . Aku turun dan menatap sebuah gedung besar seperti gedung perusahaanku. Aku masuk diikuti Aska. Aska memaksa resepsionis agar mengijinkan kami masuk.
Kami berhasil menerobos masuk ruangan presdir. Seorang wanita muda menghadang Aska.
__ADS_1
"Tuan, bisakah anda sopan?"
Aska: kamu pasti sekertarisnya, dimana bosmu? Alex Josie??
"Beliau tidak ada di tempat"
Aska: kalian semua pembohong! Beraninya menipu kami.
Aska menahan sekertaris agar aku bisa masuk. Aku membuka pintu ruang presdir. Aku masuk dan menatap seorang pria tua sedang duduk. Dia menatapku dan kaget, seketika berdiri dengan tubuh gemetar dan berkeringat dingin. Pria itu tidak lain adalah Alex Josie. Dia menatapku penuh rasa takut.
Alex: tuuu..tuan muda, mohon maafkan saya. Saya tidak bermaksud melukai pengacara anda.
Morgan: aku beri waktu1 menit, cepat tanda tangan surat akuisisi ini. Aku tidak hanya mengakuisisi bisnis tetapi juga sahamnya, aku akan memiliki 75 % saham Perusahaa Josie.
Alex: tunggu tuan, bagaimana aku bayar ganti rugi dengan sesuatu? Anda pasti suka.
Alex memanggil seseorang. Aku melihat dari suatu ruangan srorang wanita berjalan kearah kami. Wanita itu terus menunduk.
Alex: dia adalah putriku. Aku akan berikan padamu sebagai tanda gangi rugi.
Aku terkejut, apa pria ini gila? Menjual anaknya sendiri?? Aku menatap kearah wanita di samping Alex, wanita itu mengankat kepalanya dan menatap Alex. mataku melebar.
Aku meliaht wanita yang sama 3 bulan lalu. Wanita yang ada dibandara, wanita yang mencoreng namaku. Mengaku hamil anakku. Wanita yang membuatku kesar dan jengkel.
Alex menatap tajam pada wanita disampingnya. Seakan mmeberi isyarat, wanita itu menatapku. Wajahnya sedih dan matanya memelas seperfi anak kucing yang hilang. Aku melihat bamyak luka ditubuhnya. Sial! Aku benci wanita, namun melihatnya terluka aku jadi tidak tega. Bagaimanapun aku masih punya rasa kemanusiaan.
Alex: tuan, bagaimana??
Morgan: (menatap Alex, mengangkat kedua alisnya) sebenarnya aku tidak tertarik pada wanita, namun karena kamu memaksa aku akan setuju untuk melepeaskan perusahaan. Tidak dengan saham. Bagaimanapun hasil akhirnya, perusahaan ini tatap akan aku akuisisi.
Alex: baik tuan, jangan ambil perusahaan. Saya akan alihkan kepemilikan saham pada anda.
Aska masuk, dia menatapku. Lalu menatap Alex.
Aska: tuan, semuanya baik baik saja?
Morgan: baik, ayo pergi. Bawa wanita ini itu juga.
Aku berbalik dan pergi. Aku sebenarnya bingung, untuk apa aku membawa wanita itu pergi bersamaku? Dan apa yang harus aku lakukan padanya? Aku merasa masalah besar akan datang jika aku membawa wanita ini pulang ke mansion. Astaga... kenapa aku langsung setuju? hanya karena aku tidak tega melihatnya terluka?
♡Hallo..
♡Hallo..
Terimakasih ya sudah singgah..
Jangan lupa like,☆ dan isi kolom komentar yaa..
😉😘
__ADS_1