Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 55


__ADS_3

Setelah menunggu lama, dokter akhirnya datang dan kembali memeriksa keadaan Morgan. Bianka dan Anna James berdiri disamping Morgan. Dokter memeberikan hasil laporan medis pada Bianka selaku wali dari Morgan. Anna James terlihat tidak senang dan kesal.


"Selamat tuan, setelah satu bulan lebih anda dirawat akhirnya anda bisa kembali pulang." Kata dokter menatap Morgan.


"Terimakasih dokter, sudah merawat saya." Jawab Morgan.


"Dok, maaf.. bagaimana dengan ingatannya? Tidak bisa pulih?" Kata Bianka lirih.


"Hmm soal itu..." Dokter mengerutkan dahi menatap Morgan, Morgan memberi istarat dengan mengedipkan mata.


"Anna, apakah aku punya rumah?" Tanya Morgan mengalihkan pembicaraan.


"Tentu saja, bukankah kamu punya mansion besar tuan Lewi." Jawab Anna.


"Benarkah? Hmm.. aku pasti orang yang sangat kaya." Morgan memutar bola mata.


"Ayo ganti bajumu dan kita pulang Morgan." Kata Bianka.


"Sial wanita ular ini! Selalu mengacau. Bagaimana ini, apa aku minta Morgan tinggal di apartemnku saja?" Batin Anna James.


"Hmm.. Morgan, mau tinggal di apartemnku tidak? Aku bisa merawatmu dengan baik tanpanya." Anna melirik kearah Bianka, Morgan terkejut mengerutkan dahinya.


"Tidak! Aku tidak ijinkan suamiku tinggal diapartemenmu! Jangan macam-macam Anna James" Bianka dengan nada mengancam.


"Hei, Morgan hanya ingat padaku. Jangan mencampuri urusanku Bianka!" Suara Anna meninggi.


Anna dan Bianka berseteru. Morgan menunduk dan berfikir. Disatu sisi tidak ingin melukai hati istrinya dan disisi lain juga tidak ingin buruannya lepas. Morgan memegang kepalanya dan angkat bicara melerai perdebatan Anna James dan Bianka Jossie.


"Cukup! Hentikan semua ini. Jangan bertengakar. Anna dan kamu Bianka, jangan membuatku pusing. Tinggal dimana adalah keputusanku. Aku akan kembali ke mansionku, dan ya Anna akan ikut bersamaku. Apa kamu ada masalah dengan ini Bianka?" Morgan menatap Bianka.


"Ya, baiklah. Kamu tuan rumah, kamu bisa bawa siapa saja untuk pulang. Aku tidak memiliki hak untuk melarangmu" Jawab Bianka.


Hati Morgan sedih mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Bianka. Kata- kata yang menusuk dan membuat Morgan kecewa.


"Kamu punya hak Bianka, kamu istriku! Kamu berhak melarang, kamu adalah nyonya Lewi. Nyonya rumah! Maafkan akau, aku harus membawa Anna James pulang agar aku bisa terus mengawasi gerak geriknya dan bisa menangkap dia yang mencelakaiku." Batin morgan.


"Anna, kamu tidak keberatan kan?" Menatap Anna.


Anna tersenyum lebar. "Tentu saja tidak." Jawab Anna James.


"Baiklah jika seperti itu. Ayo pulang, aku ingin istrirahat di rumahku." Keluh Morgan.

__ADS_1


Baju di tangan Bianka diambil paska oleh Anna. Anna mendorong Bianka perlahan dengan sikunya.


"Rapikan barang Morgan, aku yang mengurus Morgan." Ucap Anna James dengan nada sinis.


"Baiklah." Bianka menghela nafas, tak punya pilihan lain. Karena tak ingin membuat kegaduha.


Morgan terus melirik kearah Bianka yang sedang merapikan barang-barangnya, Morgan dan juga barang-barang Anna. Anna membantu Morgan berganti pakaian dengan terpaksa Morgan dibantu Anna James. Anna James tergoda oleh tubuh sexy Morgan. Otot bahu yang menonjol, dada yang bidang, otot perut yang masih terbentuk walau sebulan tidak berolah raga dan hanya berbaring diranjang. Morgan kesal karena Anna James begitu menikmati tubuhnya walaupun hanya dengan tatapan.


"Cepatlah Anna, aku akan sakit jika kamu terus menatapku dan tidak lekas membantuku berganti pakaian." Keluh Morgan.


"Ahh maaf Morgan. Maafkan aku." Jawab Anna yang langsung membantu Morgan berpakaian.


Bianka melihat Morgan dan Anna James dari kejauhan. "Bertahanlah Bianka, bertahanlah. Pasti akan hal indah di balik ini semua. Bianka semangat!" Bianka menyemangati diri sendiri meski hatinya sedih.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pintu diketuk)


Kleeekkk..


Aska masuk dan menghampiri Bianka. "Nyonya saya sudah menyelesaikan biaya admisistrasinya." Kata Aska.


"Terimakasih Aska, bantulah Morgan. Aku akan bawa semua barang barang nya." Jawab Bianka.


"Biarkan saya yang membantu anda nyonya." Aska tidak tega melihat Bianka.


Lengan Morgan digandeng oleh Anna James dan berjalan keluar dari ruangan. Bianka dan Aska berjalan mengikuti Morgan dan Anna James di belakang.


♡♡♡♡♡


Sesampainya di mansion. Bianka menyiapkan kamar, merapikan ranjang dan mengganti alas ranjang juga selimut. Anna hanya melihat tanpa membantu, membuat Morgan kesal.


"Anna, bisa hangatkan susu untukku?" Tanya Morgan.


"Kamu mau minum susu? Baiklah, aku akan hangatkan. Duduklah, tunggu wanita itu selesai merapikan ranjangmu lalu kamu bisa istrirahat." Anna James pergi keluar kamar Morgan.


Morgan melihat pintu, Morgan menghela nafas dan mendekati Bianka. Morgan membantu Bianka merapikan ranjang dan menata bantal. Bianka melarang Morgan dan meminta Morgan duduk, Morgan berpura pura pusing dan membuat Bianka Panik.

__ADS_1


"Ahh kepalaku." Morgan berpura pura.


"Morgan, kamu baik baik saja?" Mendekati Morgan, Bianka terlihat panik.


Morgan memegang tangan Bianka dan menatap Bianka. Bianka menatap Morgan, mereka saling bertatap muka. Jantung Bianka berdebar, inilah tatapan mata yang sama yang membuat Bianka rindu. Tatapan hangat dan penuh perasaan, mata Bianka berkaca kaca. Bianka melepaskan tangannya dan memalingkan wajah. Air matanya mengalir, Bianka bingung. Sedih, senang san rindu menjadi satu. Ingin memeluk tapi takut jika Morgan akan membennya dan memilih lebuh dekat dengan Anna James. Jika diam saja dadanya terasa sesak menahan rindu yang bergejolak.


Morgan meraba eajah Bianka, dan memalingkan wajah Bianka ke arahnya. Morgan menyeka air mata Bianka.


"Bersabarlah! Jika aku benar-benar mencintaimu, aku pasti akan ingat padamu. Jangan menangis, dadaku terasa sesak melihatmu menangis. Aku tidak ingin orang menilaiku sebagai lelaki yang menindas wanita." Ucap Morgan lembut dengan penuh perasaan.


"Jangan paksakan ingatanmu. Tidak apa jika kamu lupa, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku sekali lagi." Jawab Bianka.


Morgan terlihat sedih, dalam hati ingin menangis saat melihat air mata Bianka. Morgan mengangguk mendengar kata-kata Bianka.


"Ya, buat aku jatuh cinta padamu Bianka. Buat aku tergila-gila padamu, agar aku bisa kembali padamu." Kata Morgan.


"Aku pasti bisa membuatku mengingat semuanya Morgan. Aku pasti Bisa! Aku mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu. Cintaku tidak akan pernah berubah, lihat dan rasakan betapa aku mencintaimu Morgan." Bianka mendekat dan mencium lembut bibir Morgan, Bianka berusaha mengingatkan kembali memori Morgan.


Morgan terkejut dan terdiam. Bianka mengakhiri ciumannya dan mencium kilas pipi Morgan. Bianka berbisik di telinga Morgan. "Pangeranku, aku mencintaimu"


Deg..


Deg..


Deg..


(Suara detak jantung)


Jantung Morgan berdebar mendengar suara Bianka yang lembut di telinganya. Hatinya kembali sakit, mengingat dirinya tidak bisa bebas memeluk, mencium bahkan meluapkan kerinduannya. Morgan sadar jika saat ini dirinya hanya bisa menahan semua rasa, dan terus bersabar. Morgan harus bisa mengendalikan dirinya karena saat ini masih harus bersandiwara. Dan harus menjalan perannya dengan baik.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo..


Terimakasih sudah menunggu..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Sampai jumpa di next episode..


Bye bye..

__ADS_1


♡Dea Anggie😉♡


__ADS_2