Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 07


__ADS_3

Mansion


•Morgan


Aku sedang berada diruang kerja. Aku meminta Aska memanggil dokter dan mencari informasi tentang wanita itu. Aku terus memikirkan, bagaimana bisa papa menjual anak gadisnya? Ini sungguh aneh, jangan jangan bukan papa kandungnya. Oh.. sungguh kejam! Untungnya aku tidak suka wanita. Dia pasti aman disini, setidaknya dia bisa tenang.


Kleeek..


(Suara pintu)


Tak..


Tak..


Tak..


(Suara langkah kaki)


Aku berbalik menatap arah pintu, aku melihat Aska mendekatiku.


Aska: tuan, ini laporan yang anda minta. (Meletakkan dimeja)


Morgan:(mengambil dan melihat) bagaimana keadaannya?


Aska: luka memarnya cukup parah, banyak luka di sekujur tubuh.


Aku terkejut, dia lulusan terbaik universitas terkenal di Amerika. Wanita itu Bernama Bianka Josie. Berusia 19 tahun.


Aska: ada informasi penting lain tuan. Apa tuan ingat saat di bandara? Nona Bianka sedang kabur dari dari orang orang yang ingin membawanya keluar negri. Nona di jual oleh Alex Josie.


Morgan: apa?? Separah itu? Dia sungguh tidak pantas disebut sebagai papa. Tega sekali menjual anaknya sendiri. Ck.. baiklah, kamu urus dia. Tanya apa keperluannya, dan belikan dengan kartu pribadiku. Jika Bianka ingin membeli sesuatu belikan saja.


Aska: baik tuan.. saya permisi (pergi meninggalkan ruangan)


Tok..


Tok..


Tok..


(Pintu diketuk)


Aku melihat dokter pribadiku masuk. Dokter Jimmy tersenyum padaku.


Jimmy: anda sibuk tuan muda?


Morgan: silahkan duduk dokter. (Berdiri dari kursi kerja dan berjalan menuju sofa) ada apa? Apa sesuatu terjadi? (Duduk di sofa)


Jimmy: huh.. (menghembuskan nafas) kasian sekali gadis itu. Dia banyak mengalami siksaan sepertinya. Ada retak di tulang bahunya. Lebih baik besok anda bawa nona ke rumah sakit.


Morgan: benarkah? Separah itu?


Jimmy: apa nona kerabat dekat anda?


Morgan: bukan, dia anak dari klien. Tanda ganti rugi.


Jimmy: (terkejut) lalu anda menerima begitu saja? Saya sungguh salut. Pria dingin mempunyai hati nurani juga ternyata (menggoda)


Morgan: aku hanya kasian. Tidak lebih! Besok atur saja waktu bertemu, aku aku suruh Aska mengantarnya ke ruamah sakit.


Jimmy: iya, saya mengerti. Saya permisi tuan. Jangan lupa mengingatkan nona untuk sering mengoles obat.


Morgan: ya.. hati hati dijalan dokter.


Dokter Jimmy pergi meninggalkan ruangamku. Mengingatkan mengoles obat? Memang aku siapanya? Apa dia masih anak anak yang harus selalu diingatkan? Sudah bagus aku memanggilkannya dokter.


Aku berjalan ke arah pintu, aku membuka pintu. Aku terkejut, Bianka sudah ada didepan pintu. Dia menatapku, aku mengerutkan dahiku.


Bianka: tuan terimakasih (berlutut) sudah mau menolong saya.


Mataku melebar. Melihat Bianka berlutut dan berterimakasih. Aku menyembunyikan dua tanganku dalam kantong celana.


Morgan: berdirilah, tidak perlu berlutut.


Bianka: (berdiri perlahan) terimakasih tuan.


Morgan: panggil saja Morgan.


Bianka: baik, Mor..morgan (bicara dengan ragu ragu)


Morgan: kebetulan bertemu, masuklah! Ada yang ingin aku tanykan. Bianka mengangguk, dia masuk. Aku menutup pintu dan berjalan ke sofa. Aku duduk dan menyuruh Bianka duduk.


Morgan: duduklah.. (menatap Bianka)


Bianka duduk dihadapnku. Dia duduk manis, merapatkan kedua kaki dan meletakkan dua tangan di pangkuannya.


Morgan: siapa namamu?


Bianka: BIANKA JOSIE


Morgan: apa benar Alex Josie adalah papamu?


Bianka: (menunduk lalu menggeleng) bukan, dia pamanku.


Morgan: pantas saja, dimatanya kamu seperti sampah! Dimana orangtuamu?


Bianka: (menangis) sudah meninggal..

__ADS_1


Aku terkejut, seketika aku teringat papi dan mami. Aku tidak menyangka, Bianka sama sepertiku. Hidup tanpa orangtua.


Morgan: maaf, aku tidak bermasud meyinggung. (Merasa bersalah)


Bianka: (menyeka air mata) tidak apa, aku baik baik saja. (Tersenyum) kamu? Bagaimana denganmu?


Morgan: bagaimana aku tidak penting. Katakan pada asistenku Aska, apa kebutuhanmu. Besok Aska akan mengantarmu ke rumah sakit.


Aku berdiri dan berjalan keluar ruangan, aku pergi meninggalkan Bianka seorang diri. Siapa dia perlu tau keluargaku. Wanita yang aneh.


•Bianka


Pria es, ditanya baik baik jawabannya sangat menusuk. Dia pikir dia siapa? Aku juga tidak peduli dia siapa. Menyebalkan!


Aku berdiri dan pergi meninggalkan ruangan Morgan. Aku kembali ke kamarku. Di kamar aku berbaring di ranjang. Aku terus memikirkan pria es itu, aku penasaran padanya. Bagaimana bisa ada orang sepertinya. Sangat dingin, dan menakutkan.


Bianka, sepertinya kamu harus hati hati. Morgan bukan pria sembarangan. Dia sangat misterius. Meski memiliki wajah tampan bagai seorang pangeran, namun sifatnya seperti es, sangat dingin! Sungguh menyeramkan.


Drrttt.. drrttt.. Drrtt..


(Ponsel beegetar)


(Panggilan terbuhung)


Bianka: Hallo Linda?


Linda: kamu dimana? Datanglah ke silvery Club ruang VIP 6. Ada reuni SMA.


Bianka: aku sedang sakit, tidak sehat.


Linda: ayolah.. sebentar saja, nanti aku akan antar kamu pulang.


Bianka: tapi.. (panggilan terputus)


Apa ini, Linda selalu menyulitkanku. Menyebalkan! Kenapa semua orang menyebalkan? Arrrgggggghhh!!


Tok..


Tok..


Tok..


(Pintu diketuk)


Aku terdiam, cepat bangun dan berdiri. Siapa itu? Tidak mungkin pria dingin kan? Aku berjalan perlahan menuju pintu, aku membuka pintu dan mengintip. Ternyata Aska, aku membuka pintu dan menemui Aska, Aska tersenyum dan memberiku sebuah tas.


Aska: nona, pesanan anda. Bisa ditukar jika ukuran tidak sesuai.


Bianka: ah, terimakasih (menerima) maaf merepotkanmu.


Bianka: ya.. (tersenyum)


Aku melihat Aska berlari menuju sebuah kamar. Mungkinkah kamar pria es? Sudahlah, lebih baik aku bersiap. Jika tidak Linda akan menceramahiku. Aku kembali menutup puntu dan berjalan ke sofa. Aku meletakan tas di sofa, aku berjalan dan masuk ke dalam kamar mandi.


15 Menit kemudian..


Aku sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Untung saja pakaian ini berlengan dan tertutup. Sehingga luka lukaku tidak terlihat. Aska pengertian juga, dia membelikanku mantel. Aku berjalan keluar dari kamar. Aku berjalan menuruni tangga. Samapai di depan ruang tengah.


"Nona ingin pergi keluar?"


Bianka: iya bibi. Aku ada perlu dengan teman.


"Ah, kalian tidak berangkat bersama? Tuan baru saja pergi"


Bianka: tidak bi, aku hanya akan mengunjungi temanku. Tidak pergi bersama Morgan.


"Baiklah nona, hati hati. Suruh saja supir mengantar"


Bianka: iya bi, terimakasih.


Bibi pelayan mengantarku kekuar mansion, memanggil supir. Dia menyuruh supir mengantarku. Bibi pelayan ini sangat baik.


Bianka: bibi, aku pergi dulu..


"Hati hati nona"


(Dalam hati bibi)


Semoga saja dengan hadirnya nona Bianka tuanku bisa berubah. Ini pasti takdir yang baik. Semoga saja mereka benar benar berjodoh. (Tersenyum)


♡♡♡♡♡


Silvery Club.


Bianka bertemu teman teman SMA nya. Beberapa baik, beberapa buruk, mereka yang buruk tentu saja tidak menyukai Bianka. Bianka bertemu dengan musuh lamanya. Anna James.


Anna: hallo Bie.. (menyapa)


Bianka: ya.. hallo juga Anna


Anna: (menatap penampilan Bianka dari atas kebawah) punya simpanan kah?


"Apa maksudmu Anna?"


"Anna jangan begitu"


Anna: haha.. (tertawa) kalian tidak tau, perusahaan keluarganya bangkrut? Bianka bukan lagi ratu. (Mengejek)

__ADS_1


Linda: jaga bicaramu Anna.


Anna: kenapa? Si cengeng Linda ingin menolong sahabatnya ya.. haha.. (tertawa jahat)


Linda: Anna, kamu tidak berubah! Tetap saja jahat. Mulutmu berbisa seperti ular. (Mencaci)


Plaakk...


(Suara tamparan)


Anna menampar Linda, Bianka terkejut. Bianka berbalik menampar Anna.


Plaakk...


(Suara tamparan)


Bianka: jika ingin menghinaku silahkan! Jangan kamu berani melukai sahabatku. Linda jauh lebih baik dibanding kamu Anna. (Kesal)


Plaakkk..


(Suara tamparan)


Anna menampar Bianka. Bianka terdiam, memegang pipinya.


Anna: apa itu sakit? Dasar jalang!


Bianka diam, dia tidak ingin mencari gara gara. Bianka berbalik dan menjauhi Anna. Linda mendekati Bianka.


Linda: apa wajahmu sakit?


Bianka: tidak apa, aku baik baik saja. Aku akan ke kamar mandi sebentar. Kamu tinggallah disini.


Linda mengangguk, menatap kepergian Bianka. Bianka bertemu pelayan dan bertanya lokasi kamar mandi. Pelayan menunjukan letak kamar mandi, Bianka mengangguk dan berjalan cepat menuju kamar mandi.


Disisi lain Aska melihat Bianka. Aska mengirim pesan pada Morgan. Beberapa saat kemudian Morgan keluar dari ruangan menemui Aska.


Morgan: ada apa?


Aska: saya melihat nona Bianka disini.


Morgan: mungkin kamu salah lihat. Mana mungkin dia disini.


Aska: saya yakin tuan, saya sangat jelas melihat nona mengenakan pakaian yang saya belikan tadi. (Melihat Bianka lewat) itu nona.. (menunjuk)


Morgan berbalik dan berjalan mengikuti arah tangan Aska. Morgan melihat dari jauh, Bianka masuk dalam ruangan VIP. Morgan mengerutkan dahinya. Aska mendekat, berdiri di samping Morgan.


Morgan: cari tahu siapa pemesan ruang VIP 6.


Aska: baik tuan. (Pergi berlari)


Morga: Bianka Josie, kamu sungguh wanita yang luar biasa. Sudah tahu sakit, masih bisa bermain main ke club.


5 Menit kemudian..


Aska kembali, dan melapor pada Morgan. Morgan menatap Aska tanpa bicara.


Aska: ruangan VIP 6 disewa oleh Anna James untuk acara reuni sekolah SMA A.


Morgan: bagus! Aku bisa manfaatkan situasi ini.


Aska: maksud anda? (Bingung)


Morgan: ikut aku.. (tersenyum jahat)


Aska heran, Morgan bertingkah aneh. Aska mengikuti Morgan berjalan ke arah ruangan VIP 6. Sampailah mereka di depan pintu.


(Dalam hati Morgan)


Aku bisa memainkan permainan menarik jika memang ada Anna James disini. Wanita tidak tahu malu, sudah di tolak masih mengekor. Membuat ku kesal saja. Morgan tenanglah.. (menenangkan diri sendiri) jangan sampai kamu kehilangan muka hanya karena wanita seperti Anna.


Morgan: buka pintunya..


Aska: baik.. (aska membuka pintu)


Pintu terbuka, semua yang ada didalam ruangan terdiam. Morgan merapikan jaketnya dan masuk, semua mata terpana melihat ketampanan morgan. Mata Morgan mencari cari, matanya tertuju pada seseorang, Yaitu Bianka Josie. Meski hanya melihat dari belakang, namun Morgan sangat yakin jika wanita yang dilihatnya adalah Bianka. Bianka ada di belakang Anna. Morgan terseyum tampan, Anna tersenyum berjalan mendekati Anna.


Anna: Morgan, kamu datang (senang)


Anna semakin dekat dengan Morgan, Anna bersiap menyambut Morgan, namun Morgan justru tidak peduli pada Anna. Morgan terus berjalan kearah Bianka. Bianka sedang asik bicara dengan teman temannya. Morgan memegang tangan Bianka dan langsung menariknya dalam pelukan.



ilustrasi: Jerryco Morgan Lewi & Bianka Josie


Morgan: Bianka Josie.. (suara lembut)


Bianka terkejut sampai tak bisa bicara. Semua yang ada diruangan terkejut. Begitu juga dengan Anna, matanya membulat menyaksikan pandangan di depan matanya.


♡hallo..


Terimakasih..


Sudah mau singgah dan baca..


Jangan lupa beri like,☆ dan isi kolom komentar ya..


😉😘❤

__ADS_1


__ADS_2