Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 62


__ADS_3

Nicolas Gween merasakan sesuatu yang mengganjal di hatinya. Nicolas Gween ingin menghubungi asistennya namun niatnya di urungkan, Nicolas Gween menghubungi telepon rumahnya dan berbicara dengan pelayannya.


Pelayan Nicolas memberikan informasi jika beberapa orang yang datang dan menangkap asisten Nicolas. Nicolas terkejut mendengar berita yang di sampaikan pelayan rumahnya. Nicolas meminta bantuan pelayannya untuk menutup mulut, dan tidak memberitahukan kepada siapa pun jika Nicolas menghubunginya.


Pelayan rumah mengiyakan dan menuruti kata-kata Nicolas. Nicolas menutup panggilan dan bangun dari tidurnya, Nicolas bergegas berganti pakaian. Nicolas membangunkan wanitanya untuk bangun dan bersiap. Nicolas memberitahukan jika dirinya dalam masalah dan harus segera pergi dari kota tersebut.


"Kamu bisa kembali pulang, ambilah ini. (Nicolas memberikan sebuah amplop berisi uang pada wanitanya) jangan temui aku, jika melihatku pura-pura saja tidak mengenalku. Ini keadaan mendesak sayang, maafkan aku." Ucap Nicolas.


"Baiklah, aku mengerti." Jawab Wanita itu menerima amplop berisi uang dan bergegas berganti pakaian.


Setelah berganti Nicolas berpamitan dan pergi, Nicolas pergi meninggalkan wanitanha seorang diri di dalam kamar hotel. Nicolas mengenakam pakaian biasa agar tidak mencolok, sesampainya di luar Hotel Nicolas memakai penutup wajah dan topi. Nicolas berjalan perlahan mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Nicolas menjatuhkan dengan sengaja ponselnya ke jalan. Ponselnya terlindas ban mobil, Nicolas melihat sekilas dan berjalan cepat mencari taxi.


Nicolas mendapatkan taxi. Nicolas langsung masuk kedalam taxi dan meminta supir taxi mencari hotel atau penginapan di dekat bandara. Supir taxi itu mengangguk mengiyakan.


"Kamu orang asli sini?" Tanya Nicolas.


"Bukan tuan, saya orang kota B." Jawab supir taxi.


"Benarkah? Aku juga lahir di kota itu. Boleh aku meminta bantuanmu? Ini bukan hal sulit, aku akan membayarmu untuk pekerjaan ini. Aku hanya butuh nama dan identitasmu untuk menyewa hotel atau penginapan saat tiba nanti. Tidak perlu mewah, aku ingin tempat yang biasa-biasa saja." Kata Nicolas Gween.


"Tuan, apa anda sedang ada dalam masalah? Anda bukan pencuri atau perampok yangs sedang di buru polisi?" Supir taxi itu bicara dengan nada gemetar.


"Aku bukan perampok atau pencuri, aku tidak dikejar polisi. Aku hanya sedang menghindari keluarga calon istriku. Karena perjodhan, aku melarikan diri dari perjodohan." Jawab Nicolas Gween beralasan.


Supir taxi menghela nafas, "baiklah tuan, saya akan membantu anda jika memang anda bukan orang jahat dan anda tidak ada urusan dengan polisi." Jawab supir taxi tersebut.


"Dasar bodoh! Ahh sudahlah, yang terpenting aku harus sembunyi dan pergi besok untuk penerbangan pertama. Sial! Morgan sialan! Berninya dia." Batin Nicolas Gween kesal.


"Percepat laju taximu, aku lelah ingin segera beristirahat." Perintah Nicolas.


"Baik tuan." Jawab supir taxi tersebut yang langsung menambah laju kecepatan taxinya.


Taxi melaju dengan kecepatan diatas rata-rata. Nicolas Gween mengepalkan tangan merasa kesal karena semua rencananya gagal.


♡♡♡♡♡


Morgan tidur di pangkuan Bianka. Morgan diam tidak bersuara pandangan matanya kosong. Bianka membelai lembut rambut Morgan dan sesekali mengusap punggung Morgan.


"Apa yang kamu pikirkan? Kenapa kamu diam? Dimana pangeranku yang selalu menggoda dan merayuku?" Kata Bianka berusaha menghibur Morgan.


"Apa aku terlalu jahat? Haruskah aku meringankan hukuman mereka? Apakah kamu marah saat aku berkata kasar pada pamanmu? Kamu tidak sakit hati sayang?" Kata Morgan dengan suara lirih.


Bianka menghela nafas panjang, memegang tangan Morgan lalu mengusap lembut tangan Morgan.


"Apa yang kamu lakukan tidak salah dan tidak berlebihan Morgan. Soal pamanku, dia memang satu-satunya keluargaku dan sudah seperti papaku sendiri, namun aku tidak akan membela orang jahat yang sudah mencelakai suamiku. Jangan banyak berfikir, ayo tidur..." ucap Bianka dengan suara lembut.


Morgan tersenyum, Morgan bangun dari pangkuan Bianka dan duduk. Morgan membelai lembut rambut Bianka, mencium kening Bianka.


Morgan memeluk Bianka, Bianka mengeratkan pelukan mencengkram piama Morgan. Bianka sungguh merasa takut saat Morgan dalam bahaya, karena hanya Morgan yang dimilikinya. Meskipun Morgan berhati dingin, namun Morgan peduli dan selalu mengutamakan keselamatan Bianka. Bianka sudah kehilangan orang tuanya di masa lalu dan kini Bianka tidak ingin kehilangan suaminya. Bianka ingin hidup bahagia bersama Morgan.


Morgan berbaring, begitu juga Bianka. Morgan dan Bianka saling manatap dan tersenyum.


"Kemarilah, tidurlah dalam pelukanku."kata Morgan dengan suara lembut dan tatapan yang begitu hangat.


Bianka senang, Bianka tidak menunggu lagi, Bianka langsung menggeser posisi tidurnya dan masuk dalam pelukan Morgan. Senyuman Bianka masih lebar mengembang, Bianka memendamkan wajahnya pada dada bidang Morgan.


Morgan mencium rambut Bianka, tangan Morgan mengusap-usap rambut Bianka juga mengusap-usap lembut punggung Bianka. Morgan mengeratkan pelukannya memeluk tubuh mungil Bianka. Bianka sudah tertidur dan memasuki dunia mimpi begitu juga Morgan yang terlelap. Hari yang panjang dan melelehkan akhirnya berlalu.


 

__ADS_1


Keesokan harinya..


"Hoooooamm.." Bianka menguap dan membuka mata perlahan.


Bianka memindah tangan besar Morgan yang melingkar di perutnya dan bangun dari tidurnya. Bianka duduk dan merenggangkan ototnya, bahu, dan tengkuk lehernya terasa berat. Bianka menatap ke arah Morgan yang masih tertidur. Bianka tersenyum tipis, Morgan terlihat begitu manis saat tertidur.


"Siapa sangka Morgan ini sangat manis, seperti kucing saat tertidur seperti ini, namun akan berubah menjadi singa saat bangun nanti." Batin Bianka.


Bianka mendekat dan mencium kilas kening Morgan. "Selamat pagi sayang.." bisik Bianka lembut di telinga Morgan.


Morgan bergerak, "hmmmm.. Selamat pagi.." Jawab serak Morgan yang langsung memeluk Bianka tanpa membuka mata.


"Hei lepaskan, aku ingin bangun." Teriak Bianka meronta ingin lepas dari pelukan Morgan.


"Diamlah sayang, aku hanya ingin memelukmu. Ayo tidur lebih lama, hari ini saja." Jawab Morgan.


Ponsel Morgan berdering, seseorang menghubungi Morgan. Morgan mengerutkan kening merasa tidurnya terganggu. Morgan melepaskan pelukan dan menjulurkan tangan meraba meja yang ada di samping ranjangnya. Morgan mencari ponselnya, Morgan mendapatkan ponselnya dan melihat layar ponselnya.


"Aska." batin Morgan, Morgan menerima panggilan.


(Percakapan dalam telepon)


"Hmm, ada apa Aska?" Tanya Morgan.


"Tuan, Nicolas Gween berhasil melarikan diri. Bagaimana ini?" Aska terdengar cemas dan panik.


Morgan mengerutkan dahi, "kamu dimana?" Morgan kembali bertanya.


"Saya sedang ada di Hotel, dimana Nicolas menyewa sebuah kamar. Apa ada perintah tuan?" Aska bertanya kembali.


"Minta rekaman kamera pengawas yang ada di hotel dan yang ada di luar hotel, bila perlu minta seluruh rekaman kamera pengawas dari semua jalan yang ada di sekitar hotel itu. Untuk selanjutnya kamu tentu tau maksudku." Ucap Morgan, suara dingin Morgan seakan membekukan seluruh ruangan.


"Langsung hubungi aku jika kamu menemukan sesuatu. Jangan pernah kembali jika belum tau kemana Nicolas melarikan diri!" Kata Morgan.


Bagai dilempar balok es, seketika Aska langsung membeku. Mendengar ucapan bosnya Aska menjadi gemetar. "Ba..baik tuan, saya akan mencari sampai dapat. Bahkan saya pribadi yang akan turun tangan untuk memeriksa." Jawab Aska, tidak ingin mengecewakan Morgan.


"Hmm.." Morgan memutus panggilan dari dan mencengkram kuat ponselnya.


"Ada apa sayang? Kamu membekukan kamar kita dan hatiku." Ucap Bianka.


Morgan terkejut, menatap Bianka. "Maaf sayang, aku hanya sedikit kesal." Jawab Morgan.


"Ada apa dengan Nico? Benarkah dia melarikan diri?" Tanya Bianka.


Morgan mengangguk, "ya.. sepertinya dia pergi setelah mendengar kabar jika komplotannya tertangkap. Dia bergerak cepat dari dugaanku, Aska mengatakan Nicolas sudah tidak ada di hotel dan sudah melarikan diri entah kemana." Morgan menjelaskan.


Bianka diam dan berfikir, "Jika memang Nicolas melarikan diri, pasti saat ini dia tidak akan ada di Inggris lagi. Karena di Inggris keluarga Lewi mempunyai kedudukan tinggi dan terpandang, pasti akan sangat mudah menemukan seseorang walau seseorang tersebut berada di tempat terpencil sekalipun. Dan Nico juga bukan orang bodoh yang tidak tau apa-apa. Dimana Nico? Hmmm.. apa dia pergi ke... (teringat sesuatu) ya, aku yakin Nico pasti pergi menemui bibinya di Australia. Nico pernah menceritakan dan juga pernah menunjukan foto bibinya padaku." Batin Bianka.


Bianka ingin memberitaku pada Morgan, saat memalingkan wajah Bianka melihat Morgan sudah turun dari ranjang dan berjalan ke arah kamar mandi. Bianka menghela nafas terpaksa menunda apa yang ingin disampaikan pada Morgan.


@@@@@... @@@@@...


Hallo hallo..


waaahhh, Nicolas melarikan diri nih. Gimana dong temen-temen? Morgan bisa gak ya nangkap si Nicolas? Atau jangan-jangan Bianka yang nekat pergi sendiri tanpa Bicara pada Morgan demi menemukan Nicolas. Hehe.. pasti penasaran kan kan..


Jangan kemana-mana ya.. next episode bakalan lebih seru lho..❤❤❤❤❤


@@@@@... @@@@@...

__ADS_1


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Lelaki Bayaran Amelia


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


 


__ADS_2