Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 10


__ADS_3

Morgan turun untuk sarapan. Morgan memperlambat waktu sarapannya, menunggu Bianka turun. Bianka turun, dia membawa tasnya dan berpakaian rapih. Morgan menatap Bianka yang begitu cantik merasa tidak senang.


Morgan dan Bianka saling menatap. Bianka terlihat kesal dan membuang muka. Begitu juga Morgan yang langsung membuang muka. Morgan melahap roti selai ditangannya.


(Dalam hati Bianka)


Pria es menyebalkan! Lihat saja, aku Bianka tidak akan mau patuh padamu. Mau kamu punya hak atas hidup dan matiku pun, aku punya hakku sendiri untuk bahagia. Hari ini aku akan bertemu pangeranku. Ahh.. aku bahagia (tersenyu membayangkan wajah Nico)


(Dalam hati Morgan)


Wanita aneh ini membawa tas? Ingin pergi? Ingin menemui si Nico itu? Hah.. ini akhir pekan, apa mereka akan berkencan? Lihat saja! Tidak akan aku ijinkan kamu keluar, walau hanya selangkah.


Morgan: ikut aku ke luar kota.


Bianka: kamu bicara padaku? (Pura pura acuh)


Morgan: disini ada orang lain?


Bianka: maaf tuan, karena kamu tidak panggil namaku, jadi aku tidak perlu menjawab bukan?


Morgan: (kesal) nona Josie, ayo ikut denganku keluar kota saat ini juga.


Bianka: tuan Lewi yang terhormat. Maaf, aku ada janji bertemu pangeranku. Aku ingin pergi berkencan.


Morgan: lupa apa yang aku katakan?


Bianka: tidak. Aku memang milikmu. Bukan berarti kebahagiaanku juga milikmu tuan Lewi. Aku permisi.


Bianka berdiri dan pergi melangkah. Morgan dengan cekatan mencengkram tangan Bianka. Morgan terlihat sangat kesal.


Morgan: berani melawanku? Ingin aku kembalikan pulang ke rumah pamanmu? Jika iya bilang dari awal. Aku tidak perlu repot dan pusing memikirkanmu.


Bianka: apa? Kamu memikirkanku?


Morgan: (melepaskan tangan Bianka) memikirkanmu karena kamu sering buat ulah, itu maksudku. Ya sudahlah, terserah kamu ingin apa! Aku tidak akan peduli padamu. Jangan membuatku repot.


Bianka: oke, aku tidak akan menyulitkanmu, atau menyusahkanmu. Ada pangeranku yang akan menolongku. Tenang saja.


Bianka mengambil tas nya dan pergi. Morgan memukul meja makan


Brraaakkk...


(Suara meja di pukul)


Morgan: sangat menjengkelkan.


Morgan berdiri dan berjalan menuju pintu utama. Morgan melihat Bianka berjalan perlahan meninggalkan halaman mansion.


Morgan: kamu kemari (memanggil salah seorang penjaga)


"ya tuan" (mendekat)


Morgan: ikuti nona, dan lapor padaku apa yang dia lakukan. Jangan ada yang terlewat.


"Baik tuan, saya permisi"


Penjaga itu mengikuti Bianka, sesuai keinginan tuan nya. Morgan kembali masuk dalam mansion berjalan menuju ruang kerjanya. Morgan sangat kesal dan marah. Di ruang kerja, morgan duduk bersandar di sofa, menunggu kabar dari penjaganya. Morgan terus menunggu dan menunggu, Morgan menyandarkan kepalanya, tanpa sadar terlelap tidur. Semalaman Morgan tidak tidur.


 


•Bianka


Seharian sudah bersama Linda. Senang sekali aku bisa menceritakan semua keluh kesahku padanya. Sekarang tiba saatnya bertemu pangeranku. Aku sudah tidak sabar.


Aku menunggu di cafe dekat sekolah. Aku datang lebih awal dari jam yang di tentukan. Aku duduk dan memesan minuman hangat. Aku menunggu datangnya Nico.


Aku bermain ponsel, aku melihat banyak pesan masuk dan salah satunya dari Morgan. Aku malas sekali denganya pria es yang selalu mengatur.


"Bianka, sudah lama?"


Aku memalingkan wajah, wah.. Nico semakin tampan. Aku berdiri dan tersenyum menyambut Nico.

__ADS_1


Bianka: hallo, baru saja. Maaf aku sedang sibuk melihat pesan di ponselku.


Nico: \(tersenyum\) duduklah, maaf membuatmu menunggu \(menarik kursi dan duduk\)


Bianka: \(duduk\) bagaimana kabarmu?


Nico: baik, kamu bagaimana?


Bianka: aku juga baik \(tersenyum\)


Nico: kamu semakin cantik Bianka. Jauh lebih cantik dari jaman SMA.


Bianka: jangan menggodaku Nico.


Nico: aku tidak menggodamu Bianka. Kamu memang cantik.


Bianka: bagaimana kehidupanmu di luar negri? Enak?


Nico: mana ada hidup enak di negri orang? Lebih enak di negri sendiri.


Bianka: kamu menemui kesulitan?


Nico: untungnya tidak, \(tersenyum\) bagaimana denganmu? Apa kamu hidup bahagia?? Bukankah kamu masuk universitas terbaik di Amerika? Dan menjadi lulusan terbaik?


Bianka: kamu tahu itu?


Nico: tentu saja. Aku selalu memperhatikanmu diam diam \(mengedipkan satu mata\)


Bianka: hmmm.. pantas aku merasa ada aura jahat.


Nico: kamu meledekku? Memang aku hantu menebar aura jahat?


Aku tertawa diikuti Nico. Nico memesan minuman, kami bicara banyak hal. Aku senang sekali Nico menghiburku. Aku bisa melupakan pria es walau hanya sesaat.


 


Nico mengajak Bianka pergi jalan jalan. Merek nonton film bersama, pergi ke mall dan makan bersama. Penjaga yang mengikuti Bianka melapor pada Morgan. Morgan merasa sangat kesal. Entah mengapa hatinya seperti terbakar.


"Sedang tertawa tuan, mohon tunggu saya akan alihkan ke panggilan video"


Penjaga mengalihkan ke panggilan Vidio. Penjaga mengarahkan ponselnya ke arah Bianka dan Nico. Mata Morgan melebar, Morgan mengenali Nico. Nico adalah penerus tunggal perusahaan Gween. Pesaing bisnisnya. Morgan mengepalkan tangannya. Seketika mematikan panggilan video.


Bianka dan Nico pergi meninggalkan restorant. Nico tiba tiba berhenti dari langkahnya. Penjaga terkejut dan langsung bersembunyi.


(Dalam hati Nico)


Sepertinya ada seseorang yang mengikuti. Lihat saja, aku pasti akan menangkapmu.


Bianka: Nico, ada apa?


Nico: tidak, tidak ada apa apa. Kamu ingin kemana sekarang?


Bianka: kita ke taman saja. Pasti menyenangkan.


Nico: tentu, ayo.. (menggandeng tangan Bianka)


Bianka terkejut, Bianka merasa senang bisa dekat dengan Nico. Bisa makan dan menghabiskan waktu bersama Nico.


 


Morgan sedang dalam perjalanan, dia sangat kesal. Morgan terus memantau Bianka lewat penjaga yang mengikuti Bianka. Morgan mempercepat laju mobilnya menuju taman pusat kota.


15 Menit kemudian..


Morgan sampai, dan memarkir mobil. Morgan turun dari mobil, Morgan menghubungi si penjaga.


\(Panggilan terhubung\)


Morgan: dimana?


" di sisi barat tuan, dekat pintu barat"

__ADS_1


Morgan: terus awasi, aku segera datang.


\(Memutus panggilan\)


Morgan berlari menuju sisi barat taman, dari jauh melihat Bianka bersama Nico. Morgan menghentikan langkahnya, mengatur nafasnya yang naik turun karena berlari. Morgan berjalan perlahan mendekati Bianka dan Nico. Bianka dan Nico terlihat mesra. Nico menggenggam erat tangan Bianka. Bianka tersenyum cantik di depan Nico.


Morgan: pria tidak tahu malu! Beraninya menyentuh Bianka.


Nico merapikan rambut Bianka, Nico tersenyum pada Bianka. Bianka tersipu malu. Morgan mengatur nafasnya, amarahnya sudah tidak bisa dikendalikan lagi.


Morgan: Bianka! \(Nada tinggi\)


Bianka terkejut dan memalingkan wajah, diikuti Nico. Morgan langusng menepis tangan Nico dan menarik Bianka menjauhi Nico. Nico dan Morgan saling memandang. Bianka terdiam tidak tahu harus berbuat apa.


Nico: maaf tuan, bisakah tidak kasar pada wanita?


Morgan: bukan urusanmu, dia adalah wanitaku.


Nico: maksudmu? \(Mengerutkan dahi\)


Morgan menatap Bianka, Bianka melebarkan mata.


Morgan: dia kekasihku, kami akan segera bertunangan dan menikah. Kamu jangan menjadi pengacau.


Nico: \(menatap Bianka\) Bie.. benarkah itu?


Bianka: tidak, itu tidak benar.


Morgan: jangan banyak bicara, ayo pulang. \(Menarik Bianka pergi, ditengah jalan Bianka memberontak, menepis tangan Morgan\)


Bianka: Morgan lepaskan aku! Aku bukan bonekamu. Kamu tidak bisa mengaturku.


Morgan: oh jadi sungguh ingin melawan? \(Mendekat dan berbisik\) jika kamu melawan, aku tidak jamin perusahaan Josie akan selamat.


Mata Bianka melebar, menatap Morgan dengan tajam. Tatapan penuh kebencian terpancar dari mata Bianka.


Bianka: dasar brengsek! \(Berbisik\)


Morgan tersenyum lebar, membelai rambut Bianka.


Morgan: ikut pulang atau tidak?


Bianka: beri aku waktu, aku akan berpamitan pada temanku.


Morgan: 2 menit..


Bianka berlari mendekati Nico, Nico memegang kedua bahu Bianka. Bianka menatap Nico


Bianka: Nico maaf, aku harus kembali pulang sekarang. Aku akan menghubungimu lain waktu.


Nico: siapa dia? Dia melukaimu? Kamu baik baik saja? Bicara Bianka, aku akan menolongmu.


Bianka: saat ini aku tidak bisa bicara Nico. Aku akan bicara jika saatnya tiba nanti, \(tersenyum\) jaga dirimu. Aku pergi dulu.


Bianka pergi meninggalkan Nico. Nico menatap Bianka, merasa sedih dan kecewa. Sebenarnya hari ini Nico ingin mencurahkan isi hatinya. Nico ingin melamar Bianka. Nico mengepalkan tangannya.


Nico: Bianka, kamu tidak mau cerita padaku, itu bukan masalah besar. Aku pasti akan tau apa yang kamu sembunyikan sayang. Aku akan menolongmu.


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung, dan membaca karya saya..


Jangan lupa like,☆ dan isi kolom komentar..


Bye bye..


😉😘


Salam hangat,


\[Dea Anggie\]

__ADS_1


 


__ADS_2