Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 21


__ADS_3

Morgan bersiap siap untuk berangkat. Sebelum berangkat Morgan menemui Bianka di kamarnya. Morgan mengetuk pintu lalu membuka pintun. Morgan mengintip


Morgan: sayang..


Bianka: masuklah. (Suara Bianka dari dalam kamar)


Morgan masuk dan menutup pintu, berjalan mendekati Bianka yang sedang membaca majalan di ranjang. Morgan tersenyum melihat Bianka, duduk di tepi ranjang. Bianka menutup majalahnya dan meletakan di meja samping ranjang. Bianka menatap Morgan.


Bianka: hai, sudah siap? (Merapikan dasi Morgan)


Morgan memegang tangan Bianka, mencium kedua punggung tangan Bianka secara bergantian. Bianka tersenyum cantik.


Bianka: Ada apa? Kenapa tidak semangat? Bukankah ini proyek besar?


Morgan: aku berat meninggalkanmu. Kakak Hans pergi dengan kak Meko ke Bali. Kamu akan sedirian sayang.


Bianka: tidak masalah. Ada bibi Noah kan? Dia bisa membantuku.


Morgan: hmm.. jaga dirimu baik baik. Aku usahakan pulang secepat mungkin.


Bianka: pangeranku, tersenyumlah. Aku merindukan senyumanmu.


Morgan mengembangkan senyum tampannya. Bianka tersenyum melihat pujaaan hatinya yang begitu tampan dan mempesona.


Morgan: kamu cantik sekali.


Bianka: pukul berapa penerbanganmu?


Morgan: pukul 11.


Bianka menatap jam di dinding. Jam menunjukan pukul 9 lewat. Morgan mendekati Bianka dan menyadarkan kepala Bianka ke dadanya. Morgan mengusap usap kepala Bianka. Menempelkan kepalanya ke kepala Bianka. Bianka memeluk erat Morgan seakan ingin mengatakan "Jangan pergi"


Morgan: maaf Bianka, aku harus pergi meninggalkanmu sendirian. Aku akan sangat rindu padamu.


Bianka: aku akan menunggumu pangeranku. (Melepas pelukan menatap Morgan)


Morgan meraba wajah cantik Bianka, menahan tengkuk Bianka dan mencium lembut bibir Bianka. Bianka menutup mata perlahan merasakan manisnya ciuman Morgan. Morgan melepas ciumannya dan mencium kening Bianka. Bianka membuka mata dan memeluk Morgan.


Bianka: hati hati sayang...


Morgan: kamu juga hati hati. Ajak bibi Noah jika ingin kemana mana. Apa kamu mengerti?


Bianka: ya.. aku mengerti. Pergilah..


Morgan melepas pelukan menciumi wajah Bianka berulang ulang. Bianka tersenyum lebar.


Bianka: hentikan, sampai kapan menciumi ku.


Morgan: sampai aku tidak bisa menciummu lagi. (Tersenyum) aku pergi sayang. Bye bye..


Bianka: bye sayang..


Morgan tersenyum dan berdiri, berjalan mundur melambaikan tangan ke arah Bianka. Bianka melambaikan dua tangannya dan membalas senyuman Morgan. Morgan pergi meninggalkan kamar Bianka. Bianka menghela nafas panjang, merasa sedih. Ponsel Bianka berdering, panggilan dari Linda.


(Panggilan terhubung)


Bianka: hallo Lin..


Linda: Bianka, bisa datang ke rumahku? Aku sedang sakit. (Suara lemah)


Bianka: tentu, aku akan datang. Tunggu ya..


Biaka turun dari ranjang perlahan, menyeret kakinya menuju lemari. Bianka mengeluarkan baju ganti dan berganti pakaian. Setelah selesai berganti pakaian Bianka mengambil tas, dan memasukan ponselnya kedalam tas. Bianka berjalan perlahan menyeret kakinya menuju pintu kamar.


Bianka membuka pintu dan keluar, kembali menutup pintu. Didepan kamar bertemu dengan pelayan(bibi Noah)


Noah: nona mau kemana?


Bianka: kerumah Linda temanku bibi. Dia sahabatku.


Noah: saya akan temani, mari nona.


Bianka: tidak perlu bibi. Aku bisa sendiri, bibi tidak perlu cemas. Bibi jaga rumah saja ya.


Noah: tapi kata tuan muda, saya harus menjaga nona.


Bianka: tidak perlu bibi. Aku tidak ingin merepotkan, aku juga bosan di kamar. Temanku sedang sakit. Aku ingin melihatnya. (Tersenyum)


Noah: baiklah nona. Mari saya bantu turun.


Bianka: iya bi..


Bianka menuruni tangga satu per satu di bantu Noah. Noah mengantar sampai ke depan pintu utama mansion. Supir membuka pintu mobil, Bianka tersenyum dan melambai pada Noah. Bianka masuk kedalam mobil, supir menutup pintu mobil dan masuk kedalam mobil. Mobil melaju menuju rumah Linda.


♡♡♡♡♡


Rumah Linda.


Linda terlihat ketakutan, tangannya gemetar. Seorang pria dan wanita duduk di sofa ruang tamu, berhadapan dengan linda. Wajah yang tidak asing, mereka adalah Nicolas Gween dan Anna James.


Nico: maaf Linda, aku tidak bermaksud jahat padamu. Aku hanya ingin Bianka kembali padaku.


Linda: Bianka akan menikah dengan Morgan. Jangan ganggu Bianka!


Nico: menikah? Tidak mungkin! Aku tidak akan pernah melepas Bianka untuk Morgan. Bianka harus menjadi istriku.


Linda: aku sudah memenuhi permintaanmu. Tepati janjimu untuk tidak menyakiti Bianka.


Nico: tentu saja. Aku menyayanginya. Aku tidak akan menyakiti wanita yang aku sayangi.

__ADS_1


Anna: jangan lupa kesepakatan kita Nico.


Nico: tentu saja, aku bisa dapatkan Bianka. Dan dan kamu dapatkan Morgan. Adil bukan?


Anna: kamu juga harus membantuku mendapatkan Morgan. Dia bukan pria biasa yang terpikat oleh kecantikan dan bentuk tubuh wanita. Sangat sulit mendapatkannya.


Nico: itu bukan masalah besar. Aku akan membantumu.


Ting Tung..


Ting Tung..


Ting Tung..


(Suara bel rumah)


Nico dan Anna saling memandang. Nico berdiri mendekati Linda dan berbisik.


Nico: buka pintunya. Jangan buat Bianka curiga. Kamu mengerti?


Linda: ya aku mengeti. Berjanjilah tidak akan menyakiti Bianka.


Nico dan Anna bersembunyi di dapur. Linda berjalan ke pintu dan membuka pintu. Linda melihat Bianka, terkejut melihat kaki Bianka yang di perban.


Bianka: Linda.. (memeluk) aku merindukanmu.


Linda: (melepas pelukan) masuklah dulu. (Menarik Bianka masuk rumah dan menutup pintu) Ada apa dengan kakimu?


Bianka: aku terpeleset dan terkilir. Sekaramg sudah jauh lebih baik. Kamu sakit apa?


Linda: aku.. sebenarnya aku.. (kata kata terputus oleh Nico)


Nico: Linda tidak sakit, aku yang menyuruhnya menghubungimu. Agar kamu datang!


Nico muncul dari dapur bersam Anna. Nico mendekati Bianka, Bianka terkejut menyeret kakinya mundur. Bianka berlbalik dan ingin lari. Tangannya ditahan oleh Nico. Nico langsung menggendong Bianka masuk ke dalam kamar Linda. Linda ingin menolong, namun di cegah oleh Anna.


Linda:Anna lepas, Nico ingin apa?


Anna: apa lagi. Tentu bersenang senang.


Linda: sial! Kalian menipu ku? Kalian berbohong! (Menepis tangan Anna) aku akan lapor pada polisi.


Linda berjalan menuju telepon rumahnya, Anna memukul tengkuk Linda hingga Linda tersungkur di lantai. Anna mencari tali, Anna mengikat Linda.


Sementara di dalam kamar, Nico melempar Bianka ke ranjang. Nico menatap Bianka. Bianka duduk dan menyeret tubuhnya mundur.


Bianka: kamu mau apa?


Nico: katakan padaku. Sudah berapa lama kamu tinggal serumah dengan Morgan?


Bianka: bukan urusanmu. Kamu tidak berhak tau masalah pribadiku. Kamu mau apa Nico.


Bianka: cinta? Jika kamu mencintaiku, kamu akan menjagaku dan melindungiku. Tidak perlu seperti ini, ini bukan cinta.. (berteriak)


Nico mendekati Bianka dan mencengkram Bahu Bianka. Mata Nico melebar, tatapannya penuh murka dan kemarahan.


Nico: apa kurangnya aku? Katakan!! Apa hebatnya Morgan di matamu?


Bianka: (menepis tangan Nico) kekuranganmu banyak!! kelebihan Morgan? Dia tidak pernah memaksaku untuk melakukan hal menjijikan sepertimu!


Plakkkk...


(Suara tamparan)


Nico menampar Bianka dangat Keras. Hingga wajah Biankan merah dan sudut bibir Bianka berdarah. Mata Bianka berkaca kaca.


♡♡♡♡♡


Morgan sedang bermimpi buruk. Morgan sedang bersama dengan Bianka dan segerombolan orang datang membawa Bianka pergi. Morgan mengigau, keringatnya bercucuran.


Aska: tuan, bangunlah.. tuan.. (memanggil Morgan)


Morgan terkrjut dan langsung berteriak memanggil nama Bianka.


Morgan: Bianka....... (membuka mata, nafasnya tersengal)


(Dalam hati Morgan)


Kenapa dadaku sakit. Ada sesuatu dengan Bianka? Perasaanku tidak enak, ada apa ini? Bianka, apa yang terjadi padamu sayang.


Aska: tuan ada apa?


Morgan: perasaanku tidak enak Aska. Aku akan menghubungi orang di mansion.


Morgan mengeluerkan ponselnya dan menghubungi telepon rumah.


(Panggilan terhubung)


"Hallo.."


Morgan: bibi Noah? Dimana Bianka?


"Tuan muda. Nona pergi keruamh temannya tuan. Nona bilang temannya sedang sakit."


Morgan: teman siapa?


"Li..Linda tuan"


Morgan: baiklah.. (menutup panggilan)

__ADS_1


Morgan teringat jika pagi tadi sepulang dari bandara mengantar Hans dan Umeko. Dia melihat Linda sedang berbelanja di supermarket dan terlihat baik baik saja. Morgan terus berfikir, keningnya berkerut.


Morgan: Aska stop!


Mobil menepi dan berhenti. Aska menatap morgan.


Aska: ada apa tuan?


Morgan: pergilah ke China mewakiliku. Aku masih ada urusan, aku akan menyusul jika urusanku selesai. Kamu naiklah taxi ke bandara.


Aska: baik tuan. (Turun dari mobil)


Morgan turun dari mobil dan masuk kedalam bangku pengemudi. Morkan menatap Aska, dan tersenyum. Aska mengangguk perlahan. Morgan melesat pergi meninggalkan Aska, Morgan menghubungi Bianka. Panggilan tidak di jawab. Morgan menghubungi lagi, lagi lagi panggilan tidak di jawab. Morgan kesal, perasaannya semakin kacau. Akhirnya Morgan melacak keberadaan Bianka.


Morgan: Bianka, aku akan menjemputmu! Jangan sampai ada apa apa denganmu.


Morgan melihat ponselnya dengan seksama. Morgan menghela nafas, menginjak pedal gas agar mobilnya semakin cepat melaju.


♡♡♡♡♡


Nico masih menghujani pertanyaan kepada Bianka. Bianka tak banyak bicara, Bianka memilih diam membisu.


Nico: jawab pertanyaanku! Jangan diam saja sayang.


Bianka: sudah aku katakan, aku tidak menyukaimu lagi. Aku hanya mencintai Morgan. Hanya mencintai Morgan!!!! Apa kamu puas Nicolas Gween?


Nico: tidak bisa, aku mau kamu hanya msnyukai dan mencintaiku.


Bianka: aku tidak mau. Sia sia kamu memaksaku, sampai matipun aku tetap mencintai Morgan.


Nico: secara halus tidak bisa, jangan salahkan aku kasar padamu.


Nico mendekati Bianka dan menindih Bianka, menyatukan dua tangan Bianka diatas kepala Bianka dan memegan erat tangan Bianka dengan satu tangannya. Bianka memberontak, Bianka berteriak memaki Nico. Nico tersenyum jahat.


Bianka: brengs*k! Lepaskan aku! Kamu pria menjijikan Nico. Lepaskan aku, cepat lepaskan aku. (Berteriak)


Nico mencium rambut Bianka, matanya melirik ke arah Bianka, Bianka membuang muka saat Nico ingn mencium bibirnya. Nico kesal, meremas dagu Bianka. Nico menakah wajah Bianka agar tidak bisa berpaling. Bianka menangis, air matanya mengalir. Wajah Nico semakin dekat..


(Dalam hati Bianka)


Morgan, tolong aku. Aku tidak ingin pria ini menyentuhku. Morgan tolong, kembalilah dan tolong aku. (Menutup mata) siapapun tolong aku..


Brakkkkkkkk....


(Suara pintu di tendang)


Nico dan Bianka terkejut. Bianka membuka mata, melihat arah pintu. Morgan datang dengan membawa polisi. Polisi bergerak menangkap Nico. Morgan berlari mengahampiri Bianka, Bianka duduk dan langusung memeluk Morgan. Bianka menangis keras.


Morgan: sayang maaf, aku menyesal meninggalkanmu.


Bianka: aku takut, dia.. pria itu.. (tidak bisa berkata kata lagi)


"Tuan, kami akan membawa dua orang tersangka ke kantor polisi, kami juga akan bawa saksi pemilik rumah juga"


Morgan: terimakasih. Kami akan menyusul ke kantor polisi untuk mmeberi keterangan. Kasus ini harus diurus sampai tuntas.


"Baik tuan, kami mengerti"


(Polisi membawa Nico dan Anna ke kantor polisi, dan juga Linda sebagai saksi mata)


Bianka melepas pelukan dan menyeka air matanya. Morgan meraba wajah Bianka, melihat wajah Bianka yang bengkak dan sudut sudut bibir Bianka yang berdarah. Morgan mengeluarkan ponselnya, memfoto wajah dan Bibir Bianka dan mengirimkan ke kepala polisi sebagai barang bukti.


Morgan: sial! Aku tidak akan ampuni Nicolas Gween dan Anna James!


Bianka: kamu kembali?


Morgan: ya, aku kembali karena aku merasakan sesuatu terjadi padamu. Dan benar saja, seseorang menganiayamu dan berusaha melecehkanmu.


Bianka: bagaimana bisa kamu membawa polisi?


Morgan: aku sengaja memanggil mereka untuk berjaga jaga saja. Siapa yang mengira akan ada kejadian seperti ini.. (mengusap rambut Bianka)


Bianka: lalu proyekmu?


Morgan: aku mengirim Aska, kita akan urus kasus ini lebih dulu. Lalu kita, kamu dan aku akan sama sama pergi ke China.


Bianka: (tersenyum) kamu selalu tepat waktu Morgan! Terimakasih..


Morgan: aku tidak akan biarkan kamu jauh dariku Bianka. Ini adalah peringatan keras untukku. Mulai sekarang kemanapun aku pergi untuk perjalan bisnis. Kamu akan ikut denganku. Oke.. (Mencium lembut kening Bianka)


Bianka: oke.. (suara lembut)


Bianka mengangguk. Memeluk Morgan, perasaannya kembali tenang setelah bertemu Morgan. Morgan menggedong Bianka, Morgan dan Bianka keluar dari rumah Linda. Morgan dan Bianka masuk kedalam mobil, mobil melaju menuju kantor polisi.


Hallo semua..


Terimakasih ya sudah mau singgah dan membaca karya saya.


Mohon dukung saya dengan memberi like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.


Beri saya tip juga boleh..😉😘


Bye bye..


Sampai bertemu di episode selanjutnya..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2