Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 68


__ADS_3

7 bulan kemudian..


Morgan mengantar Bianka pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan. Morgan mendampingi Bianka saat Bianka melakukan pemeriksaan rutin.


Morgan mendengar dengan baik penjelasan dokter, benar-benar siaga dan sigap menjaga istrinya. Beberapa kali dokter memuji Morgan, Morgan merupakan contoh suami yang pengertian dan perhatian kepada istri. Mendampingi istri bukan hal yang mudah, tidak semua suami mau mendampingi istrinya untuk memeriksa kandungan.


Biasaya suami hanya akan duduk manis menunggu di ruang tunggu, merasa malu bahkan canggung. Berbeda dengan Morgan yang justru ingin tau semuanya, bahkan selalu bertanya apakah aman untuk istri dan anaknya atau tidak. Selalu takut dan khawatir, cemas dan panik melebihi Bianka.


Bahkan Morgan menceritakan pengalamannya dimana dirinya selalu ingin makan, makan dan makan. Berbeda dengan Bianka yang santai dan tenan, Morgan selalu gelisah dan resah dalam ketidak pastian. Morgan selalu banyak keinginan, membeli ini itu tetutama makanan dan minuman.


Bianka bahkan merasa kenyang saat melihat Morgan makan dengan lahap, terkadang Bianka menggoda Morgan. Istri yang sedang hamil, suami yang lebih banyak makan. Morgan sendiri tidak tahu mengapa nafsu makannya begitu besar, karena tidak ingin tubuhnya berubah menjadi gajah Morgan rutin berolah raga mengimbangi nafsu makannya yang besar.


Hal aneh juga terjadi, di saat Bianka merasakan kram di prrutnya karena kontraksi. Morgan juga bisa merasakannya, hasilnya Morgan terus menerus pergi ke kamar mandi. Perutnya merasa sakit dan kram tanpa sebab yang pasti.


Dokter tertawa mrndengar cerita Morgan, baru pertama kali mendengar hal seperti itu. Tapi Dokter mengakui jika hal itu bisa saja terjadi karena ikatan yang kuat antara Bianka dan Morgan.


Lama berbincang akhirnya pemeriksaan selesai, Morgan dan Bianka berpamitan untuk pulang. Morgan dan Bianka keluar dari ruang pemeriksaan, beberapa pasang mata menatap, merasa iri pada Bianka yang begitu diperhatikan oleh Morgan.


"Lihat itu, wanita itu sangat beruntung. Suaminya mau menemani untuk periksa."


"Iya, tidak hanya tampan tetapi juga suami yang baik."


"Aku iri, suamiku jangankan menemaniku mengantarku saja kerumah sakit aku sudah senang. Dia sibuk bekerja,"


"Benar, suamiku juga beralasan mencari uang demi ku dan anakku."


Gosip-gosip mulai dilakukan oleh ibu-ibu diruang tunggu. Mendengar itu Bianka merasa bangga, dari awal kehamilan hingga perutnya membesar Morgan merupakan orang pertama yang setia menjaga juga sigap membantu melakukan pekerjaan yang di kerjakan oleh Bianka.


Morgan dan Bianka keluar dari gedung rumah sakit menuju parkiran. Morgan membuka pintu untuk Bianka, Bianka masuk dalam mobil dan duduk dengan tenang. Mengusap-usap perutnya yabg besar. Morgan menutup pintu dan berjalan cepat menuju sisi lain dari mobil.


Pintu mobil terbuka, Morgan masuk dan menutup pintu mobil. Mobil melesat pergi meninggalakan parkiran rumah sakit, Morgan membawa Bianka pulang kerumah.


Diperjalan, Morgan banyak mengingatkan Bianka mengenai banyak hal, Meminta Bainaka untuk banyak istirahat. Mengkomsumsi buah dan sayur juga makanan bergizi untuk asupan nutrisi.


Bianka mengangguk-angguk mendengarkan kata-kata Morgan. Bianka menahan tawa, mendengar Morgan mengomel. Bianka tertawa kecil menatap Morgan.


"Dengar tidak?" Tanya Morgan dengan suara lembut.


"Apa? Tentu aku dengar sayang. Aku mengerti maksudmu, aku sangat memahaminya. Jangan khawatir kan aku, selagi ada kamu di sisiku aku dan bayi kita pasti akan terjamin." Jawab Bianka.


"Bagus, jangan sampai terjadi apa-apa padamu juga anak kita. Ingat kata dokter, kurangi pekerjaan berat, tubuhmu sangat lemah Bianka. Jangan terlalu memaksa untuk bekerja berat, biarkan pelayan yang mengerjakannya." Kata Morgan.


Cup..


Bianka mendekat dan mengecup pipi Morgan, Bianka tersenyum dan merebahkan kepalanya dilengan Morgan. Seketika itu Morgan diam, kecupan Bianka langsung menghentikan ocehan Morgan.


Morgan tersenyum, mencium kepala Bianka lembut. "Kamu ingin pergi makan sesuatu? Atau ingin membeli sesuatu? Aku ingin makan udang," kata Morgan.


"Pulang saja, aku akan masak udang mentega kesukaanmu." Jawab Bianka.


Mendengar kata udang mentega air liur Morgan seakan menetes, Morgan menjadi bersemangat. "Oke," jawab Morgan memikirkan udang mentega yang lezat.


Ponsel Morgan berdering, Morgan meminta Bianka menerima panggilan. Bianka melihat layar ponsel Morgan.


"Ini Aska," kata Bianka.


"Terima saja, katakan aku masih mengemudi." Jawab Morgan.


Bianka merubah posisi duduknya dan menerima panggilan dari Aska. Bianka mengaktifkan pengeras suara agar Morgab mendengar juga apa yang hendak disampaikan Aska.

__ADS_1


(Percakapan di telepon)


"Hallo," jawab Bianka.


"Hallo, nyonya? Maaf nyonya, apakah anda bersama tuan Morgan?" Tanya Aska.


"Ya dia sedang mengemudi Aska, katakan saja ada apa, aku sudah aktifkan pengeras suara." Jawab Bianka.


"Baiklah, tuan.. hari ini ada pertemuan pukul 10, saya harap anda tidak melupakan janji temu dengan klien kita dari China." Kata Aska menjelaskan.


Morgan melebarkan mata, sepertinya lupa. Morgan mengangguk, "ya.. aku akan segera ke kantor setelah mengantar istriku pulang. Kamu siapkan saja bahan kerjasama kita Aska." Perintah Morgan.


"Baik tuan, saya akan kerjakan. Nyonya terima kasih." Aska mengakhiri panggilannya.


Bianka memasukan kembali ponsel Morgan dalam saku jas Morgan.


"Semangat sayang, berkerja keraslah utuk kami." Bianka memberi semangat.


Morgan tersenyum menatap Bianka, membelai lembut wajah Bianka. "Terima kasih istriku, kamulah penyemangatku. Juga anakku.." Morgan mengusap lembut perut Bianka.


Tidak disangka sesuatu bergerak dalam perut Bianka. Bianka tersenyum, "anakmu luar biasa sayang, aku sangat yakin anakmu lebih kuat dibandingkan kamu. Hanya saja aku berharap anakku tidak sedingin kamu." Ucap Bianka.


"Dingin diluar tetapi penuh kasih dan kelembutan di dalam hatinya, bukankah itu bagus? Aku tidak dingin hanya saja aku tidak terbiasa berinteraksi dengan orang asing satu-satunya orang yang sering berinteraksi denganku adalah Aska. Dia orang yang dekat denganku selain kakak dan sepupuku." Jawab Morgan.


15 menit kemudian..


Mobil sampai di halaman mansion, mobil berhenti tepat di teras pintu utama mansion. Morgan memegang tangan Bianka, Bianka menatap Morgan. Mata Bianka dan Morgan saling menatap, Bianka tersenyum, Morgan juga tersenyum.


Morgan mendekat dan mencium kening Bianka, mencium hidung Bianka , mencium dagu Bianka dan terakhir mencium bibir Bianka.


"Sayang sudah, cepat pergi bekerja." Ucap Bianka.


Morgan membuka pintu dan turun dari dalam mobil, berjalan cepat kesisi lain mobil untuk membuka pintu. Pintu mobil terbuka, Morgan membantu Bianka turun dari dalam mobil perlahan-lahan. Morgan menutup pintu mobil dan mengantar Bianka sampai masuk kedalam mansion.


"Pergilah, tidak perlu mengantarku ke kamar. Aku masih ingin membuat jus." Kata Bianka.


"Baiklah sayang, aku pergi kekantor dulu. Istirahatlah dan jangan sampai lupa minum vitaminmu. Bye.." Morgan mencium pipi Bianka, mencium perut Bianka. "Papi pergi dulu sayang, bye.. jangan nakal dan jangan membuat ulah." Ucap Morgan kembali mencium perut Bianka.


"Hati-hati sayang, jika ingin makan siang di rumah hubungi aku. Aku akan memasak untukmu." Jawab Bianka.


"oke," jawab Morgan dengan suara lembut.


Morgan pergi meninggalkan Bianka, Morgan berjalan cepat keluar dari mansion. Bianka menatap punggung Morgan sampai tidak terlihat, bayi dalam perut Bianka kembali bergerak. Bianka mengusap perutnya dan berbicara.


"Ada apa sayang, apa kamu haus? Mami ingin minum jus jeruk, ayo kita membuat jus jeruk." Ucap Bianka sembari tersenyum mengusap perutnya.


♡♡♡♡♡


Seseorang duduk manis di meja kerjanya, menatap sebuah foto ditangannya. Foto Bianka yang tersenyum cantik, seseorang tersebut meraba gambar Bianka di foto lalu mencium gambar Bianka.


"Bianka, aku kembali. Aku akan merebutmu dari Morgan, hanya aku yang cocok menjadi pendamping hidupmu." Ucap seseorang tersebut.


Seseorang tersebut mengambil foto Morgan di hadapannya dan merobeknya menjadi bagian-bagian kecil.


"Sampah! Karenamu aku harus merubah identitasku, aku kembali untuk merebut semuanya darimu. Terlebih, aku akan merebut wanitamu, aku mencintainya kau tidak pantas bersanding dengan Bianka." Seseorang tersebut merasa sangat kesal dan marah pada Morgan.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..

__ADS_1


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Lelaki Bayaran Amelia


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2