
2 minggu kemudian..
Umeko dan Yohanes pergi ke Bali. Mereka berlibur menikamati keindahan Pulau Bali. Yohanes dan Umeko jalan masing masing. Karena mereka juga punya kesibukan masing masing. Yohanes sedang bertemu dengan rekan bisnis yang kebetulan juga berlibur di Bali.
Umeko sedang berjalan jalan menyusuri pantai. Karena melamun dan tidak fokus Umeko menabrak seseorang di depannya. Umeko tanpa melihat mengucapkan kata maaf dan pergi meninggalkan seseorang di depannya. Seseorang itu mengejar Umeko dan mengembalikan barang milik Umeko. Umeko menerima barang dan menatap seseorang itu.
Umeko: Thankyou (tersenyum)
Pria di depan Umeko melepas kaca mata hitamnya. Umeko juga melepaskan kacamata hitamnya.
"Kamu dari mana?"
Umeko: Jepang, kamu?
"Aku dari Inggris"
Umeko: Hello.. aku Umeko.
"UMEKO? UMEKO SAKURA?"
Umeko terkejut, mendengar seseorang mengenal namanya dengan baik. Umeko mengerutkan dari menatap pria di depannya.
Umeko: ya.. bagaimana kamu bisa tau namaku?
"Jadi benar? UMEKO SAKURA LEWI?"
Umeko mengangguk perlahan. Umeko Msih penasaran dengan sosok pria di hadapannya.
"Boleh aku lihat tangan kirimu? Temanku Umeko punya tanda lahir di tangan kirinya"
Umeko mengulurkan tangan kirinya, dan benar saja di tangan Umeko ada tanda lahir. Sesuai dengan apa yang dikatakan pria asing itu. Pria asing itu tersenyum tampan pada Umeko. Umeko semakin merasa aneh.
"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi Umeko. Aku Fransisco Albert, seorang anak laki laki yang kamu tolong di wahana taman bermain 22 tahun silam"
Umeko terkejut, mengingat kejadian saat itu. Kejadian dimana dia yang menyebabkan mamimya di culik sehingga papinya datang menyusul maminya dan pada akhirnya papi dan maminya meninggal. Umeko menggelengkan kepala berusaha menolak kebenaran. Seketika Tubuh Umeko lemas tidak bertenaga. Frans menolong Umeko, menahan tubuh Umeko agar tidak jatuh.
Frans: Umeko, kamu baik baik saja?
Umeko: ya.. aku baik (suara lemas)
Frans: dimana kamu menginap? Aku antar kamu kembali.
Umeko: tidak perlu, aku akan kembali ke Villa bersama kakakku saja.
Frans: berikan ponselmu, aku akan hubungi kakakmu.
Umeko meraba tasnya dan mengeluarkan ponselnya. Ponselnya mati kehabisan batrei. Umeko mengatur nafasnya perlahan, dan berusaha melupakan kejadia 22 tahun silam. Umeko memejamkan matanya memijat lembut pangkal hidungnya.
Frans: lebih baik kita ke rumah sakit. Aku takut kamu ada apa apa.
Umeko: aku baik baik saja, tolong antar aku cari taxi.
Frans: naik mobilku saja, aku antar kamu.
Frans membantu Umeko berdiri, Frans langsung menggendong Umeko tanpa banyak bicara. Umeko terkejut, tak bisa berkata kata. Umeko membenamkan wajahnya di dada bidang Frans menahan rasa malu. Frans tersenyum melihat tinggkah laku Umeko.
Frans: wanita tangguh bisa malu juga di saat seperti ini.
Umeko: jangan banyak bicara, cepat turunkan aku.
Frans: aku tidak akan pernah melepasmu Umeko.
Umeko: apa maksudmu? (Menatap Frans)
Frans: kamu tahu, berapa lama aku mencarimu? Aku mencari di seluruh Inggris tidak ada Umeko Lewi. Hanya ada Jerryco Morgan Lewi.
Umeko: ya, aku sudah pindah menjadi warga Jepang.
Frans membawa Umeko masuk dalam mobil. Didalam mobil Frans memangku Umeko. Frans terus menatap Umeko, Umeko memberontak namun ditahan oleh Frans.
Umeko: lepaskan aku, atua aku akan patahkan tanganmu!
__ADS_1
Frans: silahkan patahkan! Apa kamu ingin masuk berita Internasional?
Umeko: (menatap Frans) maksudmu?
Frans: seorang wanita mematahkan tangan Fransisco Albert seorang Artis asal Inggris. Ingin berita seperti itu?
Umeko: Artis? Tunggu, kamu seorang artis?
Frans: ya, aku model! Artis dan ya seorang pemusik. Demi mencarimu aku harus melakukan ini.
Umeko: demi aku?
Frans: aku berjuang menjadi artis terkenal berharap kamu mengenal namaku. Ternyata kamu melupakanku. (Sedih,kecewa)
Umeko: bukan begitu, aku punya kenangan buruk 22 tahun silam.
Frans: ada apa? Apa penculik itu menculikmu? Maaf Umeko, setelah papimu mengantarku pulang, keluargaku langsung membawaku ke Jerman. Dan kami memulai hidup baru disana. Karena merindukamu aku kembali ke Inggris. Aku tidak bisa melupakanmu. Barang yang kamu berikan juga masih ada padaku.
Umeko: saat itu mamiku di culik dan papiku menyelamatkan mamiku. Tapi saat kembali mereka sudah tiada, mereka meninggal. (Menangis keras)
Frans terkejut, memeluk Umeko. Umeko menangis sesenggukan di dalam pelukan Frans. Frans mengusap lembut kepala Umeko.
Frans: maaf Meko, aku tidak tau jika paman dan bibi tiada.
Umeko terus menagis, membuat hati Frans sedih. Umeko mencengkram baju Frans, mengingat kepergian papi dan maminya. Umeko selalu merasa bersalah atas kematian orangtuanya.
Frans: dimana alamat penginapanmu?
Umeko: Villa X.
Frans: Villa X. (Bicara pada supirnya)
"Baik tuan"
Frans: menangislah.. Jika itu bisa membuat hatimu lega.
Air mata Umeko berlinang, Umeko menutup matanya. Frans terus menghibur Umeko. Frans terdiam melihat Umeko, Umeko tertidur. Frans tersenyum mencium lembut kening Umeko.
Aku akan menjagamu Umeko. Kamu sudah menyelamatkanku. Keluargamu sangat berjasa, aku tidak akan pernah bisa melupakan kebaikan keluargamu.
Mobil berhenti, Frans dan Umeko sudah sampai di Villa. Frans menggendong Umeko masuk ke Villa. Frans bertemu Yohanes, Yohanes mengahmpiri Frans dan mengambil alih menggendong Umeko. Yohanes membawa Umeko masuk dalam kamar. Beberapa saat kemudian Yohanes keluar dan menemui Frans.
Frans: Hallo..
Yohanes: hai, Yohanes..
Frans: aku Frans..
Yohanes: apa sesuatu terjadi pada adikku?
Frans: ya.. begini, aku adalah seseorang yang ditolongnya 22 tahun lalu. Kami kebetulan bertemu, dan saat aku bicara Umeko tiba tiba merasa tidak nyaman.
Yohanes: ah, kamu anak laki laki itu?
Frans: ya itu aku. Aku sudah mencari Umeko di seluruh Inggris, tapi tidak ditemukan.
Yohanes: ya, adikku pindah ke Jepang. Bagaimana kabarmu? Apa kamu juga trauma sama perti Umeko?
Frans: ya, setiap anak yang mengalami itu pasti trauma. Maaf semua gara gara aku, andai saja Meko tidak melihatku. Pasti orang tua kalian masih hidup.
Yohanes: semua sudah takdir. Tidak ada yang bisa mengelak dari kematian. Semua sudah berlalu, yang terpenting kamu harus terus berjuang. Melawan traumamu.
Frans: jadi kalian tiga bersaudara bagaimana bisa hidup tanpa kedua orang tua?
Yohanes mulai bercerita
Yohanes: kisah perjuangan kami sangat berat. Terutama adik bungsuku! Aku pun di ejek teman teman saat sekolah, mereka bilang kakak sepupuku akan segera mengirimku ke panti asuhan. Namun aku hanya bisa diam dan berdoa agar aku dan adik adikku tidak dikirim ke panti asuhan. Umeko dari kecil selalu ceria, dia tidak pernah menunjukan kesedihan kepada siapapun. Kecuali padaku, dia hanya akan menangis dihadapanku. Dia bisa menjadi wanita tangguh dan kuat di hadapan banyak orang. Namun dihadapanku Umeko adalah sosok yang rapuh dan lemah. Dia selalu mengeluh padaku setiap saat, dia mengklaim dirinya adalah sumber masalah. Sedangkan si bungsu, selalu diam seperti patung. Jika ditanya hanya menjawab iya atau tidak. Morgan selalu acuh pada kami. Kami sangat kesepian. Setiap malam aku harus memeluk Umeko tidur, dan melihat adik bungsuku yang tak mau tidur bersamaku dan Umeko. Selama betahun tahun kamu terus berjuang bersama hingga saat aku lulus SMA. Aku meminta kakak iparku mengirimku ke Amerika untuk masuk Universitas. Aku hidup jauh dari adik adikku. Umeko juga melakuakan hal sama, setelah lulus SMA dia minta dikirim ke Jepang. Sedangkan si bungsu tetap di Inggris. Aku dan Umeko hanya akan datang berkunjung kesini setahun sekali saat peringatan kematian orangtua kami.
Frans: meski terlambat aku turut berduka atas meninggalnya paman dan bibi.
Yohanes: thanks Frans. (Tersenyum)
__ADS_1
(Dalam mimpi Umeko)
"Umeko, putri ku.. papi sangat menyayangimu nak. Papi ingin kamu bahagia dan tersenyum"
"Umekoku.. mami mencintaimu selamanya.. jangan bersedih, mami dan papi selalu ada disisimu. Selalu ada disisi Hans dan Ryco kecil"
Umeko bertemu Jonathan dan Yenako. Umeko senang, Umeko memeluk Jonathan erat erat. Jonathan mengusap punggung Umeko.
Jonathan: kami tidak pernah menyalahkanmu sayang. Jangan pernah berfikir semua kesalahanmu. Papi dan mami menyayangimu, kakak dan juga adik. Jangan menangis sayang.
Umeko melepas pelukan dan terus menangis. Jonathan menyeka air mata Umeko dan mencium kilas kening Umeko.
Jonathan: putri papi sudah dewasa dan semakin cantik.
Umeko: aku rindu... aku merindukan papi dan mami.
Umeko menatap Yenako, Yenako tersenyum Cantik dan merentangan kedua tangan. Umeko memeluk Yenako, Yenako mengeratkan pelukan dan mengusap lembut kepala Umeko.
Umeko: mami, aku mencintaimu..
Yenako: mami juga mencintaimu sayang. Mencintai Hans dan juga Ryco kecil.
Umeko: (melepas pelukan) aku senang papi dan mami mau datang menemuiku.
Sangat sulit melalui semuanya tanpa kalian. Maaf papi.. mami..
Yenako: sayang, maafkan mami.
Jonathan memeluk Umeko dan juga Yenako. Jonathan menciumi kepala Umeko.
Jonathan: maafkan papi sayang. Papi dan mami selalu ada dalam hatimu. Papi dan mami tidak pernah meninggalkan kalian. Kalian adalah anak anak kesayangan papi dan mami. Maaf sayang..
Suasana haru, Jonathan Umeko dan Yenako saling memeluk dan menangis. Umeko memeluk erat papi dan maminya.
Umeko: kalian papi dan mami terbaik yang pernah ada. Aku mwncintai dan menyayangi kalian papi mami.
Umeko melepas pelukan dan mencium pipi papi dan maminya secara bergantian. Umeko tersenyum, menyeka air matanya. Umeko bahagia bisa bertemu papi dan maminya.
Jonathan: jangan menyalahkan diri sendiri lagi sayang. Hiduplah bahagia, pangeranmu sudah datang menjemputmu. Papi menyayangimu..
Yenako: sampaikan salam kami pada kakak dan Adikmu. Mami dan papi selalu ada disamping kalian..
Semakin lama jarak antara Umeko dan orangtuanya semakin jauh. Jonathan dan Yenako melambai, tersenyum ke arah Umeko. Umeko tersenyum melihat papi dan maminya. Tangannya melambai lambai. Banyangan Jonathan dan Yenako semakin lama semakin memudar. Bayangan berubah menjadi cahaya terang. Umeko tiba tiba terbangun dari tidurnya. Dia membuka mata dan segera duduk. Umeko mengatur nafasnya, Umeko menatap meja melihat foto Jonathan dan Yenako. Umeko mwngambil bingkai foto dan mengusap foto di tangannya.
Umeko: papi, mami terimakasih. Umeko janji, Umeko tidak akan menyalahkan diri lagi. Umeko sayaang papi dan mami, selamanya.
Umeko mencium foto papi dan maminya, tanpa disadari air matanya mengalir membasahi pipinya yang putih mulus. Umeko bersandar bantal tersenyum menatap foto papi dan maminya..
ilustrasi: Jonathan Lewi & Yenako Kimoro
Hallo semua..
Terimkasih ya sudah berkunjung dan membaca karya saya.
Beri dukungan pada saya dengan cara memberi like, ☆ dan isi kolom komentar.
Bisa juga memberi saya tip.
Bye.. bye..
Sampai jumpa di episode selanjutnya ya..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1