
Morgan dan Bianka sampai di Amerika. Hari ini adalah hari pertunangan Yohanes dan Caroline. Umeko datang berdampingan dengan Frans. Acara dimulai, semua tamu berantusias. Yohanes tampak gagah menggunakan stelan jas berwarna hitam. Sedangkan Caroline tampil anggun dengan gaun berwarna putih.
Carlos tersenyum lebar, melihat putri tunggalnya sudah menemukan pria impiannya. Carlos mendapat ucapan selamat dari rekan rekan bisnisnya, begitu juga Yohanes dan Catoline. Proses demi proses berjalan lancar, setelah acara pertukaran cincin Yohanes dan Caroline mengumunkan hari H pernikahan mereka. Semua menyambut dengan tepuk tangan yang meriah.
Carlos: selamat sayang.. (menatap Caroline) semoga terus bahagia sampai akhir.. (tersenyum) ini adalah awal hidup yang baru, papa akan menantikan hari pernikahanmu.
Caroline: papa.. terimakasih untuk semuanya. Caroline sayang papa. (Memeluk Carlos)
Carlos: (melepas pelukan) belajarlah menjadi calon istri yang baik dan bijaksana. Oke?
Caroline: oke papa (tersenyum)
Yohanes menghampiri Carolin dan Carlos. Yohanes memeluk erat Carlos.
Carlos: menantuku, aku sudah lama menantikanmu.
Yohanes: (melepas pelukan) papa, terimakasih..
Carlos: oh bertapa senangnya hatiku, calon menantuku sudah memanggilku papa. Dimana adik adikmu? Maksudku anak anakku yang lain?
Yohanes: (tersenyum) mereka masih bicara (melihat kearah Umeko dan Morgan, Yohanes memberi isyarat pada dua adiknya untuk mendekat) mereka akan segera datang papa.
Umeko, Frans, Morgan dan Bianka datang menemui Carlos, Yohanes dan Caroline. Umeko dan Morgan menyapa dengan ramah, diikuti Frans dan Bianka.
Carlos: kalian sudah memiliki pasangan masing masing ternyata. Baguslah kalau begitu, untuk selanjutnya kalian tidak perlu sungkan padaku. Anggap saja pria tua di hadapan kalian ini adalah papa kalian.
Umeko: ya pa, kami senang punya papa baik seperti papa Carlos.
Morgan: maaf merrpotkanmu papa.. kami tidak akan menyusahkanmu di kemudian hari.
Carlos: jangan bicara seperti itu. Kita adalah keluarga, apapun yg terjadi kita harus saling membantu dan menolong. Benarkan?
Caroline: itu benar papa, sekarang papa duduk dan istirahat ya.. ayo aku antar.
Carlos: baiklah, papa akan menurut padamu.
Yohanes: aku akan ikut dengan kalian.
Carlos: nikmati pestanya. Papa ingin istirahat sejenak. (Tersenyum)
Carlos, Caroline dan Yohanes pergi meninggalkan Umeko, Frans, Morgan dan Bianka.
Umeko: jangan lupa besok kita akan mengukur pakaian kita Bianka.
Bianka: oke kak..
Frans: kita juga pergi Ryco, jangan mau kalah dengan pasangan kita.
Morgan: tentu saja, aku ingin penampilan terbaik di hari pernikahan kak Hans.
Umeko: (menatap Frans) kamu sudah susun jadwalmu? Aku akan datang lebih awal.
Morgan: maaf kak, aku tidak bisa datang terlalu awal, mungkin sekitar seminggu sebelum hari pernikahan.
Umeko: tidak masalah Ryco kecil, selesaikan dulu pekerjaanmu. Bianka tolong jaga adik kecilku ya..
Bianka: pasti kak..
Morgan: selalu saja memanggilku Ryco kecil. Aku bukan anak anak lagi kak Meko. (Kesal)
Umeko: aduh aduh, adik kecilku marah marah.. maafkan kakakmu ini sayang. Bagiku kamu tetaplah Ryco kecil. Ryco kecil kesayangan kami semua.
__ADS_1
Umeko terus menggoda Morgan, Morgan hanya diam tak ingin berdebat dengan kakak perempuannya. Frans menggelengkan kepala dan tersenyum tipis melihat kekasihnya menggoda adiknya. Bianka tertawa kecil, menutup mulutnya dengan dua tangan.
Acara berakhir, Umeko, Frans, Morgan dan Bianka kembali ke rumah Yohanes. Mereka kembali menggunakan satu mobil yang sama. Morgan yang menjadi supir, dan Bianka duduk mendampingi Morgan. Sepanjang perjalanan Frans menggoda Umeko. Bianka terkekeh mendengar rayuan Frans pada Umeko.
Umeko: Frans sudah hentikan! Lihat, Bianka saja sampai tertawa geli mendengar rayuanmu.
Frans: ayolah, kamu memang cantik sayangku. Aku semakin tergila gila olehmu. \(Menggoda\)
Umeko: dasar aneh.. jangan membuat aku kesal, aku akan tutup mulutmu dengan pukulanku nanti.
Frans: wanita jahat, awas saja merayuku. Akan akan mengabaikanmu \(pura pura kesal\)
Frans menjaga jarak dengan Umeko, Umeko merasa bersalah, dan ingin meminta maaf. Namun rasa kesalnya belum hilang karena Frans terus saja menggodanya.
Morgan menghela nafas menatap Bianka, Bianka menatap Morgan. Perlahan tangan Morgan meraih tangan Bianka dan menggenggam erat tangan Bianka. Bianka tersenyum cantik, Morgan membalas dengan senyuman tampannya.
Mereka sudah sampai di rumah dan masuk kedalam kamar masing masing. Umeko sekamar dengan Frans, dan Morgan dengan Bianka.
Dikamar Umeko berganti pakaian dan langsung naik ke atas ranjang. Frans yang baru saja keluar dari kamar mandi berjalan kearah ranjang dan naik keatas ranjang. Frans berbalik membelakangi Umeko. Umeko menatap punggung Frans merasa bersalah. Umeko mendekat dan memeluk Frans dari belakang.
Umeko: maaf.. jangan marah dan membenciku Frans.. (suara lembut)
Frans mengehela nafas panjang, tidak tahan mendengar suara lembut Umeko. Frans berbalik menghadap Umeko. Umeko menatap Frans, Frans membelai rambut Umeko dan mencium lembut kening Umeko.
Frans: aku tidak marah sayang, aku hanya menggodamu tadi.
Umeko: aku mencintaimu Frans..
Frans: aku juga mencintaimu Meko..
Bianka bermain ponsel di atas ranjang. Morgan naik ke atas ranjang dan merebut ponsel Bianka, meletakan di atas Meja. Bianka menatap Morgan, Morgan menatap Bianka dan langsung mencium Bianka. Bianka terkejut, Morgan memeluk Bianka dan berbaring. Bianka menindih Morgan. Bianka membalas ciuman Morgan, menggigit lembut bibir Morgan.
Bianka mulai terbuai, tangannya mengusap dada dan bahu Morgan. Jantung Morgan terus berdebar, menerima setiap sentuhan Bianka. Bianka semakin memanas, Morgan melebarkan mata dan melepas ciumannya. Morgan meraba wajah Bianka dan mencium lembut kening Bianka.
Morgan: sayang, jadilah wanita yang baik. Jangan membuatku terlena oleh ciuman mautmu. Oke?
Bianka: haha.. \(tertawa kecil\) kamu tergoda dengan ciumanku?
Morgan: aku takut hilang kendali dan memakanmu sayang. Setelah kita resmi menikah, kita bisa bermain api sesuka hati kita. Kita akan melakukan adegan panas tanpa ragu.
Bianka: wow.. benarkah? Kenapa membayangkannya aku menjadi takut?
Morgan: kenapa takut? Aku akan bermain lembut dan membuatmu merasakan kenikmatan.
Bianka: \(menutup mulut Morgan dengan tangannya\) jangan bicara lagi. Kamu sungguh mesum!
Morgan: \(melepas tangan Bianka dan tertawa kecil\) kenapa? Apa kamu takut? \(Menggoda\)
Bianka: dasar Ryco kecil yang nakal..
Morgan: kamu sungguh senang menggodaku Bianka? Bagimu aku adalah Ryco kecil? \(Tersenyum\) ntah apapun itu, Aku tidak akan melepaskanmu. Selamanya kamu adalah Milikku, kamu mengerti? Kamu adalah nyonya JM Lewi.
Bianka; nyonya JM Lewi? Hmm.. memikirkannya zaja membuat ku bahagia.
Morgan: teruslah tertawa bahagia Bianka. Aku menyukai senyuman cantikmu.
__ADS_1
Bianka: kamu juga pangeranku, berikan senyuman manismu padaku setiap saat. Oke?
Morgan: untukmu jangankan senyumanku, seluruh hidupku pun akan aku berikan padamu. Asal kamu bahagia.
Bianka: aku bahagia Morgan, sangat bahagai. Thanks.. \(tersenyum\)
Bianka mencium kening, hidung, dagu, kedua pipi Morgan dan mencium kilas bibir Morgan dengan lembut.
Yohanes dan Caroline bersiap untuk tidur. Yohanes memegang erat tangan Caroline, menatap dalam mata Caroline.
Yohanes: selangkah lagi dan kamu akan menjadi milikku selamanya.
Caroline: aku bahagia Hans.. bahagia memilikimu di hidupku.
Yohanes: sayang.. aku mencintaimu..
(Mencium lembut kening Caroline)
Caroline: aku juga mencintaimu Hans, aku bangga sekarang aku menjadi tunanganmu. Aku akan meyandang gelar nyonya Lewi tidak lama lagi.
Yohanes: Caroline Lewi, nyonya Hans.. hmm.. itu semua akan menjadi panggilanmi di masa depan.
Caroline: (meraba lembut wajah Hans) terimkasih sayang, kamu adalah penyelamat hidupku.
Yohanes: dan juga jodohmu.. (tersenyum)
Caroline: ya kamu benar.. (tersenyum) ayo tidur, besok masih harus mengantar adik adik ke bandara kan?
Yohanes: selamat malam sayangku, selamat tidur.. mimpi indah..
Caroline: kamu juga sayang, mimpi indah (mencium kilas bibir Yohanes dan memeluk Yohanes)
Yohanes mengusap punggung Caroline lembut, dan mengeratkan pelukan. Senyum Yohanes mengembang, Yohanes menutup mata dan terlelap tidur begitu juga Caroline.
Hallo semua..
Terimkasih sudah mau berkunjung dan mmebaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
😉😘
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
__ADS_1
Salam hangat,
"Dea Anggie"