
Morgan membuang muka tidak ingin melihat Bianka. Bianka kembali memegang tangan Morgan. Morgan perlahan menarik tangannya.
"Maaf nona, bisakan anda keluar dari ruangan saya? Saya tidak mengenal anda. Jangan membuat saya bingung dengan mengaku sebagai istri saya." Morgan mengusir Bianka secara halus.
"Aku tau kamu berbohong. Kamu pasti ingat padaku Morgan. Kamu pasti ingat kan?" Bianka menolak pergi. Bianka tetap bertahan berdiri di samping Morgan.
Morgan terdiam, Bianka terus berfikir bagaimana caranya agar Morgan mengingatnya. Bianka teringat suatu hal, Bianka mengeluarkan Ponselnya dan menunjukan foto pernikahan mereka Morgan. Morgan yang melihat terkejut, Morgan tidak menyangka jika Bianka memiliki banyak cara. Morgan tidak punya pilihan, terpaksa berpura pura berteriak kesakitan.
"Aahhh kepalaku(memegang kepala) dokter, cepat panggil dokter" Morgan berteriak membuat Bianka panik.
Pintu ruangan terbuka. Anna masuk dan bergegas berlari menghampiri Morgan. Anna terlihat panik, mendorong Bianka menjauhi Morgan. Morgan melihat Anna ingin memukul Bianka segera memanggil Anna.
"Anna" suara Morgan lemah.
"Ya, aku datang. Katakan padaku apa yang kamu perlukan?" Anna mendekati Morgan, dan tidak mempedulikan Bianka yang masih berlinang air mata di belakangnya.
"Jangan membuat keributan. Jangan sakiti dirimu" Morgan memegang tangan Anna, mencegah Anna memncelakai Bianka.
"Tetapi dia menyebalkan. Wanita itu sudah membuatmu sakit seperti ini. Aku membencinya." Anna ke tidak bisa membalas perbuatan Bianka padanya.
"Lupakan itu, aku tidak mengenalnya. Jangan merusak reputasimu hanya karena wanita aneh itu. Kamu mengerti apa yang aku katakan? Aku tidak ingin wanita aneh itu menyakitimu Anna." Sandiwara yang rapih, Morgan menjankan perannya dengan baik. Berpura pura baik kepada Anna James.
Bianka mere**s bajunya nya melihat Morgan bersama Anna. Anna tersenyum kepada Morgan, Morgan membalas senyum palsu Anna James.
"Maafkan aku Bianka, inilah jalan yang harus kita lalui. Jalan menuju kebahagiaan kita. Maafkan aku sayangku." Batin Morgan sebernarnya tersiska, karena harus bersandiwara.
"Bagaimana kepalamu, apa masih sakit? Perlu aku panggilakan dokter?" Anna James memberikan perhatiannya.
__ADS_1
"Aku bisa tahan rasa sakitnya, itu bukan masalah. Kamu tetap disini ya." Morgan berkata manis kepada Anna, dengan harapan Bianka tidak tahan dan lekas pergi.
"Tentu, aku akan selalu ada untukmu." Anna menatap kearah Bianka, memamerkan perlakuan Morgan yang manis padanya.
"Tidak! Ini hanya mimpi, aku harus bertahan. Anna tidak boleh merebut Morganku." Anna berusaha menguatkan diri sendiri untuk tetap teguh bertahan.
"Hei kamu, kenapa tidak pergi. Tempatmu bukan disini." Anna mulai memancing keributan.
"Apa urusanmu wanita jelek. Aku berbak ada disini, aku istri sahnya." Menjawab tanpa ragu.
"Morgan tidak mengenalmu, bukankah sama saja dengan kamu tidak diakui?" Jawab Anna James.
"Tidak masalah tidak diakui. Aku memiliki surat resmi pernikahan kami, memiliki foto foto pernikahan kami. Bahkan kamu lihat, jari tangan Morgan masih mengenakan cincin pernikahan kami." Bianka menanggapi dengan santai.
Bianka duduk bersandar di sofa, menyilangkan kaki nya. Bianka menyeka air matanya dan menyilangkan tangannya. Bianka pantang menyerah, tidak ingin berbagi suami dengan Anna James.
"Dasar ular, wanita menyebalkan." Anna James kesal.
"Anna lupakan saja, jangan hiraukan dia. Terserah saja dia mau apa, jangan membuat kepalaku semakin pusing. Jangan bertengkar dengannya. Ok" Morgan kembali mengingatkan Anna. Morgan meyankinkan Anna untuk bisa menerima keputusan Bianka.
Anna akhirnya menerima adanya Bianka di dalam ruangan itu. Pintu ruangan terbuka, Yohanes dan Caroline masuk. Yohanes melihat Anna duduk disamping Morgan sedangkan Bianka duduk di sofa. Yohanes berjalan mendekati Bianka.
"Bianka, kamu baik baik saja? Apa ada masalah?" Yohanes ingin tahu.
"Aku baik baik saja kak. Tidak perlu cemas." Jawab Bianka tanpa menatap Yohanes.
Yohanes menghela nafas, berjalan mendekati Morgan dan Anna. Yohanes menatap tajam kearah Anna, Yohanes melihat Anna memegang tangan Morgan, tanpa banyak bicara Yohanes melepaskan tangan Anna dari tangan Morgan. Morgan senang tangannya terbebas dari tangan Anna, Anna merasa kesal berdiri dari duduknya dan menatap kearah Yohanes.
__ADS_1
"Aku adalah wali Morgan, jangan mencampuri urusanku tuan Lewi." Anna kesal.
"Itu berlaku sampai beberapa saat yang lalu. Sekarang, Bianka lah yang menjadi wali dari adikku, aku sudah merubah semua data di bagian administrasi. Karena adikku memili istri yang sah, dan kamu tidak dibutuhkan nona Anna James." Untuk pertama kalinya Yohanes terlihat marah dan sangat kesal.
"Apa ini? Kak Hans marah? Wah.. ini pertama kalinya aku melihat kakakku yang berhati sutra marah dan kesal." Morgan terkejut saat melihat Yohanes marah dan kesal.
"Sayang, kendalikan dirimu, jangan emosi." (Caroline mendekat dan merangkul lengan Yohanes.) "Kamu, wanita penggoda. Siapapun kamu, jangan berani berani bertinggkah. Aku bsia menyeretmu keluar dari rumah sakit ini" Caroline serius mengancam Anna James.
Morgan kaget, kakak dan kakak iparnya berubah menjadi Monster. Tidak ingin rencananya gagal Morgan kembali ber akting. Morgan berpura pura kesal dan marah, menghentikan perdebatan antara Anna James dengan Yohanes dan Caroline.
"Cukup! Tidak lihat kah kalian aku sedang sakit. Aku butuh perhatian bukan mendengar pertengakaran kalian yang tidak jelas. Kalian.. (menatap Yohanes dan Caroline) siapa pun kalian jangan membuat suasana hatiku menjadi buruk. Jangan memakasaku mengingat sesuatu yang tidak aku ingat. Kalian seharusnya bisa bersikap baik, seperti wanita aneh yang duduk di sofa itu. Dia mengaku jika dia adalah istriku, yang bahkan aku tidak ingat siapa dia. Kapan kami menikah, dan bagaimana kami menikah. Kalian juga mengaku saudaraku, siapa? Kakak ya, jika kakak buktikan kalian memang kakak dan kakak iparku." Morgan bicara panjang lebar menyampaikan keluah kesahnya.
Yohanes kembali menghela nafas panjang. Yohanes dan Caroline saling menatap lalu mengangguk. Mengiyakan kata kata Morgan.
@@@@@..... @@@@@.....
Hallo hallo.. apa kabar semua?? Maafkan saya yang terlambat update..
Jangan lupa like, komen dan vote ya..
Sampai jumpa di episode selanjutnya.
Bye bye..
Salam manis,
Dea Anggie😉
__ADS_1