Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 54


__ADS_3

Selama hampir tiga minggu Morgan di rumah sakit, Bianka terus menjaga dan merawat Morgan. Hatinya sudah terbiasa dengan kata kata pedas Anna James. Morgan terus bersandiwara, melihat Bianka tegar dan baik baik saja Morgan semakin semangat untuk cepat sembuh.


Dokter yang melihat keteguhan hati Bianka merasa terkesan. Inilah pengabdian seorang istri kepada suamimya. Dokter masih terus bungkam dengan keadaan Morgan yang sesungguhnya. Tidak ada yang tau bagaimana sebenarnya keadaan morgan selain dokter.


Bianka pergi membeli kopi di cafe dekat rumah sakit. Bianka meninggalkan Morgan bersama Anna James. Anna James semakin dekat dengan Morgan. Tidak hanya itu beberapa kali Morgan dan Anna James terlihat bercanda. Melihat itu hati Bianka seperti teriris, begitu juga Morgan hatinya juga sakit saat melihat Bianka menangis. Morgan terpaksa bersikap baik untuk menjebak Anna James.


Bianka keluar dari kedai kopi dan berjalan perlahan kembali ke rumah sakit dengan membawa segelas kopi hangat. Di jalan sebuah mobil berhenti di tepi jalan. Seorang keluar dan menahan tangan Bianka, Bianka terkejut dan menjatuhkan gelas kopinya ke lantai. Bianka menatap seseorang yang menahannya. Mata Bianka seketika melebar, melihat Nicolas Gween ada dihadapannya.


"Lepaskan aku." Suara kesal Bianka.


"Tinggalkan Morgan dan ikutlah bersamaku. Aku akan memberikan segalanya Bianka." Nicolas mencengkram kuat tangan Bianka.


"Lepas Nico, jangan ganggu aku. Aku tidak mau denganmu. Lepaskan aku! Lepas!" Bianka memberontak ingin melepaskan tangannya.


Nicolas tersenyum dingin mencengram kuat tangan Bianka hingga Bianka meringis kesakitan. Nicolas menarik dan memaksa Bianka masuk kedalam mobil, Bianka menolak dan berteriak. Karena terus berteriak, Nicolas membungkap mulut Bianka dengan tangannya. Nicolas membuka pintu mobil belakang dan memaksa Bianka masuk, Bianka terus memberontak. Bianka menendang kaki Nicolas dan menggigit tangan Nicolas. Nicolas kesakitan dan akhirnya Bianka bisa lepas dari Nicolas.


Seorang petugas polisi yang melihat segera menghampiri Bianka. Nicolas terkejut saat melihat petugas polisi jalan ke arahnya, dengan cepat masuk kedalam mobil dan melesat pergi.


"Nona anda baik baik saja?. Tanya polisi kepada Bianka.


"ya, saya baik baik saja. Terimakasih. Saya harus pergi, keluarga saya menunggu di rumah sakit" jawab Bianka yang langsung pergi.


Bianka berlari menuju rumah sakit, Bianka masuk kedalam gedung rumah sakit. Air mata Bianka mengalir membasahi wajah Bianka, Bianka menyeka air matanya dan terus berjalan menuju ruang rawat Morgan.


Bianka berdiri di depan pintu, menyeka berulang ulang air matanya. Bianka tidak ingin Morgan melihatnya menangis. Bianka ingin membuka pintu, disaat bersamaan dokter keluar dari ruangan dan menyapa Bianka.


"Hallo nyonya, senang bertemu anda." Dokter menyapa.


"Hallo juga dokter, bagaimana keadaan suami saya?" Bianka bertenya mengenai kondisi Morgan.


"Baik nyonya, masih perlu istirahat beberapa hari. Jika kesehatannya semakin membaik maka boleh di rawat dirumah." Jawaban dokter membuat hati Bianka senang.

__ADS_1


"Terimakasih dokter saya harus menyiapkan obatnya, sudah waktunya makan malam. Oh, apakah Anna ada di dalam?" Tanya Bianka ingin tau.


"Nyonya Anna saya minta membeli obat ke luar kota. Membeli resep yang saya berikan. Si kota kami obat tersebut masih langka." Dokter menjelaskan.


"Baiklah jika begitu. Saya akan masuk kedalam. Sekali lagi terimakasih banyak dokter." Kata Bianka dengan lemah lembut.


"Saya permisi nona, semoga beruntung." Jawab dokter memberi semangat kepada Bianka.


Dokter pergi, Bianka masuk kedalam ruangan dan menutup pintu perlahan. Bianka berjalan ke sofa dan meletakan tasnya. Bianka melepas jaketnya dan meletakan di sofa di atas tasnya. Bianka berjalan mendekati Morgan, Bianka melihat Morgan sedang tidur. Bianka tersenyum melihat Morgan. Tangan Bianka perlahan membelai rambut Morgan. Bianka mendekat dan mengecup lembut kening Morgan kilas.


"Aku mencintaimu pangeranku. Rasaku tak akan pernah berubah, meski kamu lupa padaku. Aku akan selalu berusaha mengembalikan semua ingtanmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucap Bianka dengan membelai wajah Morgan.


Morgan yang pura pura tidur mendengar semua ucapan Bianka, Morgan merasa bersalah dan sedih. Morgan berusaha mengendalikan dirinya agar tidak goyah.


"Maafkan aku sayangku, bertahanlah sampai aku mengetahui siapa orang yang ingin aku mati. Jika semua ini berakhir aku berjanji kita akan bersama kembali. Bertahanlah istriku, bertahanlah. Kuatkan hatimu, seperti ku yang menguatkan hati disaat melihatmu diam-diam menangis dan disaat mendengar keluh kesahmu. Aku tau ini sulit, tidak ada pilihan lain selain bersandiwara istriku. Maafkan aku, aku mencintaimu. Sangat mencintaimu." Suara hati Morgan.


Morgan bergerak, Bianka terdiam menarik tangannya dari kepala Morgan. Morgan membuka mata perlahan menatap Bianka.


"Ya, ini aku. Ada perlu apa? Apa yang kamu inginkan?" Jawab Bianka lembut.


"Aku lapar, ingin makan." Kata Morgan dengan wajah sedih.


"Aku akan ambilkan makanmu, ayo aku bantu kamu duduk bersandar." Bianka membantu Morgan duduk dan bersandar.


Bianka mengambil makanan Morgan dan membuka penutup makanan. Bianka menatap kearah Morgan dan tersenyum cantik. Bianka duduk disamping Morgan, dengan penuh kesabaran menyuapi Morgan sampai makanan di mangkuk habis. Bianka membersihkan mulut Morga dengan lap dan memberikan minum. Menyiapkan obat dan meminta Morgan meminumnya.


Hati Morgan tersentuh, selama ini Bianka selalu merawatnya denga baik. Lebih baik dari Anna, oleh karena itu Morgab sering menolak makan jika disuapi oleh Anna. Dan memilih tidur jika ada Anna James diruangan. Morgan terus menatap Bianka, Bianka menatap Morgan. Bianka mengerutkan dahinya dan bertanya kepada Morgan.


"Ada apa? Ada sesuatu yang kamu butuhkan? Katakan padaku." Bianka bertanya.


"Kenapa kamu masih begitu baik padaku? Aku sudah melupakanmu. Aku tidak mengingatmu, namamu siapa aku bahkan tidak tau." Morgan berpura-pura, Morgan berpura-pura ingin tau alasan Bianka tetap merawatnya sampai saat ini.

__ADS_1


"Baiklah, kita mulai dari awal. Aku adalah Bianka, Bianka Jossie. Aku adalah istrimu, dan apa alasanku tetap bertahan? Karena ini adalah tugasku, tugasku sebagai seorang istri yang harus menjaga dan merawat suaminya. Aku tidak bisa diam saja melihat kondisimu seperti ini. Aku sudah berjanji untuk setia, suka duka, senang sedih. Bahkan disaat sakit dan sehat pun aku akan setia berada di sisimu." Jawaban Bianka membuat hati Morgan senang, Morgan terdiam menatap Bianka.


Mata Bianka berkaca-kaca, tangan Morgan perlahan menyeka air mata Bianka. Bianka terkejut, metap Morgan.


"Maaf, jika aku tidak mengingatmu. Tapi aku yakin jika kamu adakah wanita yang baik. Kata-katamu dan sikapmu padaku selama ini membuktikan kesetianmu... Bianka." Morgan mencoba menenangkan hati Bianka, Morgan tersenyum kearah Bianka.


"Boleh aku memelukmu Morgan?" Tanya Bianka penuh harapan.


Morgan mengangguk, merentangkan tangan. "Kemarilah, peluk aku sepuasmu." Jawab Morgan.


Bianka langsung memeluk Morgan dan menangis tersedu dipelukan Morgan. Morgan merasa bahagia, ini pertama kalinya Morgan bisa memeluk Bianka semenjak kecelakaan terjadi. Begitu juga Bianka yang merasa senang, Bianka berfikir meski Morgan belum ingat siapa dirinya setidaknya Bianka bisa memeluk Morgan.


"Begini saya aku sudah sangat bahagia Morgan, aku bisa memelukmu. Merasakan aroma tubuhmu dan merasakan detak jantungmu." Batin Bianka.


"Bersabarlah sayang, aku pasti akan memelukmu setiap waktu saat semuanya sudah berakhir nanti. Aku akan menebus semua waktu yang sudah kita lewatkan. Aku berjanji padamu sayangku, aku akan segera mengakhiri semuanya." Batin Morgan.


@@@@@..... @@@@@.....


Hallo hallo.... apa kabar semuaaaa..


Semoga selalu sehat..


Jangan lupa like,, komen dan vote ya..


Terimakasih..


Sampai jumpa di next episode..


Bye bye..


♡Dea Anggie😉♡

__ADS_1


__ADS_2