
Inggris
Seorang pria tua sedang pergi bersama putrinya yang dalam keadaan pingsan. Pria tua tersebut membawa putrinya ke sebuah club. Pria itu menjual putrinya untuk keuntungannya sendiri. Usai mendapatkan uang, pria tua meninggalkan putrinya seorang diri.
Wanita cantik yang pingsan itu langsung dibawa pergi kedalam mobil. Menuju bandara, karena akan diterbangkan ke keluar negri. Sesampainya dibandara wanita cantik tiba tiba bangun dan berteriak. Salah seorang penjahat menodongkan pisau dan membungkam mulut wanita tersebut.
"Jangan mencoba macam macam. Pisau ini akan melukai kulit putih mulusmu"
Wanita cantik mengangguk menandakan mengerti, penjahat melepas bungkaman dan memasukan pisau di saku jasnya.
"Kita akan kemana?"
"Menemui bos kami, pria yang sudah memesanmu"
" apa? Maksudmu?"
(Terkejut)
"Tidak perlu banyak bicara, 20 menit lagi pesawatmu akan berangkat. Cepat turun"
"Baik, jangan menyentuhku. Aku bisa jalan sendiri"
Wanita cantik itu berjalan masuk kedalam lobby bandara. Dia mencari cara agar bisa kabur.
(Dalam hati si wanita)
Ayolah Bianka.. berfikirlah! Jangan biarkan dirimu masuk perangkap pak tua Josie. Aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan? (Berfikir) ah.. iya, semoga ini berhasil. Aku harus bisa lari lagi. Ini sudah yang ke 5 pak tua Josie ingin menjualku.
Bianka berhenti mendadak dan memegang perutnya. Berpura pura kesakitan.
"Ada apa?"
Bianka: itu, aku butuh kamar mandi dan kebutuhan wanita. Sepertinya aku sedang datang bulan. Perutku juga kram.
"Jangan banyak alasan. Kami tidak percaya"
Bianka: terserah saja. Jika terjadi sesuatu padaku kalian akan di salahkan oleh tuan kalian.
Dua orang pengawal saling memandang, lalu menatap Bianka. Bianka terus merintih kesakitan. Berakting seolah olah perutnya benar benar sakit.
"Kamu pergilah beli kebutuhan nona"
"Baik"
Bianka: lihat dengan teliti saat membeli.
"Ayo nona, aku akan antar ke kamar mandi"
Bianka mengangguk dia mengikuti si pria penjaga itu menuju kamar mandi. Si penjaga menunggu di depan. Bianka masuk dengan berjalan cepat. Didalam kamar mandi Bianka terus berfikir cara melarikan diri. Bianka bercermin, dia mengikat rambutnya dan melepas jaketnya. Bianka mengintip di pintu, penjaga masih ada. Berjaga di lorong kamar mandi.
(Dalam hati Bianka)
Ayolah.. kenapa tidak lelah berdiri dari tadi. Pergilah agar aku bisa keluar.
Mata Bianka melebar, si penjaga menerima panggilan dan berjalan pergi. Bianka tersenyum dan menyelinap keluar dia berlari cepat, menutupi wajah dengan jaket yang ditangannya. Bianka akhirnya bisa lolos dan melarikan diri. Bianka melihat kiri kanan, dia sangat takut jika tertangkap.
Bianka: siapa yang bisa menolongku? Aku harus bagaimana? Siapapun tolong aku.. aku harus bisa pergi dari sini. Aku harus menenukan seseorang yang bisa menolongku.
Bianka melihat seorang pria muda yang tampan sedang berjalan di lobby, dia terlihat seperti orang yang baik. Bianka dengan menahan rasa malu melakukan ide gilanya.
ilustrasi: Bianka Josie
__ADS_1
Morgan
Akhirnya sampai juga di Inggris. Badanku terasa pegal, setelah menempuh perjalanan panjang. Aku berjalan santai menuju lobby.
Aska: selamat datang tuan.
Morgan: ada kabar apa di kantor?
Aska: semua baik baik saja tuan. Anda tidak perlu khawatir.
Morgan: bagus, antarkan aku pulang ke mansion terlebih dulu. Aku ingin istirahat, sore nanti jika ada waktu aku akan ke kantor.
Aska: baik tuan.
"Sayang...."
Aku terkejut, aku menghentikan langkahku. Seorang wanita berlari kearahku. Tiba tiba saja langsung memelukku. Wanita aneh ini menangis dan merengek.
"Aku sedang hamil anakmu, bagaimana bisa kamu membuangku?"
Aku mendorongnya menjauh dariku. Aku menatapnya dan mngerutkan dahiku. Dasar wanita gila! Kenal saja tidak, mengaku hamil anakku. Aku tidak pernah menyentuh wanita. Wanita ini sungguh berani membuat masalah denganku.
"Kamu harus bertanggung jawab, kamu jangan jadi pria brengsek. Aku sudah mencarimu kemana mana"
Aku melihat sekitar, semua orang menatapku. Aku sungguh dipermalukan. Aku melihat Aska,
Morgan: bawa dia.. (nada marah)
Aku berjalan keluar lobby, aku tidak mengurusnya. Aku sangat kesal, beraninya mempermalukan ku di depan banyak orang. Jika bukan wanita sudah aku hajar.
Aku naik dalam mobil, wanita itu duduk disampingku. Mobil berjalan meninggalkan bandaran. Kepalaku seketika langsung berputar. Kepalaku pusing, aku memiliki firasat buruk jika wanita disampingku adalah wanita aneh pembuat onar.
"Tuan terimkasih sudah menolongku. Siapa namamu? Aku akan mentratirmu makan. Sebagai ucapan terimkasihku"
Morgan: Aska Stop!! (Nada tinggi)
Aska menepikan mobil dan berhenti. Aska menatapku.
Morgan: aku akan naik taxi.
Aska: lalu nona di samping anda?
Morgan: terserah! Bukan urusanku.
Aku kekuar dari mobil dan menunggu taxi yang lewat. Sungguh menjengkelkan. Aku melihat Aska pergi meninggalkanku. Taxi berhenti, aku naik ke dalam taxi dan pulang kemansion.
Sesampainya dimansion aku membayar taxi dan turun. Aku berjalan masuk dalam mansion. Sial sekali, mimpi buruk apa aku semalam.
"Hallo tuan, ada perlu sesuatu?"
Morgan: apa kak Hans menghubungi rumah?
"Ya.. ada nona Becca juga beberapa kali berkunjung."
Morgan: ya sudah, aku mau istirahat. Jika ada yang datang mencari bilang aku tidak ingin di ganggu. Siapapun itu! Kecuali Aska.
"Baik tuan saya mengerti"
Aku nyusuri anak tangga menuju kamarku. Aku membuka pintu kamar dan masuk. Menutup pintu kembali. Aku masuk dalam kamar mandi membasuh mukaku. Aku bercermin, apa yang terjadi hari ini membuatku hilang akal. Wanita itu sungguh keterlaluan. Aku menyeka wajahku dengan handuk. Aku keluar dari kamar mandi. Aku berjalan ke ranjang. Aku naik keranjang dan berbaring aku memeluk bantal, menutup mataku dan terlelap tidur. Ingin melupakan kejadian buruk hari ini.
○○○○○
Sementara itu Aska mengantar Bianka ke rumah teman Bianka. Bianka turun dan mengucapkan terimaksih pada Aska. Aska pergi meninggalkan Bianka. Bianka menghela nafas panjan, lalu masuk dalam rumah temannya.
__ADS_1
Bianka menekan bel rumah beberapa kali. Pintu terbuka, keluarlah seorang wanita yang sedang memakai masker. Membuat Bianka terkejut.
Bianka: Linda??
Linda: Bianka.. (menarik Bianka masuk rumah dan menutup pintu) aku merindukanmu (memeluk)
Bianka: aku juga Lin (mengeratkan pelukan)
Linda: tunggu, tunggu, (melepas pelukan) kamu kesini ada masalahkah? Jangan bilang kabur lagi (manatap Bianka)
Bianka: pak tua itu menjualku lagi (menangis)
Linda: apa? Dasar pak tua licik. Bukannua menjaga keponkan sendiri malah menjual keponakannya (Mengusap kepala Bianka) sabar ya.. kamu pasti sudah sangat lelah menghadapi pamanmu.
Bianka: aku tidak tahu lagi harus apa, aku tidak punya tujuan. Hanya paman Alex satu satunya keluargaku.
Linda: (menyeka air mata Bianka) tinggallah disini bersamaku sampai perasaanmu tenang. Rumahku selalu terbuka untukmu Bianka.
Bianka: (tersenyum menatap Linda) terimakasih Linda, kamu adalah teman terbaikku.
Linda: sama sama, papamu dulu banyak membantuku. Sekarang giliranku membantumu. Tidak perlu sungkan, anggap aku saudaramu sendiri (tersenyum)
Linda mengajak Bianka duduk di sofa ruang tamu. Bianka menceritakan pada Linda kejadian hari ini. Juga menceritakan bagaimana dia bisa lolos. Linda terkejut, temannya yang selalu wasapada dan hati hati bersikap ceroboh.
Linda: lalu, bagaimana dengannya?
Bianka: siapa? Pria itu?
Linda: tentu saja, pria yang kamu tuduh menghamilimu?
Bianka: dia turun dari mobil dan ingin naik taxi.
Linda: apa dia tampan?
Bianka: entahlah, dia tinggi, berkulit putih, dan memiliki aura berbeda. Tatapannya dangat tajam.
Linda: wow keren.. aku jadi penasaran ingin tau pria itu seperti apa.
Bianka: sudah jangan bicarakan dia lagi. Aku tidak peduli padanya, yang aku pedulikan sekarang, bagaimana aku akan menghindari paman Alex. Lama lama paman juga akan tau aku tinggal disini.
Bianka bersandar di kursi memilkirkan cara agar tidak kena marah dan disiksa pamannya. Bianka adalah anak tunggal. Bianka dari usia 10 tahun tinggal dengan pamannya. Pamannya tinggal seorang diri, bibi dan dua saudara sepupunya pergi meninggalkan paman Bianka karena alasan tertentu. Orangtua Bianka meninggal karena kecelakaan. Karena masih belum cukup umur, semua warisan dan kekuasaan perusahaan orangtua Bianka dikendalikan oleh paman Bianka.
Paman Bianka \(Alex Josie\) selalu berfoya foya dan senang bermain wanita. Semakin lama perusahaan orangtua Bianka semakin tidak terurus. Paman Bianka terlilit hutang. Rumah Alex sudah dijual. Alex dan Bianka tinggal di mansion peninggalan orangtua Bianka.
Sudah beberapa kali Alex mencoba menjual Bianka. Keberuntungan ternyata selalu berpihak pada Bianka. Bianka bisa melepaskan diri dan kabur. Setiap kembali kerumah Bianka akan disiksa dan di pukuli oleh Alex. Bianka hanya bisa menangis, dan menahan rasa sakit. Sudah pernah melapor pada polisi. Namun polisi tidak percaya, Alex berdalih jika Bianka bertengkar dengan sepupunya.
Di depan orang, Alex perhatian dan peduli pada Bianka. Namun dibelakang, Alex selalu menjahati Bianka. Alex selalu bersandiwara seolah olah selalu baik, menjaga dan melindungi Bianka. Hal itu bertujuan agar orang orang tidak mencurigainya. Agar orang orang berfikir bahwa Alex adalah paman yang baik.
♡Hallo ..
♡Hallo..
Terimakasih ya sudah mampir baca..
Jangan lupa like, beri ☆ dan isi kolom komentar,
😉😘
Salam Hangat,
•Dea Anggie•
__ADS_1