Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 08


__ADS_3

Suasana ruangan hening. Semua terdiam melihat pemandangan indah. Bagaimana tidak, pria tampan dan wanita cantik saling berpelukan. Bianka mendorong Morgan.


Anna mendekati Morgan, merangkul tangan Morgan. Anna bersikap manis.


Anna: tuan Lewi, datang mencariku kan?


Morgan: (menepis tangan Anna) jangan terlalu percaya diri. Aku kesini karena wanitaku. Tentu saja wanitaku bukan kamu.


Semua terkejut, mereka menertawakan Anna. Anna merasa kesal, Anna mendekati Bianka, akan menampar Bianka namun di cegah oleh Morgan. Morgan mencengkram pergelangan tangan Anna. Amarah Morgan meledak.


Morgan: berani sekali didepanku kamu seperti ini Anna James. (Marah)


Anna: lepas Morgan, aku ingin beri pelajaran pada ****** ini. Dia pasti merayumu kan?


Morgan: Aska.. (suara meninggi)


Aska: (mendekat) ya tuan?


Morgan: tarik investasi kita di perusahaan James. Aku tidak ingin sepeser pun uangku masuk dalam perusahaan James! (Marah)


Aska: baik tuan, akam saya proses.


Aska keluar, Anna terkejut. Wajah Anna pucat.


Anna: maafkan aku tuan Lewi, aku tidak bermaksud menyinggungmu.


Morgan: hah.. Menangislah, itu tidak ada gunanya!


Morgan menggandeng tangan Bianka dan membawa Bianka keluar dari ruang VIP. Morgan berjalan meninggalkan club. Diluar Aska sudah menunggu. Morgan dan Bianka masuk dalam mobil. Suasana mencengkaram. Aura dingin menyelimuti dalam mobil. Sepanjang perjalanan mereka hanya terdiam dan saling membuang muka.


(Dalam hati Bianka)


Pria es ini, sungguh menyebalkan! Aku ingin menolak untuk ikut pulang, namun apa yang dia lakukan di club tadi sungguh memalukan. Pria es, kamu berencana mempermalukanku hah?? Dasar tidak punya hati! (Kesal)


(Dalam hati Morgan)


Aku akan beri kamu pelajaran sesampainya di mansion. Kamu membuatku gila Bianka! Lihat saja nanti (kesal)


Mobil berhenti di halaman mansion. Morgan dan Bianka turun dari mobil. Mereka masuk dalam mansion. Morgan berjalan menaiki tangga, Bianka mengikuti. Ingin menayakan sesuatu.


Bianka: Morgan tunggu.. (menghadang langkah Morgan)


Morgan: (menatap Bianka tajam) ada apa?


Bianka: kenapa kamu memelukku tadi?


Morgan: jangan salah paham! Aku tidak suka pada wanita apalagi padamu! Aku lakukan itu agar Anna berhenti menggangguku.


Bianka terdiam, entah mengapa muncul perasaan sedih. Bianka menghela nafas. Berjalan melewati Morgan.


Morgan: kamu tidak bisa pergi dari mansion ini tanpa ijin dariku Bianka. Ingatlah, kamu hanya tanda ganti rugi yang paman mu berikan padaku.


Bianka: baiklah, aku mengerti.


Morgan: bagus jika kamu mengerti. Jangan bertingkah! Tugasmu hanya mematuhi perintahku. Karena kamu adalah milikku. Propertiku!


Morgan berjalan menuju kamarnya. Bianka terdiam berjalan perlahan menuju kamarnya. Bianka masuk dalam kamar dan mengunci pintu kamar. Bianka menangis, dia bersandar pada pintu.


Bianka: kenapa begini? Papa.. mama.. aku merindukan kalian.


Air mata Bianka terus bercucuran. Bianka berjalan perlahan menuju ranjang. Dia naik keranjang dan memeluk bantal. Memendamkan wajahnya ke bantal.


 


Kamar Morgan..


•Morgan


Aku keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ranjang. Aku naik keranjang, memeriksa ponselku. Banyak panggilan dari Zi Li. Aku lupa jika aku belum memberi kabar pada Zi Li. Aku menghubungi Zi Li.


(Panggilan terhubung)


Zi Li: kamu dimana?


Morgan: di mansion. Maaf aku tidak mengabarimu. Aku ada urusan tadi.


Zi Li: oke, tidak masalah. Jika ada masalah ceritakan padaku.


Morgan: ya.. aku lelah ingin istirahat. Bye..


(Memutus panggilan)


Aku meletakan ponselku dimeja. Aku bersandar di bantal. Aneh sekali kenapa aku jadi marah marah pada Bianka? Astaga Morgan, pria macam apa kamu. Bicara kasar pada wanita yang bahkan tidak bersalah. Tapi dia juga salah, pergi tanpa ijin dariku. Aaaarrggghhh!!!! (Menepuk ranjang) membuat masalah saja. Aku sudah yakin dari awal membawa Bianka masuk dalam mansion pasti akan menimbulkan banyak masalah.


Belum sehari tinggal sudah bertingkah.


Aku mengambil bingkai foto, aku memandangi foto papi dan mami. Aku meraba foto mereka. Aku selalu merindukan papi dan mami. Merindukan dua kakakku, rindu ingin berkumpul bersama.


Papi..


Mami..


Apa yang harus aku lakukan? Haruskah aku kembalikan Bianka ke rumahnya? Tapi pamannya sangat jahat, jika tinggal di mansion akan banyak menimbukan masalah. Apa aku sudah keterlaluan?

__ADS_1


Pi? Andai papi ada, aku bisa bertanya banyak hal kepada papi..


Mi? Aku merindukan pelukanmu..


Aku sangat ingin bertemu, papi dan mami. Datanglah dalam mimpiku.


Aku memeluk foto mereka dan berbaring. Aku memejamkan mata dan tertidur.


 


Keesokan harinya. Bianka sibuk didapur menyiapkan sarapan. Para pelayan terkejut, karena Bianka bangun pagi pagi dan sudah sibuk membuat bubur kaldu.


"Nona perlu bantuan"


Bianka: tidak, terimakasih (tersenyum)


"Nona, apa anda baik baik saja? Apa tuan muda melukaimu?


Bianka: tidak bibi, dia tidak melukaiku. Aku yang salah, pergi tanpa ijin. Aku baik baik saja.


"Apa kalian bertengkar?"


Bianka: tidak bi, oh iya.. jam berapa biasanya Morgan bangun?


"Pagi, jam 5 sudah bangun. Tuan selalu melakukan doa pagi untuk mendoakan orangtua dan kedua kakaknya"


Bianka: benarkah? Orang seperti Morgan bisa seperti itu?


"apa anda terkejut? Ingatlah nona, sedingin dinginnya seseorang, pasti punya sisi hangat"


Bianka: bi.. boleh aku tanya sesuatu?


"Apa nona?"


Bianka: apa tidak ada keluarga lain? Dimana keluarganya? Kenapa tinggal sendirian? (Bicara ragu ragu)


"Ada tante dan sudara sepupu, Untuk orangtua tuan, orang tua tuan sudah meninggal saat tuan berusia 3 tahun. Kakak sepupunya yang merawat tuan dan kedua kakak tuan. Dari usia 15 tahun tuan Morgan hidup di luar tanpa bantuan keluarga. Berusaha mencari uang, manjalani kerasnya hidup. Dia berhasil masuk perusahaan tepat diusia 18 tahun. Dan mampu membangun kembali perusahaan diusianya yang ke 20 tahun. Ke dua kakaknya tinggal di luar negri. Menjalani kehidupan masing masing"


Bianka: bibi tinggal lama disini?


" ya nona, saya sudah 20 tahun disini. Sejak saya masih muda"


Bianka: ah begitu, baiklah aku mengerti. Bibi bisa kembali bekerja.


(Dalam hati Bianka)


Kasian sekali Morgan, aku tidak menyangka dia sudah kehilangan orang tua saat masih balita. Morgan pasti lebih menderita dibandingkan aku. Apa karena itu dia menjadi pria es?


Bianka melanjutkan memasak. Dia mengaduk bubur dan mematikan kompor. Bianka melepas apron dan menyiapkan peralatan makan. Bianka mengelap meja, Morgan sedang mengawasi dari jauh. Morgan dengan sengaja turun lebih awal berniat ingin minta maaf pada Bianka. Morgan berjalan mendekati meja makan.


Bianka terkejut, dan langsung terdiam. Bainka tak ingin menyinggung perasaan Morgan. Maka dari itu Bianka memilih diam.


Morgan: dimana pelayan? Kenapa kamu yang bersihkan? (Menarik kursi dan duduk)


Bianka: aku ingin melakukannya.


Morgan: berikan tanganmu.


Bianka: (terkejut) apa.. (mengulurkan tangan)


Morgan meraih tangan Bianka, melihat tangan Bianka kasar dan ada beberapa luka.


(Dalam hati morgan)


Pantas saja, semalam aku merasakan aneh saat menggandengnya. Apa dia bekerja sebagai buruh? Kenapa tangannya begitu kasar? Aku saja yang pria tidak sekasar itu.


Morgan: maaf.. (bicara lembut dan pelan)


Bianka: apa?? (Kaget)


Morgan: sudahlah! (Melapas tangan Bianka) aku hanya ingin tau, apa kamu sebelumnya bekerja sebagai buruh? Kenapa telapak tanganmu kasar sekali?


Bianka: tidak apa apa, aku baik baik saja. Apa kamu mau sarapan bubur buatanku?


Morgan: ya, sajikan padaku.


Bianka tersenyum cantik pada Morgan. Morgan terkejut, matanya melebar. Bianka berjalan menuju dapur mengambil bubur. Bianka kembali ke meja makan dan menyajikan bubur kaldu buatannya. Bianka meletakan mangkuk bubur dihadapan Morgan.


Morgan: hanya ini?


Bianka: kenapa? Tidak suka? Ingin menu lain? Aku akan buatkan.


Morgan: hanya untukku? Mana buburmu?


Bianka: ah, itu.. aku akan makan nanti. Kamu makan saja, nanti buburnya dingin.


Morgan: ambil buburmu dan duduklah bersamaku.


Bianka terkejut, kenapa sikap Morgan jadi aneh. Semalam marah marah sekarang bersikap baik dan bicara halus. Bianka terdiam, Bianka melamun.


Morgan mengejutkan Bianka, memanggil Bianka berulang ulang.


Morgan: hei.. Bianka??

__ADS_1


Bianka: (terkejut) i..i..iya??


Morgan: kenapa diam dan melamun, cepat ambil buburmu.


Bianka berjalan kedapur, mengambil buburnya sendiri. Biankan kembali, menarik kursi dan duduk. Bianka mulai memakan bubur dengan perlahan. Begitu juga Morgan.


(Dalam hati Morgan)


Hmm.. bubur ini enak sekal. Bianka pandai memasak, aku ingin lagi.


Morgan berdiri dan membawa mangkuk bubur kedapur. Bianka menatap Morgan, Bianka terus melihat ke arah Morgan. Ingin tahu apa yang Morgan kerjakan. Bianka terkejut, Morgan ingin mengambil bubur lagi. Karena tidak hati hati punggung tangan morgan menyentuh panci panas.


Morgan: ah.. sial! (Mengibaskan tangannya)


Bianka berdiri dan berlari ke arah Morgan, Bianka meraih tangan Morgan dan membasuh tangan Morgan dengan air mengalir.


Bianka: ceroboh sekali. Sudah tau panas tidak sarung tangan. Dimana kotak obat?


Morgan: di laci meja.


Bianka membuka laci dan mengeluarkan kotak obat. Bianka menyeka punggung tangan morgan dengan handuk kering dan mengoles krim. Bianka dengan perlahan mengoles obat. Morgan menatap Bianka, Bianka menatap Morgan. Pandangan mereka bertemu, Morgan dan Bianka saling membuang muka. Bianka selesai mengoles krim.


Bianka: duduklah, aku akan ambilkan buburmu.


Morgan: hmm..


Morgan kembali berjalan ke meja makan, dia duduk. Menunggu buburnya datang. Bianka datang dan meletakan bubur dihadapan Morgan.


Bianka: apa lukamu sakit? Perlu ke rumah sakit?


Morgan: tidak perlu.


Morgan memakan bubur, begitu juga Bianka. Suasana menjadi hening. Hanya terdengar suara gesekan sendok dan mangkuk.


Tiba tiba penjaga masuk menemui Morgan. Penjaga itu terlihat ketakutan dan panik.


Morgan: ada apa? Panik seperti itu.


"Tuan, di halaman mansion ada seorang wanita sedang mengamuk"


Morgan: siapa?


"Saya tidak tahu"


"Dimana JM Lewi? Dimana? Morgan keluar kamu.."


(Suara teriakan seseorang)


Morgan mengusap mulutnya dan berdiri, berjalan menuju pintu utama. Bianka mengikuti Morgan karena penasaran. Morgan sampai di depan pintu dan melihat Anna.


Anna: akhirnya keluar.. (tersenyum) tolong jangan cabut dana investasimu. Jika kamu melakukan itu, semua investor akan menarik saham dan dana mereka.


Morgan: itu bukan urusanku. Aku hanya mengambil hak milikku. Apa itu salah?


Anna: kamu orang berpengaruh dalam dunia bisnis, bisakah kamu pertimbangkan lagi. Aku mohon, beri kami kesempatan.


Morgan: tidak bisa, pergilah!


Anna: Morgan.. (melihat Bianka dibelakang Morgan) kamu..


Morgan memalingkan wajah, Morgan kembali menatap Anna.


Morgan: ada apa? Kenapa memandanginya seperti itu?


Anna: kalian tinggal bersama?


Morgan: ya, kami pun tidur bersama. Apa kamu puas?? Pergilah!! Pagi pagi sudah mencari keributan.


Morgan menatap penjaga, penjaga mengangguk dan langsung menyeret Anna. Anna berteriak teriak karena di usir.


Anna: tunggu, aku tidak akan menyerah begitu saja. Kamu harus pertimbangkan Morgan. Aku bisa jadi istrimu. Lepaskan aku!! Morgan.. Morgan dengarkan aku..


Morgan masuk kembali ke dalam dan kembali duduk, Morgan kembali memakan buburnya. Bianka duduk dan menatap Morgan.


Bianka: apa kamu tidak bisa pertimbangkan? Kenapa kamu seperti ini? Apa karenaku?


Morgan: (meletakan sendok, menatap Bianka) sepenting itukah kamu untukku? Sehingga aku harus repot melakukan ini untukmu? Aku memang ingin meranik dana investasi ku, dan kebetulan kamu bisa di manfaatkan. Itu saja! Kamu puas dengan jawabanku? Jangan kira aku sungguh sungguh melakukan ini karena aku berbaik hati padamu. Ini hanya permainan Bianka Josie.


Morgan berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju tanga, ingin kembali ke kamar. Bianka terkejut. Dia mengembangkan senyum namun hatinya terluka. Kata kata Morgan menyayat hati.


(Dalam hati Bianka)


Bodohnya aku! Kenapa harus bertanya pertanyaan konyol. Tentu saja, apa artinya aku baginya? Aku hanya sampah! Ini semua hanya permainan. Bianka sadarlah.. kamu tidak boleh terlalu banyak berharap.


Hallo..


Terimakasih sudah mau berkunjung, dan membaca cerita saya..


Jangan lupa Like, ☆ dan isi kolom komentar ya..


Jangan lupa Favoritkan juga❤..


Bye bye😉😘

__ADS_1


Salam hangat


"Dea Anggie"


__ADS_2