Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 28


__ADS_3

Bianka dan Morgan datang ke rumah sakit menjenguk Caroline. Bianka membawa keranjang buah dan juga bunga mawar untuk Caroline. Morgan dan Bianka berjalan beriringan menuju kamar Caroline. Sesampainya di depan pintu, ponsel Morgan berdering.


Morgan: masuklah dulu, nanti aku menyusul.


Bianka mengangguk, membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan. Bianka menutup pintu perlahan, berjalan kearah Yohanes dan Caroline. Bianka menyapa dengan suara lembut.


Bianka: hallo..


Yohanes: hai, sudah datang? (Menatap Caroline) kenalkan dia adik iparku yang paling kecil.


Caroline: hallo.. aku Caroline.


Bianka: hallo.. aku Bianka. Senang betemu denganmu kakak cantik.


Bianka memberikan buah dan bunga pada Yohanes. Yohanes menerima dan meletakan bunga dan buah di atas meja.


Caroline: tidak perlu repot Bianka.


Bianka: tidak merepotkan kakak. (Tersenyum)


Yohanes: dimana kekasihmu?


Bianka; Morgan sedang menerima panggilan.


Yohanes: duduklah, aku akan buatkan minuman untukmu.


Bianka: tidak perlu repot kak, aku tidak haus.


Pintu ruangan terbuka. Morgan masuk dan menyapa.


Morgan: hallo, maaf ada panggilan penting


Yohanes: tidak masalah.


Morgan: (menatap Caroline) hallo kakak ipar, aku Morgan.


Yohanes: (mendekati Morgan) bicara yang benar.


Caroline: oh hallo Morgan, aku Caroline.


Yohanes: maafkan adikku. Dia hanya menggodamu.


Caroline: tidak masalah, aku anak tunggal jadi aku akan senang punya banyak saudara.


Morgan: menikahlah dengan kakakku, kamu akan punya banyak saudara.


Yohanes: diam! (Membungkam mulut Morgan)


Morgan: (melepas tangan Yohanes) oke oke.. aku akan suka jika kamu jadi kakak iparku. (Berlari cepat kearah Bianka yang duduk di sofa)

__ADS_1


Yohanes: Ryco... (kesal)


Caroline: haha.. (tertawa lebar) astaga, kalian adik kakak sangat lucu.


Yohanes: diam, jangan tertawa lagi. Lukamu akan terbuka nanti.


Caroline: iya iya aku mengerti. Jangan mengomel, oke?


Morgan dan Bianka berbisik. Morgan mengajak Bianka kembali ke kantor karena ada klien yang datang dan sudah menunggu. Morgan dan Bianka berpamitan pada Yohanes dan Caroline. Morgan dan Bianka pergi meninggalkan kamar Caroline.


Yohanes: jangan hiraukan mereka. Mereka hanya asal bicara.


Caroline: memangnya tidak boleh aku menjadi kakak ipar mereka? (Menatap Yohanes)


Yohanes: hmm.. boleh saja, asal kamu mau berjanji satu hal padaku.


Caroline: (tersenyum) sungguh? Boleh janji apa? (Beratusias)


Yohanes: cepatlah sembuh dan jangan ceroboh lagi.


Caroline: tentu, aku akan menurut apa kata dokter agar cepat sembuh. Juga tidak akan ceroboh lagi.


Yohanes: (mengusap lembut kepala Caroline) istirahatlah, aku akan berjaga. Jika makan siangmu datang aku akan bangunka.


Caroline: (memegang tangan Yohanes) duduklah di sampingku, jangan duduk di sofa.


Yohanes: baiklah.. (duduk di kursi di samping ranjang)


(Dalam hati Yohanes)


Cantik sekali, seperti mami. Mungkinkah kamu orangnya? Wanita yang di bicarakan papi dan mamiku. Caroline yang cantik dan cerewet. Andai saja papindan mami ada disini.


Sepasang tangan memeluk Yohanes dari belakang. Yohanes terkejut, memalingkan wajah. Yenako tersenyum cantik mencium pipi Yohanes lembut. Yenako menempelkan kepalanya ke kepala Yohanes.


Yenako: sayangku.. semoga bahagia..


Yohanes: mami.. (menangis) mami datang?


Yenako: jangan menangis sayang. Jangan bersedih, mami selalu ada di sampingmu. (Menyeka air mata Yohanes)


Yohanes: (menatap Caroline) apa dia menyukaiku?


Yenako: ya, Caroline sangat menyukaimu. Dia berharap banyak padamu, jangan ragu lagi. Menikahlah dengannya dan hiduplah bahagia.


Yohanes: mami.. (mata berkaca kaca)


Yenako: mami mencintaimu Hans.. (bicara lembut)


Yohanes dan Yenako saling bertatap muka. Yohanes meneteskan air mata melihat Yenako. Yenako mencium kilas kening Yohanes dan memeluk Yohanes, perlahan bayangan Yenako menghilang.

__ADS_1


Yohanes: mami.. mami.. (mengigau)


Caroline terbangun, mengusap lembut wajah Yohanes yang tertidur di tepi ranjang. Caroline panik dan bangun perlahan.


Caroline: Hans.. (menepuk bahu Yohanes)


Hans bangun, Hans..


Yohanes membuk mata dan kaget, Yohanes langsung mengangkat kepala dan menyeka air matanya. Pipinya basah karena menangis.


Caroline: (menyeka air mata Yohanes) kamu mimpi apa sampai menangis?


Yohanes: aku bertemu mamiku.


Caroline: benarkah? Lalu kenapa menangis? (Mengusap lembut kepala Yohanes)


Yohanes: aku menangis karen bahagia bisa bertemu mamiku.


Caroline: (tersenyum) mamimu pasti cantik. Jangan bersedih lagi ya..


Yohanes berdiri dan membenahi selimut menutupi kaki Caroline. Caroline memegang erat tangan Yohanes, Caroline menatap Yohanes ingin berbicara sesuatu. Yohanes menatap Caroline, mata mereka saling memandang.


Caroline: aku menyukaimu. Entah apa yang kamu pikirkan tentangku, aku tidak peduli. Aku akan jujur pada perasaanku. Aku menyukaimu dari awal melihatmu.


Yohanes: (tersenyum) jujur sekali. Bagaimana jika aku tidak.. (kata kata terpotong oleh Caroline)


Caroline: kamu tidak ingin menjadi kekasihku? (Menunduk)


Yohanes: aku ingin menjadi suamimu.


Caroline: apa? (Tersenyum) jadi.. kita?? (Senang)


Yohanes: ya.. ayo kita menikah Caroline.


Yohanes mendekat dan mencium lembut bibir Caroline. Jantung Caroline berdebar, begitu juga Yohanes. Ini adalah ciuman pertama mereka. Caroline merangkul leher Yohanes dan menutup mata. Yohanes menahan tengkuk leher Caroline, Yohanes dan Caroline hanyut dalam suasana.


Hallo semua..


Terimakasih banyak sudah mau berkunjung..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar ya..


Beri tip juga boleh..


Bye bye..


Sampai jumpa di episode berikutnya..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2