
Morgan, Bianka dan Anna James sedang makan malam bersama. Karena Morgan masih belum sepenuhnya pulih, Bianka membuatkan bubur untuk Morgan. Anna James melayani Morgan, menuang bubur ke mangkuk Morgan dan menghidangkan bubur di hadapan Morgan.
Morgan kembali menorehkan senyum palsu dan memuji Anna James. "Terimakasih Anna, kamu mengurusku dengan baik. Jangan terlalu lelah, aku tidak ingin kamu kelelahan." Morgan menatap Anna James.
Anna James memegang tangan Morgan dan tersenyum. "Aku tidak apa-apa. Aku bahkan bisa melakukan lebih dari ini." Jawab Anna James.
Bianka berdiri dari duduknya dan membalikan badan, melakangkah pergi. Morgan menegur Bianka dan bertanya.
"Bianka, kamu mau kemana? Tidak makan?" Tanya Morgan, Morgan dan Bianka mulai bersandiwara.
"Tidak Morgan, aku akan makan di meja dapur. Tidak enak menganggu kalian." Ucap Bianka yang langsung berjalan menuju dapur.
Morgan dan Anna saling menatap, "duduklah Anna, hmmm.. begini saja karena aku tidak lapar bagaimana jika aku menyuapimu buburku." Morgan mulai merayu Anna James.
"Tapi kan itu buburmu, buatannya! Aku tidak mau makan." Jawab Anna James.
"Hei, jangan seperti itu. Bukankah wanita seorang Morgan Lewi harus bersikap baik. Kamu takut apa? Bianka tidak mungkin meracuniku bukan, jika dia memang berniat membunuhku dia tidak perlu repot menangis dan merawatku. Makanlah, anggaplah ini ucapan terimaksihku padamu. Aku juga melihatmu bekerja keras mengurusku." Morgan menatap dengan tatapan mata penuh harapan.
"Baiklah, aku akan makan." Anna James tersenyum.
"Menyebalkan, aku kesal jika harus merayu dan membujuknya seperti ini. Jika tidak dibujuk maka Anna tidak akan makan bubur ini. (Mulai menyuapi Anna James) makanlah bubur ini Anna, dan jadilah putri tidur. Aku akan melakukan aksiku malam ini tanpa ada gangguan darimu." Batin Morgan.
Morgan dengan terpaksa menyuapi Anna dan menorehkan senyum palsu. Anna terbuai rayuan dan perkataan Morgan, melahap habis bubur yang Morgan suapkan padanya. Tahap akhir Morgab mengusap bibir Anna dan memberikan air minum, Anna sangat senang mendapatkan perhatian dari Morgan.
Di meja dapur, Bianka mengintip dan tertawa dalam hati melihat Anna yang masuk dalam perangkapnya. "Haha.. wanita bodoh! Bisa-bisanya, termakan kata-kata Morgan. Ck.." batin Bianka.
Morgan mengajak Anna untuk pergi kekamar beristirahat. Anna tanpa rasa canggung langsung mengiyakan. Morgan dan Anna James berdiri, berjalan pergi meninggalkan meja makan menuju kamar.
Bianka berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati meja makan, meringkas piring kotor. Karena ada Anna James, Morgab terpaksa memindahkan semua pelayan ke mansion lama dan hanya menyisakan dua orang pelayan saja. Morgan tidak ingin Anna James menjadi orang yang semena-mena dan tidak menghargai orang lain. Karena Morgan tau, jika Anna James tidak seperti Bianka yang pengertian dan peduli.
Seorang pelayan mendekat dan membantu Bianka meringkas piring kotor. "Nyonya, biarkan saja yang mencucinya. Anda silahkan beristirahat." Ucap pelayan yang sibuk meringkas piring kotor.
"Baiklah, tolong bi.." jawab Bianka.
Bianka berjalan perlahan dan masuk dalam kamarnya. Menunggu Morgan datang ke kamarnya, Bianka penasaran dengan apa yang di lakukan Morgan di kamar bersama Anna. Meski Bianka tau jik Morgan tidak akan macam-macam namun tetap saja, Anna adalah wanita ukar yang pandai merayu.
"Ahh kenapa Morgan sangat lama. Apakah reaski obat itu belum bekerja?" Guman Bianka, Bianka berbaring dan berguling-guling di ranjang.
__ADS_1
Anna James keluar dari kamar mandi dan berganti gaun malam yang sexy. Morgan terkejut, muak melihat Anna James.
"Tidurlah, aku akan temani." Kata Morgan.
Anna James berjalan mendekati ranjang, meletakan ponselnya di meja dan naik ke ranjang, masuk dalam selimut lalu berbaring.
Morgan menatap ponsel Anna yang ada di meja, lalu kembali menatap Anna yang sudah menguap karena mengantuk.
"Tidurlah, selamat malam." Ucap Morgan.
"Selamat malam Morgan, selamat tidur." Ucap Anna yang sudah memejamkan mata. Anna James kembali menguap dan memeluk selimut, mata Anna James terpejam.
Morgan membaca buku dan menunggu beberapa saat agar Anna James benar-benar terlelap.
5 menit kemudian..
Morgan memanggil dan menekan-nekan bahu Anna perlahan. Anna Jemes hanya diam dan tertidur. Morgan bergegas turun dari ranjang dan mengambil ponsel Anna James. Morgan pergi meninggalkan Anna James dikamar, Morgan membuka pintu kamar di luar kamar sudah ada Aska dan dua orang lainnya. Morgan menatap Aska dan mengangguk, Morgan keluar dari kamarnya. Aska menyuruh dua orangnya membawa Anna James keluar dari kamar.
"Bawa wanita itu, ikata tangan kaki dan sumpal mulutnya. Kita bawa ke mobil." Perintah Aska.
"Dimana orang itu Aska?" Tanya Morgan.
"Di dalam mobil tuan, tapi.." tiba-tiba Aska terdiam.
"Tapi apa?" Tanya Morgan.
"Nyonya ada di dalam mobil bersama orang itu, nyonya menyakan banyak pertanyaan. Dan membuat orang tersebut ketakutan." Jawab Aska.
Morgan tersenyum, "Awasi Anna James dengan baik, lakukan sesuai rencana. Kamu mengerti?" Tanya Morgan.
"Ya tuan, saya mengerti." Jawab Aska.
Morgan berjalan dan pergi melihat keadaab Bianka bersama seorang yang sebelumnya di tahan oleh Anna James. Dengan langkah cepat Morgan berjalan.
Sesampainya di depan mobil Morgan membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil. Bianka terkejut melihat Morgan, terlebih orang yang ditahan oleh Anna James. Morgan menatap tajam kepada orang yang di tahan Anna James, tatapan yang mematikan.
__ADS_1
"Katakan! Siapa yang menyuruhmu?" Morga dengan suara pelan namun menakutkan.
"Dia tidak akan menjawab sayang, lebih baik kita bawa saja ke kantor polisi." Kata Bianka menakut-nakuti.
"Ja-jangan nyonya, tuan ampuni saya." Katanya dengan suara gemetar.
"Baik, katakan padaku siapa yang menyuruhmu. Siapa saja yang terlibat? Jika tidak bicara, aku bukan hanya mengirimmu ke kantor polisi. Aku juga akan mengirim mu ke pemakaman." Kata Morgan.
Orang tersebut semakin ketakutan, Morgan benar-benar menyeramkan. Perlahan orang tersebut akhirnya bercerita. Orang tersebut menceritakan siapa saja orang yang terlibat, menceritakan bagaimana dia dan rekan-rekannya beraksi.
Bianka geram, tanpa sadar langsung menampar orang ada di hadapannya. Bianka memukul-mukul orang jahat di hadapannya.
"Brengs*k beraninya kamu mencelakai suamiku, aku akan menghabisimu. Aku tidak akan mengampunimu, aku tidak akan melepaskanmu." Bianka kesal dan berteriak-teriak.
Morgan menarik Bianka dalam pelukannya, Morgan menenangkan Bianka. Mengusap rambut Bianka. Bianka menangis tersedu, tidak hanya Nico James yang berniat membunuh Morgan tetapi juga Alex Jossie, pamannya yang sudah di anggap ayah oleh Bianka.
Pintu mobil terbuka, Aska kaget melihat Morgan yang memeluk Bianka. Morgan dan Bianka turun dari dalam mobil.
"Pergilah Aska, aku dan Bianka akan menyusul nanti." Kata Morgan lirih.
"Baik tuan, kami sudah siap dengan rencana berikutnya. Saya permisi tuan." Aska dan dua orang lain dan juga Anna James pergi meninggalkan mansion.
Morgan merangkul Bianka dan membawa Bianka masuk dalam mansion. Bianka merasa bersalah, tidak menyangka jika pamannya tega melakukan itu kepada Morgan.
@@@@@... @@@@@...
Hallo..
Jangan lupa like,, komen,, vote dan juga ranting bintang ya..
Terimakasih..
Sampai jumpa di episode selanjutnya..
Bye bye..
♡Dea Anggie😉♡
__ADS_1