Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 25


__ADS_3

Biaka dan Morgan baru tiba di mansion. Merena menuju kamar masing masing untuk beristirahat. Umeko sedang pergi dengan Frans. Yohanes pergi bermain golf bersama temannya. Morgan keluar dari kamarnya berjalan menuju kamar Bianka. Morgan mengetuk kamar Bianka perlahan membuka pintu lau masuk dan kembali menutup pintu. Morgan berjalan ke arah ranjang dan naik keranjang. Morgam masuk dalam selimut dan berbaring di samping Bianka.


Morgan terus menerus menatap Bianka, Morgan membelai lembut rambut Bianka. Ponsel Morgan yang ada di dalam saku celana bergetar. Morgan dengan cepat mengambil ponselnya dan melihat layar ponselnya. Panggilan dari Umeko, Mongan menerima panggilan dari Umeko.


(Panggilan terhubung)


Umeko: lama sekali, berkencan terus..


Morgan: ada apa? Mengganggu saja.


Umeko: aku sudah pesankan tempat untuk besok. Kamu yang memesan bunga ya. Aku sudah lelah, seharian berkeliling.


Morgan: hmm.. aku tau, soal bunga urusan mudah.


Umeko: oke, aku akan bawa makan malam nanti. Kamu mau keluar?


Morgan: tidak, kami sangat lelah kak. Sudah ya.. aku mau tidur.


Umeko: dasar Ryco kecil. (Memutus panggilan)


Morgan: masih saja menganggapku anak kecil. Dasar Umeko menyebalkan.


Morgan meletakan ponselnya di meja dan memegang erat tangan Bianka, Morgan memejamkan mata dan tertidur.


 


Malam harinya..


Makan malam berlangsung, Yohanes, Umeko, Frans, Morgan dan Bianka makan bersama. Suasana tenang mereka menikmati makanan masing masing.


Morgan: kak Hans, besok luangkan waktumu. Kami akan mengajakmu pergi.


Umeko: jangan bermain golf terus. Carilah kekasih.


Yohanes: kalian mengejekku?


Umeko: itu fakta jika kamu pria tua yang lajang kakaku sayang.


Frans: sayang, jangan seperti itu pada kakakmu.


Morgan: ehemm.. akhirnya kata sayang muncul. Sejak kapan kalian berkencan?


Umeko: tutup mulutmu dan cepat makan, banyak bicara sekali.

__ADS_1


Yohanes mengehela nafas menggelengkan kepalanya perlahan meelihat tinggkah laku dua adiknya. Beberapa saat kemudian, makan malam berakhir. Morgan dan Umeko mencuci piring dan membersihkan meja mereka membagi tugas. Umeko mengantar Frans pulang, karena Frans tidak membawa Mobil. Sedangkan Yohanes berjalan menuju kamarnya.


Yohanes membuka pintu kamar dan masuk, menutup pintu kamar dan berjalan ke kamar mandi. Yohanes membasuh wajah dan menyikat gigi. Yohanes menyeka wajahnya yang basah dengan handuk kering. Yohanes keluar dan berganti pakaian, Yohanes mengenakan piama tidurnya. Duduk di sofa dan sibuk membaca buku bacaan di tangannya.


Yohanes terus membaca lembar demi lembar buku ditangannya, matanya semakin penat. Yohanes menatap jam di dinsing, jarum jam sudah menunjukan pukul 11.00 malam. Yohanes menutup bukunya dan berjalan keranjang. Naik keatas ranjang, Yohanes melipat tangannya dan menutup matanya. Usai berdoa Yohanes menarik selimut dan Berbaring. Yohanes memejamkan matanya perlahan dan mulai terlelap.


 


Yohanes memasuki dunia Mimpi. Yohanes duduk di bawah pohon besar, bersandar dan mengangkat kepalanya ke atas. Menutup matanya perlahan, Yohanes merasakan hembusa angin yang menerpanya.


"Selamat Ulang tahun ke 30 Yohanes Xylion Lewi"


(Berbisik lembut di telinga Yohanes)


Mata Yohanes seketika terbuka, suara yang tidak asing baginya. Suara merdu maminya, Yohanes memalingkan wajah dan mendapati sosok Yenako di sampingnya. Yenako tersenyum cantik. Yohanes tersenyum memeluk Yenako.


Yohanes: mami, terimakasih selalu datang di hari ulang tahunku. (Menangis)


Yenako: jangan menangis sayangku.


Yohanes: mi.. aku merindukanmu.. merindukan papi..


Yenako: hmm.. lihatlah disampingmu, papi mu ada disampingmu.


Yohanes: papi.. (memeluk erat Jonathan)


Jonathan: selamat ualang tahun putra sulungku Hans. Panjang umur dan selalu bahagia.


Yohanes. Andai papi masih ada bersama kami. Aku merindukan papi..


Jonathan: terimakasih sudah menajaga adik adikmu Hans. Papi sangat bangga padamu, kasih mu begitu besar kepada saudari saudaramu. Kamu bahkan mengabaikan kebahagiaanmu sendiri demi kebahagaian saudara saudaramu. Kini kamu sudah dewasa, raihlah kebahagiaanmu. Bangunlah masa depanmu.


Yohanes: ya pi, aku mengerti (melepas pelukan)


Yenako: (bersandar di punggung Yohanes) akan ada seseorang yang datang untukmu anakku. Hadiah terindah di hari ulang tahunmu. Seorang wanita bernama Caroline.


Yohanes: siapa dia mi? Aku tidak pernah dengar nama itu.


Yenako: hmm.. siapa dia? Tentu saja dia menantu tertua mami. Menikahlah dengannya. Bantulah keluarganya, dia adalah wanita yang baik.


Yohanes: mami ingin aku menikah?


Yenako: apa kamu tidak ingin? Ingin seperti papimu? Malajang sampai usia 39 tahun?

__ADS_1


Jonathan: menikahlah Hans, adik adikmu sudah punya padangan masing masing.


Yohanes: aku bahagia Umeko dan Ryco bisa menemukan cinta mereka masing masing (menangis) Mereka sudah dewasa sekarang. Tugasku sudah berakhir, mereka bisa menjaga diri masing masing.


Yenako: sayangku, terimakasih nak. Jasamu sungguh besar. Maafkan mami membuatku dalam kesusahan menjaga dua adikmu. Mami tau, kamu mengalami banyak kesulitan dan saat mengasuh Umeko dan Morgan. Mami tau masa kecilmu yang kelam, dimana semua temanmu menjauhimu dan mencemohmu. Mereka mengejekmu, satu hal yang harus kamu tahu. Mami bangga padamu sayang. Kamu tak pernah sedikitpun manaruh dendam. Mami bangga (menangis)


Yohanes memeluk yenako dengan erat, Yohanes menangis tersedu. Air matanya tak dapat terbendung lagi.


Jonathan: (menepuk lembut punggung Yohanes) papi tidak menyangka, hatimu begitu lembut. Kamu tumbuh menjadi pria sabar dan penuh kasih, maafkan papi Hans. Karena kami kamu harus menderita.


Yohanes: aku tak pernah merasa menderita papi, mami. Jangan salahkan diri kalian lagi. Setiap tahun kalian datang aku sudah sangat senang. Karena papi dan mami lah Hans bisa seperti ini. Maaf jika Hans pernah lalai dalam tugas menjaga adik adik. Maaf jika Hans sering mengeluh dan menangis di hadapan foto kalian. Hans tidak punya teman berbagi saat itu. Hanya bisa cerita pada papi dan mami.


Yenako: sayangku.. percayalah.. kita pasti akan berkumpul bersama lagi dikehidupan selanjutnya.


Yohanes: jika ada 10 kali kehidupan selanjutanya, aku akan selalu ingin dilahirkan sebagai anak dari Joanthan Lewi dan Yenako Kimoro. Aku bangga menjadi anak kalian. Kalian orang tua terbaik bagi kami. Terimakasih papi.. mami.. selamanya aku tak akan pernah menyesal menjadi anak kalian. Aku mencintai papi, mami dan kedua adik.


Jonathan: i love you Hans..


Yenako: i love you Hans..


Yohanes: i love you papi mami..


Jonathan dan Yenako memeluk erat Yohanes. Yohanes menutup matanya merasakan hangatnya pelukan kedua orang tuanya. Perlahan Jonathan dan Yenako menghilang.


Mata Yohanes terbuka lebar, air matanya berlinang. Yohanes bangun dan duduk bersandar menyeka air matanya. Namun air mata terus berlinang, beruang kali di hapus air mata terus menetes. Yohanes menutup wajahnya dengan dua tangannya. Yohanes menangis keras tanpa suara, Badannya gemetar.


Yohanes: pa..pi..... ma..mi..... (suara serak dan gemetar di iringi derai air mata)


Hallo semua


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya.


Beri like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar ya. Berikan komentar, saran kritrikan kalian beri saya dukungan dan semangat ya.


Beri tip juga boleh.


Bye bye


Sampai jumpa di episode selanjutanya.


Salam Hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2