Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 61


__ADS_3

Morgan dan Bianka sudah sampai di tempat Aska. Bianka menggenggam tangan Morgan.


"Lakukan apapun, jangan lukai dirimu sendiri dan jangan menempatkanmu dalam keadaan yang sulit. Bisa kamu berjanji padaku?" Tanya Bainka menatap Morgan.


"Aku berjanji sayang, ada kamu di sampingku aku akan bersikap baik." Jawab Morgan, Morgan mencium lembut punggung tangan Bianka.


Bianka tersenyum, "baiklah, ayo kita temua semua orang itu. Aku juga akan bertanya beberapa hal pada pamanku." Kata Bianka, Bianka membuka pintu mobil dan turun.


Morgan membuka pintu mobil dan turun. Morgan menghampiri Bianka dan menggandeng tangan Bianka. Mereka berjalan perlahan untuk masuk dalam gudang penyimpanan milik keluarga Lewi.


Aska menyambut Morgan dan Bianka. Aska berjalan mendekati Morgan dan mmeberikan sebuah berkas dokumen.


"Tuan sudah datang, ini adalah laporan rekaman kemera pengawas dan bukti kejahatan kerjasama Nicolas Gween dan Juga Alex Jossie." Jelas Asaka.


Morgan menerima berkas dokumen dan berjalan mendekati empat orang yang di ikat di kursi. Morgan melirik ke arah Aska, memberikan sebuah isyarat.


Aska mengangguk mengerti maksud dari tuannya. Aska melihat semua orangnya, "buka penutup mata dan penutup mukut mereka." Perintah Aska.


"Baik tuan." Jawab semua nya, yang langsung bergerak.


Penutup mata dan penutup mulut di buka. Terlihat jelas wajah Alex Jossie, Anna James, asisten Nicolas dan seorang lainnya yang sudah memberikan kesaksian pada Morgan dan Bianka.


"Siram mereka!" Perintah Morgan dengan suara lantang.


Morgan berdiri menatap ke arah empat orang tidak jauh darinya, empat orangnya berbondong-bondong mengambil air dan kembali dengan sebuah timba di masing-masing tangan mereka. Empat orang mengambil posisi masing-masing lalu menyiram Alex Jossie, Anna James, asisten Nicolas Gween dan juga seorang lain.


Alex Jossie, Anna James, asisten Nicolas Gween dan seorang lain itu seketika seperti ikan yang keluar dari kolam air. Mereka kaget karena tubuh mereka basah. Bianka memejamkan mata dan manunduk sebenarnya ada rasa tidak tega pada pamannya (Alex Jossie) karena bagaimana pun Alex Jossie sudah merawatnya walaupun Alex Jossie juga sering menganiaya dirinya. Namun Bianka sudah berjanji pada Morgan untuk membiarkan Morgan melakaukan apa yang dia inginkan.


Morgan melangkahkan kaki mendekati Alex Jossie, Anna James, asisten Nicolas Gween dan seorang yang lain itu. Semua orangnya memeberi jalan dan mundur menjauh, aura dingin sudah terpancar. Seketika tempat itu sudah seperti sebuah rumah yang terbuat dari balok es.


Aska menarik nafas dalam dan menghembuskan nafas perlahan melihat Morgan yang berjalan mendekati empat orang jahat yang terikat di kursi.


"Terimalah nasib buruk kalian! Kalian salah jika membuat perkara dengan tuan muda Lewi. Tuan muda Lewi bukan seperti tuan tertua yang bisa memafkan atau meringankan hukuman karena iba. Semakin kamu memohon, semakin berat menerima hukuman yang akan kamu dapatakan. Semakin kamu diam dia akan semakin menyiksamu dengan ancaman-ancamannya, karena tuanku hanya akan melihat pada orang yang mau mengakui perbuatannya meski pengakuan itu menyakiti hatinya. Mengakui pun bukan berarti bebas dari hukuman. Hahhh.. sudah dipastikan kalian akan berujung di penjara." Batin Aska dengan tubuh gemetar.


Morgan melewati Aska, seakan Aska berubah menjadi patung es. Aska diam tidak berkutik dan hanya menatap apa yang Morgan lakukan.


Morgan berdiri di depan empat orang jahat itu dan melipat dua tangannya di dada. Morgan menatap satu persatu orang yang ada di depannga dimukai dari sesorang yang memberi informasi, asisten Nicolas Gween, Anna James dan juga Alex Jossie.


"Kalian berniat membunuhku? Apa kalian tidak tau siapa aku? Beraninya membuatku cidera seperti ini." Batin Morgan mengeratkan gigi, tangan Morgan mengepal.


"Morgan? Kenapa aku disini? Bukankah aku tadi tidur?" Suara Anna James, suara Anna James membubarkan perhatian Morgan.


"Siapa kamu?" Tanya Morgan, Morgan menatap tajam.


"Aku.. aku adalah Anna James, aku adalah istrimu. Kamu kenapa? Lepaskan aku, biarkan aku bersamamu." Anna James memberikan peryataannya. Dan pernyataan itu dangat mengelikan.


"Kamu ingin bersamaku? (Mendekati Anna James) jangan mimpi Anna James! Hanya satu wanita yang bisa bersamaku dan wanita itu adalah Bianka, bukan wanita licik sepertimu! Hah.. (tersenyum dingin) aku tidak menyangka, wanita terhormat sepertimu rela melakukan apa saja demi uang dan harta kekayaan. Memalukan, bagaimana jika sampai berita ini tersebar? Keluarga James pasti akan kecewa melihat nona James yang terhormat masuk penjara." Morgan kembali melangkah mundur dan mengacuhkan Anna James.


Anna James terdiam, melebarkan mata mendengar kata-kata Morgan. Lagi-lagi hal yang sama terulang kembali, dulu dipermalukam sekarang juga dipermalukan. Anna James menangis tersedu meminta maaf pada Morgan.

__ADS_1


"Maafkan aku Morgan, maafkan aku. Aku mohon lepaskan aku! Aku hanya mengikuti rencana bodoh Nicolas Gween! Percayalah padaku." Anna James memberi alasan.


"Oh begitu! Baiklah aku akan pertimbangkan setelah aku memasukanmu ke dalam penjara." Jawab Morgan, jawaban Morgan langsung menghentikan tangisan Anna James, membuat tubuh Anna James gemetar ketakutan.


Morgan bergeser dan menatap Alex Josie. "Hallo tuan Josie, ah maksudku paman Alex. Kita bertemu kembali." Morgan menyapa dan smmrberikan senyuman yang mematikan.


"Morgan, maafkan aku. Tidak bermaksud melakukan itu. Tolong beri aku kesempatan untuk menebus semuanya." Ucal Alex Josie dengan tubuh gemetar.


"Kesempatan? Hitunglah dan ingat berapa kali aku memberimu kesempatan. Sudah banyak kesempatan terbuang sia-sia hanya karena kebodohanmu. Kamu mencelakaiku, setelah aku tiada kamu akan menikahkan Bianka dengan Nicolas begitu maksudmu paman Alex? Maafkan aku, aku tidak akan mati begitu saja untuk merelakan istriku dimiliki oleh pria lain. Aku tidak bisa menghukumu, biarkan pengadilan yang memutuskannya." Kata Morgan.


"Bianka.. Bianka tolong paman sayang, tolong bantu paman." Suara Alex Josie merengek pada Bianka.


Morgan terkejut, mengerutkan kening menatap Bianka. Bianka mengepalkan tangan, menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan perlahan.


"Maafkam aku paman! Aku tidak bisa dan tidak mau menolong seorang yang berniat jahat pada suamiku! Morgan suamiku, aku keponakan paman yang berarti Morgan juga keponakan paman. Kenapa paman begitu tega melakukan ini? Paman tidak pernah puas dengan apapun, pamanku yang baik dulu, sekarang sudah dibutakan oleh uang, kekekayaan dan kekuasaan. Maafkan aku paman, aku sudah menyerahkam segalanya kepada Morgan. Morgan yang akan tentukan semuanya, aku tidak lebih dari seorang penonton!" Jawab Bianka.


Morgan melebarkan mata. Ini pertama kalinya Bianka menjadi seseorang yang berhati dingin dan tidak mau tau urusan orang lain. Morgan melebarkan senyuman mentap Alex Josie.


"Lihatlah, bahkan Bianka tidak ingin menolong! Kamu menyesal? Sesali kesalahanmu di penjara tuan Josie." Kata Morgan geram mengingat tidak hanya mencelakainya Alex Josie juga pernah mrnyiksa Bianka sampai babak belur.


Morgan berjalan dan berhenti di depan asisten Nicolas Gween. Tanpa membuang waktu Morgan mendekat dan bertanya, "dimana Nivolas Gween?" Suara Morgan meninggi.


"Aku tidak tau, sungguh." Jawaban asisten Nicolas Gween membuat Morgan kesal.


"Apa perlu aku menangkap dan memberika adik wanitamu pada pria-pria kuat yang ada di belakang? Kamu pikir aku tidak tau dimana adikmu bekerja, dan apa yang adikmu lakukan? Dimana adikmu tinggal dan... "kata-kata Morgan terpotong.


"Baiklah, aku akan beri tahu. Taun Gween ada di.. lu..ar kota. Di kota .... (memberika informasi alamat) aku mohon tuan jangan lakukan apa-apa pada adikku. Kami sudah tidak punya orang tua lagi, hanya adikku yang aku miliki tuan. Aku mohon." Asisten Nicolas Gween memberikan penjelasan.


Aska mengerti kenapa Morgan menjadi diam. Aska adalah teman kecil Morgan, bermain bersama Morgan dan orang yang sangat peduli pada Morgan hingga saat ini pun Aska tetap bersedia membantu Morgan. Menjadi orang kepercayaan Morgan.


Morgan berjalan melewati Aska. "Panggil polisi masuk! Aku sudah lelah Aska." Suara Morgan melemah.


Morgan berjalan perlahan mendekati Bianka, Bianka berlari mendekati Morgan dan memapah Morgan. Bianka meraskaan tubuh Morgan yang gemetaran.


Aska menjalankan perintah, polisi masuk dan meringkus ke empat orang tersebut. Keempat orang tersebut langsung di bawa ke kantor polisi untuk selanjutnya di proses. Aska ikut bersama ke kantor polisi menggantikan Morgan. Morgan sudah memberika kesaksian sebelumnya mengenai apa yang terjadi dan siapa saja yang terlibat.


Polisi kini memburu Nicolas Gween, polisi bekerja sama dengan polisi yang ada di luar kota untuk memburu Nicolas Gween.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..

__ADS_1


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Dan masih banyak lainnya (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2