Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 70


__ADS_3

Bianka mengikuti permaianan Nicolas Gween, dalam hatinya sangat berharap Aska mendengar percakapanya dengan Nicolas dan mengambil tindakan.


Bianka merasa gugup saat Bianka masuk ke dalam Mobil Nicolas, hidup matinya dipertaruhkan. Tidak hanya itu, nyawa bayinya pun bisa terancam.


♡♡♡♡♡


Aska berdiri menunggu Morgan dan Ling berbincang, ponselnya bergetar. Aska memeriksa, meraba saku jasnya. Aska mengeluarkan ponsel dan menatap layar ponsel.


Mata Aska melebar, mendapati nyonyanya menghubungi. Aska melangkah mundur dan berdiri jauh dari Morgab juga Ling. Aska menerima panggilan, belum sampai Aska berbicara untuk mengatakan Hallo, Aska mendengar Bianka berbincang dengan seseorang. Aska terus mendengar perbincangan Bianka dengan seseorang asing tersebut.


(Percakapan Bianka dan Nicolas)


"Jadi kamu kembali hanya untuk membawaku kabur, Nicolas Gween? Tanya Bianka.


"Tentu saja, aku tidak bisa tenang sebelum aku memilikimu seutuhnya." Jawab Nicolas.


"Apa kau gila? Aku sudah punya suami dan sedang mengandung anaknya. Berfikirlah dewasa Nicolas." Bianka bersuara lantang.


"Aku sudah berfikir Bianka, kamu diam dan duduk saja. Aku tidak akan menyakitimu." Ucap Nicolas.


-----


Mendengar percakapan Bianka dan Nicolas, Aska segera menghampiri Morgan. Aska tidak menutup panggilan, berjalam mendekati Morgan.


"Tuan maaf saya menyela, ada hal penting yang ingin sampaikan." Ucap Aska.


"Ada apa tanya Morgan." Penasaran.


Aska berbisik, melaporakan apa yang didengarnya. Morgan terkejut, seakan tidak percaya.


"Ling, maaf ada sedikit urusan. Bisa kita tunda pembicaraan kita beberapa menit?" Tanya Morgan.


"Silahkan tuan." Jawab Ling.


Morgan berdiri dan menjauh dari Ling, Aska memberikan ponselnya pada Morgan. Morgan mendengarkan perbincangan Bianka dengab Nicolas.


Hal yang tidak disangka sangka, ternyata Nicolas menjebak Morgan. Ling adalah orang suruhan Nicolas, sengaja mengulur waktu Morgan agar perhatian Morgan terpecah. Morgan geram, mengepalkan tangan.


Hal pertama yang dilakukan adalah mengurus Ling, agar Morgan bisa pergi menyelamatkan Bianka juga bayi dalam perut Bianka.


Morgan mengehela nafas berbisik pada Aska, Morgan merencanakan sesuatu untuk Ling. Aska mengerutkan dahi mengangguk, mengiyakan perintah Morgan.


Morgan memeberitahukan pada Aska, berbisik di telinga Aska untuk tidak memutus panggilan. Morgan memasukkab ponsel Aska dalam saku jas milik Aska. Morgan kembali menghampiri Ling, diam diam mengamati Ling.


"Maaf nona Ling, ada keadaan mendesak di kantor cabang." Ucap Morgan.


"Tidak masalah tuan, bisa kita melanjutkan untuk berdiskusi?" Tanya Ling.


"Silahkan.." jawab Morgan memberi isyarat lewat tangan, Morgan menyilangkan dua tangan di dada. Pertanda Aska harus bergerak melumpuhkan Ling.


Aska berjalan mendekati meja Morgan, mengambil dokumen asal dan mendekati Morgan yang sedang duduk di sofa bersama Ling Ling. Aska yang berada di belakang Ling Ling langsung memukul tengkuk Ling Ling, membuat Ling Ling pingsan.


"Ikat dia, minta orang kita menjaganya. Jangan sampai kabur, berikan ponselmu. Aku akan melacak Bianka." Morgan sudah tidak sabar ingin menghukum Nicolas Gween.


Aska memberikan ponselnya pada Morgan, Morgan bergegas pergi. Aska sibuk mengurus Ling Ling.


Morgan berlari, sembari terus mendengar percakapan Bianka dan Nicolas. Sejauh ini masih dalam keadaan baik, namun perasaan Morgan mengatakan jika Nicolas Gween pasti berniat jahat, apa pun itu misi Morgan kali ini adalah untuk menyelamatkan Bianka.


Morgan berhenti didepan mobilnya, mendengar dengan seksama. Tidak di sangka, Bianka memberikan petunjuk jalan. Bianka menyrbutkan apapun yang dilihatnya, mulai dari lampu jalan, jembatan kota, sampai taman bunga dan air mancur juga pusat perbelanjaan, semua mengarah ke perbatadan kota.

__ADS_1


Morgan dengan cepat masuk dalam mobil, memasang pengeras suara. Morgan mengeluarkan ponselnya dan memerintah orang ornagnya bergerak mrnuju perbatasan kota, Morgan mengatakan sesampainya di perbatasan kota dia akan mengirim lokasi keberadaanya. Morgan meminta orangnya membawa polisi, mengatakan jika ini berkaitan dengan seseorang penjahat besar.


"Sayang, bertahanlah. Aku pasti bisa menukanmu." Guman Morgan.


Morgan menghubungi temannya dan memninta bantuan melacak keberadaan Bianka. Temannya meyanggupi dan mengiyakan permintaan Morgan, segera mencari lokasi keberadaan Bianka.


♡♡♡♡♡


Bianka semakin gugup, mengepalkan kedua tangannya diatas pangkuannya. Bianka menutup matanya kilas dan mengambil nafas dalam dalam.


"Ada apa? Kamu baik baik saja?" Tanya Nicolas.


"Katakan, kamu ingin bawa aku kemana?" Tanya Bianka.


"Kemana lagi, aku akak membawamu ke perbatasan kota. Ke rumah lamaku, kamu ingat?" Jawab Nicolas.


Bianka melebarkan mata mengingat kejadian masa lalu, "tunggu.. maksudmu rumah di dekat pinggiran kota itu? Rumah lamamu yang dulu bersebelahan dengan rumah lamaku?" Ucap Bianka.


"Benar sekali, ingatanmu masih sangat bagus sayangku. Rumah itu sudah lama tidak ditinggali, tetapi aku rawat. Dan kamu seharusnya senang. Rumah lamamu aku beli dan aku rawat, aku akan berikan kembali rumah lamaku asalkan kamu mau menjadi istriku dan meninggalkan Morgan." Kata Nicolas.


Bianka tersenyum masam, " jangab bermimpi. Satu satunya orang yang kucintai adalah Morgan. Aku akui aku memang selalu mengagumimu dulu, tetapi tidak lagi setelah apa yang kamu lakukan padaku. Jika kamu menyukai ku tidak seharusnya kamu memaksakan diri untuk mendapatkanku, ini bukan cinta Nicolas. Masih ada waktu, antar aku kembali pulang, dan aku akan membiarkan kamu hidup tenang. Jangan sampai Morgan tau kamu dalang dibalik semua ini, aku tidak bisa bayangkan hukuman apa yang akan kamu terima nantinya." Bianka berusaha menutupi rasa gugup dan rasa takutnya.


Bianka terus berfikir bagaimana nasibnya, apakah Morgan baik baik saja atau tidak. Apakah Ling Ling melukai Morgan atau melakukan hal berbaya lainnya yang mengancam nyawa morgan.


Bianka tidak sadar jika panggilannya ke Aska tersambung dan saat ini Morgan mendengar semua percakapannya dengan Nicolas.


♡♡♡♡♡


Setelah melakukan perjalanan panjang, akbirnya Bianka dan Nicolas sampai pada tempat tujuan yang berada di perbatasan kota.


Bianka dan Nicolas turun dari mobil, Bianka tercengang mendapati rumah lamanya. Rumah lamanya masih berdiri kokoh tidak berubah sama sekali, rasanya senang bisa kembali ke tempat yang penuh dengan kenangan indah.


Bianka tersadar, Bianka baru ingat saat ini dirinya harus memikirkan cara lepas dari cengkraman Nicolas. Bianka masih menuruti kemauan Nicolas, Bianka tetap waspada.


Bianka dan Nicolas masuk dalam rumah. Bianka senang bisa kembali melihat rumah lamanya, rasanya rindunya terobati. Nicolas melepas tangan Bianka dan duduk disofa.


"Bagaimana? Jika kamu mau menjadi istriku, aku akan berikan rumah ini padamu." Tanya Nicolas.


"Aku tidak tertarik, aku senang bisa kembali melihat rumah masa kecilku. Tetapi kamu salah jika mengira aku akan mengikuti semua kemauanmu. Aku tidak akan pernah mau menikah denganmu Nicolas Gween." Bantah Bianka.


Nicolas Gween kesal, dia mengepalkan tangan. Kesabarannya sepertinya sudah mulai habis, Bianka terus menerus menolak menikah dengannya.


"Kamu menolak? Bagaimana jika aku memaksa? Sekarang hanya ada kita berdua disini, aku bisa melakukan apa saja jika aku mau. Apa kamu sungguh ingin aku melakukan sesuatu padamu?" Ancam Nicolas.


Bianka ketakutan, "kamu.. kamu jangan macam-macam Nicolas. Kamu jangan seperti ini, ini salah! Jangan coba coba melakukan hal diluar batas." Jawab Bianka berusaha terus melawan Nicolas.


Bianka berfikir keras mencari cara, bayi dalam kandungan Bianka bergerak gerak seakan tahu kondisi maminya yang sedang dalam bahaya. Bianka mengelus perutnya perlahan agar terasa nyaman.


"Sayang bertahanlah, kita akan baik saja." Ucap Bianka dalam hati pada si bayi dalam perutnya.


"Kamu merasa takut saat aku mengancammu? Apa aku harus terus mengancammu Bianka?" Teriak Nicolas yang hilang kesabaran.


Bianka diam tidak bicara apa apa, Bianka mencengkram tangannya sendiri kuat kuat. Nicolas terus berteriak dan meluapkan kekesalannya. Melimpahkan semua kekesalannya pada Bianka.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..

__ADS_1


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Lelaki Bayaran Amelia


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2