
Yohanes, Caroline, Umeko, Frans, Morgan dan Bianka sudah sampai di inggris. Sesampainya di Inggris, Yohanes mengajak Caroline ke pemakaman Jonathan dan Yenako.
Yohanes dan caroline berdiri di depan batu nisan Jonathan dan Yenako. Yohanes mengenalkan pada Caroline, kedua orang tuannya. Caroline menunduk memberikan salam, Caroline juga menyapa Jonathan dan Yenako.
(Dalam hati Yohanes)
Papi..
Mami..
Hans datang, bagaimana kabar papi dan mami disana?
Sekarang aku sudah menikah, di sampingku berdiri seorang wanita cantik dan baik hati.
Dia adalah Caroline, istriku. Pilihan kalian.
Minggu depan, Umeko dan Morgan akan menikah bersama. Aku harap papi dan mami datang, sama seperti di hari perrnikahanku. Aku senang melihat papi dan mami hadir. Aku melihat senyum kalian mengembang. (Air mata menetes) papi mami, selalu doakan kami anak anak yang tidak berbakti ini. Kami merindukan papi dan mami. Sangat rindu.. (menutup mata dan berdoa)
(Dalam hati Caroline)
Hai, papi mami.. Caroline datang dengan Hans. Caroline akan menjaga Hans dengan baik, menyayangi dan mencintai Hans sampai akhir usia Caroline. Doakan kami selalu rukun dalam bahtera rumah tangga. Somoga kedepannya kami selalu bisa menghadapi setiap masalah. Papi mami, Caroline ingin mengucapkan banyak terimakasih. Mami, terimakasih sudah melahirkan Hans, mendidiknya menjadi pria baik dan sangat pengertian. Papi, Caroline tau semasa hidup papi adalah seorang yang baik hati dan lembut. Dan Caroline yakin, sifat baik Hans mengalir dari papi. (Tersenyum) pastinya Caroline akan menjadi wanita beruntung seperti mami. Mempunyai pasangan yang SEMPURNA. (Caroline menutup mata dan berdoa)
Selesai berdoa, Caroline dan Yohanes pergi meninggalkan pemakaman dan kembali pulang ke rumah.
♡♡♡♡♡
Morgan sibuk di kantor. Selesai rapat Morgan kembali ke ruangannya. Aska kembali menyerahkan dokumen dokumen yang memerlukam tanda tangan Morgan.
Tok..
Tok..
Tok..
(Suara pintu diketuk)
Tak..
Tak..
Tak..
Tak..
Tak..
(Suara langkah kaki)
"Sayang...."
Bianka datang dengan hati gembira. Membawa makan siang untuk Morgan. Morgan menatap Bianka dengan senyum tampan.
Morgan: hai sayang..
Bianka: bekerjalah dahulu, aku akan menunggu.
Morgan menyelsaian pekerjaannya dengan cepat. Setelah selesai Morgan berdiri dan berjalan mendekati Bianka. Aska pergi meninggalkan ruangan Morgan. Bianka menyajikan hidangan di atas meja, Morgan terkesan semua makanan terlihat menggiurkan.
Bianka: silahkan jika ada yang kurang katakan padaku.
__ADS_1
Morgan: (duduk disofa, disamping Bianka) kamu memasaknya sendiri?
Bianka: tentu saja, ayo coba.
Morgan menyendok kuah sup dan mencicipinya, bibirnya tersenyum. Morgan menatap Bianka.
Morgan: ini enak sayang.
Bianka: sungguh? Akhirnya selama berjam jam aku memasak ada hasilnya juga. Aku senang kamu puas dengan masakanku.
(Tersenyum puas)
Morgan memakan masakan Bianka dengan lahap. Morgan melirik ke arah tangan Bianka, Melihat tangan Bianka yang merah.
(Dalam hati Morgan)
Tangannya terluka karena memasak untukku? Aku merasa terharu. Bianka mau repot memasak untukku karena dia ingin menyenangkan hatiku. Dan juga ingin menunjukan jika dia adalah istri yang sempurna. Bianka sayang, i love you so much..
Bianka: pelan pelan makannya, nanti tersedak.
Morgan: ini enak sekali, terimakasih sayang.
Bianka: sama sama. Jika kamu suka aku akan masak untukmu setiap hari.
Morgan mengangguk perlahan, Morgan menyelesaikan makannya. Bianka terus menatap kearah Morgan dan tersenyum cantik.
10 menit kemudian..
Bianka meringkas kotak makan dan memasukan kedalam tas.
Bianka: aku pulang ya, aku ada janji dengan Linda.
Morgan: jangan pergi, tinggalah sampai aku pulang. (Bierbicara dengan suara lembut, dan menyandarkan kepala kebahu Bianka)
Bianka terdiam, Bianka tak bisa menolak keinginan Morgan. Bianka mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya, mengirim pesan pada Linda. Bianka memasukan kembali ponselnya ke dalam tas dan memegang erat tangan Morgan.
Bianka: aku tidak akan pergi, kembalilah bekerja.
Morgan: (senang) benarkah? Kamu tidak pergi menemui Linda?
Bianka: aku sudah mengirim pesan padanya. Kamu bisa lepaskan aku Morgan? Ini di kantor.
Morgan melepaskan pelukan, Bianka berdiri merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan.
Morgan: istirahatlah di ruang baca, aku masih harus bekerja. Aku akan temani kamu jika aku sudah senggang.
Bianka: oke, (mencium kilas pipi Morgan) selamat bekerja pangeran es ku.
Bianka meraih tasnya yang ada di sofa dan berjalan cepat menuju ruang baca. Morgan tersenyum menyentuh pipinya. Morgan kembali ke meja kerjanya dan menyelesaikan pekerjaannya.
Diruang baca Bianka memilah milah buku yang berjajar rapi di rak buku. Matanya bergerak menjelajah, mencari bacaan yang menarik. Matanya tertuju pada sebuah Album foto berwarna putih. Bianka mengambil album foto tersebut dan membuka. Bianka menatap detail semua foto di dalam album. Bianka berjalan dan duduk di tepi ranjang. Matanya fokus menatap setiap foto.
(Dalam hati Bianka)
Wow.. inikah keluarga besar Lewi? Luar biasa, sangat cantik (meraba foto) dan ini pasti tuan Jonathan Lewi, (meraba foto Jonathan) sangat tampan. Tidak heran anak anaknya tampan dan cantik.
Bianka kembali membuka halaman album dan melihat foto keluarga Jonathan. Bianka tersenyum menatap Yenako yang menggedong bayi.
__ADS_1
Bianka: ini pasti pangeranku. Lucu sekali, saat kecil sangat menggemaskan.
"Sekarang juga masih menggemaskan"
Morgan ternyata sudah mengintip sejak lama dari balik pintu. Bianka menatap Morgan dan tersenyum. Morgan masuk dan menatap pintu. Morgan berjalan mendekati Bianka. Morgan tiba tiba saja duduk dan tidur dipangkuan Bianka
Bianka: pekerjaanmu sudah selesai?
Morgan: hmm, ada beberapa dokumen yang perlu aku lihat. Aku tidak tahan ingin bersamamu.
Bianka: (meraba lembut wajah Morgan) kasian sekali cintaku ini.
Morgan: apa yang kamu lihat?
Bianka: foto keluargamu.
Morgan: (menatap foto di album) ini aku saat masih bayi. (Menunjuk fotonya yang digendong oleh Yenako)
Bianka: saat kecil terlihat manis tapi saat dewasa terlihat menyeramkan
Morgan: haha.. (tertawa) aku tidak jahat atau menyeramkan sayang. Jangan takut,.
Bianka: aku tau, kamu sangat manis.
Bianka tersenyum menatap Morgan. Membelai rambut Morgan dengan lembut. Morgan membelai wajah Bianka, Morgan bangun dan mencium kening Bianka. Mencium hidung Bianka, mancium dagu Bianka dan mencium bibir Bianka. Bianka mencengkram lengan Morgan. Bianka menutup mata menikmati ciuman Morgan.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..
Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..
Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..
Beri tip juga boleh..
Jangan lupa bantu VOTE ya..
😉😘
Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..
Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..
ig: dea_anggie
Line id: dea_anggie
Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia
❤❤❤❤❤
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1