Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 40


__ADS_3

Alex Jossie duduk di samping seseorang. Seseoeang itu memakai stelan jas rapi dengan memakai kacamata hitam. Seseorang tersebut menatap ke arah Alex Jossie.


"Tuan Jossie. Bagaimana kabar anda?"


Alex: maaf, anda? (Suara pelan)


"Nicolas Gween. Senang bertemu anda tuan Alex Jossie"


Alex: (terkejut) Nicolas Gween? Putra tuan Gween, Julius Gween?


Nico: wah, saya terkesan. Anda mengenal papa saya.


Alex: maaf tuan. Maafkan saya tidak mengenali anda. Apa anda butuh bantuan? Apa yang anda inginkan?


Nico: aku inginkan Bianka.


Alex: (kaget, melebarkan mata menatap Nico) maksud anda tuan? Anda menyukai Bianka?


Nico: ya, aku sangat menyukai Bianka. Sayang sekali langkahku lambat dari Morgan Lewi. Aku akan langsung bicara pada inti, aku tau keadaan dan kondisi perusahaan Jossie. Saham Jossie sebagian besar milik Morgan Lewi. Bukankah perusahaan juga jatuh ditangan Morgan. Aku ingin kita membuat kesepakatan.


Alex: kesepakatan apa tuan? Asalkan saya dapat menguasai perusahaan lagi, saya akan setuju.


Nico: tidak hanya perusahaan, anda akan dapatkan keuntungan lainnya. Asalkan Bianka berpisah dengan Morgan dan menikah denganku maka aku akan memberikan 10% saham dari perusahaan Gween. Tentu saja banyak keuntungan lain yang anda dapat.


Alex: bagaimana bisa? Akan sulit memisahkan mereka.


Nico: berfikirlah tuan Jossie. Aku mengandalkanmu, aku ingin Bianka menjadi milikku seutuhnya.


Alex: baiklah, saya akan mencoba memikirkan cara memisahkan mereka. Anda akan dapatkan Bianka.


Nico: baiklah, aku menunggu kabar baik darimu tuan Jossie. Jangan mengecewakanku, atau aku tidak akan segan.


Alex: baik tuan, saya mengerti. Saya akan mencoba melakukan yang terbaik.


Nico: baiklah, aku akan pergi.


Nico berdiri dan pergi meninggalkan Alex. Alex menatap kepergian Nico, lalu memalingkan wajahnya menatap Bianka yang sedang berfoto bersama Morgan, Umeko, Frans, Yohanes dan Caroline.


 


Setelah berfoto dan menyambut semua tamu, Morgan mengajak Bianka duduk dan menikmati jamuan. Morgan memegang erat tangan Bianka. Bianka duduk, Morgan duduk di samping Bianka.


Morgan: \(menatap Bianka\) kamu lelah?


Bianka: tidak.. \(tersenyum\) aku bahagia. Terimakasih Morgan, aku sangat bahagia.


Morgan: \(mencium punggung tangan kanan Bianka\) kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Senyumanmu adalah sumber kekuatanku, dukunganmu adalah sumber semangatmu. Terimakasih Bianka, terimakasih telah menerimaku.


Bianka: i love you..


Morgan: i love you too..


Morgan menyuapi Bianka cake, mendekatkan sendok ke mulut Bianka. Bianka membuka mulut dan melahap cake yang ada di sendok. Bianka tersenyum, Morgan tersenyum tampan menatap Bianka.


Bianka dan Morgan menikmati jamuan pesta mereka. Kebahagiaan terlihat di wajah Morgan dan Bianka. Umeko dan Frans juga terlihat bahagia. Yohanes dan Caroline juga terlihat bahagia. Senyum lebar selalu menghiasi keduanya.


♡♡♡♡♡

__ADS_1


Acara sudah berakhir. Yang terisisa hanyalah rasa lelah. Frans membawa Umeko tinggal di apartemennya. Sedangkan Yohanes dan Caroline tinggal di mansion tua milik kakeknya. Morgan dan Bianka pulang ke mansion mereka.


Bianka masuk kedalam kamar membawa cake dan susu. Bianka duduk di samping Morgan yang sedang sibuk melihat berkas dokumen.


Bianka: sibuk sekali, perlu bantuanku?


Morgan: tidak sibuk, hanya sisa pekerjaan kemarin. Aku lupa belum memeriksa beberapa berkas. \(Menatap Bianka, menatap ke arah meja\) kamu lapar? Apa perlu kita keluar untuk makan?


Bianka: \(menggeleng\) tidak apa, besok pagi aku bisa memasak. Ini juga sudah malam, makan cake ini saja sudaj cukup.


Morgan tersenyum menutup berkas di tangannya. Morgan meletakan berkas dokumen di atas meja, mengambil piring berisi cake. Morgan menyuapi Bianka, Bianka tersenyum cantik, hatinya sangat bahagia. Morgan sangat perhatian padanya.


Bianka: apa yang terjadi padamu?


Morgan: ada apa??


Bianka: kamu berubah menjadi seorang yang perhatian dan lebih hangat dari sebelumnya.


Morgan: tidak bolehkah aku menjado perhatian dan hangat kepada istriku? Meski aku selalu dingin kepada wanita, aku tidak akan perlakukan wanitaku dengab buruk. Aku akan berusaha menjadi suami impianmu Bianka.


Bianka: hmmm manisnya..


Morgan meletakan piring ditangannya. Menatap Bianka dan tersenyum lebar, Morgan menarik tangan Bianka mendekat. Posisi mereka bergitu dekat, tubuh Bianka jatuh menempel pada Morgan.


Morgan: ada sisa krim di bibirmu.


Bianka: mana? \(Ingin membersihkan dengan tangan, namun tangannya di tahan Morgan\)


Morgan: biar aku yang bersihkan.


Umhh.. suara desahan Bianka membuat Morgan bernafsu. Morgan merem\*s bahu Bianka. Bibirnya masih berkeliaran di dalam bibir Bianka.


Bianka mengerutkan dahinya, merasakan sesuatu. Bianka mendorong Morgan dan terdiam. Morgan heran tiba tiba Bianka menjadi aneh.


Morgan: sayang, ada apa? Apa aku menyakitimu?


Bianka: maaf.. \(menatap Morgan dengan raut wajah sedih\)


Morgan: ada apa? Katakan, kenapa meminta maaf.


Bianka: sepertinya aku sedang datang bulan. \(Tersenyum\)


Morgan: oh.. datang di saat yang tidak tepat \(tersenyum\)


Bianka: aku ke kamar mandi dulu. Minumlah susumu selagi masih hangat.


Morgan menghela nafas panjang. Sedikit merasa kesal. Nafsu yang membara, angan angan ingin menikmati malam pertama seketika musnah. Morgan mengambil gelas susunya dan meneguk habis dalam sekali minum.


Morgan menatap ke arah pintu kamar mandi. Merasa gelisah, Bianka tak kunjung keluar dari kamar mandi. Morgan berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi. Morgan mengetuk perlahan pintu kamar mandi.


Morgan: sayang, kamu baik baik saja?


Pintu kamar mandi terbuka, Bianka keluar dari kamar mandi dengan memegang perutnya. Wajahnya pucat. Morgan yang melihat menjadi panik.


Morgan: kamu sakit?


Bianka: perutku tiba tiba sakit. \(Suara serak\) hmm..

__ADS_1


Morgan langsung menggendong Bianka menuju ranjang. Morgan membaringkan Bianka di ranjang dengan perlahan. Morgan merasa sedih, tak bisa membantu Bianka. Morgan membelai wajah Bianka dengan lembut.


Morgan: kita perlu ke rumah sakit? Apa yang kamu butuhkan?


Bianka: tidak apa, ini bukan masalah besar. Nanti sakitnya juga hilang.


Morgan: istirahatlah, aku akan menjagamu.


Bianka: oke..


Morgan naik keatas ranjang, masuk kedalam selimut. Morgan memeluk Bianka dari belakang. Tangnnya masuk ke dalam piama Bianka, mengusap lembut perut Bianka.


Morgan: apa masih sakit?


Bianka: ya, sedikit sakit.


Morgan: maaf sayang, aku tidak bisa membantu apa apa.


Bianka: seperti ini saja sudah cukup. Terimakasih untuk perhatianmu sayang. Aku senanh, kamu perduli denganku.


Morgan: hmm \(mencium tengkuk Bianka\) jika dengan begini membuatmu nyaman, setiap perutmu sakit aku akan melakukan ini. Biakan aku menjadi obat rasa sakitmu. Biarkan aku saja yang merasakan sakitmu. Selamat malam sayang, selamat tidur. Mimpi indah.


Bianka: selamat tidur pangeranku.


Bianka tersenyum, perasaannya tersentuh. Bianka menutup matanya perlahan, merasakan setiap sentuhan Morgan yang membuat perutnya terasa nyaman. Morgan mencium kepala Bianka dengan lembut. Memeluk Bianka erat. Memendamkan wajahnya di tengkuk Bianka. Matanya perlahan tertutup dan terlelap tidur.


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa vote ya


❤❤❤❤❤


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea\_anggie


Line id: dea\_anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"


 

__ADS_1


__ADS_2