Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 18


__ADS_3

Bianka dan Morgan lari pagi bersama di sekitar mansion. Keduanya berlari beriringan. Bianka berhenti, nasafnya tersengal. Morgan memalingkan wajah melihat Bianka, Morgan berhenti dan berbalik mendekati Bianka.


Morgan: ada apa?


Bianka: aku lelah. Larimu cepat seperti kuda.


Morgan: hei, itu belum apa apa. Aku bisa lebih kencang lagi dari pada ini.


Bianka: kejar aku.. (Bianka berlari meninggalkan Morgan)


Morgan: (tersenyum) dasar Bianka.. awas saja kalau tertangkap (Morgan mengejar Bianka)


Bianka terus berlari menuju taman, karena lelah akhirnya Bianka menyerah dan berhenti. Morgan memeluk Bianka dari belakang.


Morgan: kenapa berhenti? Sengaja ingin aku tangkap?


Bianka: (mengatur nafas) enak saja, aku tidak kuat berlari lagi. Tidak lihat nafas ku tersengal?


Morgan: mana? Coba aku lihat..


Morgan melepas pelukan dan membalikan badan Bianka menghadap ke arahnya. Morgan tersenyum, Morgan langsung mencium bibir Bianka. Bianka terkejut, Morgan merangkul pinggang Bianka mendekat padanya. Wajah Bianka memerah, Bianka mendorong Morgan dan berbalik menutupi wajahnya karena malu. Morgan tertawa melihat tingkah laku Bianka.


Morgan: hmmm.. malu malu tapi mau kan?


Bianka: menyebalkan.. jangan melihatku.


Morgan memeluk Bianka dengan erat, mencium kepala Bianka. Bianka langsung memeluk Morgan dan memendamkan wajahnya kedalam pelukan Morgan.


Morgan: masih malu? Begitu sering melakukannya masih juga canggung.


Bianka: Morgan.. (melepas pelukan) bukankah kita harus pergi ke rumah sepupumu?


Morgan: ya, Sepupuku mengundang kita untuk makan siang bersama nanti. Sekarang kita pulang dan sarapan, oke?


Bianka: kita jalan pelan pelan saja ya.


Morgan: iya sayang, mau aku gendong?

__ADS_1


Bianka: tidak perlu, jangan membuatku malu lagi.


Morgan: si putri malu.. (memegang erat kedua tangan Bianka, dan mencium lembut kedua punggung tangan Bianka secara bergantin)


Morgan dan Bianka kembali ke mansion. Morgan menggadeng tangan Bianka erat, mereka berjalan berdampingan. Sepanjang perjalanan mereka saling menggoda dan tertawa bersama. Tanpa terasa mereka sudah sampai di halaman mansion. Yohanes dan Umeko ada dihalaman mansion, mereka sedang berolahraga.


Umeko: ehemmm.. bahagia sekali. Sampai lupa segalanya. (Menggoda)


Yohanes: Meko, jangan ganggu mereka.


Umeko: uh, kakakku tersayang marah. Sabar ya kak, jodohmu masih dalam proses.


Yohanes: gadis nakal (mengusap kepala Umeko, menatap morgan dan Bianka) Morgan, Bianka dari mana?


Bianka: hallo kak Hans, Hallo kak Meko (tersenyum) kami dari taman.


Morgan: kami masuk dulu kak. Ingin istirahat didalam.


Yohanes: ya.. masuklah.


♡♡♡♡♡


Rumah Ricardo


Yohanes, Umeko, Morgan dan Bianka masuk kedalam rumah. Becca menyambut kedatangan Morgan. Becca berlari dan langsung memeluk Morgan. Bianka terkejut, seketika melepas tangan Morgan.


Becca: paman, aku merindukanmu.


Morgan: (melepas pelukan) Becca, jaga sikapmu. Tidak baik seperti itu.


Yohanes: hallo Becca.


Umeko: hai Becca.


Becca: Hallo paman Hans, Bibi Meko. Papi sudah menunggu. (Menatap Bianka)


Siapa dia?

__ADS_1


Morgan: dia calon istriku, Bianka.


Bianka: (tersenyum) hallo..


Becca terkejut, seketika langsung membuang muka dan masuk kedalam rumah. Morgan menatap Bianka, Morgan tersenyum manis pada Bianka.


Didalam Yohanes, Umeko, Morgan dan Bianka disambut oleh Ricardo, Cherish, Derenwin, Felicia, Viona dan Vionie. Becca tidak terlihat bersama orangtua nya.


Morgan memperkenalkan Bianka pada sepupu dan sepupu iparnya. Semua menerima Bianka, kecuali Becca. Dari kecil Becca sangat menyukai Morgan.


Semua berkumpul menikmati jamuan makan siang. Becca terus menatap Bianka. Bianka merasa tidak enak hati.


(Dalam hati Becca)


Dasar wanita murahan! Berani sekali menggoda pamanku. Awas saja, aku akan buat kamu dibenci oleh paman Rico. ******! Aku membencimu. Aku sungguh sangat kesal. Ingin rasanya aku menarik rambutmu.


(Dalam hati Bianka)


Kenapa Becca menatapku seperti itu? Apa dia membenciku? Aku sungguh tidak enak, apa jangan jangan Becca menyukai Morgan. Bukankah mereka paman dan keponakan?


(Dalam hati Morgan)


Becca ini membuat Bianka tidak nyaman saja. Aku akan bicara pada Kak Ric dan Kak Chey nanti. Aku tidak ingin Biankaku teluka atau sakit hati.


Morgan memegang tangam Bianka erat. Berusaha menenangkan hati Bianka yang sedang gelisah.


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca karya saya.


Jangan lupa beri like, ☆, dan isi kolom komentar.


Bye bye..


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


__ADS_2