
•Morgan
Aku menggedong Bianka, Bianka terkejut dan menolakku. Aku tidak peduli, aku tahu dia sangat kesakitan. Aku berjalan menggendong Bianka menuruni tangga.
Dibawah kami bertemu Kak Hans. Kak Hans menatapku dan Bianka.
Yohanes: Hai, mau kemana? Apa ada sesuatu?
Morgan: ya kak, kaki Bianka terkilir. Aku akan bawa Bianka ke rumah sakit.
Yohanes: ah iya.. hati hati di jalan.
Aku menganguk dan berjalan keluar mansion. Penjaga membuka pintu mobilku, aku mendudukan Bianka di bangku depan. Aku menutup pintu mobil dan berjalan ke sisi lain, membuka pintu mobil dan masuk, menutup pintu dan langsung melesat pergi membawa Bianka ke rumah sakit.
Langit sudah mulia gelap. Aku berkali kali melihat ke arah Bianka yang tak bersuara. Bianka menatapku dan tersenyum, senyumnya sungguh mempesona. Aku seperti tersihir, Bianka sangat cantik.
Bianka: fokuslah menyetir.
Morgan: jangan tersenyum, aku tidak akan tahan melihatnya. Senyummu membuatku terpesona sayang.
Bianka: haha..(tertawa) oke oke, aku akan diam agar kamu fokus menyetir.
Lampu merah, aku menghentikan mobilku. Bianka mendekat padaku dab mencium pipiku dengan lembut.
Bianka: thanks.. sudah dangat peduli padaku.
Morgan: kamu adalah orang yang sangat istimewa untukku Bianka. Tentu aku akan peduli padamu.
Lagi lagi Bianka tersenyum. Dia menunjuk jalan, memberitahu jika lampu jalan sudah berubah warna. Aku fokus menyetir agar cepat sampai di rumah sakit.
15 Menit kemudian..
Mobilku terparkir di halaman rumah sakit, aku menggendong Bianka masuk dalam lobby rumah sakit. Kami menuju IGD, perawat langsung menghampiri kami. Aku menjelaskan kondisi Bianka, dokter pun langsung melakukan pemeriksaan. Aku meminta pemeriksaan lengkap. Takut jika ada sesuatu pada kaki Bianka.
Aku terus mendampingi Bianka, aku melibat perawat membalut kaki Bianka dengan perban. Dokter mengatakan tidak ada masalah. Tidak ada retak atau hal fatal lainnya, kata kata dokter membuatku lega. Aku menghela nafas panjang. Urusan di rumah sakit selesai, kami pun pergi meninggalkan rumah sakit. Kami kembali pulang ke Mansion.
♡♡♡♡♡
•Bianka
Morgan sangat perhatian padaku. Mulai dari kami di rumah sakit hingga kembali ke mansion. Dia menyuapiku makan dan memberiku obat. Dia menyuruhku beristirahat, aku sangat senang.
Bianka: istirahatlah Morgan. Kamu pasti sudah lelah, bukankah besok harus kekantor?
Morgan: boleh aku tidur disini? Aku ingin menjagamu.
Bianka: jika kamu ingin silahkan saja. Kemarilah.. (menepuk ranjang)
Morgan naik keranjang dan duduk bersandar di sampingku. Morgan merangkulku, mengusap lembut bahuku.
Bianka: tidurlah, bukankah besok harus bekerja?
__ADS_1
Morgan: aku belum mengantuk. Kamu tidurlah dulu jika sudah mengantuk.
Bianka: aku juga belum mengantuk.
Morgan: hmm.. bagaimana kakimu? Maaih terasa sakit?
Bianka: sudah lebih baik, terimakasih pangeranku.
Morgan: sama sama sayang. Bianka.. aku akan ke China besok lusa. Kamu baik baik saja aku tinggal sendiri?
Bianka: iya, aku juga sering kamu tinggal kan?
Morgan: aku akan kemungkinan akan tinggal lama, satu atau dua bulan. Banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan.
Bianka: lama sekali sampai berbulan bulan (sedih)
Morgan: apa kamu mau ikut?
Bianka: tapi bagaimana dengan perusahaanmu? Bukankah selama kamu pergi aku harus menjaga JL?
Morgan: benar juga, aku sampai lupa jika sekarang kekasihku adalah wakil rahasia di perusahaan JL. Begini saja, jika kamu bosan pergilah menemuiku. Oke?
Bianka: oke? Aku tidak janji ya. Jika tidak rindu aku tidak pergi.
Morgan: oke. Aku jamin paling lama seminggu kamu akan tahan tanpa ku disisimu.
Bianka: (menatap Morgan) hmmm.. bisakah memmotong harimu disana? Apa saja yang kamu kerjakan sampai sebulan.
Bianka: cukup cukup! Aku mengerti! Jadi kamu disana hanya berurusan dengan wanita cantik kan? (Kesal)
Entah mengapa aku sangat kesal jika Morgan berbicara tentang wanita. Rasanya aku ingin mengunyahnya hidup hidup. Aku membuang mukaku, aku sangat kesal jauh jauh ke China hanya menemui wanita cantik. Aku merasakan sesuatu. Morgan memelukku dari belakang, menciumi tengkukku dan bahuku.
Morgan: akhirnya kamu cemburu juga. Aku menantikan saat kamu kesal dan marah karena cemburu (senang)
Bianka: aku tidak cemburu, aku hanya kesal. Lepaskan tanganmu, aku mau tidur.
Morgan melepaskan pelukan, aku menata bantalku dan berbaring. Morgan melakukan hal yang sama, Morgan terus menatapku. Aku masih kesal, jadi aku tidak akan peduli padanya. Morgan mendekatkan wajahnya padaku, mencium keningku, turun ke hidungku, menciuam kedua pipiku. Mencium daguku dan dia mencium bibirku. Umh.. Morgan menggigit lembut bibir bawahku.
Jantungku berdebar, darahku pun mendidih. Aku tak bisa menolaknya, aku justru menginginkannya. Aku meraba wajah Morgan dan membalas ciuman Morgan. Aku mengusap tengkuk dan dada Morgan. Aku bisa merasakan jantungnya berdebar kencang. Nafasnya semakin tak beraturan. Ciuman kami semakin memanas.
Tangan Morgan sudah mulai berkeliaran, mengusap bahuku dan leherku tanggan menjalar turun. Aku meremas bahu Morgan aku takut jika kami hilang kendali. Morgan melepas ciuman dan menghentikan gerakan tangannya. Dia memelukku dan meminta maaf.
Morgan: maaf sayang..
Bianka: ya, maaf mencegahmu. Aku tidak ingin kita melakukannya sebelum menikah.
Morgan: aku juga, terimakasih sudah mengingatkanku.
(Dalam hati Morgan)
Sial! Hampir saja aku sembaramgan menyentuh. Untunglah hal yang tidak tidak belum terjadi. Morgan, kendalikan dirimu. Bersabarlah, akan tiba saatnya memuaskan diri.
__ADS_1
Aku melepas pelukan dan menatap Morgan. Aku mencium kilas kening Morgan, aku juga mencium kedua pipinya. Aku tidak bisa menutupi lagi, aku sangat menyukai pangeran tampan yang ada dihadapanku saat ini. Aku tidak ingin kehilangannya. Aku mencintainya dengan sepenuh hati.
Morgan tersenyum dan mengusap lembut wajahku. Tatapannya begitu hangat, aku langsung memeluk Morgan. Memeluknya erat, aku sungguh takut dia akan melupakanku atau membuangaku saat dia bosan. Morgan mengusap punggungku perlahan.
Morgan: aku tidak bisa bernafas sayang. Tenanglah, aku tidak akan kabur kemana mana. Bukankah hatiku sudah menjadi tahananmu?
Bianka: jangan pernah memebenci dan membuangku Morgan. Aku mencintaimu.
Morgan: apa? Kalimat terakhir apa? Aku tidak dengar. (Menggoda)
Bianka: (melepas pelukan) aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu Jerryco Morgan Lewi. Apa kamu dengar?
Morgan: jadi ini pengakuan cinta?
Bianka: ya, inilah perasaanku yang sesungguhnya. Aku jatuh cinta padamu.
Morgan: apa kamu tahu, jauh sebelum kamu menyukaiku aku sepetinya sudsh jatuh cinta padamu terlebih dulu.
Bianka: aku ingin hidup bahagia bersamamu Morgan.
Morgan: hmm aku juga sayang. Bersabarlah! Aku tidak ingin mendahului kakak kakakku. Kamu mau bersabar kan?
Bianka: tentu, aku juga belum genap 20 tahun. Aku bisa menikah saat usiaku 25. Mungkin.
Morgan: tidakkah itu terlalu lama? Aku sudah berusia 31 saat itu.
Aku tertawa, wajah Morgan saat bicara sangat lucu. Pangeran Es ku yang beku perlahan menjadi hangat dan penuh kasih. Aku senang akhirnya aku bisa memberikannya kasih sayang. Meski terlambat setidaknya Morgan bisa tersenyum dan tertawa lepas sekarang. Bahagialah selalu pangeranku.
Morgan: sekarang kita lebih baik tidur. Jika terus membuka mata aku akan benar benar hilang kendali.
Bianka: selamat malam pangeranku, selamat tidur. Mimpi indah bersamaku.
Morgan: selamat malam tuan putriku, selamat tidur. I love you..
Morgan tersenyum dan memelukku. Aku memendamkan wajahku kedalam pelukam Morgan, memeluknya erat. Aku merasa nyaman, aku menutup mataku perlahan. Dan pergi ke dunia mimpi menjemput sang pangeran.
Hallo semua..
Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca karya saya.
Beri dukungan pada saya dengan cara memberi like, ranting ☆ dan isi kolom komentar.
Beri Tip juga boleh..
😉😘
Bye bye..
Salam hangat,
"Dea Anggie"
__ADS_1