
Morgan masuk dalam kamar tamu (kamar Bianka) dan menutup pintu perlahan agar tidak menimbulkan suara. Morgan berjalan dan melihat sekitat kamar, tidak ada Bianka di kamar. Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka.
Kleeekkkk...
(Suara pintu)
Morgan berdiri dengan melipat tangannya di dada, bersandar dinding di samping lemari. Bianka keluar dari kamar mandi hanya dengan sepotong handuk yang menutupi tubuhnya. Earphone terpasang dintelinganya, sehingga tidak menyadari jika Morgan ada dikamarnya. Bianka bernyanyi dan manari ringan, Morgan yang melihat tersenyum lebar. Bianka terlihat lucu dan menggemaskan.
Bianka memutar tubuhnya dan langsung terdiam. Bianka terkejut melihat Morgan, mata Bianka melebar.
"Morgan.." suara Bianka lirih.
Morgan tersenyum, merentangkan dua tangannya. "Kamu tidak ingin memelukku, istriku.." ucap Morgan dengan suara lembut.
Bianka kaget, tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. "Kamu ada perlu apa ke sini? Bukan istorahat di kamar." Bianka berjalan perlahan menuju lemari pakaian.
"Peluk aku sayang, aku merindukanmu." Ucap Morgan saat Bianka berjalan melewatinya.
Bianka menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Morgan, "katakan sekali lagi." Kata Bianka, yang masih belum yakin.
Morgan mengambil nafas dan membuang nafas dalam-dalam. Morgan mendekati Bianka perlahan, membuat Bianka takut dan mundur perlahan. Bianka terus mundur, bingung dengan Morgan yanh tiba-tiba menjadi aneh. Morgan terus berjalan mendekati Bianka, Bianka terjatuh ke ranjang, Morgan menindih Bianka dan menatap dalam mata Bianka.
"Apa ini? Apakah Morgan....." belum sampai batin Bianka menyelesaikan kata-katanya Morgan sudah langsung mencium bibir Bianka.
Morgan menutup matanya, akhirnya hari ini tiba. Hati dimana Morgan bisa meluapkan kerinduannya, Bianka mengusap tengkuk leher Morgan dan memanggut bibir Morgan. Morgan tersenyum lalu melepaskan ciumannya, Morgan membuka matanya perlahan menatap Bianka.
"Maafkan aku sayang." Ucap Morgan.
"Maaf untuk apa? Kenapa kamu seperti ini? Apa ada sesuatu?" Bianka masih merasa tidak yakin dengan kejadian yang dialaminya.
"Maaf untuk semuanya, lagi-lagi aku membuatmu menangis bukan? Aku sudah tidak tahan lagi membuatmu menderita batin Bianka, maafkan aku." Morgan sedih.
Bianka meraba wajah Morgan dan tersenyum. "Kamu berpura-pura lupa padaku kan?" Tanya Bianka.
Morgan kaget, mengerutkan keningnya. "Apa aktingku jelek? Kamu tau dari awal?" Morgan berbaring di samping Bianka.
"Jadi benar? Kamu berpura-pura?" Tanya Bianka kembali.
"Ya, aku berpura-pura. Maafkan aku Bianka." Jawab Morgan.
Bianka menangis, menutup wajahnya dengan dua tangan. Morgan memegang tangan Bianka dan menarik Bianka dalam pelukannya.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku. Aku terpaksa melakukan ini. Aku tidak bisa melepaskan orang-orang yang mencelakaiku." Morgan berbisik di telinga Bianka.
Bianka melepas pelukan dan menatap Morgan. "Aku tau siapa pelakunya, Anna James dan Nicolas Gween." Jawab Bianka.
Morgan tersenyum, mencium kilas hidung Bianka. "Aku tau sayang, saat dirumah sakit mereka bertemu. Aku mendengar semua percakapan antara Nicolas Gween dan Anna James." Morgan menjelaskan.
__ADS_1
"Lalu apa rencanamu? Kamu berpura-pura untuk menjebak Anna James dan Nicolas Gween?" Tanya Bianka.
"Pintar sekali istriku ini. Tidak salah aku memilihmu menjadi istriku Bianka, kamu dengar baik-baik. Tetaplah bersandiwara seperti ini, aku masih akan menyelesaikan ini. Nicolas Gween bukan orang sembarangan yang bisa di tangkap. Aku takut dia akan melimpahkan kesalahanny kepada orang lain." Morgan mengusap kepala Bianka.
Bianka mengangguk, "aku mengerti maksudmu Morgan. Apapun keputusanmu aku mendukungmu, aku senang sekali kamu tidak melupakanku." Bianka tersenyum lebar.
"Aku merindukanmu Bianka." Ucap Morgan.
"Ya, aku juga merindukanmu Morgan.." suara Bianka lembut.
Morgan kembali mencium Bianka, Bianka membalas ciuman Morgan. Tangan Morgan mulai beraksi, mulai berkeliaran kemana-mana.
"Umh.." desah Bianka saat Morgan menciumi lehernya.
"Boleh aku melakukanya sayang?" Bisik Morgan.
Bianka mengangguk perlahan, "hmm.. lakuka apa yang ingin kamu lakukan, jangan mehanannya." Jawab Bianka dengan suara serak.
Mendapatkan lampu hijau, Morgan merasa senang. Tidak perlu mengulur waktu Morgan sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Keinginanya sudah di ujung tanduk.
..
..
..
..
..
Aaahh..
Hah..
..
..
..
..
..
(Adegan dewasa 21+)
Β
__ADS_1
Morgan dan Bianka keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian.
"Untung saja aku selalu menyimpan baju ganti untukmu. Jika tidak aku harus ambil di kamar." Keluh Bianka.
"Terimakasih sayangku." Kata Morgan memeluk Bianka dari belakang, mereka berdua bersama-sama menatap ke arah cermin.
"Terimakasih untuk apa? Hmmmmm.." Bianka meringis kesakitan.
"Ada apa sayang? Apa ada masalah?" Tanya Morgan, melepas pelukan dan membalik tubuh Bianka.
"Aku baru tau jika rasa sakit itu seperti ini, panggangku pinggulku, kakiku sakit semua." Keluh Bianka.
"Maaf sayang, aku sudah berusaha bermain lembut. Berbaringlah, aku akan memijatmu." Morgan mengecup kilas kening Bianka.
"Aku baik-baik saja, kamu lah yang seharusnya berbaring. Dan aku akan memijat kakimu, bukankah kamu baru keluar dari rumah sakit. Aku tidak ingin suamiku terjadi apa-apa. (Bianka menatap tajam ke arah Morgan) ahh.. aku sampai lupa bertanya, di mana wanita tidak tahu malu itu?" Bianka kesal.
"Dia tidur, aku memeberinya obat tidur agar aku bisa menemuimu dan bersamamu. Selama dia ada disini, aku akan terus membuatnya menjadi putri tidur agar tidak mengganggu kesenangan kita." Morgan tersenyum.
"Benarkah? Hahaha.. sayang, kamu sungguh jahat. Apa dia akan baik-baik saja? Tidak akan mati?" Tanya Bianka.
"Tentu tidak, aku pastikan dia akan baik-baik saja. Ingat tugasmu sayang, jika Anna James sadar kamu harus bersikap seperti kemarin. Oke? Ini demi kebaikan kita. Aku berjanji tidak akan macam-macam dengan Anna James." Kata Morgan menyakinkan Bianka.
"Oke\-oke aku mengerti. Aku tau kamu tidak akan pernah sudi berurusan dengan Anna James. Aku juga tidak akan membiarkannya merebut tahtaku sebagai nyonya Lewi." Bianka menatap Morgan.
Morgan menggendong bianka naik ke atas ranjang. Morgan masuk dalam selimut dan berbaring, Bianka mengikuti Morgan. Morgan menatap Bianka.. "peluk aku" ucap Morgan lirih.
Bianka tersenyum langsung memeluk Morgan. Bianka dan Morgan tidur bersama, menghabiskan waktu bersama. Sedangkan Anna James masih ada ai kamar dan tertidur pulas.
@@@@@..... @@@@@.....
Hallo semuanya.. maafkan terlambat update.. hehe..
Jangan lupa like,, komen dan vote ya..
Bantu juga naikin ranting bintang dong..
πππππ
Terimakasih semuanya..
Sampai jumpa di episode selanjutnya..
Bye bye..
β‘Dea Anggieπβ‘
Β
__ADS_1