
Yohanes, Caroline, Bianka dan Aska tiba di rumah sakit. Yohanes langsung bertanya ke bagian informasi.
Yohanes: hallo, selamat sore. Maaf.. saya ingin tahu ruang rawat adik saya yang bernama Jerryco Morgan Lewi.
"Baik tuan, saya akan memeriksa daftar nama pasien terlebih dahulu. (Memeriksa daftar di komputer) maaf, tuan saudara kandung atau?"
Yohanes: saya kakak kandungnya. Ini istri saya (merangkul Caroline) dan itu istri dari pasien.
"Istri? Maaf tuan kami melihat laporan jika walinya adalah Anna James"
Yohanes: Anna James? Siapa Anna James?
Bianka: (mengingat ingat) aku tau siapa dia kak, dia anak tuan James. Salah satu rekan bisnis Morgan.
Yohanes: (menatap perawat) bisa kami menemui pasien?
"Silahkan tuan, kamar pasien di lantai 5. Kamar VIP 101"
Yohanes: terimakasih.
Yohanes, Caroline, Bianka dan Aska pergi menuju ruangan Morgan. Bianka berusaha tenang meski sebenarnya panik dan cemas akan keadaan Morgan.
♡♡♡♡♡
Anna James mondar mandir, hatinya tidak tenang. Morgan menggerakan tangannya, Anna yang melihat Morgan bergerak langsung berlari keluar ruangan memanggil dokter.
Beberapa saat kemudian dokter dan seorang perawat datang. Anna James menceritakan apa yang dilihatnya. Dokter mengangguk tanda mengiyakan. Dokter memeriksa kondisi Morgan. Mencelikan kedua mata Morgan perlahan.
Anna: dokter apa yang terjadi.
"Nyonya, tenangkan diri anda"
Morgan perlahan membuka matanya, Morgan mengedipkan matanya membiasakan dengan cahaya yang silau. Anna melebarkan mata menatap Morgan. Anna senang Morgan sudah sadar.
Anna: Morgan..
Morgan: (menatap Anna, mengerutkan dahi) Morgan? Siapa Morgan?
Anna: (menatap dokter) dokter?
"Ahh Tuan, anda tidak ingat siapa nama anda?"
Morgan: (menggeleng) ahh kepalaku sakit sekali. Aku siapa? Aku dimana?
__ADS_1
"Nyonya, seperti yang sudah saya sampaikan selumnya. Tuan mengalami Amnesia."
Morgan: Amnesia?
Anna: tidak masalah dok, saya akan berusaha memulihkn ingatannya perlahan lahan.
Morgan: kamu, siapa? (Menatap Anna)
Anna: aku istrimu (tersenyum cantik)
Morgan: istriku?
Anna: ya istrimu, aku sangat sedih saat melihatku terluka seperti ini.
Morgan: aku tidak mengingatmu.
Anna: jangan paksakan ingatanmu, kita bisa mulai semuanya. Kita bisa mulai dari awal lagi, oke..
Morgan: hmm..
(Dalam hati Morgan)
Mari kita mulai permainan ini Anna James. Aku sudah tidak sabar melemparmu ke laut. Mengaku menjadi istriku? Memuakkan!! Istriku hanya ada satu, dan hanya akan selalu menjadi satu satunya. Istriku adalah Bianka Jossie, bukan kamu wanita menjijikan! (Kesal)
Tok..
Tok..
Tok..
Kleeeekkk..
Pintu ruangan terbuka, tiba tiba jantung Morgan berdebar kencang. Morgan meraba dadanya karena perlahan dadanya rerasa sesak.
Yohanes berjalan cepat mendekati Morgan, disusul Caroline, Bianka dan Aska. Yohanes terkejut melihat kondisi adiknya yang terluka parah.
Yohanes: Ryco..
Morgan terkejut, tiba tiba saja kakak, kakak ipar dan istrinya datang. Bahkan Morgan juga melihat asistennya. Morgan bimbang, di satu sisi sangat merindukan keluarganya. Disisi lain ingin menangkap musuh.
Bianka: sayang, kamu baik baik saja? Kenapa bisa seperti ini? (Mata berkaca kaca)
Bianka menyentuh tangan Morgan, Morgan terdiam tak bisa berkata. Hatinya tidak tega menyakiti keluarganya apalagi menyakiti istrinya Bianka. Namun demi kebaikan bersama, akhirnya Morgan memilih mengesampingkan perasaannya untuk sementara waktu dan melanjutkan permainanya.
__ADS_1
Morgan: kalian.. siapa? (Suara lirih)
Yohanes, Caroline, Bianka dan Aska terkejut. Dokter menghela nafas, merasa sedih melihat Morgan berpura pura.
Yohanes: Ryco, ini kakak. Kak Hans.
Caroline: ada apa sayang, ada apa dengan adikmu?
Yohanes: entahlah, (menatap dokter) ada apa dok?
"Tuan Lewi kehilangan ingatannya"
Bianka terkejut, menatap Morgan. Matanya berkaca kaca, Bianka mendekat dan menyakinkan pendengarannya. Bianka berharap jika telinganya bermasalah.
Bianka: kamu melupakanku? Aku istrimu. (Suara lirih)
Morgan: (menahan rasa sakit di dadanya) istri? Dia istriku. (Menatap Anna James) siapa kamu?
Bianka: bukan, dia Anna James. Akulah istrimu. Aku Bianka Jossie. Morgan.. (menjerit lirih)
Air mata Bianka tumpah, Morgan membuang muka. Morgan berpura pura acuh dan mengenali keluarganya.
Morgan: dokter, bisakah anda membawa mereka semua pergi? Kepalaku sakit dadaku sesak. Aku tidak bisa bernafas.
(Berpura pura kesakitan)
Dokter mengerti maksud Morgan dan meminta semuanya untuk keluar dari ruangan.
"maafkan saya, tuan dan nyonya. Silahkan anda menunggu di ruang tunggu yang ada di depan. Saya akan memeriksa keadaan tuan Lewi. Tuan Lewi butuh waktu untuk mengingat semuanya kembali juga membutuhkan banyak istrirahat"
Dengan perasaan kecewa akhirnya Yohanes, Caroline, Aska dan Bianaka keluar. Dokter menatap Anna James dan mengangguk. Anna James memahani maksud dokter dan berjalan keluar ruangan.
_____@@@@@_____
hai hai semuanya.. apa kabar kalian semua?? 🤧🤧🤧🤧🤧 siapkan tisu ya.. next episode bakalan bayak air mata yang tumpah.. maafkan saya jika harus seperti ini,, karena beginilah jalan yang harus dilalui Morgan dan Bianka..
Jangan lupa like,, komen dan vote..
Terimakasih semuanya..
Sampai jumpaaa..
🙂🙂🙂🙂🙂
__ADS_1
Salam kasih,,
-Dea Anggie-