Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 24


__ADS_3

China


(Hotel A)


Bianka dan Morgan duduk berdampingan disofa. Bianka merebahkan kepalanya ke bahu Morgan yang sedang sibuk membaca laporan. Bianka sedang mendengarkan musik dengan earphone di telinganya. Tangannya bergerak mengikuti irama lagu yang didengarnya.


Morgan menutup dokumennya dan meletakan di meja. Morgan mengusap wajah Bianka. Mengambil earphone dari telinga kiri Bianka dan memasang di telinga kirinya. Bianka menatap Morgan, Morgan tersenyum tampan.


Morgan: ada apa sayang?


Bianka: (mencium kilas pipi Morgan) kamu sudah selesai dengan dokumenmu?


Morgan: ya.. besok tidak ada kegiatan bagaimana jika kita pergi jalan jalan.


Bianka: hmm.. boleh. Aku juga bosan kamu kurung di hotel.


Morgan melepas earphone di telinganya dan di telinga Bianka, mematikan lagu di ponsel Bianka. Morgan meletakan ponsel Bianka di atas meja. Morgan menatap Bianka dengan penuh kasih.


Morgan: jika aku membawamu ikut denganku saat rapat aku tidak konsen bekerja. Yang ada aku hanya akan konsentrasi melihat kecantikanmu.


Bianka: oke.. aku mengerti.


Morgan: kamu marah?


Bianka: tidak, ayo tidur ini sudah larut malam.


Bianka berdiri dan melangkah perlahan, Morgan menahan dan menarik lengan Bianka ke arahnya. Bianka jatuh kedalam pangkuan Morgan. Morgan memegang wajah Bianka dan mencium lembut bibir Bianka. Morgan memegang tangan Bianka dan meletakan tangan Bianka di lehernya. Bianka menutup mata dan membalas ciuman Morgan.


(Dalam hati Bianka)


Kenapa seperti ini? Aku selalu tak bisa menahan gejolak cintaku. Setiap hari bersama, aku takut tidak mampu menahan lagi. Morgan.......... jangan pernah melewati batasan kita.


(Dalam hati Morgan)


Sepertinya aku harus melamarmu secepatnya Bianka. Aku takut jika aku tak mampu menahan diriku lebih lama lagi. Aku laki laki normal Bianka, aku juga akan bernafsu jika terus bersama dan terus berdekatan denganmu. Aku akan berusahan tepati janjiku, aku tidak akan melakukannya sebelum kita menikah.


Morgan melepas ciuman dan memeluk Bianka, Bianka mengeratkan pelukan. Morgan menggendong Bianka ke ranjang. Merebahkan Bianka ke ranjang, Morgan menyelimuti Bianka dan mencium kilas kening Bianka. Morgan naik keranjang dan berbaring di samping Bianka.


Morgan: kemarilah, aku akan memelukmu tidur. (Morgan menarik Bianka dekat padanya) tubuhmu semakin berat.


Bianka: benarkah? Aku perlu diet jika begitu.


Morgan: (tersenyum) aku hanya bergurau. Jangan diet, aku tidak mau sayangku ini kurus kering.


Bianka: kamu terus saja menggodaku.

__ADS_1


Morgan: (mencium kilas kening Bianka) tidurlah sayang, aku akan terus memelukmu dan menjagamu.


Bianka: aku mencintaimu pangeranku.


Morgan: hmm.. aku juga mencintaimu putriku.


Morgan dan Bianka terlelap tidur menuju gerbang mimpi indah.


[Dalam Mimpi]


Morgan sedang mencari Bianka yang tiba tiba hilang dari pengawasannya. Morgan terus berjalan hingga berhenti di sebuah pantai. Disana morgan melihat sebuah keluarga kecil terdiri dari papa, mama dan tiga orang anak. Morgan teringat akan keluarganya, papi, mami, Yohanes, dan Umeko.


Tiba tiba ada yang merangkul lengan Morgan, Morgan tekejut. Mengira itu adalah Bianka. Morgan tersenyum..


Morgan: Bianka?


"Hei, mami sendiri pun tidak dikenali?"


Morgan terkejut, Yenako melepas tangan Morgan dan berdiri dihadapan Morgan menatap Morgan. Morgan melebarkan matanya melihat seseorang yang dihadapannya bukan Bianka melainkan maminya.


Morgan: ma..mi.. (bicara gemetar)


Yenako: iya sayang, ini mami (membelai wajah Morgan) kamu baik baik saja? Ryco kecilku sudah tumbuh dewasa dan sangat tampan.


Morgan: mami... (memeluk Yenako) aku rindu mami.. (menangis)


Morgan: aku sangat rindu pada mami, aku rindu pelukan ini.


Yenako: jadialah pria yang hangat sayang. Belajarlah menjadi pria yang lembut dan perhatian.


Morgan: mami.. (melepas pelukan) dimana papi?


" akhirnya anakku merindukan papinya"


Morgan: papi.. (memeluk Jonathan) aku merindukan papi..


Jonathan: seorang pria dingin bisa menangis juga. (Menepuk perlahan punggung Morgan) papi juga sangat rindu padamu nak. Maafkan papi..


Morgan mengeratkan pelukan dan terisak. Yenako memeluk morgan dari belakang.


Yenako: Ryco kecilku..


Jonathan: sayang, Ryco bukan anak kecil lagi. Ryco kita sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang tampan dan penuh pesona seperti papinya.


Yenako: terserah.. bagiku Ryco dulu dan sekarang adalah Ryco yang sama. Ryco kecil kesayangan mami. Sayangku.. Ryco kecil..

__ADS_1


Morgan melapas pelukan, begitu juga Yenako. Yenako mengusap lembut rambut Morgan.


Yenako: cepatlah menikah. Jangan melanggar janjimu pada Bianka.


Morgan: mami.. aku ingin, tapi aku tidak ingin mendahului kak Hans dan Kak Meko.


Yenako: hmm.. apa kalian berencana menikah bersama? Tiga bersaudara?


Morgan: mana ada seperti itu. Mami jangan mengarang cerita.


Yenako: kakakmu Hans, akan menemukan pasanganya tidak lama lagi. Dia seorang wanita cantik dan lembut.


Morgan: kak Meko?


Jonathan: Umeko berkencan dengan pria bernama Frans.


Yenako: menikahlah jika ingin menikah. Mami merestuimu, jagalah Bianka sampai akhir usiamu.


Jonathan: papi doakan kalian bahagia. Jangan pernah melukai hati Bianka. Sayangi dan Cintailah Bianka dengan sepenuh hatimu. Jangan membuatnya menangis atau bersedih.


Yenako: contohlah papimu Morgan. Papimu adalah pria hangat dan penuh cinta kasih. Perhatiannya mampu meluluhan hati mami.


Morgan: (tersenyum) aku senang papi dan mami mau menenemuiku. Aku sangat rindu pada papi dan mami.


Jonathan: jangan bersedih lagi. Mulai sekarang belajarlah untuk selalu terbuka pada Bianka. Jangan kamu menyimpan bebanmu seorang diri. Dan ya.. terimakasih sudah mau membangun JL grup kembali. Papa bangga padamu Jerryco, papa bangga.. (menangis)


Yenako: terimkasih sayang, kamu selalu mendoakan papi dan mami. Mami bangga padamu, kamu bisa bertahan dan mampu berdiri di tengah badai. Maafkan mami sayang.. (menangis)


Morgan: papi, mami.. aku sayang papi dan mami.. maafkan membuat papi dan mami tidak tenang. Maaf... (menangis)


Morgan memeluk papi dan maminya bersamaan airmatanya mengalir deras. Morgan sudah tak mampu berkata kata. Satu hal yang pasti Morgan bahagia bisa bertemu papi dan maminya walau hanya dalam mimpi.


Hallo semua..


Terimakasih sudah berkunjung dan sudah membaca karya saya..


Jangan lupa beri like,☆dan isi kolom komentar..


Beri tips juga boleh..


Bye bye..


Sampai bertemu di episode selanjutnya ya..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


__ADS_2