Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 45


__ADS_3

Keesokan harinya..


Morgan bangun dari tidurnya. Bianka tertidur lelap dalam pelukannya. Morgan tersenyum, membelai lembut rambut Bianka. Merapikan rambut Bianka yang menutupi wajah cantik Bianka. Morgan mencium lembut kening Bianka. Memeluk erat Bianka.


Morgan: Good morning my love.. (suara lembut)


Bianka bergerak, matanya perlahan terbuka. Bianka melonggarkan pelukan Morgan. Bianka meraba dada bidang Morgan dan tersenyum manis menatap Morgan. Bianka mencium kilas bibir Morgan.


Bianka: Morning.. (Bianka memeluk erat Morgan)


Deg..


Deg..


Deg..


Jantung Morgan berdebar. Tiba tiba saja perasaan takut menyelimuti Morgan. Keraguan muncul dalam hati Morgan.


Morgan: kamu sungguh tidak ingin pergi denganku? (Melepas pelukan)


Bianka: jika aku ikut, hanya akan menjadikanmu beban. Aku akan menunggu sayang. Cepat selesaikan pekerjaanmu dan cepat kembali.


Morgan: ya baiklah. Demi istri tercinta, aku akan selesaikan dan langsung akan pulang. Aku tak ingin istriku yang cantik ini menunggu suaminya terlalu lama. (Membelai wajah Bianka)


Bianka: pergi sendiri? Tidak membawa supir?


Morgan: tidak. Aku akan pergi sendiri sayang. Suamimu ini adalah pengemudi yang lihai. Jangan meremehkan kemampuan mengemudiku.


Bianka: bukan itu maksudku. Aku tau kamu adalah pengemudi terbaik dibandingkan kak Hans dan kak Meko. Juga petarung handal, namun tetap saja. Kamu juga manusia yang bisa lelah. Jika kamu lelah lalu terjadi apa apa bagimana.


Morgan: aku akan berhenti dan beristirahat. Tenang saja sayang, perjalanan tidak lama hanya membutuhkan waktu 3 jam perjalanan.


Bianka: baiklah baiklah, susah sekali berbicara dengan balok es.


Morgan: hahaha.. jika aku adalah balok es. Maka kamu adalah api unggun yang mampu mencairkan balok es.


Bianka: mulutmu sungguh sangat lihai tuan. Pandai bicara kata kata manis sekarang.


Drrrrttt.. drrrtttt..


(Suara getaran)


Ponsel Morgan yang ada diatas meja bergetar. Panggilan dari Aska, Morgan meraih ponselnya yang ada di meja dan menjawab panggilan.


(Panggilan terhubung)

__ADS_1


Morgan: ya Aska.


Aska: selamat pagi tuanku. Saya sudah menyiapkan segala keperluan tuan. 1 jam lagi saya akan sampai di mansion anda.


Morgan:baiklah, hati hati dijalan temanku. Maaf merepotkanmu.


Aska: maafkan saya tuan. Jika saja saya berhasil membujuk mereka. Maka anda tidak perlu repot datang.


Morgan: tidak masalah, ini adalah tugasku sebagi presdir. Sudah lama juga tidak bertemu mereka. Mungkin mereka juga mempunyai keluhan atau hal hal penting yang ingin dibahas denganku.


Aska: baiklah tuan. Saya akan segera pergi ke toko bunga. Membeli bunga pesanan anda untuk nyonya Bianka.


Morgan: jangan lupa pilihkan yang terbaik.


Aska: baik tuan.


Morgan memutus panggilan dan meletakan kembali ponselnya diatas meja. Bianka bangun dari tidurny, Morgan tiba tiba saja menarik tangan Bianka dalam pelukannya. Posisi badan Bianka ada diatas dada Morgan. Bianka terkejut, posisinya begitu intim dengan Morgan.


Morgan: 5 menit. Biarkan aku memelukmu 5 menit saja. Aku akan sangat merindukanmu sayang.


Bianka tersenyum manis. Memendamkan wajahnya dalam pelukan Morgan. Bianka bisa mendengar dan merasakan detak jantung Morgan. Deru nafas Morgan, membuat Bianka semakin nyaman dan enggak pergi dari pelukan Morgan.


Bianka: nyaman, pelukanmu sangat nyaman dan hangat. Aku menyukainya.


Morgan: benarkah? Aku akan selalu memelukmu seperti ini jika kamu menyukainya.


Morgan: ya, aku berjanji. Pelukan hangatku hanya untukmu seorang istriku.


(Mengeratkan pelukan)


Bianka mencengkram kuat baju Morgan. Morgan mengusap lembut punggung dan kepala Bianka. Puas memeluk Bianka dan Morgan bangun. Morgan bergegas menuju kamar mandi. Bianka merapikan ranjang, menata bantal dan menata selimut. Bianka menyiapkan pakaian Morgan. Menyiapkan pakaian ganti untuk Morgan bawa pergi.


Morgan keluar dari kamar mandi. Bianka masuk dan mandi, begantian dengan Morgan. Morgan berganti pakaian, tersenyum melihat pakaiannya sudah rapi tertata di atas ranjang.


Morgan: istri sempurna. Cantik, pandai dan sangat pemgertian. (Tersenyum tampan)


Morgan mengancing kemejanya, menatap.cermin besar di lemari bajunya. Wajahnya yang tampan terlihat jelas. Satu demi satu kancing terpasang. Morgan mengebakan jam tangan kesayangannya. Pemberian kakaknya Hans. Morgan mengancing lengan kemejanya dan membenahi krah kemejanya.


Tidak lama Bianka keluar dari kamar mandi. Berjalan perlahan mendekati Morgan. Baianka meraih dasi yanga ada diranjang. Bianka memasangkan dasi pada Morgan. Morgan terus menatap Bianka tanpa berkedip. Menatap Bianka yang cantik dengan mengenakan kaus polos dan celana pendek.


Selesai mengenakan dasi Bianka menatap Morga dan tersenyum. Morgan meraih pinggang Bianka dan mencium lembut bibir merah Bianka yang menggoda. Biaka membalas ciuaman Morgan. Memberikan ciumna manisnya pada Morgan.


 


Morgan dan Bianka sedang sarapan. Morgan menunggu datangnya Aska. Bianka menyiapkan bekal untuk perjalanan Morgan. Morgan terkesan, Bianka begitu perhatian padanya. Morgan sangat bersyukur mendapatkan istri sebaik dan sesempurna Bianka.

__ADS_1


20 menit kemudian..


Aska sampai, Aska masuk kedalam mansion. Aska menghampiri Morgan yang sudah menunggu di ruang tamu bersama Bianka. Aska membantu membawa pakaian ganti san kotak makanan kedalam mobil. Morgan menatap Bianka dengan tatapan mata dalam.


Morgan: jaga dirimu. Jika selesai cepat, aku akan kembali larut malam nanti. Jika tertunda aku akan kembali besok siang.


Bianka: jangan khawatir, ada Aska yang menjagaku. Fokuslah pada pekerjaanmu sayang.


Morgan: sekian lama bersama, ini pertama kalinya kita berpisah. Ini sangat berat bagiku. Hatiku tidak rela meninggalkanmu.


Bianka: (mencium lembut kedua pipi Morgan) selamat jalan sayangku, semoga selalu baik dan sehat. Aku selalu mendoakan yang terbaik.


Morgan: (menghela nafas panjang, lalu menghembuskan perlahan) baiklah, aku pergi. Sampai jumpa istriku. Aku sangat mencintaimu.


Bianka: aku juga sangat mencintaimu suamiku. Hati hati dijalan. (Tersenyum cantik)


Morgan tersenyum tampan, mencium kilas bibir Bianka. Menciumi kening, kedua kelopak mata, kedua pipi, hidung, dagu dan kembali mencium bibir Bianka kilas. Bianka memeluk Morgan, tiba tiba saja air matanya mengalir. Tak ingin rasanya berpisah. Morgan mengeratkan pelukan menciumi bahu Bianka.


Morgan melepas pelukan kembali menatap Bianka. Morgan terkejut melihat Bianka menangis. Morgan menyeka air mata Bianka dan kembali mengecup kedia kelopak mata Bianka lembut.


Morgan: jangan bersedih. Jika rindu pergilah bersama Aska menemuiku. Kabari aku jika kamu akan datang.


Bianka: (mengangguk) iya.


Morgan memegang erat kedua tanga Bianka. Mencium kedua punggung tangan Bianka secara bergantian. Morgan melepaskan pegangannya perlahan dan pergi meninggalkan Bianka. Beberapa langkah menjauh, Morgan kembali berbalik dan melambaikan tangan kepada Bianka. Senyum tampannya kembali mengembang. Bianka tersenyum cantik meski air matanya terus menetes.


Morgan: (menatap Aska) pergilah, antar Bianka jika Bianka ingin pergi menemuiku di kota C. Tolong jaga istriku saat aku tidak ada.


Aska: baik tuan saya mengerti. Hati hati dijalan.


Morgan tersenyum dan masuk kedalam mobil. Aska menutup pintu mobil. Tidak beberapa lama mobil melesat pergi meninggalkam mansion.


----------@@@@@----------


Sampai jumpa di episode selanjutnya.


Jangan lupa like, komen dan vote ya.


Terimakasih banyak.


Bye bye.


Salam hangat,


"Dea Anggie"

__ADS_1


 


__ADS_2