Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 66


__ADS_3

1 bulan kemudian..


kesehatan Morgan semakin membaik, urusan perusahaan juga sudah diselesaikan. Morgan merencanakan liburannya ke Bali.


Saat Morgan ingin memberitahukan niatannya, Bianka lebih dulu bicara. Bianka mengatakan jika dirinya ingin menikmati musim dingin di Jepang.


"Kamu ingin ke Jepang?" Tanya Morgan.


Bianka mengangguk pelan, "iya.. itu kalau kamu mau. Kalau tidak juga tidak apa-apa." Jawab Bianka.


Morgan berfikir sejenak, sebenarnya tidak masalah ingin pergi kemana saja. Karena tujuannya Morgan hanya ingin menyenangkan hati istri tercintanya.


"Baiklah, kita ke Jepang. Aku akan bicara pada Aska untuk menyiapkan semuanya." Jawab Morgan, mengiyakan permintaan Bianka.


Bianka sangat senang, Bianka memeluk Morgan. "Terima kasih sayang," ucap Bianka.


"Aku akan bahagia jika kamu juga bahagia sayang, jangan pernah ragu memberitahuku apa pun keinginanmu. Oke?" Ucap Morgan.


"Oke," jawab Bianka pelan.


Bianka melepaskan pelukannya, menatap Morgan. Morgan tersenyum membelai rambut dan wajah Bianka. Morgan mendekat dan hendak mencium Bianka, saat wajah Morgan mendekat tiba-tiba saja Bianka merasa mual dan ingin muntah. Bianka menutup mulutnya dan cepat-cepat pergi ke kamar mandi.


Tap..


Tap..


Tap..


Langkah cepat kaki Bianka masuk ke dalam kamar mandi. Morgan panik dan cemas, bergegas mrnyusul Bianka. Morgan berdiri di depan pintu kamar mandi.


Tok..


Tok..


Tok..


"Sayang, kamu baik? Apa aku boleh masuk?" Tanya Morgan.


"Apa Bianka sakit? Apa karena terlalu lelah?" Batin Morgan penasaran.


Morgan kembali mengetuk pintu,


Tok..


Tok..


Tok..


"Sayang, jangan mmebuatku cemas. Apa kamu baik-baik saja? Boleh aku masuk?" Morgan kembali bersuara.


"Tunggu, diluar. Aku baik-baik saja." Jawab Bianka dari dalam kamar mandi.


Morgan mengurungkan niatannya untuk menerobos masuk kamar mandi, Morgan menunggu Bianka. Morgan bersandar dinding, perasaan cemasnya masih belum berakhir.


Klekkk..


(Suara pintu)


Bianka keluar, Morgan langsung mendekati Bianka. "Kamu baik-baik saja?" Tanya Morgan.


"Hmm.. aku baik, hanya saja mual dan ingin muntah, kepalaku juga pusing." Jawab Morgan.


"Kita kerumah sakit saja, atau aku ingin panggil dokter datang?" Tanya Morgan.


"Bisa panggil dokter saja, aku merasa lemas sekali Morgan," Bianka mengeluh.


Bianka tiba-tiba teringat sesuatu, "eh tunggu, bukankah ini seperti gejala ibu hamil? Apa aku hamil?" Batin Bianka.


Bianka langsung berjalan menuju lemari, mengambil alat tes kehamilan. Bianka memang sengaja menyimpan alat tes kehamilan karena dibulan sebelumnya Bianka terlambat datang bulan dan mengira jika dirinya hamil, ternyata hanya terlalu lelah dan tidak sehat saja.


Bianka kembali ke kamr mandi, untuk memastikan apakah dirinya benar-benar hamil atau tidak. Morgan bingung saat tiba-tiba Bianka masuk kembali ke dalam kamar mandi.


Kali ini Morgan tidak ingin gaduh, Morgan berusaha tenang, berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar mandi menunggu Bianka kaluar.


Klekkk..

__ADS_1


(Suara pintu)


Bianka keluar dengan derai air mata, Morgan mengerutkan dahi. Takut jika sesuatu terjadi pada istrinya.


"Bianka ada ada? Kenapa menangis?" Tanya Morgan.


"Sayang, aku.. aku.. (suara Baianka terbata-bata) aku.. aku hamil.." jawab Bianka.


Morgan terkejut, matanya melebar menatap ke arah Bianka. "Apa? Hamil?"


Bianka menunjukan hasil tes kehamilan di tangannya pada Morgan. Morgan menerima dan melihat garis dua yang artinya positif (+), Morgan tersenyum seakan tidak percaya. Bianka memeluk Bianka erat, merasa sangat senang.


"Ini kabar bahagia sayang, aku sangat menantikan kabar baik ini." Ucap Morgan dengan senyum lebar.


"Aku juga senang, kita akan memiliki anak." Jawab Bianka.


Morgan melepas pelukan, "istirahatlah, aku akan panggil Aska untuk mencari dokter, aku ingin dokter memeriksa keadaanmu dan anak kita." Ucap Morgan.


Bianka menurut, kepalanya mengangguk pelan. Morgan menggendong Bianka ke ranjang, Morgan mendudukan Bianka di atas kasur. Morgan menata bantal untuk Bianka agar Bianka bisa duduk bersandar dengan nyaman.


Morgan mengambil ponsel di meja dan menghubungi Aska.


(Percakapan di telepon)


"Hallo, Aska?"


"Ya tuan, ada apa?"


"Aska, panggil dokter untuk datang ke mansion. Dokter kandungan, Bianka hamil. Aku ingin dokter memeriksa keadaan Bianka dan anak dalam kandungannya." Morgan terlihat bersemangat.


"Ba.. baik tuan, saya mengerti." Jawab Aska.


Morgan mengakhiri panggilan dan kembali meletakan ponselnya di meja, Morgan menatap ke arah Bianka.


"Apa kamu lapar? Ingin makan sesuatu?" Tanya Morgan.


"Tidak, aku tidak lapar, tidak ingin apa-apa." Jawab Bianka.


Morgan duduk di samping Bianka, "tetaplah disini sampai dokter datang. Aku akan bersamamu." Kata Morgan dengan suara lembut.


Bianka memeluk Morgan, "hmm.. aku mengerti." Jawab Bianka.


 


Dokter datang dan memeriksa keadaan Bianka. Usai memeriksa Dokter dan Morgan berbincang.


"Semua baik-baik saja tuan, ibu dan janin dalam kandungan baik, kandungan nyonya sudah memasuki usia minggu ke empat. Saya sudah menulis resep untuk vitamin nyonya Lewi, jika terjadi apa-apa bisa datang menemui saya di rumah sakit atau memanggil saya datang." Kata Dokter menjelaskan.


"Baik dokter terima kasih," jawab Morgan.


"Saya permisi tuan," dokter berpamitan pada Morgan dan pergi.


Morgan meminta Aska membeli vitamin sesuai resep dokter. Aska juga pergi melaksanakan perintah Morgan. Bianka terlelap tidur, Morgan kluar dari kamar dan menutup pintu perlahan. Morgan berjalan menuju dapur, berniat menghangatkan susu untuk Bianka.


Pelayan berjalan menghampiri Morgan, "tuan, ada kepentingan apa? Biar saya yang melakukannya." Pelayan menawarkan bantuan.


"Tidak perlu, aku bisa lakukan ini. Kembalilah bekerja." Kata Morgan tanpa menatap si pelayan.


"Baik tuan, jika ada apa-apa bisa memanggil saya, permisi." Pelayan berjalan pergi meninggalkan Morgan.


Morgan sibuk di dapur, meski jarang menyentuh dapur namun Morgan bisa melakukan semuanya dengan baik. Berhati\-hati agar tidak mengacaukan dapur, jika dapur sampai kacau Bianka pasti akan mengomel. Karena dapur adalah wilayah kekuasaan Bianka.


10 menit kemudian..


Susu sudah siap di tangan, Morgan kembali berjalan menuju kamarnya. Morgan membuka pintu dan masuk, Morgan kembali menutup pintu.


Saat masuk Morgan melihat Bianka duduk bersandar dan bermain ponsel. Morgan berjalam mendekat, duduk di tepi ranjang dan menyuguhkan susu di hadapan Bianka. Bianka melihat susu, lalu melihat Morgan. Bianka tersenyum menerima susu dari Morgan.


"Terima kasih," kata Bianka.


"Sama\-sama, habiskan itu agar si kecil tumbuh sehat." Jawab Morgan mengusap perut Bianka.


Bianka meminum susu dalam gelas perlahan-lahan hingga teguk terakhir. Morgan mengambil gelas dari tangan Bianka dan meletakan di meja. Morgan mengusap bibir Bianka yang belepotan karena bekas susu.


"Mulai dari sekarang jagalah kesehatanmu Bianka, ingat didalam perutmu ada janin yang harus kamu jaga baik-baik. Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, aku tidak akan melarang apapun yang akan kamu lakukan. Dengan catatan apa yang kamu lakukan tidak membayakan dirimu dan anak kita. Kamu mengerti?" Morgan menjelaskan maksudnya, menatap ke arah Bianka.

__ADS_1


Bianka mengangguk, meraba wajah morgan. "Baik tuan Lewi, aku akan ingat pesan mu itu. Oke" jawab Bianka tersenyum cantik.


Morgan memegang tangan Bianka yang ada di wajahnya, Morgan mencium kedua punggung tangan Bianka bergantian.


"Aku mencintaimu, jangan sampai terjadi apa-apa padamu juga anak kita. Katakan saja jika kamu ingin sesuatu, tidak perlu ditahan atau disembunyikan. Aku akan berusaha memenuhi semua keinginanmu." Kata morgan.


"Hmm.. jangan hanya mengingatkanku, kamu juga baru pulih. Tetap harus menjaga kesehatanmu juga, jangan terlalu mencemaskan ku. Aku baik-baik saja." Kata Bianka.


Bianka saangat senang, Morgan selaku ada disisinya. Memberinya dukungan dan semangat, juga cinta dan kasih sayang.


Begitu juga Morgan yang merasa senang ada Bianka dalam hidupnya, Bianka tidak pernah sedikit pun mengeluh untuk menggantikan tugasnya. Bianka sangat perhatian dan peduli pada Morgan, selalu ingat hal-hal kecil yang di lupakan Morgan. Tidak pernah membantah apa permintaan Morgan, selalu sabar menghadapi sikap Morgan yang terkadang emosional dan kekanak-kanakan.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan


(End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Lelaki Bayaran Amelia


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK 2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


•Banyak ya.. (hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..


Salam hangat,

__ADS_1


"Dea Anggie"


 


__ADS_2