Pangeran Es Jatuh Cinta

Pangeran Es Jatuh Cinta
PEJC - 64


__ADS_3

Keesokan harinya..


Aska datang ke mansion Morgan dan menceritakan semua kejadian. Bersama Aska juga datang seorang wanita bernama Suan, Suan adalah seoran pekerja resepsionis di hotel tempa Nicolas Gween bermalam. Suan menceritakan jika dirinya melihat jelas wajah Nicolas Gween. Nicolas Gween tidak datang seorang diri melainkan datang bersama seorang wanita. Dan Aska sudah berhasil menangkap wanita yang bersama Nicolas Gween.


"Bawa wanita itu masuk," perintah Morgan.


Aska menatap orangnya, orang itu mengangguk dan pergi keluar dari mansioan. Tidak lama kembali bersama seorang wanita dengan tangan terikat dsn mulut yang tutup perekat.


"Aska, buka perekat mulutnya." Kata Morgan.


"Baik tuan," jawab Aska.


Aska melepas perekat dari mulut wanita itu. "Katakan, apa benar kamu adalah wanita yang bersama Nicolas Gween?" Tanya Aska.


"Untuk apa kalian menangkapku. Aku tidak kenal siapa itu Nicolas Gwee." Kata wanita itu.


"Benarkah? Baiklah jika itu maumu. Bersiaplah menghadapi kemungkinan terburukmu nona." Kata morgan dengan tatapan wajah dingin.


Wanita itu melebarkan mata, tubuhnya gemetar. Tatapan Morgan seakan membekukan tubuhnya perlahan. "Ya.. ya.. aku mengenal Nicolas Gween, dia bersamamu dan menghabiskan waktu denganku. Dia.. dia.. dia.. (suara wanita itu terbata-bata karena ketakutan) dia menerima sebuah panggilan dan terlihat panik. Saat aku bertanya dia hanya mengatakan jika semua baik-baik saja. Dia memberiku uang dan pergi meninggalkanku tidak tahu kemana.." kata wanita itu menjelaskan.


Morgan mengerutkan dahi, "bawa dia ke gudang Aska. Tahan dia disana dan minta supir mengantar Suan kembali ke hotel untuk bekerja. Lakukan yang seharusanya dilakukan," kata Morgan.


"Baik tuan, saya mengerti. Dan.. Ini adalah laporan perkembangan terakhir perusahaan Josie." Aska mendekati Morgan, memberikan sebuah berkas dokumen.


Morgan menerima berkas dokumen dari Aska. Askan berbalik san membawa wanita milik Nicolas Gween dan juga Suan.


"Ada apa? Pagi- pagi sudah ribut." Tanya Bianka yang baru keluar dari kamar.


"Hai sayang, selamat pagi.." sapa Morgan dengan suara lembut.


"Pagi.. (balas Biankan, mendekat dan mencium lembut pipi Morgan) kamu ingin makan apa? Aku akan buatkan." Kata Bianka dengan suara lembut.


"Hmm buatkan apa saja, aku tidak akan memilih-milih makanan." Jawab Morgan.


"Baiklah tuan, aku akan segera menyiapkan makananmu." Bianka pergi menuju dapur.


Morgan masih duduk di sofa ruang tengah dan memeriksa laporan perusahaan Josie. Mata Morgan menatap lekat berkas dokumen di tangannya dan membaca tiap kata halaman dengan seksama, selama menjabat sebagai direktur, Alex Josie tidak bekerja dengan baik, Alex Josie juga menggelapkan dana untuk kesenangan pribadinya.


Morgan mencengkram berkas ditangannya. Dahinya berkerut, "sial! Pak tua itu sungguh meremehkanku. Aku akan lihat, bagaimana dia akan bersenang-senang setelah aku kirim ke panjara." Batin Morgan.


Morgan memijat pangkal hidungnya perlahan, kepalanya sakit ingin meledak rasanya. Morgan membanting berkas dokumen ke meja yang ada di hadapannya, dan mengacak rambutnya merasa geram.


Bianka dari jauh melihat, "ada apa dengannya? Pangeran es ku muali mengeluarkaan aura mematikan. Pasti ada apa-apa dengannya." Batin Bianka.


Bianka mengangkat piring dari meja dapur dan memindahkan piring berisi makana ke meja makan. Bianka berjalan perlahan mendekati Morgan, Bianka merangkul Morgab dan mencium lembut pipi Morgan." Ada apa pangeranku, dapurku sudah beku karna hembusan nafasmu." Goda Bianka.


"Hmm.. tidak ada apa-apa sayang, jangan menggodaku seperti itu." Suara Morgan lembut.


Bianka tersenyum, senyumnya perlahan hilang saat Bianka melihat sebuah berkas dokumen diatas meja, Bianka melepas rangkulannya dan berjalan mendekati meja, mengambil berkas dokumen diatas meja. Bianka membuka dan membaca, matanya melebar, tidak menyangka jika pamannya tidak pernah berubah.


Morgan berdiri dan mendekap tubuh Bianka dari belakang, Tangan Morgan menutup paksa berkas dokumen yang di baca Bianka.


"Sayang, aku lapar.." rengek Morgan, merebahkan kepalanya ke bahu Bianka.


Bianka menghela nafas, meraba lembut kepala Morgan. "Ayo makan.." jawab Bianka.

__ADS_1


Bianka melepaskan tangan Morgan dan berbalik, Bianka langsung memeluk Morgan.


"Maaf.. aku tidak bisa mencegah pamanku melakukannya Morgan. Sungguh, aku merasa bersalah. Aku sangat malu memiliki paman seperti itu." Suara Bianka hampir tidak terdengar.


"Bukan salahmu sayang, jangan menangis. Aku tidak pernah berfikir kamu buruk, kamu segalanya untukku Bianka. Aku senang kamu mau menjadi bagian dalam hidupku, terimakasih sudah mau berjuang bersamaku. Terimakasih untuk kesetiaanmu berada disisiku meski banyak rintangan datang silih berganti. Aku bahagia bersamamu, sungguh.. aku berkata jujur dari dalam lubuk hatiku. Aku harap kamu tidak pernah menyesal memilihku sebagai pendamping hidup Bianka." Morgan mengeratkan pelukannya.


Bianka menggeleng, " aku tidak menyesal, dan tidak akan pernah menyesal. Aku mencintaimu Morgan, aku tidak ingin kehilanganmu. Sudah cukup aku kehilangan orangtuaku, aku tidak rela kehilangan orang yang aku cintai lagi." Bianka terisak.


Morgan melepas pelukan, Morgan menatap dalam mata Bianka. Morgan mencium kedua kelopak mata Bianka dengan lembut, lalu menyeka air mata Bianka. Morgan kembali mencium kening Bianka lama, lalu kembali memeluk Bianka.


"Aku tidak akan pergi sayang, aku akan selalu ada di sisimu. Kamu dan aku satu, kita tidak akan pernah terpisahkan. Yang bisa memisahkan kita hanya maut, bukankah itu janji yang kita ucapkan saat menikah?" Morgan membelai rambut Bianka.


"Kamu, apa yanga akan kamu lakukan pada pamanku?" Bianka melepaskan pelukan dan menatap Morgan.


"Menurutmu hukuman apa yang pantas, kamu tidak berniat membebaskan pamanmu di penjara kan?" Morgan menggoda.


"Tentu saja tidak, jika paman di penjara itu lebih baik. Paman bisa merenungkan kesalahannya baik-baik dalam pejara. Aku tidak akan membebaskan orang jahat yang ingin mencelakain suamiku sekalipun itu pamanku sendiri." Ucap Bianka dengan tatapan mata yang tajam menatap ke arah Morgan.


"Wow.. ratu esku! Tatapanmu membekukan hatiku." Morgan tersenyum mencium pipi Bianka.


"Sudah-sudah, ayo makan sayang. Aku akan masih menjadi asisten khusus mu sampai kamu benar-benar pulih. Jadi kamu tidak boleh menolak dan memang seharusnya tidak menolak. Karena aku tidak butuh ijin darimu untuk selalu terus berada di sisimu." Bianka mulai mengomel.


Morgan tersenyum tipis, Morgan senang dengan ocehan-ocehan istrinya terdengar seperti dua ekor kucing yang sedang berebut makanan. Tidak lama Morgan tertawa, tidak tahan lagi melihat ekspresi wajah istrinya yang menggemaskan.


Bianka diam, memajukan bibirnya merasa kesal ditertawakan oleh Morgan. Morgan langsung diam, wajahnya merah menahan tawa.


"Sayang, aku tidak akan pernah melarangmu apa pun. Kamu adalh istriku, kamu adalah Nyonyaku. Jika kamu ingin lakukan apa saja, maka lakukan. Jangankam hanya menungguku pulih, ikut bersamaku ke kantor selamanya pun aku tidak akan keberatan." Morgan menjelaskan.


Wajah Bianka berubah, Bianka tersenyum cantik. Morgan merangkul Bianka mengajal Bianka makan bersama.


♡♡♡♡♡


Morgan duduk dikursi dan sibuk dengan setumpuk laporan didapapannya. Di sampingnya ada Bianka yang sedang sibuk membaca laporan.


Morgan hanya mengetuk-ketuk meja tengan jarinya merasa bosan. Bagaimana tidak, semua sudah pekerjaannya sudah di lakukan Bianka. Morgan mendekati Bianka dan merebahkan kepalanya di bahu Bianka. Bianka terlejut, meraba wajah Morgan.


"Ada apa?" Tanya Bianka.


"Kita bertukar peran saja jika begini, aku di rumah memasak dan kamu bekerja. Aku dari tadi melihatmu sibuk, sedangkan aku sudah seperti anak ****** yang tersesat." Keluh Morgan.


"Jangan berlebihan. Aku hanya membantumu selagi Aska tidak ada. Jika Aska kembali dan kamu sudah sepenuhnya membaik maka aku akan tinggal dirumah. Tidurlah di ruangan jika lelah, jangan seperti ini." Kata Bianka mengusap-usap rambut Morgan.


Morgan menutup mata dan menggeleng, "aku mau disini bersamamu. Jika ingin di ruang istirahat juga harus bersamamu." Morgan menggoda.


"Jangan menggodaku, aku sedang bekerja sayang." Bianka menatap kembali laporannya.


Morgan mencium pipi Bianka, "bekerjalah, selesaikan pekerjaanmu dan ayo temani aku istirahat, aku akan menunggu." Bisik Morgan dengan suara lembut di telinga Bianka.


Morgan mengakhiri kata-katanya dengan menggigit kecil telinga Bianka. Bianka merasa geli langsung memalingkan wajah, wajah Bianka dan Morgan saling bertemu, Morgan tersenyum tampan begitu juga Bianka yang tersenyum cantik. Morgan meraih tengkuk Bianka dan langsung mencium Bianka.


@@@@@... @@@@@...


Hallo semua..


Terimakasih sudah mau berkunjung dan membaca novel saya..

__ADS_1


Jangan pernah bosan menunggu update selanjutanya ya..


Jangan lupa like,☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar..


Jangan lupa berikan vote juga ya..


Kunjungi juga di novel saya yang lain. Dengan judul,


•Pelukan Hangat Paman Tampan (End, jika tidak ada kendala akan saya lanjutkan sekuel dari UMEKO SAKURA LEWI yang akan menjadi season ke tiga dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Pangeran Es Jatuh Cinta


(Season ke 2 dari Pelukan Hangat Paman Tampan)


•Suami Pengganti


•Pangeran Vampir


•Pangeran Vampir 2 (SEASON 2)


•Vampir "Sang Abadi"


•Dendam Permaisuri Kepada Kaisar


•Cinta Lama Yang Datang Kembali


•Mommy And Daddy (CLYDK2)


•Darren & Karren (Perjalanan Cinta) CLYDK SEASON KE 3


•Perfect Father


•Kamu Dan Aku


(hehehe.. maafkan authornya lagi menggila bikin novel kala itu.. jangan khawatir pasti di tamatin semua kok..)


Jangan lupa like, ☆☆☆☆☆ dan isi kolom komentar.. vote juga dong..


Terimakasih..


Untuk pembaca yang ingin join grup FB/WA silahkan..


Untuk yang ingin follow ig saya juga silahkan..


ig: dea_anggie


Line id: dea_anggie


Fb: dea anggie


Grup FB: Lelaki Bayaran Amelia


❤❤❤❤❤


Bye bye..

__ADS_1


Salam hangat,


"Dea Anggie"


__ADS_2