
•Bianka
Aku membuka mataku perlahan, aku merasakan tanganku digenggam erat oleh Morgan. Tanpa sadar senyumku mengembang. Astaga dasar Bianka, bukankah kamu mencintai Nico dari awal? Kenapa begitu peduli pada Morgan?
Tapi aku suka Morgan yang seperti ini. Dia lembut dan hangat, dibanding biasanya. Semalam juga dia mengatakan hal hal di luar dugaanku. Morgan, aku harap kamu bisa menjadi seseorang yang hangat, penuh cinta dan kasih sayang.
Aku bergerak, Morgan memelukku erat. Tangannya melingkar di pinggangku, dan yang satu lagi menggenggam tanganku. Aku seperti tersihir pesona Morgan, aku hanya diam dan membatu. Biasanya aku akan marah jika orang lain menyentuhku. Tapi sentuhan ini berbeda, aku menyukainya. Ini begitu nyaman, Morgan..
ilustrasi: Jerryco Morgan Lewi & Bianka Josie
Morgan: morning Bianka (berbisik lembut, di telinga Bianka)
Bianka: morning Morgan, kamu sudah bangun?
Morgan: hmmm..
Bianka: ingin makan apa?
Morgan: suruh pelayan yang memasak, aku hanya ingin tidur memelukmu.
Bianka: ini sudah pagi Morgan.
Morgan: ikutlah denganku Bianka.
Bianka: kemana? Kamu tidak berniat menjualku kan?
Morgan: ya aku akan mejualmu kepada teman bisnisku (menggoda) dia pria gendut, tua, dan berkumis tebal, dia suka wanita muda sepertimu.
Bianka: (ketakutan) Morgan..
Morgan: haha.. (tertawa) aku hanya bercanda Bianka.
Aku berbalik dan menatap Morgan, aku kesal Morgan menakutiku. Aku menatap Morgan, Morgan menatapku. Mata yang indah, wajahnya begitu tampan. Kenapa aku baru menyadarinya, dia jauh lebih tampan di banding Nico. Hanya saja pria di depanku adalah pria es. Sangat dingin!
Morgan: ada apa? Apa kamu sakit? Kamu tertular demamku?
Bianka: tidak, aku hanya terkejut melihatmu.
Morgan: ada apa? (Bingung)
Bianka: kamu tampan, kenapa menjadi pria es?
Morgan: pria es? Ah.. entahlah. Aku tidak tahu kenapa. Aku memang seperti ini dari dulu (tersenyum)
Bianka: kamu pernah merayu wanita?
Morgan: belum, menyentuh wanita juga belum. Kamulah wanita pertama yang aku sentuh dan aku perlakukan istimewa.
Bianka: (tersenyum, mencium kilas pipi Morgan) cairkan hatimu yang beku. Jika kamu menjadi pria hangat. Aku mungkin bisa menyukaimu dan melupakan Nico
(Dalam hati Morgan)
Bianka.. pagi pagi sudah menggoda dan bicara manis. Selamanya kamu milikku Bianka! Aku tidak akan biarkan Nico atau siapapun mengganggumu.
Bianka: aku akan menghangatkan susu untukmu. Kamu ingin makan apa? Roti isi? Roti selai? Atau apa?
Morgan mendekat dan tiba tiba menciumku. Morgan mencium lembut bibirku. Jantungku langsung berdebar debar, darahku seperti berhenti mengalir. Aku pun tidak bisa dan tidak ingin menolak. Aku menyukainya, ini ciumanku yang ketiga dengan Morgan. Morgan melepas ciuman dan menatap dalam mataku.
Morgan: aku sudah sarapan. (Tersenyum tampan)
Bianka: (tersipu malu, menutup muka) kamu menggodoku Morgan. Kamu menyebalkan.
Morgan memelukku erat, aku merasakan dia mengusap lembut kepalaku. Aku melepas tamganku dari mukaku. Aku melihat dada bidang Morgan. Wow, dia kekar dan berotot. Jadi semalaman dia tidur bertelanjang dada? Aku meraba dada Morgan.
Morgan: jangan menyentuku seperti itu. Aku laki laki normal Bianka.
Bianka: opsss.. sorry. Aku baru sadar, bentuk tubuhmu oke.
Morgan: hmm..
Morgan terus mengeratkan pelukan dan tak ingin aku pergi. Aku sungguh terjebak, aku tidak bisa menolak dan tidak bisa sepenuh hati menerima. Perasaanku seperti diaduk aduk. Aku menempelkan telingaku ke dada Morgan, aku mendengear suara detak jantung Morgan. Aku tersenyum, pria es hatinya bisa juga berdebar ternyata. Morgan Morgan..
♡♡♡♡♡
Morgan mengajak Bianka ke luar kota untuk kepentingan Bisnis. Bianka setia menunggu Morgan yang sedang rapat. Bianka sedang menunggu di ruang tunggu dengan bermain ponsel.
Morgan keluar dari ruang pertemuan. Morgan melihat Bianka dan tersenyum. Morgan keluar diantar oleh rekan bisnisnya. Bianka berjalan mendekati Morgan. Berdisi di samping Morgan.
"Terimakasih Tuan muda Lewi. Senang berkerja sama dengan anda"
Morgan: sama sama tuan. Saya berharap kerjasama kita sukses.
"Pasti, JL adalah perusahaan besar dan terpandang. Anda datang menemui kami secara pribadi saja saya merasa senang dan merasa terhormat. (Menatap Bianka) nona cantik ini?"
__ADS_1
Morgan: ah, ini calon istri saya. (Bicara asal)
Bianka: (terkejut, lalu tersenyum menyapa) hallo tuan..
"Hallo, saya Jonny"
Bianka: Bianka.
Bianka dan Jonny saling berjabat tangan kilas.
Jonny: kalian akan tinggal di kota kami? Kalian bisa berkeliling.
Morgan: boleh, saya juga merasa bosan terus bekerja. Ingin berlibur juga.
Jonny: tinggallah di villa kami tuan muda. Jika anda berkenan, saya merasa sangat senang.
Morgan: baiklah, kebetulan kami belum mencari tempat untuk menginap.
Jonny: baiklah, anda bisa diantar oleh supir kami.
Morgan: terimaksih banyak tuan
Jonny: terimakasih kembali. Selamat berlibur (tersenyum)
Jonny menyuruh supir mengantar Morgan dan Bianka ke Villa. Supir pergi dengan mengemudi mobil Morgan menuju Villa.
Villa..
Supir pergi meninggalkan Morgan dan Bianka di Villa. Supir kembali ke pusat kota dengan naik taxi. Morgan dan Bianka di sambut oleh penjaga Villa.
"Hallo tuan dan nyonya, saya penjaga Villa. Tuan Jonny menghubungi saya tadi untuk melayani anda berdua dengan baik. Nama saya Nina"
Bianka: hallo bibi Nina, maaf merepotkan.
Nina: nona sangat cantik, kalian pasangan suami istri yang serasi.
Bianka: (terkejut) apa? Bibi Nina anda pasti salah paham. Kami.. (kata kata terpotong)
Nina: saya tau, pasangan baru pasti masih malu malu. (Tersenyum) silahkan, saya sudah siapkan kamar kalian.
Bianka: kamar kalian? Ada dua kamar kan?
Nina: mohon maaf, hanya ada 1 kamar. Apa kalian ingin tidur terpisah?
Bianka: (menatap Morgan) ah.. i..iya (tersenyum canggung)
Nina: silahkan. Jika ada apa apa hubungi saya. Ada nomor saya di dekat telepon (menunjuk telepon rumah yang ada di meja dekat sofa ruang tamu)
Morgan: baik, kami mengerti. Terimakasih bibi.
Bibi Nina pergi meninggalkan Morgan dan Bianka. Bianka melepaskan tangannya dari pegangan Morgan. Bianka merasa kesal.
Bianka: kamu membohongi orang morgan.
Morgan: tidak. Aku tidak bohong.
Bianka: aku bukan istrimu, ataupun calon istrimu.
Morgan: tapi kamu milikku. Apa bedanya? Sudah aku akan istirahat.
Bianka: kamu tidur di sofa aku yang di kamar.
Morgan: aku bossnya, kamu yang di sofa.
Bianka: aku wanita. Kamu pria, tidak bisa mengalah? Dasar kejam. (Menggerutu)
Morgan: siapa yang berkuasa?
Bianka: ayolah, disini udaranya sangat dingin. Aku tidak tahan dingin.
Morgan: (menghela nafas) ya sudah.. aku mandi dulu. Pakailah kamar sesukamu.
Morgan masuk ke dalam kamar, Bianka menunggu Morgan yang sedang mandi. Bianka duduk di sofa. Melihat lihat isi dalam Villa.
Waktu berlalu, sore berubah menjadi malam. Bianka dan Morgan selesai makan malam. Bianka membersihkan muka dan menggosok gigi. Bianka sedang bermain ponsel di atas ranjang. Pintu kamar terbuka. Morgan masuk dan menutup pintu, berjalan ke arah kamar mandi. Beberapa menit kemudian Morgan keluar dari kamar mandi. Morgan berjalan menuju pintu, keluar dari kamar.
Bianka asik bermain ponsel, tiba tiba teringat Morgan. Bianka meletakan ponselnya di meja dan turun dari ranjang. Bianka berjalan keluar kamar menuju sofa ruang tamu. Bianka berjalan mendekat, melihat Morgan yang sedang tidur.
(Dalam hati Bianka)
Manisnya.. andai saja dari awal semanis ini. (Menaikan selimut Morgan, jongkok dan terus memandangi wajah Morgan) jika kamu hangat dan lembut, pasti dari awal aku akan jatuh hati padamu. Kamu seperti pangeran di cerita dongeng. Pangeran es yang tampan.
Bianka merapikan rambut dan meraba lembut wajah Morgan. Tiba tiba Morgan membuka mata, seketika Bianka terkejut. Morgan menatap Bianka, Bianka menarik tangannya, namun Morgan menahannya. Morgan memegang erat tangan Bianka. Mencium lembut telapan tangan Bianka.
__ADS_1
Morgan: ada apa? Kamu merindukanku?
Bianka: jangan asal, aku hanya ingin melihatmu. Kamu baik baik saja atau tidak.
Morgan: sungguh? Aku tidak baik baik saja. Disini terlalu dingin.
Bianka: (menghela nafas) masuklah ke kamar. Kita bisa berbagi ranjang. (Melepaskan tangannya dari pegangan Morgan dan berdiri)
Morgan bangun dan tersenyum, Morgan berdiri dan meringkas selimut serta bantalnya.
Morgan: andai dari tadi kamu mengijinkan. Aku pasti sudah tidur dengan nyenyak.
Bianka: iya iya maaf. Ayo masuk.
Morgan dan Bianka bersama sama masuk dalam kamar. Morgan menata bantalnya, Bianka memberi obat dan air minum pada Morgan.
Bianka: minumlah obat dan vitamin ini, agar demammu tidak kambuh.
Morgan meminum obat dan Vitamin yang diberikan Bianka. Morgan memberikan gelas kosong pada Bianka. Bianka meletakan gelas dimeja samping ranjang, Bianka kembali naik ke atas ranjang.
Morgan: kamu perhatian padaku, ingin sesuatu?
Bianka: untuk apa? Aku tidak ingin apa apa darimu.
Morgan: katakan jika ingin sesuatu.
Bianka: sudah tidurlah, jangan menyentuhku. (Masuk dalam selimut dan berbaring)
Morgan: aku tidak jamin. Aku pria normal yang bisa bernafsu.
Bianka: aku akan melemparmu ke luar jika kamu berani macam macam.
Morgan: haha.. (tertawa kecil) baiklah, ayo tidur. Selamat malam, selamat tidur nona Josie. (Berbaring dan menarik selimut)
Bianka: selamat malam, selamat tidur, dan mimpi indah tuan Lewi.
Morgan dan Bianka menutup mata, mereka terlelap. Di tengah malam Morgan mengigau.
"Tidak, jangan pergi.. aku tidak ingin sendirian. Jangan.. jangan.. tidak, jangan pergi.. "
Bianka terbangun, Bianka panik. Memegang dahi Morgan, Morgan tidak demam, namun keringat dingin keluar. Bianka meraba lembut wajah Morgan.
Bianka: Morgan, jangan takut. Ada aku disini bersamamu.
Morgan terbangun, matanya terbuka, nafasnya tersengal. Bianka mengambil air minum di meja dekat ranjang dan memberikan pada Morgan. Morgan meneguk habis air putih dalam gelas dengan sekali minum. Bianka mengambil gelas di tangan Morgan, meletakan gelas pada tempatnya. Bianka menatap Morgan.
Bianka: kamu baik baik saja? Ada apa?
Morgan: tidak ada, maaf membangunkamu.
Bianka: tidurlah lagi, aku akan menjagamu.
Biankan memeluk Morgan. Mengusap lembut kepala morgan. Morgan mengeratkan pelukan memendamkan wajahnya di bahu Bianka.
Bianka: Apa pun yang kamu rahasiakan dariku, itu pasti sesuatu yang menyedihkan. Jangan sedih morgan. Ada aku disini, aku akan menghiburmu.
Morgan: hmmm.. jangan pergi Bianka. Aku membutuhkanmu.
Bianka: oke, aku akan selalu bersamu. Tenanglah.. aku tidak akan pergi meninggalkanmu. Ayo tidur.
Morgan melepaskan pelukan dan menatap Bianka, Bianka meraba lembut wajah Morgan. Bianka mencium kilas kening Morgan. Bianka tersenyum cantik pada Morgan.
Bianka: pangeran es ku, ayo kita tidur.
Morgan: pangeran es? Bukan pria es?
Bianka: karena kamu tampan, lebih cocok memanggilmu pangeran es. (Menghibur Morgan)
Morgan tersenyum, mendekatkan wajahnya pada Bianka dan mencium lembut bibir Bianka. Bianka mengusap lembut tengkuk Morgan. Bianka dan Morgan saling berciuman mesra. Perasaan Morgan menjadi tenang, debar jantungnya mulai terdengar.
Deg..
Deg..
Deg..
Hallo semua..
Terimakasih ya.. sudah mau berkunjung dan membaca karya saya.
Jangan lupa like, ☆ dan isi kolom komentar..
Bye bye.. 😉😘
Salam hangat,
__ADS_1
"Dea Anggie"